Artificial God

Artificial God
Sosok Yang Datang Kembali


__ADS_3

Orang-orang yang melihat kejadian itu masih saja menyoraki ku. Dengan ucapan pedas, dan tatapan yang menjijikkan... mereka benar-benar orang yang sangat menyebalkan sekali. Tapi... di lubuk hatiku yang terdalam aku merasa sedikit kasihan pada diriku, entah kenapa aku merasa seperti itu. Seperti ada seseorang yang hidup di jiwaku yang sedang merasa sedih.


"Kenapa kalian tidak maju saja, dan berhadapan dengan ku!" ucapku yang membungkam mulut mereka yang terus menyoraki ku tanpa henti. Seketika sebagian orang terdiam karena merasa takut dengan ku setelah aku menunjukkan sebagian kecil dari kekuatan yang ku miliki. Lalu sebagiannya lagi masih mencaci maki diriku, dan menganggap diriku dengan remeh, dan sombong.


Lalu akhirnya ada seseorang yang maju untuk menantang ku. Semua orang bersorak padanya, dan memberi semangat kepada orang yang berani maju untuk bertarung dengan ku, dengan kekuatan penuh. Aku bisa merasakan energi yang dia miliki sangat lemah, sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang sangat mudah. Entah apa yang dia pikirkan tentang ku, tapi dia adalah orang bodoh karena mau berhadapan dengan ku.


Kemudian saat aku, dan lawan yang menantang ku hendak bertarung. Tiba-tiba saja sang pembawa acara datang, dan menghentikan pertarungan ku dengannya. Hingga akhirnya kami tiba jadi bertarung satu sama lain karena di hentikan olehnya.


"Kenapa kau menghalangi ku makhluk konyol!" ucap orang yang menantang ku kepada sang pembawa acara.


"Apa kau mau di diskualifikasi, karena menerobos pertarungan, dan bertarung dengan orang yang bukan lawan mu" ucap sang pembawa acara dengan baik menjelaskan nya.


"Cih sialan, kau beruntung karena tidak habis di tanganku saat ini brengsek! dan kau tidak akan beruntung karena akan di diskualifikasi" ucap orang itu yang kemudian turun dari panggung setelah mengucapkan kata-kata itu. Mungkin memang benar apa yang dia katakan, aku pasti akan di diskualifikasi karena telah melakukan hal yang berlebihan.


Tapi setidaknya aku telah menyelamatkan seseorang, mungkin itu cukup untukku. Lagi pula aku bisa mempercayakan kemenangan acara ini kepada yang lainnya. Aku turun dari panggung, dan berjalan keluar sambil menundukkan kepalaku. Orang-orang di sekitar ku masih saja menyoraki ku dengan keras, dan mencaci maki ku.


"Hei kau mau kemana?" ucap sang pembawa acara kepadaku yang sedang berjalan keluar dari ruangan.


"Hah?"


"Siapa yang mengatakan kalau kau akan di diskualifikasi" ucap sang pembawa acara yang tersenyum padaku, dan dari senyumannya itu aku bisa mengerti dengan apa yang dia maksud.

__ADS_1


"Huh... syukurlah..." ucapku yang kembali masuk ke ruangan dengan perasaan tenang, kalau pada akhirnya aku tak jadi di diskualifikasi. Padahal aku sudah mengira kalau aku akan di diskualifikasi. Meski begitu orang-orang masih tetap tak menyukai ku, dan mereka bersorak agar aku di diskualifikasi. Tapi percuma saja, mereka bukanlah penanggung jawab pertarungan ini, kalau aku tidak di diskualifikasi, tetap tidak di diskualifikasi.


"Sialan! kalau kau tidak di diskualifikasi, aku akan membunuhmu!" ucap orang yang tangannya ku potong demi menyelamatkan Sheran yang merupakan salah satu anggota dari grupnya Toro. Orang itu mengeluarkan energi kekuatannya, dan menjadikan energi itu sebagai tangan barunya yang putus. Meski itu hanya sebuah energi kekuatan, tetap saja dia tidak akan bisa mendapatkan tangannya yang putus kembali. Karena dia tidak memiliki kekuatan regenerasi, seperti seseorang yang ku kenal.


Orang itu maju ke arahku dengan cepat, saat dua benar-benar sudah berada di hadapan ku. Aku segera mengangkat pedang yang ada di punggung ku, dan menebas tubuhnya hingga terbelah dua. Begitu aku menebas orang itu, seketika seluruh ruangan menjadi sunyi, dan mereka yang meremehkan ku menjadi bergemetaran, dan menurunkan pandangan mereka dariku.


"Apa-apaan orang itu!? dia menebas pria itu dalam sekejap!?"


"Dia adalah monster!?"


