
Saat ini kami sedang berkumpul di suatu tempat, kami meminjam ruangan tak terpakai yang ada di tavern ini kepada pemilik tavern. Tapi sebelum itu kami harus menyelesaikan tugas kami sebagai ganti biaya inap gratis di penginapan miliknya. Karena hari ini kami sudah masuk kerja lagi setelah diberikan waktu libur selama tiga hari.
"Tentang tujuh ksatria itu... menurut ku mereka semua adalah makhluk mitologi dari jenis yang berbeda-beda yang tersisa" ucap Tygruth yang langsung membicarakan topik utamanya untuk rapat yang di adakan ini. Rapat yang di adakan ini bertujuan untuk menghancurkan kerajaan ini dari dalam. Karena dunia masih dalam bahaya yang disebabkan oleh kebrutalan, dan kekejaman kerajaan ini kepada seluruh makhluk di luar kerajaan nya.
Mereka menghancurkan segalanya sesuka mereka tanpa belas kasihnya. sebelum kami tiba di sini, setelah lima tahun berhadapan dengan makhluk yang diduga manusia yang berasal dari masa lalu. Kami terus mencari-cari puncak masalah yang membuat dunia ini tidak tentram. Kami selalu menemukan bekas kehancuran yang mengerikan di setiap perjalanan kami.
Terkadang ada beberapa orang yang hidup, atau hanya satu bahkan tidak ada satupun yang hidup setiap kali kami menemukan sebuah kota, desa, atau kerajaan yang hancur. Orang-orang itu selalu berkata bahwa kerajaan Gygash lah yang membuat semua kehancuran, dan penderitaan itu. Kami menyiapkan semua informasi tentang kerajaan itu selama lima tahun sebelum tiba disini, hingga akhirnya kami sudah memiliki banyak informasi tentang kerajaan itu, dan dapat dibicarakan pada rapat ini.
"Bung!? yang benar saja, kau langsung memulai topik inti begitu kami tiba disini?" ucapku yang sedang memakan camilan yang ku bawa sebelum pergi ke ruangan rapat ini.
"Dasar anak sialan ini, padahal kau adalah orang yang membuat kami semua seperti ini" ucap Tygruth sambil menghela nafas, dan menahan rasa kesal terhadap ku.
"Hehe, tapi... kenapa Yuki juga ikut pada rapat penting ini? kita kan masih belum bisa mempercayai anak ini sepenuhnya. Meski dia masih kecil, dan terlihat polos, dulu dia melakukan tindak kejahatan tahu" ucapku yang merasa tidak enak jika Yuki ikut bergabung pada rapat penting ini.
"Tidak apa-apa, aku akan menjamin kalau Yuki tidak akan berbuat seperti itu" ucap Tygruth dengan tenang, dan percaya pada Yuki.
"Hei ayolah, apa kalian juga percaya pada Yuki?" ucapku kepada Boa Boa, dan Elysna.
"Tentu saja, dia sudah bukan lagi Yuki yang dulu , yang pertama kali kau temui" ucap Elysna dengan berwajah masam padaku.
"Benar, aku bisa merasakan hawa kebaikannya, dan sudah tidak ada lagi hawa jahat pada hatinya. Tapi entah kenapa aku merasakan sesuatu yang janggal padanya " ucap Boa Boa sambil membelai rambut Yuki layaknya kasih sayang seorang ibu pada anaknya.
"Benarkan aku bilang, mungkin saja kejanggalan itu adalah sesuatu yang akan membuat kekacauan pada rencana kita di masa mendatang" ucapku sambil berdiri, dan menunjukkan jariku ke arah Boa Boa, untuk meyakinkan mereka yang mempercayai Yuki.
"Hentikan Gernath! jangan habiskan waktu kita yang berharga dengan alasan seperti itu" ucap Tygruth dengan serius, dan akhirnya aku terpaksa menuruti kemauan mereka. Meskipun rapat ini terasa sangat menyebalkan karena mereka lebih memilih Yuki ketimbang diriku yang sudah lama bersama kalian. Sialan kalian teman-teman!.
"Jadi... bagaimana kau bisa yakin jika para ketujuh ksatria itu adalah makhluk mitologi Yunani dari bangsa yang berbeda-beda?" ucap Elysna yang mempermasalahkan perkiraan Tygruth.
"Apa aku tadi bilang tujuh? maaf, maksudku enam..." ucap Tygruth yang kemudian aku memotong pembicaraannya dengan berteriak kepadanya, "Apa maksudmu! kau tadi bilang tujuh, dan sekarang enam? jangan membicarakan hal yang tidak mpph... mmmpp" ucapku yang kemudian Tygruth menyumpal mulutku dengan sehelai kain.
