Artificial God

Artificial God
Meminjam Buku


__ADS_3

Malam itu kami pulang dari perpustakaan, dan kembali ke penginapan. Kami pulang dengan rasa lelah karena seharian terus beraktivitas, sementara itu Tygruth tidak kelelahan sama sekali, dan sebelum pulang dari perpustakaan dia meminjam banyak buku yang saat ini dia pegang hingga menggung di tangannya. Dasar kutu buku sialan itu, dia tak tahu malu saat meminjam buku-buku itu.


Satu jam yang lalu, saat itu Tygruth sedang memilih buku-buku yang sekiranya akan dia pinjam untuk di bawa, dan di baca saat malam hari di penginapan. Saat Tygruth pergi ke penjaga perpustakaan dengan membawa banyak buku di tangan nya. Penjaga perpustakaan itu menegurnya untuk tidak meminjam buku yang banyak. Minimal buku yang di perbolehkan pinjam satu saja, dan maksimal tiga. Sementara Tygruth membawa kurang lebih sepuluh buku tebal yang menggunung di tangannya itu.


"Kenapa tidak boleh?" ucap Tygruth dengan ketus kepada penjaga perpustakaan itu.


"Kami akan menunggu kalian di luar ya" ucap Elysna yang pergi keluar lebih dulu dari perpustakaan bersama Boa Boa, dan Yuki.


"Baiklah, ... hah... sial sepertinya mereka akan menunggu lama untuk ini" gumam ku yang pasrah melihat Tygruth yang sudah membulatkan tekadnya untuk membawa pulang semua buku yang saat ini sedang dia pegang di tangan nya. Jika dia sudah bertekad dengan maksud tertentu, maka tidak ada siapapun yang dapat menghalangi tekadnya yang bagaikan tebing yang tinggi. Entah kenapa itu terdengar seperti diriku sendiri.


"Tapi tuan pembaca, anda tidak boleh meminjam buku-buku ini. Karena buku ini sangat penting sekali, yang tidak diperbolehkan untuk di bawa keluar dari perpustakaan" ucap penjaga perpustakaan itu yang merasa tidak suka dengan Tygruth.


"Kenapa begitu? apa kau ingin menghalangi orang yang sedang mencari ilmu?" ucap Tygruth yang memulai perdebatan ini.


"Hei Tygruth hentikan ini... lebih baik ayo kita segera kembali, ini sudah malam" ucapku dengan berbisik di telinga nya karena merasa tidak enak dengan penjaga perpustakaan itu.


"Kalau kau ingin pulang, pulang saja sana. Aku masih ada urusan yang harus ku selesaikan disini" ucap Tygruth dengan ketus.

__ADS_1


"Maaf tuan, buku-buku ini akan saya kembalikan" ucap penjaga perpustakaan itu yang menyentuh buku-buku itu dengan tangannya, dan seketika buku itu terbang, dan kembali ke rak buku sebelumnya. Namun Tygruth tak akan membiarkan hal itu terjadi, dia mengendalikan udara di sekitarnya untuk menghentikan arah terbang buku itu.


Tygruth terlihat santai-santai saja, dan wajahnya terlihat ingin sedang mengajak ribut. Sementara aku hanya bisa diam, dan bergemetar melihat tingkah Tygruth yang tidak sopan di negeri orang. Hingga akhirnya penjaga perpustakaan itu merasa kesal, dan keluar dari tempat kerjanya, dan menghampiri Tygruth.


"Hei apa kau ingin ku laporkan dengan atas tuduhan pencurian buku-buku ini?" ucap penjaga perpustakaan itu yang menyentuh dada Tygruth dengan telunjuk jarinya yang sehingga membuat Tygruth terbang. Tapi Tygruth tak membiarkan hal itu terjadi, dan membuat dirinya kembali menginjakkan kakinya ke tanah dengan mendorong udara di sekitar untuk mempertahankan posisi berdirinya.


"Siapa yang akan di masukkan penjara hanya karena seseorang mencari ilmu?" ucap Tygruth dengan tersenyum menyeringai.


"Kau! apa kau ingin membuat kekacauan disini?" ucap penjaga perpustakaan itu yang terlihat marah, dan seketika seluruh ruangan di perpustakaan melayang karena kekuatan yang di milikinya.


