
Begitulah akhir dari kisah yang cukup mengerikan, dan penuh kebahagiaan dalam dua insan itu. Mouberg yang mendengar ceritanya cukup terkejut, karena ini adalah cerita yang baru dia dengar dari dirinya. Padahal ini adalah cerita pribadi tentang masa lalunya yang kelam, tapi kenapa dia menceritakannya padaku, itulah yang dipikirkan Mouberg saat ini.
"Kenapa kau menceritakan kisah mu padaku? padahal kan aku bukan siapa-siapa" ucap Mouberg.
"Bukan siapa-siapa? kalau aku menganggapnya seperti itu aku pasti tidak akan setuju dengan perdamaian ini. Kau adalah temanku, ah bukan lebih tepatnya saat ini aku menganggap mu sebagai sahabat ku, dan ini pertama kalinya aku memiliki teman, haha!. Jadi, karena aku sudah menganggap mu seperti itu, maka sepertinya kau sudah boleh tahu tentang diriku" ucap Alzheimer's yang merasa senang karena mendapatkan teman pertamanya untuk pertama kali dalam hidupnya yang panjang yang saat ini berumur 987 tahun.
"Kau... hahaha! dasar kau ini, baiklah kalau begitu aku akan menganggap mu sebagai sahabat ku. Dan karena aku sudah menganggap mu sebagai sahabat, maka aku juga akan menceritakan kisah ku, mungkin ini akan panjang" ucap Mouberg.
Kemudian sementara itu The Power of Peace masih melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari perdamaian, sekaligus untuk mencari kebenaran tentang dunia ini. Soal mencari kebenaran di dunia ini adalah masalah pribadi Gernath sendiri, karena dia merasa ada yang aneh dengan mimpi-mimpi yang muncul dalam pikirannya, yang membuatnya harus membongkar kebenaran itu.
Mungkin masih ada sesuatu yang tersisa dari manusia jaman dulu di jaman ini. Itulah yang dipikirkan Gernath saat ini, ingatan yang aneh muncul dalam pikirannya itu membuatnya yakin kalau ada yang salah dengan dunia ini. Karena itulah tujuan The Power of Peace di buat bukan hanya untuk mencari perdamaian, akan tetapi tentang kebenaran dari dunia ini, itulah tujuan yang hanya dimiliki Gernath seorang.
Matahari bersinar dengan cerah, dan dunia dalam keadaan kosong saat itu. Tidak ada kehidupan sama sekali kecuali suatu makhluk yang sangat kuat yang disebut sebagai makhluk mitologi. Makhluk itu merasa sangat kesepian, dan sangat rapuh karena tak ada siapapun di sampingnya.
Karena saat itu hanya ada dia saja, selama bertahun-tahun pun dia tetap menyendiri. Hingga akhirnya ada binatang-binatang yang bermunculan di depannya saat dia menjelajahi di dunia yang kejam ini baginya, dan tumbuhan-tumbuhan hijau yang terlihat indah. Membuatnya merasa sedih karena di dunia itu hanya ada dia seorang.
Hingga akhirnya makhluk-makhluk lain yang berbeda darinya mulai bermunculan. Saat itu dia benar-benar dalam keadaan senang, dan menghampiri makhluk-makhluk yang berbeda darinya itu. Namun keberadaannya di tolak, dan dia di benci hingga akhirnya dia kembali menyendiri. Merasa kedinginan, sedih, dan tak memiliki apapun itu sungguh sangat menyakitkan hati makhluk itu.
Kemudian mulai bermunculan makhluk lainnya, dan dia berharap makhluk yang baru bermunculan itu akan menerima dirinya. Namun lagi-lagi dia di tolak, dan di buang karena berbeda dari mereka. Kemudian untuk yang ketiga kalinya dia tak melakukan hal serupa, karena dia tahu apa yang akan terjadi padanya jika dia berharap. Karena hasilnya akan sama saja, makhluk itu pun pasrah di tengah padang pasir yang tandus, dan dia berharap kalau dirinya tak pernah ada.
__ADS_1
Kemudian datanglah sosok dewa dihadapannya yang berkata padanya, "Kenapa kau tidak membunuh orang-orang yang sudah membuang mu?" ucap dewa itu kepada makhluk itu. Namun makhluk itu menolaknya, karena dia adalah makhluk yang baik, dan tidak ingin membunuh siapapun.
"Kenapa aku harus membunuh mereka hanya karena aku tidak diterima? toh tidak akan ada yang berubah jika aku membunuh mereka sekalipun" ucap makhluk itu. Kemudian dewa itu mengatakan sesuatu yang membuat makhluk itu terkejut.
"Kau adalah makhluk yang terkuat dari yang lainnya. Kau kuberikan berkah kekuatan yang luar biasa, namun sayang sekali jika kau tak menggunakan kekuatan mu untuk mereka. Tapi ingat perkataan ku ini, di atas langit masih ada langit" ucap dewa itu.
"Saya tidak akan pernah melakukannya, dan dari pada kekuatan yang luar biasa itu. Akan lebih baik jika dewa menciptakan makhluk yang sama seperti saya, sama seperti makhluk lainnya yang memiliki hubungan yang sama" ucap makhluk itu dengan sedih.
