
Tubuhku sama sekali tak dapat digerakkan walau hanya sedikit, tapi anehnya mulutku masih bisa bergerak untuk berbicara. Apakah ini akhir dari segalanya? aku akan mati olehnya, padahal aku berniat untuk membunuhnya. Apakah jika aku mati nanti diriku akan dikenang oleh banyak orang?.
"Apa yang akan kau lakukan padaku?" ucapku yang bergemetar kesakitan.
"Hmm... aku ingin mencoba sesuatu yang baru, aku akan menjadikan mu kelinci percobaan ku. Mungkin aku akan menciptakan sesuatu yang lebih hebat lagi dengan bahan yang baru seperti mu" ucap orang itu.
"Kejam... dasar kejam! apa kau tak memiliki hati! perbuatan mu itu sungguh tidak berperasaan!" ucapku.
"Kejam? ya anggaplah aku begitu, tapi ingat satu hal. Setelah kau menjadi bidak ku, kau tidak akan mengingat apapun lagi, kau seperti monster yang tak memiliki pikiran. Hatimu sudah tidak berfungsi lagi, dan kau hanya akan patuh di atas perintah ku. Hahaha!" tawa orang itu dengan kejam.
Kemudian dia mengangkat ku dengan tentakelnya, dan membawaku ke suatu tempat. Dia membawaku masuk ke dalam sebuah tabung aneh. Aku hanya bisa pasrah dengan apa yang akan dia lakukan padaku. Begitu banyak teknologi, dan cairan berwarna mencolok disekitar.
Mungkin itu adalah benda-benda yang dibutuhkan untuk menciptakan monster yang mengerikan. Kemudian dia menutup tabungnya begitu memasukkan ku ke dalam, dan dari atas tabung keluar air berwarna hijau dengan deras. Tubuhku masih kaku, dan tak dapat bergerak, aku hanya bisa pasrah, dan menatap sekeliling dengan lemah.
"Apa ada kata-kata terakhir yang ingin kau katakan?" ucap orang itu.
"Brengsek... kau!" ucapku dengan lemas.
"Baiklah ku anggap itu adalah kata-kata terakhir mu, begitu cairan itu memenuhi tabung ini, kau akan tertidur untuk waktu yang lama" ucap orang itu yang mempersiapkan semuanya. Dari mengaktifkan mesin aneh, dan menyiapkan barang-barang yang mengerikan.
__ADS_1
Maafkan aku semuanya, aku tak bisa bersama kalian lebih lama lagi. Padahal aku sudah berjanji untuk tetap hidup sampai akhir, untuk menjalani kehidupan yang indah bersama kalian. Tapi ternyata semua yang kukatakan itu hanya omong kosong saja. Maaf, karena aku tak bisa menjadi yang terbaik untuk kalian.
Maafkan aku Elysna, aku telah berbohong kepada janji yang kita tunggu begitu lama. Maafkan aku Tygruth, karena aku tak bisa memahami perasaan mu sepenuhnya. Maaf karena aku telah mengecewakan kata-kata mu tentang akulah yang paling mengerti dari semuanya.
Brak! duarr! tiba-tiba saja ada suara kebisingan dari luar ruangan laboratorium ini. Brak! pintu masuk laboratorium ini diterobos hingga terpelanting merusak alat-alat yang ada di dalam. Aku terkejut begitu melihat teman-teman ku datang untuk menolong ku dengan keren.
Elysna segera mengeluarkan ku dari dalam tabung itu, prang!. Namun cairan hijau itu tetap menyemburkan air tanpa henti, Elysna segera menjauhkan ku dari cairan itu, dan segera mengobati ku. Begitu juga dengan Boa Boa yang turut serta untuk menetralkan cairan yang sudah terlanjur masuk ke dalam tubuhku.
"Lain kali jangan bertindak sendiri bodoh! apa kau melupakan kami yang ada bersama mu?" ucap Tygruth yang tak merubah pandangan amarahnya terhadap orang itu.
"Bodoh! kau selalu membuat kami khawatir! kenapa kau selalu bertindak semuanya sendirian! apa kau tak memikirkan perasaan kami!" ucap Elysna yang menangis untukku yang sedang tertidur di pangkuannya.