"Hei Gernath, dengan otak mu yang bodoh itu pasti kau berpikir wanita perpustakaan ini memiliki kekuatan untuk menerbangkan objek. Jika kau berpikir seperti itu, berarti kau sangat bodoh. Wanita ini memiliki kekuatan untuk mengatur gravitasi objek yang dia sentuh" ucap Tygruth yang terlihat meremehkan ku karena kebodohan ku, dan tentunya aku merasa kesal dengan perkataannya itu.


"Mungkin itu karena dia sudah pernah menyentuh seluruh tempat di perpustakaan ini, atau kemungkinan yang lainnya apa yang dia sentuh bisa menyebar. Seperti kaki yang dia injak ke lantai kayu ini, yang mungkin saja kekuatannya menyebar seperti air yang meresap" ucap Tygruth dengan mudahnya dia berkata seperti itu sebelum berpikir.


"Tunggu!? apa maksudmu dengan menyebut orang ini dengan nama Gernath!?" ucap penjaga perpustakaan itu yang terlihat kebingungan, dan meredakan amarahnya.


"Jadi kau belum tahu soal kami ya... apa aku harus menjelaskannya. Meski agak menyebalkan karena nama Gernath begitu terkenal" ucap Tygruth yang tak sudi memperkenalkan siapa kami sebenarnya kepada wanita penjaga perpustakaan ini. Kemudian aku berjalan maju dengan gagah, dan memberitahu siapa diriku.

__ADS_1


"Aku adalah Gernath anggota grup Shan! dan orang ini adalah babu kami" ucapku yang sengaja membuat Tygruth kesal.


"Apa katamu sialan!" ucap Tygruth yang merasa kesal dengan perkataan ku.


"Benarkah itu!? kalian adalah orang-orang dari anggota grup Shan yang terkenal itu? para pahlawan pemberani yang menyelamatkan dunia ini dari kiamat!. Kyaaa! apa aku boleh minta tanda tanganmu tuan Gernath!" ucap wanita penjaga perpustakaan itu yang berteriak sambil berlari ke arahku, dan meminta tanda tangannya padaku.


"Tentu saja boleh... tapi aku harus tanda tangan di mana?" ucapku yang kebingungan karena dia hanya memberikan ku spidol saja, dan tidak ada kertas untuk di tanda tangani.


"Di... disini..." ucap wanita penjaga perpustakaan itu yang membuka pakaiannya sedikit, dan menunjukkan bahunya kepadaku untuk di mintai tanda tangan di tubuhnya. Tentu saja aku sangat terkejut, dan sedikit tergoda, karena dia memiliki wajah yang imut juga.


"Ba-baiklah, ja-jangan bergerak..." ucapku yang sedang menanda tangani bahunya dengan spidol yang dia berikan padaku.


Kemudian dia merapikan pakaiannya kembali, dan menundukkan kepalanya di hadapan ku, "Terima kasih! anda adalah pahlawan bagi saya... rekaman anda sudah tersebar luas saat pertarungan itu. Anda sungguh luar biasa... pahlawan ku..." ucap wanita penjaga perpustakaan itu dengan mengubah suaranya, dan tingkah lakunya yang imut di akhir perkataan nya. Kemudian dia kembali ke tempat kerjanya, dan tersenyum manis padaku, dan aku hanya menatapnya dengan bengong.


Hingga akhirnya sebuah pukulan mengenai kepalaku, dan membuat suasananya menjadi menyebalkan, "Sadarlah bodoh... kau sudah memiliki Elysna" ucap Tygruth yang memukul wajahku dengan tangannya. Lalu dia segera pergi keluar perpustakaan dengan buku-buku di tangannya.


"Apa!? hei bagaimana dengan buku-buku itu!? bukankah bukunya tidak boleh..."

__ADS_1


"...Wanita itu sudah mengizinkan ku untuk membawa buku sebanyak yang ku mau. Huh ternyata tidak sia-sia kita menjadi populer" ucap Tygruth yang berjalan dengan santai dengan membawa banyak buku itu dengan tidak tahu malu. Yah... kira-kira begitulah kejadian menarik saat di perpustakaan bersama dengan orang yang menyebalkan.


__ADS_2