"Baiklah, sampai mana kita tadi?"
__ADS_1
"Sampai, bagaimana kau mengetahui kalau ketujuh, ah maksudku keenam ksatria agung itu adalah makhluk mitologi?" ucap Boa Boa.
"Itu karena aku bisa merasakan hawa keberadaan mereka yang berbeda dari makhluk biasa seperti kita. Hawa kekuatan mereka terasa sangat asing, dan menusuk. Kecuali satu dari mereka, yaitu... dari bangsa Leonis" ucap Tygruth yang membuat semuanya terkejut.
"Apa!? Leonis? kalau yang lain aku bisa mempercayakan hal itu padamu. Tapi bagaimana bisa seorang Leonis menjadi ksatria agung?" ucap Elysna.
"Aku juga tidak tahu tentang itu... dilihat dari kulitnya, sepertinya dia lebih tua dari kita dua puluhan tahun. Dan lagi apa kalian tak melihatnya kalau salah satu dari mereka memiliki telinga seperti ku, dan bocah bodoh yang sedang berteriak-teriak itu" ucap Tygruth yang benar-benar memeriksa seksama semuanya sebelum menceritakannya.
"Aku tidak terlalu memeriksa mereka, karena hawa keberadaan yang kuat dari sang raja. Memang benar aku merasakan sedikit keanehan pada para ksatria itu jika dibandingkan dengan makhluk yang lainnya" ucap Elysna yang menanggapi hal ini dengan serius.
"Lalu... raja yang kita pikirkan selama ini bukanlah sang legenda makhluk mitologi Yunani membantai habis sesamanya. Sang pembunuh berantai makhluk mitologi Yunani, yang namanya, wujudnya, rasnya masih belum di ketahui. Hanya sedikit informasi tentangnya, seperti contohnya hanya dia saja ras yang tercipta seorang diri" ucap Tygruth.
Karena selama ini kami selalu menduga bahwa sang raja kerajaan Gygash ini adalah makhluk mitologi Yunani yang bengis itu. Karena menurut informasi dari kehancuran suatu desa, atau kerajaan yang kami kumpulkan selama lima tahun sebelum tiba disini. Mengatakan kalau hanya ada satu orang saja yang menghancurkan satu wilayah dengan kekuatannya yang dahsyat.
Dan kami langsung berpikir kalau sosok yang memiliki kekuatan yang gila itu hanya tertuju pada satu orang. Yaitu makhluk mitologi misterius itu, "Jadi... maksudmu..." ucap Elysna yang belum menyelesaikan ucapannya.
"Benar... raja mereka bukanlah bangsa dari makhluk mitologi" ucap Tygruth yang lagi-lagi membuat semuanya terkejut, dan kagum dengan analisanya yang tajam, dan menjanjikan.
"Kau benar Boa Boa, dan lagi tidak ada suatu kabar kalau ada seseorang dari golongan makhluk biasa seperti kita bisa mengalahkan makhluk mitologi, satu lawan satu" ucap Tygruth dengan yakin.
"Ada... orang itu adalah... Gordials" ucap Boa Boa yang membuat Tygruth, dan yang lainnya terkejut.
"Apa!? bagaimana kau bisa tahu tentang itu?" ucap Tygruth.
"Aku tahu karena nenek moyang kami para bangsa malaikat selalu menceritakan kisah pertarungan Sornea, dan Gordials di masa lalu. Itu adalah masa-masa perang terbesar kami antar ras iblis, dan malaikat yang selalu berselisih untuk menunjukkan siapa yang terkuat. Ada di suatu kisah yang menceritakan kalau Gordials mengalahkan makhluk mitologi dari bangsa Phoenix.
Yang padahal saat itu Gordials lebih lemah dari Sornea. Tapi semenjak dia mengalahkan seseorang dari bangsa Phoenix, dan merebut kekuatannya. Kini Gordials menjadi lebih unggul dalam pertarungan terakhirnya" ucap Boa Boa.
"Tapi bukankah menurut cerita kalau yang menyebabkan Gordials mati adalah karena dibunuh oleh Sornea?" ucap Elysna.
"Itu benar... karena malaikat memiliki kekuatan alami yaitu mengutuk siapapun bagi yang membunuhnya. Jadi bisa di bilang mereka saling membunuh, dan menang" ucap Boa Boa.