"Kalau kau bertanya siapa orang paling bodoh di dunia ini... aku pasti akan menjawab kau orangnya, kakak" ucap Vloid.
Semuanya terkejut begitu menyadarinya, cairan hijau ini berasal dari tabung yang ku tempati sebelumnya. Cairan hijau itu terus-menerus keluar tanpa henti, hingga membasahi lantai ruangan laboratorium ini. Namun apa yang terjadi dengan orang itu? kenapa dia hanya menunduk, dan diam di tempat.
Krak! tiba-tiba saja Tygruth meremukkan ruangan ini, ruangannya remuk bukan karena dia yang ingin melakukannya. Akan tetapi amarah yang sangat besar menyelimuti dirinya lah yang telah mengeluarkan kekuatan yang mengerikan tanpa sadar. Syuk! syuk! kemudian lantai-lantai besi itu dia ubah menjadi jarum, dan menusuk tubuh orang itu bertubi-tubi.
Tidak hanya lantainya, akan tetapi atapnya pun ikut berubah bentuk menusuk kepala, dan tubuh orang itu. Namun apa yang orang itu lakukan? dia hanya diam saja, dan tak berkutik sedikitpun. Apa yang sedang dia rencanakan? entah kenapa aku merasakan firasat yang buruk akan terjadi.
__ADS_1
"Semuanya, berhati-hatilah... kemampuan orang itu sangat mengerikan" ucapku.
"Apa yang ada di bawah sini? kenapa ada sesuatu yang sedang mencoba keluar dari permukaan?" ucap Elysna yang menggunakan kekuatan menerawang nya untuk merasakan sesuatu disekitar. Aku awalnya tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Elysna barusan.
Tapi begitu aku memikirkannya kembali aku baru ingat, dan mengerti apa yang dia maksud dengan sesuatu yang sedang mencoba keluar. Itu adalah serangan dari orang itu, tentakel miliknya mencoba menyerang kami lewat bawah, sepertinya pusat tentakel itu ada pada pijakan kakinya yang sama sekali tak bergerak dari tadi.
Dan kenapa tentakel itu tak bisa keluar dari permukaan, dan menyerang kami. Itu semua berkat Tygruth yang menahan serangannya, dia membuat lantai, dan bebatuan di bawahnya menahan serangan tentakel orang itu yang sedang mencoba keluar. Aku cukup terkejut kalau hanya sebatas ini kemampuan yang dia miliki sebagai seorang bos.
"Aku akan maju menyerangnya!" ucap Mouri yang meloncat maju untuk menghajar orang itu dengan tinju besinya. Sruk! kejadian mengejutkan terjadi, tiba-tiba saja sebuah tentakel besar berwarna merah keemasan keluar dari tubuh orang itu, dan menusuk tubuh Mouri dalam sekejap.
"Mouri! apa yang kau lakukan!" teriak Tygruth.
"Akh! brengsek kau akan mati jika berhadapan dengan ku, Uakh! akh!" teriak Mouri yang kesakitan. Kami tak tahu apa yang terjadi padanya, namun rasanya tentakel itu terus menyerang Mouri.
"Temanmu akan mati, dagingnya cukup lezat..." ucap orang itu dengan tiba-tiba, dan membuat kami terkejut dengan perkataannya. Yang berarti tentakel itu sedang menggerogoti tubuh Mouri, ini sangat gawat. Seseorang harus datang untuk menyelamatkannya.
Pats! kemudian tiba-tiba saja Elysna menerjang maju, dan masuk ke dalam wujud transformasi bulan miliknya. Dengan tombak yang dia bawa, Elysna segera memotong tentakel itu dari tubuh Mouri. Dan begitu tentakel itu terpotong, Elysna segera menarik mundur dirinya dari pertarungan, karena dia sangat berwaspada terhadap musuh yang dilawannya.
"Percuma saja... tentakel itu hidup, dan terus memakan tubuh temanmu!" ucap orang itu dengan menyeringai menyeramkan.
__ADS_1
"A-apa!? cepat keluarkan tentakel itu dari tubuhnya!" ucapku.
Kemudian Elysna membelah tubuh Mouri untuk mengeluarkan tentakel itu setelah membuatnya pingsan. Serangan makhluk itu sangat berbahaya, dan sangat fatal. Sekali saja kami terkena serangannya, hanya akan ada kematian di depan kami.