Artificial God

Artificial God
Perpustakaan


__ADS_3

"Kenapa kita malah benar-benar pergi ke perpustakaan!" teriakku dengan penuh keluh kesah karena menghabiskan waktu liburannya di perpustakaan. Padahal aku ingin menikmati liburan kami dengan berjalan-jalan, dan bersantai di kerjaan ini.


"Jangan berisik bodoh!... kita ke sini untuk menemukan informasi soal kerajaan ini" ucap Tygruth yang bergaya, dan pergi ke rak buku, lalu mengambil sebuah buku sambil bersandar di rak buku, dan sambil membaca dengan keren.


"Baiklah kalau begitu aku ingin bertanya-tanya kepada orang-orang disini" ucap Elysna yang kemudian segera meninggalkan kami.


"Boa Boa, apa yang harus kita lakukan?" ucapku dengan wajah lesu.


"Kita sudah terlanjur tiba disini, tak ada hal lain selain menikmati waktu kita di sini" ucap Boa Boa yang tersenyum manis, lalu pergi meninggalkan ku bersama Yuki ke tempat duduk setelah memilih buku untuk di baca.


"Haah... sialan aku tidak betah di sini... lebih baik aku keluar saja dari sini" ucapku yang kemudian pergi berjalan keluar dari perpustakaan untuk menikmati waktu liburan ku yang tersisa dengan bersantai-santai. Namun begitu aku berjalan keluar dari perpustakaan... bruk! tiba-tiba saja ada seseorang yang berlari ke arah ku sambil membawa banyak buku, dan kertas di tangannya.


Semua buku, dan kertas yang dia bawa jatuh berserakan karena menabrak ku. Aku merasa tidak enak padanya meskipun dia yang salah karena berjalan tanpa melihat di depannya, jadi aku ikut membantu membereskan barang bawaan miliknya yang terjatuh, "Maaf... aku sedang terburu-buru..." ucap seseorang yang menabrak ku dengan penuh rasa bersalah, dan segera mengambil kembali barang bawaannya yang terjatuh di lantai.


"Tidak masalah..."


"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu... terima kasih sudah membantu ku..." ucap orang itu yang kemudian pergi meninggalkan ku sambil membawa barang bawaannya. Setelahnya aku segera berjalan keluar, namun aku merasa sedang menginjak sesuatu di kakiku. Kemudian aku melihat, dan mengambil sesuatu yang ku injak, ternyata itu adalah sebuah kertas yang di lipat lipat. Aku berpikir kalau ini adalah salah satu barang bawaan orang tadi.


Aku ingin mengembalikannya langsung, tapi dia sudah pergi entah kemana masuk ke dalam perpustakaan. Jadi aku berniat untuk mengembalikan nya nanti saja setelah aku bersenang-senang di kota kerajaan ini. Kemudian aku memasukkan lipatan kertas itu ke dalam kantung celana ku, dan berjalan pergi untuk mencari camilan.


Sementara itu Elysna saat ini sedang berbincang-bincang dengan penjaga perpustakaan ini dengan santai, dan akrab. Sedikit demi sedikit Elysna mencoba untuk menarik perhatiannya, dan bertanya-tanya tentang kerajaan ini.

__ADS_1


"Hahaha! cerita mu itu lucu sekali! aku sampat tak bisa berhenti tertawa" ucap penjaga perpustakaan itu yang merupakan seorang gadis dari bangsa anjing. Yang memiliki telinga yang panjang seperti anjing Bloodhound, yaitu anjing yang memiliki telinga yang panjang.


"Haha... oh ya ngomong-ngomong, sudah berapa lama kau kerja di sini?" ucap Elysna dengan menunjukkan senyuman yang polos.


"Aku sudah bekerja saat pertama kali perpustakaan ini di bangun, itu sekitar delapan tahun yang lalu lamanya" ucap gadis penjaga perpustakaan itu.


"Siapa yang membangun perpustakaan yang indah, dan besar ini?" ucap Elysna yang membuat gadis penjaga perpustakaan itu terdiam sejenak.


"Hmm... soal itu... sang raja yang membangun perpustakaan ini seorang diri" ucap gadis penjaga perpustakaan itu yang merasa tak enak membicarakan tentang raja.


"Seorang diri? wah! hebat sekali! bagaimana cara dia membangun perpustakaan yang indah ini?" ucap Elysna yang berpura-pura terkagum-kagum dengan sosok raja yang sedang di perbincangkan.


