
Pria bertopeng itu terus memandang ku, dan membuatku sangat jengkel dengan penasaran seperti apa wajahnya yang di tutup dengan topeng Hyottoko. Yaitu topeng dengan wajah anak laki-laki yang terlihat konyol, atau lucu. Aku bisa merasakan aura orang ini... kalau orang ini sangat berbahaya.
Aku terus memandangi pria bertopeng itu, tapi tetap saja dia masih memandangi ku. Aku semakin kesal, dan kesal karena terus melihat topeng yang menyebalkan itu. Rasanya muak sekali melihatku di perhatikan seperti itu dengan topeng itu. Namun tiba-tiba saja dia memulai pembicaraan dengan ku, "Ada apa?" ucapnya yang terdengar sopan.
Entah kenapa nada suaramu yang sopan itu membuatku sedikit tenang, "Ti-tidak ada apa-apa... baiklah kalau begitu, ayo Boa Boa kita pergi..." ucapku yang menarik tangan Boa Boa, dan Yuki untuk segera menjauh dari orang aneh bertopeng itu.
"E-eh!? a-ada apa!? ke-kenapa kau menyentuh tanganku..." ucap Boa Boa yang terangsang hanya dengan menyentuh tangan nya. Meskipun sedikit menyebalkan, tapi ini bukan waktunya untuk memikirkan hal itu. Kami harus segera pergi darinya, dan jangan sampai bertemu kembali, karena aku merasakan hawa kehadiran yang kuat darinya.
"Tunggu!... jangan tinggalkan aku!" ucap pria bertopeng itu yang berlari mengejar kami sekuat tenaga. Aku yang melihatnya sangat terkejut, dan segera menggendong Boa Boa, dan Yuki untuk berlari menjauh dari orang gila bertopeng itu. Hatiku berdetak dengan kencang, membayangkan nya saja membuatku merinding ketakutan.
Bukan karena hawa kehadirannya yang kuat, akan tetapi sifat orang itu yang aneh, aku takut dia akan melakukan hal gila dengan macam-macam pada kami. Pria bertopeng itu terus berlari mengejar kami, hingga akhirnya aku menggunakan kekuatan teleportasi ku untuk berpindah tempat, ke kamarku.
Zap! aku, dan Boa Boa akhirnya tiba di kamarku, dan Tygruth. Aku merasa lega sekali karena akhirnya hawa keberadaannya sudah tak terasa lagi, yang menandakan kalau dia sudah sangat jauh dari kami. Aku menghela nafas ku, dan melihat ke bawah, wajah Boa Boa yang sedang ku gendong merah karena malu, entah kenapa dia terlihat imut... astaga aku sudah punya Elysna! pikirku.
"Anu... kenapa kau menggendong kekasih ku?" ucap Tygruth yang ternyata ada di kamar ini, dan sedang bersantai-santai duduk di atas kasur melihat kami dengan tatapan kosong.
"E-eh!? ja-jangan salah paham! ini tidak seperti kelihatannya!" ucapku dengan panik, karena aku menggendong kekasihnya begitu saja. Segera mungkin aku langsung meletakkan kekasihnya di samping nya.
__ADS_1
"Apa benar begitu Boa Boa?" ucap Tygruth namun tiba-tiba saja Boa Boa langsung pingsan karena tak bisa menahan malu saat sedang ku gendong.
"Kakak itu pingsan?" ucap Yuki.
"Gernath... hehe... sepertinya ada hal yang harus kita bicarakan" ucap Tygruth yang mengerutkan dahinya, dengan senyuman seringai yang menyeramkan. Namun tiba-tiba saja, aku, dan Tygruth terkejut begitu menyadari ada seseorang di belakang ku yang tiba begitu saja. Kami sangat terkejut karena tak bisa mengetahui energi keberadaan orang itu.
"Halo! salam kenal! kita bertemu lagi haha! eh!? kenapa mbak itu pingsan? eh kamu siapa? sepertinya tadi kita tak bertemu di pasar. Hmm biar ku tebak... kau itu... adalah hmm? apa ya aku lupa, haha! pokoknya senang bisa bertemu dengan kalian..." oceh pria bertopeng itu tanpa henti. Dia bersikap sok kenal pada kami, dan suaranya sungguh konyol sekali.
Dan entah kenapa perasaan ku membaik setelah mengetahui kalau dia tidak semenyeramkan apa yang ku pikirkan tentang pertama kali bertemu dengannya. Ternyata dia hanyalah pria konyol yang aneh, tapi ini sudah sejam... mau sampai kapan dia terus berbicara omong kosong seperti itu.
