
Entah kenapa hari ini terasa lebih panas dari sebelumnya, hari ini sungguh panas sekali, bahkan rumah sejuk buatan Elysna yang memiliki AC di setiap ruangan yang ada pun masih terasa panas. Sepanjang jalan yang kami lihat hanya rerumputan, dan tebing-tebing yang sangat tinggi.
Tapi rasanya ada yang aneh dengan Elysna, kenapa dia masih bisa tidur dengan pulas di tengah teriknya matahari. Bahkan dia tak terlihat kepanasan, sampai-sampai tak ada keringat yang keluar dari tubuhnya. Benar-benar ajaib, bagaimana bisa dia tak merasakan kepanasan? apa itu adalah salah satu kekuatannya yang dia miliki. Kekuatan anti panas, tapi itu terdengar agak konyol.
"Hei apa sebaiknya kita membangunkan dia, agar mengajarkan kita keluarkan anti panas" ucap Tygruth. Saat ini kami semua berada di satu kamar yang sama, kami sedang mempersiapkan Elysna yang sedang tertidur di atas kasur yang empuk.
"Jangan bertindak bodoh, biarkan dia tertidur... tadi pagi wajahnya sangat pucat, dan mungkin dia memiliki trauma dengan kejadian itu" ucap Mouri.
"Kau benar... tapi kenapa kalian berdua ada di kamar Elysna" ucapku yang merasa terganggu, karena adanya mereka yang menggangu waktuku untuk berduaan bersama dengan Elysna. Padahal kalau ada mereka aku ingin membelai rambut Elysna yang berkilauan itu, tapi aku malu melakukannya jika ada mereka disini, benar-benar sangat menyebalkan, dan tidak mengerti situasi.
"Apa kau mengusir ku dari rumahku sendiri?" ucap Mouri, karena dialah yang membuat rumah ini.
"Kenapa kau ingin sekali kami pergi dari sini? apa yang akan kau lakukan padanya begitu kami pergi dari sini" ucap Tygruth yang sepertinya sengaja berkata begitu agar keadaan disini semakin kacau. Dia memang pandai sekali membuat semuanya menjadi salah paham, dasar sialan.
"Benar juga! jadi kau ingin berbuat yang tidak-tidak pada Elysna ya!" teriak Mouri yang sangat kesal padaku. Sepertinya dia telah salah paham padaku, aku adalah anak yang polos, anak yang sangat polos.
"A-apa!? apa yang kalian pikirkan, tentu saja aku tak berani melakukan hal semacam itu. Pikiran kalian saja yang kotor! aku ini anak polos, dan masih suci tahu" ucapku yang meninggikan martabat ku.
Kemudian tiba-tiba di tengah keributan itu, tiba-tiba saja Elysna berteriak, "Diam! keluar kalian!" teriak Elysna dengan wajah yang merah. Sepertinya sedari tadi dia mendengar pembicaraan kami, dan dia sepertinya sangat malu sekali mendengarnya. Lalu kami semua keluar, dan hanya aku yang disuruh tetap di kamarnya, ini adalah perintah nona.
"Maafkan teman-teman ku nona, akan ku pastikan mereka tidak akan menggangu mu lagi" ucapku yang memberi hormat. Yang bertujuan agar suasana kami tak menjadi canggung karena percakapan yang memalukan tadi. Kemudian Elysna tertawa melihat sifat ku yang tiba-tiba menjadi pengawal nya.
__ADS_1
"Haha! apa yang kau lakukan, haha" tawa Elysna yang terbahak-bahak.
Hanya dengan melihatnya tertawa, dan tersenyum seperti ini adalah sebuah anugerah bagiku. Aku sangat bahagia bisa membuatnya bahagia seperti ini, "Hei kemari lah" ucap Elysna sambil menarik tanganku dengan kuat. Hingga aku tertarik, dan... tiba-tiba saja dia mencium ku dengan sangat lembut.
Bibirnya sangat lembut sekali, dan tangannya yang menyentuh kedua pipiku sangat halus. Meski cuaca saat ini sangat panas, dan menyebalkan, semua itu telah hilang begitu dia mencium ku. Namun sepertinya dia memaksakan diri untuk mencium ku, wajahnya memerah, dan dia menjadi malu yang padahal dia yang melakukannya.
"Elysna... aku sangat mencintaimu" ucapku sambil membelai rambutnya.
"Aku juga... sangat mencintaimu, aku sudah tak sabar untuk menikah denganmu. Oleh karena itu mati kita cepat selesai tujuan kita ini menciptakan perdamaian dunia ini bersama. dan pulang dalam keadaan selamat, setelah itu ayo kita menikah" ucap Elysna yang tersenyum lembut padaku.
"Kau benar... kita harus segera menyelesaikan tujuan kita bersama" ucapku dengan lembut.