__ADS_1
"Bukankah kalau begitu hasilnya seri?" ucap Tygruth.
"Benar, lagi pula bagaimana bisa seorang Gordials mati hanya dengan membunuh satu malaikat? bukankah dia anti dengan kutukan alami kalian para malaikat?" ucap Elysna.
"Itu benar, tapi itu hanya ucapan yang dilebih-lebihkan saja. Sebenarnya kutukan itu terus menumpuk pada tubuh Gordials. Semakin kuat lawan yang dia bunuh, maka kutukannya juga akan semakin kuat, dan saat itu Gordials sudah mencapai ambang batas kutukan itu" ucap Boa Boa.
"Tapi, mengapa Sornea tidak membunuh satupun makhluk mitologi, untuk merebut kekuatannya, dan menjadi lebih kuat. Karena Sornea lebih kuat dari Gordials sebelumnya, bukankah itu berarti kalau Sornea akan lebih mudah untuk membunuh para makhluk mitologi" ucap Tygruth.
"Hal itu tidak boleh dilakukan kepada para malaikat, kami adalah makhluk suci yang tidak akan menyebabkan kekacauan. Kami hanya akan menyerang kepada makhluk yang mengacau lebih dulu" ucap Boa Boa.
"Aku izin pergi ke toilet " ucap Yuki yang tiba-tiba pergi dari ruangan rapat dengan alasan pergi ke toilet untuk buang air kecil.
"Lalu tentang raja yang memimpin para makhluk mitologi itu..." ucap Elysna.
"Biar ku beritahu satu hal lagi kepada kalian. Kalau tempat ini adalah padang pasir kematian itu dahulunya " ucap Tygruth yang lagi-lagi untuk ketiga kalinya membuat mereka terkejut.
"A-apa!? jadi tempat ini adalah tempat yang mengerikan itu? yang barang siapapun yang pergi ke tempat itu akan menghilang, yang di duga sebagai tempat tinggal dari makhluk mitologi misterius yang membantai golongannya? apa itu berarti..."
"Kau benar... menurut ku... sang makhluk mitologi legendaris itu sudah di kalahkan olehnya, dan dia membangun kerajaannya di sini sebagai bentuk kekuasaannya yang berhasil mengalahkan makhluk mitologi legendaris itu. Dengan begitu dia bisa dengan mudahnya menjadikan makhluk mitologi lainnya menjadi para bawahannya" ucap Tygruth yang membuat suasana ruangan ini menjadi sangat mengejutkan. Dengan teori-teori nya yang gila, namun jika di simpulkan, dan menjadi satu, teori Tygruth adalah yang paling tepat mengenai kisah kerajaan ini.
"Itu sangat mustahil... seseorang dari golongan makhluk biasa bisa melakukan hal seperti itu!? bahkan Gordials saja nyaris mati saat mengalahkan Phoenix menurut cerita nenek moyang ku" ucap Boa Boa yang seakan tak mempercayai hal itu.
"Tapi mau bagaimana pun juga pemikiran, dan kesimpulan yang dikatakan Tygruth itu mendekati kepastian. Lalu juga tentang cerita satu orang yang menghancurkan satu kerajaan atau desa dengan mengerikan itu... semuanya menjadi jelas sekarang, kalau raja dari kerajaan ini yang merupakan dari golongan makhluk biasa lah yang melakukan hal itu.
"Aku merasakan hawa yang sangat pekat, dan hitam dari raja itu saat turun dari kereta kudanya. Seakan-akan dunia yang kulihat penuh dengan darah, darah dari orang-orang yang sudah ia bunuh selama ini" ucap Tygruth.
"Hei hei hei... bukankah itu terasa mustahil bagi kita?" ucap Elysna.
"Kau benar... lawan kita adalah para makhluk mitologi, dan... seorang raja yang memiliki kekuatan melampaui batas" ucap Tygruth. Sementara itu aku hanya bisa terduduk diam sambil di ikat di kursi, dan mulutku di sumpal dengan kain yang sangat bau. Aku sudah tak tahan menghirup bau busuk dari kain ini, sepertinya aku akan pingsan jika terus menghirup udara busuk dari kain ini.
Mereka bertiga terlihat asik sekali, dan serius saat membicarakan rapat ini. Namun kenapa hanya aku yang tidak ikut, dan malah menjadi seperti ini. Sialan! hanya karena ucapan ku saat itu aku jadi bernasib seperti ini. Seharusnya lebih baik aku memilih diam saja, ketimbang diam dalam keadaan seperti ini.
__ADS_1