Artificial God

Artificial God
Demi Kebahagiaan


__ADS_3

Tiga hari berlalu semenjak kejadian itu, banyak berbagai hal baru, yang tentunya mengejutkan terjadi pada kami. Kami hanya bisa terdiam, dan pura-pura tak melihat begitu Boa Boa terus menggoda Elysna. Boa Boa semakin tergila-gila oleh Elysna, bahkan dia melupakan kekasihnya sendiri yaitu Tygruth.


Kami benar-benar masih tak menyangka dengan hal ini. Meskipun begitu Elysna hanya bisa pasrah dirinya mau di apakan. Elysna hanya bisa diam, dengan tatapan kosong, tanpa tahu apa yang harus dia lakukan. Karena dia sudah syok dengan yang pertama kali terjadi, yaitu saat Boa Boa menciumnya.


Di pagi harinya, Tygruth, dan Boa Boa bergiliran untuk membantu desa ini. Sementara itu aku berjalan memasuki kamar Elysna, begitu aku masuk aku sedikit merasa kasihan melihat Elysna yang duduk di atas masuk sambil memandang langit keluar jendela. Aku berjalan menghampirinya yang sedang melamun itu.


"Hei... Elysna... maaf karena aku terus mengabaikan mu saat kau meminta ku untuk menolong mu. Maaf karena aku terus melarikan diri sehingga akhirnya kau menjadi seperti ini" ucapku yang merasa bersalah. Kemudian aku memegang pundak Elysna, plak! tiba-tiba saja dengan reaksi cepat Elysna menepis tangan ku yang hendak memegangnya.


Elysna terus memandang keluar jendela dengan tatapan kosong, tanpa mempedulikan keberadaan ku di sampingnya. Hingga akhirnya dia berbicara, "Hatiku... semakin lama... terasa aneh... begitu aku... dekat dengan Boa Boa. Aku... merasakan sensasi yang sama... seperti saat kita bertemu, Gernath. Kini... aku merasakan sensasi yang sama pada... Boa Boa" ucap Elysna tanpa menoleh kepadaku saat berbicara, dan terus menatap keluar jendela dengan pikiran yang kosong.


Mendengar berkata seperti itu, membuatku sangat terkejut, dan cemburu. Aku benar-benar tak menduga kalau Elysna akan tergoda pada Boa Boa. Ini benar-benar tidak benar, hal ini tidak boleh terjadi. Aku harus segera memisahkan mereka berdua, dan mengembalikan pikiran mereka seperti sebelumnya.


Kalau hal ini terus berlanjut... bisa-bisa... mereka akan menikah, dan aku akan di tinggalkan oleh Elysna, begitu juga dengan Tygruth. Lalu saat kami di tinggalkan oleh mereka... aku, dan Tygruth... TIDAAAAAAK! itu sangat menjijikkan! ini gawat aku memang harus mengembalikan mereka seperti semula.


Sementara itu Tygruth, dan Boa Boa yang sedang membuat taman di desa dengan menanam bunga-bunga yang indah di tanah. Boa Boa terlihat sangat senang, dan bersenandung sendiri sambil menanam bunga-bunga itu. Hal itu membuat Tygruth cemburu, "Hei Boa Boa... apa ada sesuatu yang menyenangkan?" ucap Tygruth dengan wajah memelas.


"Tentu saja!... kau tahu seperti apa hubungan ku dengan Elysna sekarang! kami sudah semakin dekat, dan dekat sekali! kyaaaaaaa! aku ingin hidup selamanya dengannya, dan menikah suatu hari nanti!. Lalu aku memiliki anak, dan aku akan mengurus rumah, dan dia bekerja mencari nafkah, lalu..." ucap Boa Boa yang terus mengoceh dengan khayalan nya tentang hidup bersama Boa Boa.


"Lalu... bagaimana dengan ku?" ucap Tygruth dengan wajah sedih, dan ucapannya membuat Boa Boa terdiam sejenak.


"Kau... tentu saja kita akan menjadi teman!" ucap Boa Boa dengan tersenyum manis. Namun saat Boa Boa berbicara seperti itu, Tygruth malah salah paham karena hatinya yang sangat cemburu. Yang dia dengar saat itu adalah, "Kau... tentu saja kau akan ku buang" itulah ucapan yang di dengar Tygruth yang sebenarnya Boa Boa tidak mengatakan hal itu.


