Artificial God

Artificial God
Amarah Sang Leonis


__ADS_3

Keadaan begitu menegangkan dengan datangnya pemilik kastil ini. Dia adalah makhluk yang memiliki telinga yang mirip seperti sisik ikan, kemudian giginya yang sangat tajam seperti gigi ikan. Apa mungkin dia adalah sejenis makhluk yang biasa hidup di air?. Tapi masalahnya bukan itu, apa yang harus kami lakukan saat ini?.


Kami masih tak tahu makhluk seperti apa dia, dan kekuatan macam apa yang dia miliki?. Kami taj boleh asal bertindak, bisa-bisa keadaan semakin gawat jika kami maju, dan menyerangnya begitu saja. Tatapannya yang seperti ular itu membuatku tahu kalau dia adalah makhluk yang cukup kuat.


"Lepaskan dia!" teriak Tygruth yang terlihat sangat marah sekali, mau dilihat bagaimana pun juga Tygruth saat ini sedang menahan amarahnya.


"Lepaskan? kalau kau ingin aku melepaskannya coba saja maju kesini, dan hadapi aku terlebih dahulu" ucap makhluk itu yang menyeringai.


"Cih, baiklah jika itu mau mu, rasakan ini!" ucap Tygruth yang mengendalikan air untuk mencekik makhluk itu sekaligus memisahkan Vloid darinya. Namun ada yang aneh dengan tempat ini, tiba-tiba saja air yang dikendalikan oleh Tygruth kembali normal.


"A-apa yang terjadi!?" ucap Tygruth yang terkejut.


"Kau pikir siapa yang menciptakan air ini? dan lagi ini adalah wilayah ku. Selama kalian berada di sini, aku bisa melakukan apa saja pada tempat ini. Termasuk menetralisir kekuatan mu, dan membuatku mendapatkan semacam buff. Sementara itu kalian akan semakin lemah, dan mungkin kalian tidak sadar akan hal ini. Namun teman kalian yang menggunakan kekuatan gelembung udara ini mungkin merasakannya" ucap makhluk itu.


Kemudian pandangan semua orang mengarah kepadaku karena perkataan makhluk itu, "Apa yang dia maksud? apa yang kau merasakan sesuatu seperti apa yang dia katakan?" ucap Mouri.


"Benar... entah kenapa tiba-tiba saja aku semakin sulit mengendalikan gelembung udara disini, rasanya semakin berat" ucapku yang berusaha menahan agar gelembung udara ini tetap aktif.


"Apa kalian ingin tahu apa yang terjadi? baiklah aku akan memberitahukan kepada kalian. Saat ini kastil ini, sedang jatuh tenggelam tanpa batas di lautan, aku telah memindahkan lokasi kastil ini. Hahaha!" ucap makhluk itu yang tertawa dengan keras.


"Sialan kau! kita harus segera menyerangnya!" ucap Mouri yang mengubah bentuk kedua tangannya menjadi tombak, yang kemudian memanjang mengarah dengan cepat ke makhluk itu. Namun tiba-tiba saja tombak itu patah dengan tiba-tiba seperti ada sesuatu yang melindunginya.

__ADS_1


"Air yang ada di sini adalah milikku, dan aku membuatnya untuk melindungi ku. Lalu... air ini juga bisa menyerang kalian, lihatlah baik-baik" ucap makhluk itu yang kemudian membuat air yang ada di dalam sini menjadi memiliki arus yang sangat kencang. Hingga akhirnya kami terpental jauh darinya, namun dengan segera aku menancapkan pedang milikku ke tembok kastil itu, dan semuanya segera saling tarik menarik agar tidak terbawa arus.


"Hei! apa yang kau lakukan sialan!" ucapku yang marah kepada Tygruth karena menarik celanaku untuk menahan arus air.


"Aku tidak sengaja brengsek! jadi bersabarlah untuk sementara waktu!" ucap Tygruth.