Selama perjalanan, kami mengambil beberapa tanaman yang bisa dimakan, dan berburu untuk makanan nanti malam. Binatang apapun yang ada di depan kami, akan langsung kami buru, tak peduli bentuknya sangat mengerikan sekalipun, asalkan ada daging yang bisa kami makan. Dari pada kami mati kelaparan saat di tengah jalan, dan jika kami mati karena kelaparan.
Sejarah yang kami miliki akan terdengar konyol dimasa depan, dan pasti kami akan ditertawakan karena mati konyol. Argh! memikirkannya saja sudah membuatku gila! aku tidak ingin semua itu terjadi!. Karena kami akan menciptakan sejarah kami sendiri, sejarah yang akan di kenang sampai kapanpun itu! sejarah yang sangat keren!.
"Hmm? apa yang sedang kau pikirkan Gernath? kenapa kau tersenyum sendiri?" ucap Elysna.
"Eh!? hahaha! tidak ada yang sedang kupikirkan kok. Aku hanya sedang memikirkan bagaimana upacara pernikahan kita nantinya" ucapku sambil memegang dagunya.
"Huh... jangan menggodaku!" ucap Elysna yang wajahnya merah.
__ADS_1
Sementara itu Tygruth, dan Mouri yang melihat perlakuan kami di belakang, mereka berdua terlihat kesal kepada kami. Karena terus bermesraan di depan mereka yang saat ini berstatus jomblo. Lagi pula kenapa mereka tidak berpacaran saja sih? dari pada mereka tidak menemukan pasangan selama perjalanan ini, karena kurasa mereka akan sangat cocok jika bersamaan, karena mereka sama-sama menyebalkan.
"Hei lihat itu!" ucap Tygruth yang menunjukkan jarinya ke arah depan. Kami semua yang melihatnya sangat terkejut kalau di depan sana sepertinya ada perumahan. Kami berteriak dengan girang, dan saling bergandengan begitu menemukan sebuah pemukiman perumahan. Kemudian dengan semangat yang membara kami segera pergi menuju pemukiman itu.
Tapi sebelum itu, kami membuat tantangan bersama. Kami membuat tantangan siapa yang sampai lebih dulu ke pemukiman itu, dialah yang menang, dan orang terakhir yang terakhir sampai ke pemukiman itu akan diberikan hukuman untuk membawa barang-barang kami.
"Apa kalian semua sudah siap?" ucap Tygruth dengan tersenyum sinis.
"Tentu saja kami siap" ucap kami serentak dengan semangat yang membara.
"Baiklah kalau begitu aku akan hitung mundur, jadi bersiaplah kalian semua. Tiga... dua... satu, mulai!" teriak Tygruth yang kemudian kami semua berlari dengan cepat ke arah pemukiman itu. Ada beberapa aturan yang sudah kami setujui dengan adil, dan membuat tantangan ini menjadi lebih menantang.
Aturan pertama peserta yang ikut boleh menggunakan kekuatan mereka untuk mempercepat perjalanan. Lalu yang kedua peserta boleh saling menyerang, dan menghalangi untuk mendapatkan posisi pertama. Namun apa-apaan ini, pertandingan baru saja di mulai, tapi kekuatan yang menyebalkan dari Tygruth membuat kami tak dapat bergerak.
Dengan menggunakan kekuatan tanah yang menarik kami dengan kuat, sehingga kami tak dapat bergerak, "Baiklah kalau begitu sampai jumpa di tempat tujuan!" ucap Tygruth dengan santainya sambil melambaikan tangannya. Tentu saja kami tak akan diam saja, Mouri menggunakan kekuatannya dengan memanjangkan tangannya, dan menangkap Tygruth, lalu melilitnya dengan besi yang sangat kokoh sehingga Tygruth tak dapat bergerak.
Dengan begitu kekuatan akhirnya kami berdua bisa lepas dari tanah yang mengikat kaki. Kemudian aku, dan Mouri segera meninggalkan Tygruth, "Hei! apa-apaan ini!? lepaskan aku! awas kalian!" ucap Tygruth yang meronta-ronta. Aku, dan Mouri berlari dengan sangat cepat, tak ada perselisihan di antara kami.
Sampai akhirnya Mouri menyerang ku lebih dulu dengan serangan yang sama seperti Tygruth tadi. Aku lengah karena aku sibuk memikirkan kemenangan ku, hingga akhirnya aku terlilit di besi yang keras, dan tak dapat bergerak, "Haha! sampai jumpa kucing kecil!" ledek Mouri sambil berlari.
"Sial! tidak akan ku biarkan kau! South Pole!" ucapku yang seketika seluruh badan Mouri membeku dengan es yang muncul secara tiba-tiba dari bawah, dan hanya menyisakan kepalanya saja, "Sia-sialan kau!" ucap Mouri yang tak bisa bergerak karena membeku. Aku hanya bisa menertawainya karena keadaan kami bertiga bernasib sama. Tapi ngomong-ngomong... dimana Elysna!? kami semua sangat terkejut begitu sadar bahwa sedari tadi kami tak melihat Elysna.
__ADS_1