...****************...


Sementara itu, di sebuah kerajaan di padang pasir, "Bagaimana yang mulia... apa anda merasa senang dengan ini semua? menjadi seorang raja, lalu memiliki pesuruh, dan rakyat yang setia hanya padamu" ucap seorang bernama Gluthoma yang merupakan tangan kanan seorang raja yang sangat mempercayainya.


Kemudian raja itu berjalan turun dari singgasana nya yang tercipta dari berlian, dan emas. Dia berjalan dengan berwibawa seorang raja, dia berjalan menuju sebuah jendela kaca yang menunjukkan sebuah kerajaan, dan kota-kota yang di pimpin olehnya. Sebuah kerajaan yang begitu asri, dengan orang-orang yang tak suka dengan pembantaian membuat seorang raja tersenyum senang.


"Entahlah... aku masih tidak yakin... kekosongan hatiku sudah terlalu dalam. Hingga aku jijik melihat makhluk lemah yang hanya bisa bersenang-senang di bawah ku" ucap raja itu yang sebenarnya tak terlihat membenci mereka, ataupun merendahkannya.


"Maafkan hamba yang mulia... karena tak bisa mengatasi kekosongan di hati yang mulia" ucap Gluthoma dengan hormat, dan sopan sambil menundukkan badannya sembilan puluh derajat dengan rasa bersalah.

__ADS_1


"Tidak apa... meskipun begitu... ada seseorang yang telah menarik perhatian ku" ucap sang raja itu yang terlihat menginginkan orang yang dia maksud.


"Maafkan perkataan lancang hamba yang mulia, kalau hamba diperkenankan untuk tahu, siapa orang yang anda maksud itu?" ucap Gluthoma dengan sopan.


"Dia adalah seseorang dari bangsa Leonis, manusia kucing yang lemah. Akan tetapi kelemahannya atas takdir bangsanya, membuat dia menjadi lebih kuat karena memiliki sesuatu yang spesial" ucap yang mulia dengan perkataan yang berbelit-belit.


"Maksud anda yang mulia?" ucap Gluthoma yang tak mengerti dengan perkataan yang mulia yang berbelit-belit itu.


"Dia adalah pengguna kedua sihir alami setelah ku" ucap raja itu yang membuat Gluthoma terkejut karena yang dia tahu yang memiliki sihir alami di dunia ini satu-satunya hanyalah raja itu sendiri. Raja yang dia agung kan karena memiliki kekuatan yang luar biasa, yang dapat menirukan berbagai kekuatan. Tidak! bukan meniru, akan tetapi pusat dari segala sihir yang ada di dunia ini.


Tapi ternyata ada satu orang lagi yang memiliki kekuatan yang sama dengannya. Karena itulah raja itu tertarik dengan orang yang dia maksud. Karena dia memiliki kekuatan yang sama dengannya, dan dia ingin mencoba bertarung dengannya. Karena dia merasa dia adalah lawan yang pantas baginya. Lawan yang setara dengannya karena sebagai sesama pengguna sihir alami.


...****************...


Aku berjalan dengan letih ke kamarku setelah dari kamar Elysna. Aku sudah berbicara banyak hal padanya tapi dia tak mendengarkan perkataan ku. Seolah-olah aku tak berada di sana, dan bagaikan sebuah angin lembut yang menghembuskan wajahnya. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan untuk menghentikan mereka sebelum hubungan mereka menjadi lebih buruk dari pada sekarang.


Saat ini yang ku butuhkan adalah... istirahat.


"Gernath!" teriak Tygruth yang mendobrak pintu kamarku dengan sangat keras hingga kali ini dia benar-benar telah menghancurkannya dengan benar. Tapi ada apa dengan wajah Tygruth? kenapa dia terlihat sedikit sedih.


"Ada apa?" ucapku yang juga berwajah sama dengannya. Tygruth yang menyadari itu langsung memahami perasaan yang ku rasakan sekarang, dan dia berjalan masuk, dan duduk di sebuah kursi.


"Kita harus segera memisahkan mereka bagaimana pun caranya!" teriak Tygruth yang sepertinya tak memiliki cara lain, selain dengan memaksa kehendak.


