Artificial God

Artificial God
Raja Sementara


__ADS_3

Para tujuh ksatria yang agung masuk ke dalam ruangan raja. Yang saat ini mereka mendengar kalau untuk sementara waktu, seseorang yang sangat di percayai raja yang bahkan menjadi tangan kiri kerajaan menjadi raja untuk sementara waktu. Yang artinya para ksatria agung itu harus tunduk, dan patuh di hadapan raja sekarang, siapapun itu yang di angkat menjadi raja, maka harus tunduk di hadapannya.


Karena raja adalah raja, dan bawahan adalah bawahan, semuanya memiliki posisinya masing-masing. Dari yang tertinggi hingga terendah, mereka harus tahu, dan memahami posisi mereka. Jika tidak, mereka akan mendapatkan hukuman dengan apa yang telah mereka lakukan.


"Kalian datang juga para budak ku" ucap Gluthoma yang menatap tajam para tujuh ksatria agung itu dari tahtanya. Gluthoma tidak bersikap seperti raja, dia bersikap seperti seorang bos, dengan gaya duduknya yang menaikan satu kakinya ke atas.


"Ada... apa... ukh!" ucap Bane dengan kesal karena diperlukan tidak terhormat. Dia berkata sambil menggigit giginya karena kesal, yang sudah tak tertahankan.


"Hei... berbicaralah yang sopan padaku, layaknya seorang budak" ucap Gluthoma yang sikapnya semakin menjadi-jadi.


"Brengsek! ini tidak bisa di biarkan!" teriak Nois yang beranjak berdiri, dan langsung mengeluarkan serangannya yang dia simpan di tangannya yang semakin lama semakin membesar. Sebuah bola api yang berlapis-lapis tahap tingkat kepanasannya.


"Hei, apa kau masih belum paham situasi nya? apa kalian masih belum sadar juga semenjak saat itu? waktu kalian menyerang ku?" ucap Gluthoma sambil tersenyum menyeringai. Tapi Gluthoma selalu memakai topeng berwarna hitam yang menutupi wajahnya selama ini. Jadi tidak ada yang tahu seperti apa wajah Gluthoma yang sekarang, karena dahulu raja Zotheas memungutnya sewaktu Gluthoma masih kecil.


Dan sementara itu para tujuh ksatria agung sudah terbentuk lebih dulu sebelum Gluthoma di angkat menjadi orang kepercayaan raja Zotheas. Yang sebelumnya tahta tertinggi sebelum raja adalah para ksatria agung itu, namun kini tahta itu menjadi nomor tiga karena Gluthoma yang telah menjadi orang kepercayaan raja. Hal itu tentu saja telah membuat perseteruan di antara mereka.

__ADS_1


Namun tidak ada yang dapat membantah perkataan sang raja. Mereka hanya bisa terdiam, dan menurunkan pandangan mereka dengan bergemetar. Keringat bercucuran di wajah mereka, dan menjadi pucat. Hingga akhirnya para ketujuh ksatria itu hanya bisa menerimanya begitu saja.


Setelah Gluthoma mengecam mereka dengan kata-kata yang membuat mereka takut terhadap sang raja. Mereka pun terdiam, dan menghentikan pemberontak mereka terhadap Gluthoma. Mereka hanya bisa menelan ludah mereka dengan perasaan kesal yang membara di jiwa mereka.


"Kami para ksatria agung telah tiba di hadapan anda yang mulia..." ucap Zion yang merupakan salah satu dari tujuh ksatria agung itu. Zion adalah ksatria agung yang sangat unik, karena hanya dia saja lah ksatria yang berasal dari bangsa biasa. Karena ksatria lainnya berasal dari bangsa makhluk mitologi.


Zion sendiri adalah makhluk dari bangsa Leonis, dan dia adalah pemegang senjata legendaris berupa pedang. Namun senjata legendaris miliknya sudah hilang lama, dan saat ini dia hanya menggunakan pedang biasa yang sangat kuat karena dari pedang itu terbuat dari penempa kerajaan yang sangat berkualitas.


Namun karena Zion adalah makhluk biasa, dan bukan makhluk mitologi, semuanya menjauhi Zion kecuali dua orang dari ketujuh ksatria itu. Mereka menjauhi Zion karena menganggap Zion dengan remeh, hanya karena Zion bukan makhluk mitologi. Mereka menganggap kemampuan Zion bukanlah tandingan bagi mereka, dan mereka juga heran kenapa Zion bisa dijadikan sebagai salah satu ksatria agung oleh raja Zotheas.