"Teman-teman! dimana Elysna!?" ucap Mouri yang memegang kaki Tygruth untuk menahan arus airnya. Kami terkejut begitu tak melihat Elysna, karena kami berpikir kalau Elysna sudah terbawa jauh lebih dalam lagi karena arus air yang sangat kencang, dan kuat itu.


Namun sementara itu Elysna sedang menggunakan kekuatannya untuk menghilangkan dirinya. Saat ini Elysna sedang menerjang arus yang begitu kuat ini menuju makhluk itu untuk segera membunuhnya. Namun begitu dia sampai di depan makhluk itu, tiba-tiba saja makhluk itu menusuk perutnya hingga tembus dengan tangannya yang tajam.


"Kyaaaaaaa!" teriak Elysna yang merasa kesakitan, dan suaranya itu terdengar oleh kami. Aku sangat terkejut begitu melihat Elysna sedang di tusuk oleh makhluk itu, aku benar-benar sangat marah sekali. Tapi tidak ada yang bisa kulakukan saat ini, aku hanya bisa bertahan disini, dan diam saja tak melakukan apapun.


Sementara itu itu Elysna dapat bergerak maju, namun usahanya untuk menyerang makhluk itu sia-sia saja. Kemudian kami dikejutkan dengan adanya cahaya merah yang bersinar terang di mata Vloid saat ini. Matanya terlihat sangat kacau, dan aura hitamnya menyebar ke seluruh ruangan ini hingga menjadi gelap gulita. Kami tak bisa melihat apapun, dan hanya bisa bertahan di balik sir arus ini.


"Bocah sialan, jangan senang dulu karena berhasil memotong tanganku. Karena wanita ini akan mati secara perlahan, hahaha!" ucap makhluk itu yang kemudian menusuk-nusuk tubuh Elysna tanpa henti. Elysna pun berteriak kesakitan, Vloid yang melihatnya benar-benar sangat marah.


"Berhenti! aku akan membunuhmu makhluk sialan! aku akan membunuhmu! Blood Absorption Technique!" teriak Vloid yang kemudian meletakkan kedua tangannya ke tubuh makhluk itu, yang kemudian darah makhluk itu terkuras dengan sangat cepat. Hingga akhirnya makhluk itu menyatu dengan air yang membuatnya menghilang dari pandangan, dan dia memindahkan diri di hadapan ku saat ini.


"Jangan lari dasar pengecut! hadapi aku!" ucap Vloid yang amarahnya terasa sampai pada hatiku, perasaannya benar-benar aku rasakan saat ini. Amarah, dan kebencian terhadap makhluk itu, benar-benar sangat memuakkan hingga yang ada di pikiran bocah Vampir itu hanya keinginan untuk membunuh.


Kami semua terkejut begitu makhluk itu berada di hadapan kami sambil memegang Elysna dengan tangan yang menusuk di perutnya, "Kau! sengaja membuat kami marah?" ucapku dengan melotot kepadanya.

__ADS_1


"Kenapa? kalau kau ingin menyelamatkannya lawan, ukh... bocah itu..." ucap makhluk itu yang terkejut karena di tubuhnya masih terdapat aura merah milik Vloid. Aura itu terus menyerap darahnya tanpa henti sampai kepada Vloid, "Kau tidak akan pernah bisa lepas dari aura merah itu, hahaha kau akan mati secara perlahan, uakh!" teriak Vloid yang kesakitan, yang kemudian melepaskan kekuatannya untuk menyerap darahnya.


"Apa yang terjadi!?" ucap Tygruth.


"Haha! dasar bodoh! ternyata kekuatan masih ada kelemahan ya? kau merasa kesakitan begitu karena golongan darahku berbeda dengan mu dasar bodoh!" ucap makhluk itu yang tertawa dengan bahagia. Jleb! tiba-tiba saja Mouri menusuk perut makhluk itu dengan kekuatannya.


"Sepertinya bukan hanya darahmu yang di serap, akan tetapi energi sihirmu" ucap Mouri yang kemudian maju menerjang melawan makhluk itu. Mereka berdua pun saling baku hantam, tapi yang membuatku kesal makhluk itu terus memegangi Elysna dengan tangan yang menusuk perutnya.