"Aku akan langsung menyerah sebelum bertarung dengannya jika aku adalah lawannya"


"Tenang saja, dia pasti akan di diskualifikasi karena telah membunuh salah satu peserta"


Di dalam pikiran ku, aku berpikir seperti ini, "Apa yang baru saja aku lakukan". Entah kenapa aku merasa kalau saat ini aku tidak seperti diriku yang biasanya. Rasa dingin, dan angkuh menyelimuti hatiku, bahkan aku tak merasakan apapun setelah melihat orang yang tak bersalah ku bunuh.


Tak bersalah? tunggu... tentu saja dia bersalah, karena dia mencoba untuk membuat wanita itu menderita. Karena itulah aku harus menghapus orang seperti itu dari dunia ini agar tidak ada seorangpun pun yang menderita di dunia ini. Dengan begitu seluruh manusia bisa hidup dengan tenang, dan bahagia di mana pun mereka berada.


Tapi... di hatiku yang terdalam... aku merasa kalau yang ku lakukan ini salah. Apa yang baru saja aku lakukan? lihatlah... sekarang pedang milikku penuh dengan darah, tidak hanya pedang ku, darah dari orang yang ku bunuh juga terciprat ke pakaian ku, dan mengenai sedikit bagian tubuhku.


"Gernath!? kau..." gumam Tygruth dari dalam ruangan yang berbeda, yang melihat kejadian yang baru saja ku lakukan.

__ADS_1


"Gernath... apa kau baik-baik saja!?" ucap Elysna kepadaku yang menghampiri ku dengan langkah yang pelan.


Hah... huh... hah... tiba-tiba saja aku merasa nafasku menjadi sesak. Tubuhku menjadi bergemetaran, keringat dingin bercucuran dari tubuhku. Mataku melotot, dan mencoba untuk tetap tenang dari situasi ini. Pandangan ku mukai buram, dan di saat pandangan ku buram, aku melihat ada seseorang yang menghampiri ku.


Seseorang yang diselimuti oleh kabut hitam di seluruh tubuhnya, yang membuatku tak bisa melihat seperti apa wajah di balik kabut hitam itu. Entah kenapa rasanya sosok hitam itu tidak asing bagiku. Hingga aku mengingat kembali sosok hitam yang di penuhi dengan penderitaan, kesedihan, dan keputusasaan.


Rasanya sudah lama sekali aku tak bertemu dengannya lagi, sepertinya sudah sepuluh tahun yang lalu sejak terakhir kali aku bertemu dengannya. Tapi kenapa di saat seperti ini dia muncul? bagaimana dengan keadaan di luar sana? apa yang akan terjadi padaku?. Apakah aku akan di diskualifikasi karena telah membunuh orang yang tak bersalah, atau kemungkinan terburuknya adalah di bunuh.


Tapi meski begitu aku yakin pasti teman-teman ku tak akan membiarkan hal itu terjadi. Pasti mereka akan menyelamatkan ku dari situasi yang sulit saat ini, dan lagi aku percaya kepada mereka. Mereka bukanlah orang yang dapat kalian remehkan, karena mereka sudah mengalami penderitaan yang berat yang membuat mereka bisa menjadi lebih kuat.


"Kau tidak perlu memikirkan hal yang terjadi di luar sana. Karena waktu di luar sana sedang berhenti" ucap sosok hitam itu.


"Berhenti? apa kau bisa menghentikan waktu!?" ucapku yang begitu terkejut.


"Tidak, bukan begitu... ah sial kita sama bodohnya. Huh, bagaimana cara menjelaskannya ya?. Hah! jadi intinya begini, pokoknya saat ini kau sedang menerima ingatan dari luar tanpa jeda waktu di dunia asal mu. Jadi anggap saja saat ini kau sedang mendapatkan ingatan dalam sekejap waktu. Karena itu ini tak memengaruhi waktu di luar sana" ucap sosok hitam itu.


"Umm aku tidak mengerti apa maksud mu, tapi yang penting saat ini aku seperti sedang mengingat sesuatu dalam sekejap di dunia asal ku kan?" ucapku.


"Benar... kira-kira begitulah, mungkin" ucap sosok hitam itu.


"Eh!? mungkin!?"

__ADS_1


"Sudahlah... ikuti saja aku..." ucap sosok itu, yang kemudian aku menurutinya. Dia membawaku ke suatu tempat, dan lagi... tempat yang sama terjadi lagi. Suatu tempat yang seperti kamar ini, lagi-lagi dia membawaku ke tempat ini. Aku bisa merasakannya... kalau tempat ini adalah tempat yang memiliki energi penderitaan yang luar biasa, dan di sisi lain juga... tempat ini... memiliki energi kebahagiaan yang besar.


__ADS_2