Artificial God

Artificial God
Kebencian Tanpa Batas


__ADS_3

Cerita ini masih berlanjut, cerita tentang sepasang kekasih dari dua bangsa berbeda. Mereka berjanji untuk saling mencintai sampai akhir, karena mereka memiliki hubungan terlarang. Mereka akhirnya membangun rumah di ladang bunga itu, untuk menjaga rahasia hubungan mereka.


Karena seorang Elf tidak boleh memiliki hubungan dengan bangsa lainnya, begitu juga dengan bangsa lainnya. Namun mereka melanggar perintah tersebut, dan tinggal di ladang bunga, di suatu tempat yang letaknya cukup jauh dari kedua bangsa mereka. Kehidupan mereka berlangsung selama lima tahun, dan akhirnya mereka memiliki seorang anak laki-laki yang mirip dengan ayah, dan ibunya.


Selama lima tahun itu merenggang terus hidup bahagia, seperti tidak ada yang dapat menggangu kebahagiaan mereka. Hingga di saat anaknya berumur sepuluh tahun, di malam hari terjadi serangan dari bangsa Elf. Entah bagaimana manusia manusia bertelinga runcing itu dapat menemukan tempat ini.


Akhirnya mereka bertiga di bawa ke desa Elf untuk diberi pertanggungjawaban oleh tetua Elf. Sang ayah yang merupakan dari bangsa Elf itu sendiri diberikan hukuman yang lebih ringan dari yang lainnya, yaitu diasingkan. Sementara itu untuk ibunya yang merupakan musuh dari bangsa Elf mendapatkan hukuman mati. Begitu juga dengan anaknya yang berdarah campuran, ini adalah aib besar bagi bangsa Elf untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.


Namun, orang yang harus membunuh mereka berdua adalah ayah mereka sendiri, "Apa kau sanggup membunuh mereka berdua? kalau tidak kau akan kami bunuh bersamanya" ucap tetua Elf.


"...Hamba siap melakukan perintah anda, saya akan melakukannya sekarang juga" ucap Glenn yang tak terlihat sedikitpun keraguan dalam dirinya, ternyata dia adalah pria busuk yang hanya membela dirinya sendiri. Dia adalah pria pengecut yang tidak berguna, itulah yang dilihat oleh Yuna saat ini.


Kemudian Glenn berjalan sambil membawa sebilah pedang yang tajam, "Tidak Glenn! kumohon jangan lakukan ini! atau semuanya akan berakhir begitu saja! huhu... kumohon Glenn, kau sangat mencintai ku bukan?" ucap Yuna sambil menangis tersedu-sedu dalam keadaan tangan yang terikat.


"Maaf saja... aku memang sangat mencintaimu, tapi aku lebih mencintai diriku" ucap Glenn sambil mengangkat pedangnya ke atas, dan bersiap untuk menyayat.


"Hentikan ayah! jangan lakukan itu! kalau tidak aku akan membencimu selamanya!" teriak sang anak dengan tatapan kesal, sambil menangis.


"Maafkan ayah Mouberg... ayah harus melakukannya. Aku akan membunuhmu setelah membunuh ibumu. Aku berjanji akan membuat kalian mati tanpa merasakan sakit, itu adalah bentuk cinta seorang ayah untuk terakhir kalinya" ucap Glenn. Ucapannya terdengar omong kosong bagi anaknya. Anaknya benar-benar marah besar pada ayahnya, dan kebencian terus mengalir pada hatinya kepada bangsa Elf hingga hatinya membusuk berwarna hitam.


Namun tidak ada yang bisa dilakukan oleh anak kecil berumur sepuluh tahun. Dia hanya bisa melihat akhir hidupnya, namun sesuatu yang mengejutkan telah terjadi padanya. Sang ibu dengan sekuat tenaga langsung melepaskan tali yang mengikat tangannya, kemudian dia mengangkat anaknya, setelah itu dia melempar anaknya dengan sangat jauh sekali terbang di udara. Setelah itu barulah pedang itu berayun mengenai dirinya, dan kepalanya terpenggal.


Semua Elf yang melihatnya sangat terkejut begitu melihat apa yang terjadi. Mereka terlihat sangat kesal karena anak berdarah campuran itu dibiarkan hidup. Akhirnya tetua memberikan tugas terakhir untuknya, untuk mengejar anaknya, dan dibunuh dengan membawa mayatnya kemari sebagai barang bukti. Dengan tanpa ragu, Glenn segera berlari dengan kencang menyusul anaknya yang sedang melayang di udara.

__ADS_1


Sang anak membuat tekad pada dirinya yang sedang melayang di udara sambil menangis dengan kebencian yang menyelimuti hatinya. Dia berkata, "Ibu... aku berjanji padamu untuk membalaskan dendam ibu pada ayah. Aku akan membunuh ayah suatu hari nanti ibu, aku berjanji akan membunuhnya. Aku juga berjanji akan membantai seluruh bangsa Elf!" ucap tekad sang anak dengan kebencian yang besar.


Bruk! sang anak terjatuh dengan cukup keras di pepohonan yang besar, dan rimbun. Namun begitu dia bangun dengan rasa sakit, dia sangat terkejut begitu melihat kalau disekelilingnya banyak orang-orang yang mirip dengan ibunya. Mereka menatap anak itu dengan seksama, karena anak telinga anak itu sedikit berbeda. Dia memiliki telinga kucing yang panjang.


"Baunya tercium seperti kucing, tapi ada bau samar dari bangsa Elf" ucap seorang Leonis dengan badan yang besar, dan kekar.