Dia benar-benar makhluk brengsek! namun saat ini yang dirasakan Tygruth hanya sebuah penyesalan saja. Karena kekuatannya tak berpengaruh sama sekali disini, dan dia merasa dirinya hanya menjadi beban. Sementara itu Vloid sedang kesakitan hingga tak bisa mengontrol dirinya sendiri karena saking sakitnya yang dia rasakan.


Crat! akhirnya pertarungan itu berakhir dengan salah satu dari mereka kalah. Kaki Mouri!? kaki kanannya putus karena serangan makhluk itu yang memiliki tubuh yang keras, dan tajam. Semuanya!? saat ini tak ada yang bisa menghadapi makhluk itu. Semuanya kalah, Vloid, dia tak bisa melakukan apapun selain merasakan sakit pada dirinya.


Sementara itu Elysna tak bisa melakukan apapun karena dirinya sedang di pegang oleh makhluk itu, dan dia saat ini tak sadarkan diri. Lalu Mouri, kakinya terluka hingga dia tak dapat bertarung, tapi bagaimana bisa kakinya yang selalu berubah bentuk menjadi apapun itu dapat di hancurkan?. Lalu Tygruth... untuk saat ini dia tak dapat melakukan apapun.


"Apa kau terkejut kenapa kakinya putus? itu karena aku menyerang bagian tubuh yang sebenarnya. Meskipun dia bisa memanjangkan tubuhnya, atau membesarkan tubuhnya, tubuh asli tetaplah tubuh asli. Jadi percuma saja jika aku menyerang tubuhnya yang memanjang atau membesar itu, karena serangan yang ampuh padanya adalah ada pada tubuh aslinya" ucap makhluk itu.


Meski begitu Mouri bisa membuat kaki palsu untuk kaki kanannya yang sudah hilang itu. Meski begitu, bagian kaki aslinya tetap sudah terpotong. Kemudian Mouri tetap menerjang di tengah arus air yang sangat kuat ini untuk melawan makhluk itu. Namun... crat! lagi-lagi salah satu bagian tubuhnya terpotong. Kini tangan kirinya yang terpotong yang berusaha untuk menyerang makhluk itu.


Hingga akhirnya Mouri kehilangan rasa semangatnya untuk mengalahkan makhluk itu, yang merubah semuanya menjadi keputusasaan. Aku hanya bisa melihat mereka semua yang sedang dalam keputusasaan saat ini, begitu juga dengan diriku yang tak bisa melakukan apapun. Namun... namun... namun... aku tak akan membiarkan teman-teman ku tersakiti!.


"Area of ​​Gravity, Tranquility of Water" ucapku yang membuat arus air ini berhenti, dan kekuatan gravitasi yang sama seperti yang ku gunakan saat itu. Air di dalam kastil pun menjadi tenang, dan aku melangkah maju dengan tatapan kebencian terhadap makhluk itu sambil membawa pedang berhargaku. Aku... akan membunuh makhluk itu apapun caranya, aku harus membunuhnya, dan membuat dia mengerti tentang arti kehidupan!.

__ADS_1


"Luar biasa! kekuatan sihir memang luar biasa, kau... hanya sedikit dari semua makhluk yang dapat menggunakan kekuatan sihir. Kau membuatku mengingat makhluk menjijikan itu! aku akan membunuhmu!" ucap makhluk itu yang melempar Elysna dari tangannya, namun untunglah Mouri segera menangkapnya.


Makhluk itu berlari maju menghampiri ku, "Mulai sekarang... aku akan membuatmu merasakan indahnya neraka!" ucapku yang maju dengan perlahan, dan tiba-tiba saja pedang yang ku pegang bersinar terang. Aku mengerahkan semua energi sihir ku ke pedang yang sedang ku genggam ini. Lalu... makhluk brengsek yang telah melukai teman-teman ku akan mati sekarang juga.


__ADS_2