"Aku juga ingin begitu awalnya... tapi setelah mengetahui kondisi Elysna... tiba-tiba saja aku benar-benar merasa pasrah dengan hal itu. Tidak ada bisa yang kita lakukan untuk menghentikan kisah cinta mereka, Tygruth" ucapku sambil berbaring terbalik di tempat tidur. Wush! kemudian Tygruth menggunakan kekuatan angin untuk menerbangkan ku di udara, agar menatap wajahnya.


"Lalu apa kau ingin di buang begitu saja dengan cintamu? apa kau akan menyerah begitu saja!?" ucap Tygruth yang terlihat kecewa padaku.


"Cara terbaik untuk membuat bahagia orang yang kau cintai adalah untuk membuatnya bahagia dengan apa yang dia inginkan. Jika dia bahagia dengan apa yang dia pilih, maka kita harus melepaskannya" ucapku yang memang benar-benar sudah pasrah.


"Kau... baiklah, sepertinya kau benar... kita memang hanya bisa diam dalam keadaan ini" ucap Tygruth yang terlihat sedih, dan dia juga ikut pasrah karena perkataan ku.

__ADS_1


"Tidak... masih ada yang bisa kita lakukan" ucapku sambil tersenyum seringai.


"Apa itu?..."


"Ayo kita cari pacar baru!" ucapku dengan senang hati.


"A-apa!? semudah itu kau melupakan orang yang kau suka?" ucap Tygruth yang syok.


"Karena mereka sudah bahagia, waktunya membuat kita bahagia. Kita tak boleh terus-terusan bersedih seperti ini, bodoh" ucapku yang meyakinkan Tygruth.


"Kau benar... tadi saat aku sedang membantu membangun taman. Aku melihat ada dua gadis cantik berdada besar... ayo kita pacari mereka Gernath!" ucap Tygruth yang tiba-tiba langsung bersemangat kembali. Kemudian kami berjalan keluar rumah dengan hati yang senang untuk mendapatkan wanita cantik yang di maksud Tygruth tadi.


Namun... tiba-tiba saja Boa Boa, dan Elysna berdiri di depan kami sambil menatap tajam. Namun kami tak mempedulikan mereka lagi, karena kami sudah yakin mereka sudah bahagia dengan pilihan mereka. Maka kami terus berjalan melewati mereka dengan senang hati untuk menghampiri gadis-gadis cantik.


Sret! tiba-tiba saja Elysna, dan Boa Boa menarik baju kami, "Eh!? ada apa?" ucapku yang kebingungan.


"Apa kalian sudah bahagia? semoga hubungan kalian langgeng ya! selamat!" ucap Tygruth yang terlihat sudah tidak sabar untuk memacari gadis-gadis cantik.


"Dasar bangsat! apa kalian benar ingin mencari gadis baru untuk kalian pacari!" ucap Elysna sambil melotot dengan kejam, seolah-olah dia akan membunuh kami.


"Me-memangnya kenapa?" ucapku yang merinding ketakutan melihat wajahnya.


"Kami hanya akting dasar bodoh! kalian pikir kami benar-benar memiliki hubungan yang seperti itu!" ucap Elysna dengan kesal.


"Ya itu benar! meskipun aku tidak mau mengakui diriku bodoh. Tapi aku tidak mungkin sampai menyukai sesama jenis... huhu! aku tak menyangka Tygruth akan tergoda dengan gadis-gadis itu di taman, huwaaaa!" tangis Boa Boa yang kemudian berlari masuk ke dalam kamar, dan mengunci pintu kamar.


"Eh!? h-hei tunggu Boa Boa" ucap Tygruth yang berlari menghampiri Boa Boa, dan mengetuk pintu kamarnya yang di kunci sambil mengucapkan permintaan maaf padanya.


"Kau mau kemana hah? urusan kita belum selesai disini" ucap Elysna yang menarik tanganku yang hendak pergi menghampiri Tygruth, dan Boa Boa.


"Ahaha... a-anu... tiba-tiba saja aku ingin buang air besar... teleportasi!" ucapku yang kemudian menghilang dari hadapan Elysna, "A-apa!? sialan!" ucap Elysna yang kemudian mencari keberadaan ku dengan kekuatannya, dan mengejar ku dengan kekuatan teleportasi miliknya. Hingga akhirnya kami bermain kejar-kejaran dengan teleportasi sampai lelah

__ADS_1


__ADS_2