Grep... Elysna memegang kedua tangan gadis penjaga perpustakaan itu dengan lembut, dan mendekatkan wajahnya kepada gadis itu, "Kau bohong... ayo ceritakan, aku ingin mendengar nya!" ucap Elysna dengan suaranya yang imut.


"Ah... umm... ta-tapi... jangan beritahu... kepada siapapun ya..." ucap gadis itu yang terlihat tersipu malu melihat aksi Elysna yang ganas.


"Baiklah! kalau begitu ayo ceritakan..." ucap Elysna dengan penuh semangat, dan matanya yang berbinar-binar.


"Raja... membangun perpustakaan ini dengan sangat cepat. Dia mengeluarkan kayu-kayu yang kokoh yang sudah di poles dari tangannya begitu saja. Dalam seketika tiba-tiba saja tercipta perpustakaan ini, bersama dengan benda-benda yang ada di dalamnya. Dia sudah seperti seorang dewa bagi kami... banyak yg bilang dia adalah penerus dewa saat ini. Tapi itu hanya rumor saja" ucap gadis penjaga perpustakaan itu yang terlihat bersemangat sekali ketika sedang membicarakan sang raja. Yang sepertinya gadis ini sangat mengagumi rajanya itu.


Tapi mendengar dia bisa mengeluarkan kayu, dan menciptakan bangunan dari tangannya. Itu membuat Elysna sangat terkejut, dan matanya terbuka lebar begitu mendengarnya. Karena hal itu mengingatkan Elysna dengan Mouri, yang dapat menciptakan bangunan, atau apapun dari tangannya, atau dari bagian tubuh manapun. Jika raja yang di maksud itu bisa melakukan hal itu... tidak lain dia adalah pemilik kekuatan yang sama dengan Mouri.

__ADS_1


"Mbak? ada apa? kenapa wajahmu pucat?" ucap gadis penjaga perpustakaan itu yang terlihat mengkhawatirkan Elysna yang mendadak diam, dan pucat.


"Ah!? a-aku baik-baik saja... baiklah kalau begitu aku ingin segera pulang, dan makan. Saking bersemangatnya untuk pergi ke perpustakaan aku sampai lupa untuk makan... baiklah aku pergi dulu, sampai jumpa. Terima kasih sudah menceritakan hal yang menyenangkan, nanti kita berbicara lagi ya..." ucap Elysna yang tergesa-gesa untuk pergi dari gadis itu, dan segera menghampiri Tygruth yang sedang serius membaca buku perpustakaan.


"Ba-baiklah... sampai jumpa, senang bertemu dengan mu" ucap gadis penjaga perpustakaan itu yang terlihat kebingungan dengan sikap Elysna yang mendadak aneh.


"Apa yang kau lakukan disini? sedang baca apa kau Tygruth?" ucap Elysna yang menghampirinya dengan wajahnya yang masih pucat setelah mendengar cerita yang mengejutkan dari gadis penjaga perpustakaan.


"Aku sedang membaca buku tentang makhluk mitologi, yang tidak ada di buku yang ku bawa. Ternyata buku di sini lebih banyak, dan lebih lengkap" ucap Tygruth yang tak sekalipun menoleh saat berbicara ketika dia sedang membaca buku dengan serius.


"Ah baiklah... lalu dimana Gernath?" ucap Elysna.


"Sepertinya tadi dia bersama dengan Boa Boa" ucap Tygruth yang masih serius membaca bukunya. Setelahnya Elysna pergi ke tempat Boa Boa, dan Yuki seperti yang dikatakan oleh Tygruth. Boa Boa, dan Yuki sedang duduk di tempat membaca perpustakaan bersama dengan Yuki. Elysna tak sekalipun melihat ku begitu dia sampai di tempat Boa Boa berada.


"Boa Boa, dimana Gernath?" ucap Elysna.


"Gernath? memangnya dia pergi kemana?" ucap Boa Boa dengan polos.


"Ah sudahlah... seharusnya aku tidak bertanya padamu..." ucap Elysna yang kemudian segera pergi keluar dari perpustakaan untuk mencari ku di luar perpustakaan. Sementara itu aku sedang membeli satu es krim gagang, dan duduk bersantai di bangku taman di bawah pohon besar.


Kemudian setelahnya aku teringat sesuatu, yaitu lipatan kertas milik orang yang menabrak ku saat itu. Aku sangat penasaran dengan apa isi lipatan kertas itu, dan aku merogoh saku celanaku, dan membuka isi lipatan kertas itu, "A-apa... apaan ini!?" ucapku yang sangat terkejut begitu melihat isi kertas itu, dan tak sengaja aku menjatuhkan es krim yang ku beli.

__ADS_1


__ADS_2