"Lalu saat itu aku segera datang, dan..." ucap pria bertopeng itu yang akhirnya aku memotong pembicaraannya, dan membuat dia terdiam seketika.
"Ah! paman bertopeng! terima kasih karena telah membantu kak Boa Boa untuk membelikan boneka beruang lucu ini untukku!" ucap Yuki dengan wajahnya yang berseri-seri memandang pria bertopeng itu, lalu karena dia terlalu pendek, dia hanya bisa memeluk kaki pria bertopeng itu.
"Apakah dia orang baik?" bisik Tygruth padaku sambil menyipitkan matanya menatap pria bertopeng itu.
"Entahlah, jangan tanya aku... hei manusia bertopeng! apa yang ingin kau lakukan pada kami? lebih baik cepat mengaku saja?" ucapku dengan tegas, dan menatap tajam pria bertopeng itu dengan perasaan resah.
__ADS_1
"Aku... aku ingin... aku... ah!? aku lupa, hehe" ucap pria bertopeng itu dengan Konyol, dan itu membuat kesabaran kami habis.
"Kalau begitu pergilah sampai kau mengingatnya kembali!" ucapku yang mendorong pria bertopeng itu keluar dari kamar kami, dan menutup pintu kamarnya, lalu menguncinya dengan rapat-rapat.
"Syukurlah dia sudah pergi... eh!?" ucap Tygruth yang terkejut begitu menyadari keberadaan pria bertopeng itu ada dimana. Pria bertopeng itu saat ini sedang berdiri di belakang Tygruth, dan itu membuat kami sangat terkejut. Pria bertopeng itu melambaikan tangannya pada kami, yang sepertinya dia ingin bermain-main dengan kami, grup Shan! pahlawan dunia yang menyelamatkan dunia ini dari kiamat!.
"Tidak bisa begini! sepertinya kita harus melakukan kekerasan pada orang ini! Gernath, tutup mata Yuki! karena hal ini tak baik untuk anak kecil seperti nya" ucap Tygruth yang geram, sambil mengepalkan tangannya untuk menghajar pria bertopeng itu.
"Eh!? tu-tunggu! bukankah tadi orang itu bilang kalau aku sudah mengingatnya, aku boleh kembali ke sini?" ucap pria bertopeng itu sambil mengangkat tangannya. Kemudian Tygruth menatapku dengan tatapan kesal, yang mengartikan, "Kenapa kau mengatakannya bodoh" mungkin itulah arti dari tatapan Tygruth padaku saat ini.
"Baiklah! baiklah! lalu kau mau apa?" ucap Tygruth yang terlihat sudah tidak sabaran menghadapi pria bertopeng ini. Sikapnya yang konyol, dan melihat topeng itu membuat Tygruth sangat kesal, sampai wajahnya memerah karena kesal.
"Apa kaus sungguh ingin tahu?" ucap pria bertopeng itu yang menggoda Tygruth.
"Cepatlah katakan breng!... ah!?" ucap Tygruth yang tidak tahu kalau masih ada Yuki di sini. Tygruth hampir saja mengatakan kata-kata kasar yang seharusnya tidak diperbolehkan untuk anak kecil mendengar nya. Karena itu tak baik untuk anak kecil yang polos, dan suci seperti Yuki.
"Baiklah aku akan mengatakannya... aku ingin bergabung dengan grup Shan kalian yang terkenal itu!" ucap pria bertopeng itu yang terlihat senang sampai memasang pose lebay ya menjengkelkan.
__ADS_1
"Apa!? ucap kami serentak yang terkejut, karena tiba-tiba saja ada pria aneh apa lagi bertopeng yang menjengkelkan meminta untuk bergabung ke dalam grup kami. Namun pada akhirnya kami menolaknya dengan mentah-mentah dengan alasan kalau orang aneh tidak diperkenankan untuk bergabung dengan grup kami.
Yah, walau sebenarnya sudah ada orang aneh di grup kami, yaitu Boa Boa. Tapi sepertinya dia pengecualian, namun... pria bertopeng itu terus menghampiri tempat penginapan kami setiap harinya sambil memohon untuk di izinkan bergabung dengan grup kami. Sudah dua Minggu berlalu... tapi pria bertopeng itu tak kehilangan semangat nya, dan terus memohon di hadapan kami untuk diizinkan bergabung dengan grup kami.