
Malam hari telah tiba, bulan telah berganti tugas dengan matahari untuk menyinari hari malam. Para kelompok The Light sudah tiba di depan pintu gerbang kerajaan. Mereka masuk ke dalam kerajaan secara diam-diam tanpa diketahui oleh para penjaga kerajaan. Padahal penjaga kerajaan itu sangat ketat untuk menjaga kerajaannya agar tidak mudah di masuki oleh para penyusup.
Namun grup The Light itu dengan mudahnya masuk ke dalam kerajaan itu dengan kekuatan kamuflase yang dimiliki oleh salah-satu anggota grup itu. Kekuatan itu juga dapat meredam energi, dan keberadaan yang menggunakan kekuatan itu. Para The Light itu masuk ke dalam kerajaan melalui tembok yang tinggi itu, mereka memanjat tembok itu.
"Kita sudah masuk, lalu apa yang harus kita lakukan?" ucap Sheran kepada Toro yang merupakan pemimpin grup itu.
"Kita harus berbaur dengan masyarakat, dan secepatnya harus mencari tempat tinggal" ucap Toro dengan bergegas mencari tempat penginapan untuk mereka semua.
Kemudian tiba-tiba saja ada satu prajurit yang memanggil mereka, "Hei kalian! siapa kalian?" ucap prajurit yang sedang bertugas berpatroli di sekitar kota kerajaan.
"Ah, kami hanya pendatang yang baru saja tiba di kerajaan ini" ucap Milan yang mencoba mengelabui prajurit itu.
"Pantas saja aku baru melihat kalian, baiklah kalau begitu cepat cari tempat penginapan, dan beristirahat lah" ucap prajurit itu yang kemudian pergi meninggalkan mereka untuk melanjutkan tugasnya untuk berpatroli.
Sementara itu ini masih jam sembilan malam, orang-orang dari grup Shan sedang mengerjakan tugasnya masing-masing dengan terpaksa. Saat ini Tygruth sedang menjaga bar, dan menyiapkan minuman untuk para pemabuk. Aku langsung turun untuk minum segelas wine setelah urusan bersih-bersih ku selesai.
"Kau sudah selesai bersih-bersih nya?" ucap Tygruth yang sedang sibuk menyiapkan minuman keras untuk para pemabuk yang datang tanpa henti. Ternyata di kota ini banyak sekali orang yang suka mabuk-mabukan.
"Ya, seperti yang kau lihat... tolong berikan aku segelas wine" ucapku dengan lesu yang membaringkan kepalaku di meja bar.
__ADS_1
"Dasar kau ini pemalas sekali, contohlah Boa Boa yang bersemangat dalam pekerjaannya sebagai pelayan" ucap Tygruth yang menunjukkan Boa Boa sedang bersemangat sekali dalam pekerjaannya menjadi pelayan. Tygruth benar, Boa Boa tampak menikmati pekerjaan itu.
Dia selalu memberikan senyuman yang manis kepada para pemabuk itu. Tapi apa Tygruth tidak masalah dengan pemabuk yang menatap mesum kekasihnya?. Melihatnya saja yang padahal aku bukan kekasihnya Boa Boa sudah merasa kesal kepada para pemabuk yang menatap Boa Boa dengan tatapan mesum.
"Apa kau tak merasa kesal dengan orang-orang mesum yang menatap kekasih mu itu?" ucapku sambil meminum segelas wine.
"Kalau hak itu membuat Boa Boa senang maka aku biarkan saja. Tapi jika ada yang bertindak macam-macam aku akan menghajarnya" ucap Tygruth yang sepertinya berbohong dalam perkataan nya. Dia terlihat sedikit tampak kesal, sampai-sampai orang yang dingin seperti Tygruth tidak bisa menutupi wajah bohongnya itu.
Kemudian tiba-tiba saja ada satu pemabuk yang berulah, "Nona cantik... apa kau mau tidur bersamaku?" ucap orang yang mabuk itu sambil memegang tangan Boa Boa yang hendak pergi mengantarkan minuman ke pelanggan lainnya.
Brak! crat! kemudian tiba-tiba saja Tygruth memotong tangan orang mesum itu dengan lantai bar yang ia gerakan dengan kekuatannya. Pemabuk itu berteriak-teriak meringis kesakitan, dan berguling-guling di lantai. Tatapan Tygruth yang ku lihat saat ini benar-benar menyeramkan sekali. Dia sepertinya benar-benar marah, dan mengeluarkan senyuman psikopat yang sama seperti Boa Boa.