"Kau tidak akan pernah memiliki yang seperti itu. Karena kau adalah makhluk spesial yang ku ciptakan, kau ku ciptakan sebagai makhluk penghancur" ucap dewa itu yang membuat hatinya bergerak sesuai keinginan dewa itu. Kemudian dewa itu menanamkan kebencian pada hatinya yang suci itu. Hingga akhirnya makhluk itu pun mengamuk penuh dengan kebencian terhadap makhluk lain yang tak bernasib sama sepertinya.
Makhluk itu dapat menghancurkan lembah, menghancurkan gunung-gunung, bahkan sampai membuat air di lautan mengering. Sungguh kekuatan yang sangat luar biasa dari makhluk itu. Namun bertahun-tahun kemudian akhirnya makhluk itu menghilang entah kemana, dan sudah tak ada kehancuran yang dahsyat seperti sebelumnya yang dilakukan makhluk itu.
"Lagi-lagi kau sedang membaca buku, memangnya membaca buku menyenangkan?" ucapku yang menghampiri Tygruth yang sedang membaca buku di pinggir sungai.
"Apa katamu! coba bilang sekali lagi!" ucapku sambil menarik kerah Tygruth.
"Hei kalian lihat disana!" ucap Elysna yang menghampiri kami dengan tergesa-gesa. Kemudian kami mengikuti kemana Elysna pergi, dan ternyata Elysna membawa kami pergi ke suatu tempat yang mengejutkan. Kami melihat ada kastil besar di dekat tempat pemberhentian kami. Tapi sejak kapan ada kastil sebesar itu di dekat kami!? kalau sebesar itu seharusnya kami sudah melihatnya dari tadi.
Apa kastil ini di buat oleh seseorang, "Sejak kapan benda besar itu berdiri tegak disana?" ucap Tygruth.
__ADS_1
"Entahlah, tiba-tiba saja benda itu ada di situ secara tiba-tiba" ucap Elysna.
"Apa maksudmu dengan tiba-tiba ada di sana? apa kalian melihatnya?" ucap Tygruth yang bertanya kepada Elysna, dan Mouri karena mereka berdua bertugas untuk mencari tahu keadaan di sekitar sini setiap kali kami beristirahat untuk sementara itu. Sementara itu Vloid hanya mengurung diri di kamar saja, karena kemarin dia sudah bersikeras untuk melawan hukum mutlak bagi bangsanya untuk melakukan aktivitas di siang hari.
Namun karena dia memaksakan dirinya, akhirnya dia jatuh sakit. Badannya sangat panas, dan sepertinya dia demam, "Tadi saat aku, dan Elysna menjelajahi area sekitar, tiba-tiba saja ada cahaya muncul yang membuat kastil sebesar ini muncul di hadapan kami" ucap Mouri.
"Kalau begitu... tak salah lagi ini adalah sihir teleportasi. Berarti ada seseorang yang melakukannya, dan kalau kastil sebesar itu sudah pasti banyak orang di dalamnya. Kita harus berhati-hati, dan segera pergi dari sini, sepertinya mereka bukan orang yang dapat kita remehkan" ucap Tygruth.
"Tapi bagaimana dengan Tujuan kita untuk membangun hubungan yang baik dengan bangsa lain?" ucapku.
"Sial benar juga, tapi untuk hal itu sepertinya kita kesampingkan saja. Karena aku merasakan firasat buruk dari kastil ini, lihat saja keadaan kastil ini begitu buruk, dsn tidak terurus" ucap Tygruth yang perkataannya ada benarnya. Kastil ini terlihat sangat gelap sekali, seperti tidak ada satu penghuni pun. Tapi tidak dapat di pungkiri begitu saja karena keadaan kastil yang buruk ini, mungkin saja di dalamnya banyak makhluk yang mengerikan, dan jauh lebih kuat dari kami, dan banyak jebakan yang berbahaya.
"Apa!? sejak kapan bangunan besar itu ada di sana!" ucap Vloid yang berteriak karena terkejut melihat ada kastil sebesar itu, dan membuat kami terkejut karena kedatangannya yang tiba-tiba. Plak! pukul Tygruth, "Sialan kau bocah! jangan mengagetkan kami saat keadaan sedang menegangkan" ucap Tygruth.
"Tempat itu begitu indah karena kegelapan nya, mungkin saja di sana ada harta karun. Aku akan pergi ke sana!" ucap Vloid yang penuh dengan semangat, dan segera pergi sendirian memasuki kastil itu tanpa ragu sedikitpun.
"Hei tunggu! sialan! apa anak itu bodoh!" ucap Tygruth yang kesal.
"Sepertinya kita harus menyusulnya sebelum dia memasukinya terlalu jauh" ucapku. Yang kemudian kami semua segera memasuki kastil yang gelap, dan mengerikan itu. Suasananya di dalam kastil itu begitu hening, dan mencengkeram yang membuat suara detak jantung kami yang sedang ketakutan terdengar satu sama lain.
__ADS_1
"Siapa mereka? berani-beraninya memasuki istana ku"
Begitu kami masuk, kami menemukan banyak lorong-lorong yang sangat gelap. Cahaya satu-satunya yang menerangi lorong-lorong itu adalah cahaya dari obor yang ditempeli di dinding lorong itu yang jaraknya berjauhan. Tak hanya itu saja, di dalamnya juga banyak sekali tangga yang entah kemana akan membawa kami, dan juga banyak sekali ruangan di setiap lorong ini. Kami terus memasuki kastil itu lebih dalam untuk mencari Vloid sambil meneriakkan namanya.