"Lalu mau kita apakan anak ini? dia terlihat mencurigakan. Apa dia adalah jebakan yang diberikan oleh manusia bertelinga runcing itu!" ucap orang lainnya dengan wajah kesal.


"Lebih baik kita amankan dulu anak ini, biar aku yang mengurusnya" ucap orang berbadan besar itu sambil menyeret anak kecil itu ke rumahnya.


"Hei tunggu Gart! berbahaya jika kau yang menyimpan anak itu! lebih baik kita mengurungnya di tengah-tengah desa!" ucap temannya yang memanggil pria berbadan besar itu. Pria berbadan besar itu bernama Gart, wajahnya sangat menyeramkan dengan otot di seluruh tubuhnya.


"Benar! kita masih belum tahu untuk apa anak ini berbahaya atau tidak!" ucap teman yang lainnya yang merasa khawatir pada Gart.


Tak ada Leonis lain yang berani menantang Gart, dia adalah Leonis terkuat di desa ini. Siapapun yang melihatnya pasti akan menurunkan pandangan mereka, karena otot tubuh yang besar itu membuat semua orang tunduk padanya.


Kemudian anak itu di bawa masuk ke rumahnya, dan di angkat, kemudian Gart membaringkan anak itu di kasur miliknya. Anak itu masih terlihat ketakutan dengan pria besar ini setelah melihat dia yang membentak banyak orang, dan membuatnya takut padanya. Namun tiba-tiba saja pria besar ini mengelus-elus kepada anak itu dengan lembut.


"Aku mengenal bau ini... aku memiliki penciuman yang sangat tajam. Namun aku juga mengenal bau yang lain darimu, bau sesuatu yang busuk seperti Elf" ucap Gart dengan wajah kesalnya begitu menyebut kata Elf dari mulutnya.


"A-apa paman mengenal ibuku?" ucap anak itu yang terlihat ketakutan padanya.


"Iya... dia adalah adikku" ucap Gart yang membuat anak itu terkejut.

__ADS_1


"A-apa!? jadi selama ini ibu memiliki seorang kakak!?" ucap anak itu yang rak menduganya karena ibu tak pernah menceritakan tentang kisahnya, atau bangsa Leonis lainnya. Yang anak ini tahu hanya kehidupan bahagianya saja bersama keluarganya sebelum semuanya berakhir begitu saja.


"Hahaha! sepertinya ibumu sangat membenciku, dan karena itu dia kabur dari desa ini. Aku ingin sekali meminta maaf padanya, namun melihat mu berada disini dengan wajah yang seperti itu... sepertinya aku sudah terlambat" ucap Gart dengan wajah sedihnya.


"Huwaaaa! aku ingin ibuku kembali! a-ayahku... dia orang yang jahat!" ucap anak kecil itu yang tiba-tiba menangis dengan kencang. Kemudian Gart segera memeluknya dengan erat, dan menghiburnya untuk menenangkan hatinya.


Beberapa saat kemudian, "Jadi... dimana ayahmu yang brengsek itu!" ucap Gart dengan wajah yang terlihat marah, seakan-akan amarahnya akan menghancurkan dunia.


"Dia... dia sedang menuju ke sini" ucap anak kecil itu yang membuat Gart terkejut, dan segera keluar dari rumahnya untuk memberitahukan hal ini pada seluruh penduduk desa yang lainnya.


"Kau siapa namamu nak?" ucap Gart yang berada di depan pintu keluar.


"Mouberg..." ucap Mouberg kecil.


"Baiklah Mouberg, kau tetaplah disini sampai aku kembali!" ucap Gart yang kemudian segera berlari keluar untuk mengumpulkan semua warga desa untuk bersiap-siap akan serangannya. Keadaan di desa ini menjadi sangat genting, dan menusuk. Karena Glenn adalah seorang prajurit yang diakui kekuatannya oleh tetua Elf, dan mereka tak akan pernah melupakan penghinaan yang diberikan olehnya beberapa tahun yang lalu.


"Aku kembali..." ucap Glenn yang keluar dari semak-semak, dan semua bangsa Leonis segera bersiap-siap akan serangan sihirnya. Para penduduk desa Leonis memakai baju zirah besi, dan kulit dengan persenjataan tajam di tangan mereka.


"Akhirnya kau kembali rival ku! ada banyak hal yang ingin kutanyakan padamu brengsek!" ucap Gart dengan tatapan tajam padanya.


"Hahaha! sepertinya kau sudah menunggu kedatangan ku. Maaf sudah membuatmu menunggu, tapi aku tak ingin berlama-lama disini bersama makhluk menjijikan seperti kalian. Cepat berikan anak itu! kalau tidak aku akan benar-benar membunuh kalian semua. Bersyukurlah karena waktu itu kalian selamat" ucap Glenn dengan wajah yang membuat mereka takut.


Benar, sebenarnya kami para Leonis adalah makhluk yang sangat lemah. Kami hanya mengandalkan kekuatan alami yang kami miliki saja dengan persenjataan tajam. Kami sama sekali tak memiliki kekuatan sihir seperti bangsa Elf. Saat itu, beberapa tahun yang lalu sepuluh Elf datang ke desa kami.

__ADS_1


Pasukan itu dipimpin oleh Glenn yang merupakan orang kepercayaan tetua Elf. Hanya dengan sepuluh Elf saja mereka bisa mengalahkan ribuan bangsa kami. Kami sangat lemah karena kami tak memiliki kekuatan sihir seperti mereka. Namun kami sangat beruntung kalau hari peperangan itu adalah hari God's Meeting, kami diselamatkan oleh dewa.


__ADS_2