Aku langsung mengerti dengan apa yang dia isyarat kan padaku dengan tatapannya yang keji itu. Kemudian aku memegang tangan Tygruth, dan seketika Tygruth langsung berteleportasi ke hadapan orang mesum tadi yang sedang meringis kesakitan.
"Hei brengsek! jika kau berbuat macam-macam lagi terhadap kekasih ku, maka kau akan mati!... hal ini juga berlaku untuk kalian semua brengsek!" ucap Tygruth yang benar-benar marah, dan semua orang segera menurunkan pandangannya dari Tygruth.
"T-tygruth... kyaaaaaaa! dia jantan sekali!" ucap Boa Boa yang berteriak di dalam batinnya, sambil mengagumi Tygruth yang bersikap keren di hadapan semua orang.
Kring! kemudian tiba-tiba saja di tengah keributan itu ada sekelompok orang yang terlihat menakutkan datang ke bar itu. Sekelompok orang itu masuk dengan gaya berpakaian nya yang sangat mencolok. Mereka menggunakan pakaian yang sangat unik, jumlah mereka ada lima.
__ADS_1
Mereka masuk ke bar begitu saja tanpa mempedulikan sedang ada keributan di bar ini. Mereka hanya melirik sekejap, lalu memalingkan pandangannya, dan segera pergi menuju bar untuk memesan minuman keras. Syuk... kemudian orang yang berbadan kekar itu duduk di sebelah ku yang sedang dalam keadaan teler.
"Dimana bartender yang menyiapkan minuman di tavern ini?" ucap Toro dengan suaranya yang berat agar terlihat gagah, dan tegas.
"Hei aku tidak kebagian tempat duduk disini... apa kau bisa pindah paman?" ucap Nizard dengan senyuman nya yang menakutkan kepadaku yang sedang setengah sadar. Aku benar-benar mabuk berat, sampai-sampai air liur ku terus keluar tanpa henti.
"Apa? aku tak mendengar suaramu dengan jelas" ucapku dengan suara yang tidak jelas, sambil membaringkan kepalaku di meja bar.
"Orang ini..." ucap Nizard yang merasa kesal padaku, sampai-sampai dia mengeluarkan dua buah pisau dari kantong celananya. Kemudian Toro menjulurkan tangannya agar Nizard berhenti melakukan hak bodoh di tempat ini. Nizard dengan ketus terpaksa harus menuruti permintaan Toro.
Kemudian tiba-tiba saja Tygruth datang, dan menepuk pundak Nizard, "Hei tadi aku melihat kau mengeluarkan dua buah pisau, apa yang akan kau lakukan dengan pisau itu?" ucap Tygruth dengan melototi Nizard.
"Lalu kau mau apa?" ucap Nizard yang menggeleng kan kepalanya ke belakang, dan tersenyum menunjukkan gigi nya yang tajam.
"Jika kau..." ucap Tygruth yang ucapannya terhenti begitu Toro berdiri menghadapnya dengan tatapan serius. Tygruth membalas tatapan itu dengan tatapan mengancam, dan suasana di antara mereka berdua semakin panas, dan menegangkan.
"Maafkan rekan ku yang sudah bertindak seenaknya. Kami baru saja tiba disini untuk meminum segelas bir, lalu menginap disini. Apa disini masih ada kamar yang tersisa?" ucap Toro dengan menunjukkan kesopanannya di depan Tygruth, dan itu membuat rekan-rekannya syok melihatnya. Karena mereka berpikir Toro tidak pantas harus sampai menundukkan kepalanya kepada orang di depannya yang telah mencari masalah kepada rekannya Nizard.
Kemudian Tygruth berjalan, dan menyiapkan bir untuk mereka, "Masih tersisa tiga kamar di tavern ini, satu kamar lima koin perak untuk sebulan" ucap Tygruth sambil meracik bir.
__ADS_1
"Baguslah, kami akan menempati kamar itu" ucap Toro. Mereka membagi kamar itu dengan adil, yaitu satu kamar untuk Toro, setelahnya satu kamar untuk Sheran karena dia seorang wanita. Kemudian sisanya satu kamar untuk tiga orang, Nizard, Milan, dan Martis. Akhirnya para grup The Light tinggal di penginapan yang sama dengan grup Shan. Namun saat ini mereka masih belum mengetahui identitas masing-masing.