Karena Zion adalah orang yang tahu aturan, dan batasannya. Tidak seperti yang lainnya yang bersikap angkuh hanya karena mereka merasa lebih kuat dibandingkan yang lainnya. Zion segera bergerak dengan cepat, dan memapah Gluthoma yang terjatuh dari singgasana milik raja Zotheas.


"Apa anda baik-baik saja yang mulia Gluthoma?" ucap Zion yang sedang membantu Gluthoma untuk berdiri.


"Biarkan saja dia mati! hahahaha! dasar bocah berpenyakit!" ucap Thoma sambil tertawa terbahak-bahak melihat Gluthoma menderita. Memang benar dengan apa yang dikatakan Thoma, kalau Gluthoma sering mendadak merasakan sakit kepala yang luar biasa. Banyak yang bilang itu karena dia tak bisa menahan energi yang besar yang diberikan oleh raja kepada Gluthoma. Energi tidak pernah stabil di dalam tubuhnya, itulah yang membuat Gluthoma selalu merasa kesakitan secara tiba-tiba di kepalanya.

__ADS_1


Bug! tiba-tiba saja dengan kasar Gluthoma mendorong Zion yang sedang memapahnya terpelanting ke dinding ruangan, "Pergi! kalian semua pergi dari sini! atau akan ku buat tempat ini akan menjadi kuburan untuk kalian!" teriak Gluthoma sambil meringis kesakitan. Tapi mereka semua tampaknya meremehkan perkataan Gluthoma, dan tak mau pergi.


Sampai akhirnya dua ksatria agung yang berada di pihak Zion mengancam mereka untuk segera pergi meninggalkan ruangan ini. Mereka adalah Southern, dan Marine, mereka adalah makhluk dari bangsa mitologi. Southern sendiri berasal dari makhluk mitologi pegasus, dan dia saat ini memegang zirah legendaris bagian kaki kiri.


Sementara itu Marine dia adalah makhluk mitologi dari bangsa Siren. Seorang putri duyung yang memiliki wajah yang sangat cantik yang membuat lawannya terpukau akan kecantikan nya yang luar biasa itu. Lalu dengan suaranya yang merdu, dan barang siapa yang mendengar suaranya yang sangat halus hingga menyelimuti jiwa mereka, niscaya mereka akan menuruti perkataan Marine.


"Jangan banyak tingkah! dan tinggalkan tempat ini!" ucap pegasus dengan tegas, dan matanya yang melotot tajam kepada mereka semua. Karena kedua makhluk mitologi ini yang memihak Zion yang merupakan bukan bangsa dari makhluk mitologi seperti mereka. Akhirnya mereka telah membentuk dua bagian mereka sendiri, hingga akhirnya kedua kubu itu tidak pernah akur.


"Lalu apa yang akan kau lakukan jika kami tidak pergi dari sini?" ucap Bane yang maju dengan gagah ke hadapan Southern. Kemudian tiba-tiba saja Marine datang kehadapan mereka berdua, dan segera melerai mereka yang sepertinya sebentar lagi akan berkelahi.


"Kumohon jangan buat masalah lagi disini, dan cepatlah pergi dari sini..." ucap Marine yang memohon kepada Bane sambil menunjuk wajahnya yang imut.


"Huh... baiklah... aku melakukan ini bukan karena terpedaya dengan kekuatan mu. Akan tetapi aku melakukan ini karena kau adalah orang yang ku sukai, ayo pergi teman-teman" ucap Bane yang akhirnya mereka semua mau menuruti perkataan Marine, dan segera pergi meninggalkan ruangan ini.


Memang benar dengan apa yang dikatakan Bane barusan. Meskipun Marine telah menggunakan kekuatannya untuk setiap kata yang dia keluarkan untuk mempengaruhi lawan. Tapi jika lawan itu lebih kuat darinya, maka kekuatan akan percuma saja untuk mengelabui lawannya.

__ADS_1


Kemudian akhirnya para ksatria agung itu telah pergi meninggalkan ruangan itu. Sementara itu Gluthoma masih meringis kesakitan, sambil menggumamkan sesuatu. Energi di tubuhnya semakin tidak stabil, dan mau meledak. Namun begitu Gluthoma memikirkan wajah raja yang merupakan panutan baginya, perlahan-lahan rasa sakit nya itu mulai menghilang.


__ADS_2