
Untuk beberapa waktu yang cukup lama aku terus terdiam di tempat setelah mendengar kata-kata anak kecil itu yang membuatku terkejut, dan merinding. Pikiran ku langsung kacau, dan memikirkan sesuatu yang buruk akan terjadi padaku, dan juga teman-teman ku. Rasa khawatir, resah, takut, semuanya kurasakan saat ini. Hingga akhirnya datang seseorang menyapa ku, dan membuat suasana hatiku cerah kembali.
"Hei... apa yang kau lakukan disini sambil menunjukkan wajah bodoh mu itu?" ucap Tygruth yang tiba-tiba berdiri di samping ku, aku pun langsung terkejut begitu melihat Tygruth tiba-tiba di samping ku. Namun setelah itu aku segera berdiri, dan melihat kiri-kanan untuk mencari kemana perginya anak kecil yang bisa melihat masa depan itu.
Namun aku kehilangan jejak anak kecil itu, dan kembali duduk dengan pasrah. Namun begitu aku melihat wajah Tygruth yang begitu buruk karena tidak tidur semalaman, dan sehabis pulang dari perpustakaan membuatku mentertawakan dirinya.
"Hahahaha! wajah mu Konyol sekali, seharusnya kau yang berkata seperti itu pada dirimu sendiri" ucapku sambil tertawa terbahak-bahak melihat wajahnya yang sangat lucu.
"Benarkah?... sial, penampilan ku kacau sekali" ucap Tygruth yang melihat dirinya sendiri dengan sebuah cermin.
"Hahahaha! dasar kau ini..." ucapku yang kemudian berhenti tertawa, dan mulai memikirkan kembali perkataan anak kecil tadi dengan raut wajah khawatir.
"Hei... ada apa denganmu?..." ucap Tygruth yang ikut merasa khawatir padaku setelah melihat wajahku yang murung.
"Ti-tidak... baiklah kalau begitu ayo kita pulang. Kau pasti belum makan hari ini, Boa Boa sedang memasak sesuatu yang enak tadi" ucapku yang mencoba mengalihkan perhatian, dan topik sebelumnya. Karena aku benar-benar tak berniat untuk mengatakannya kepada Tygruth, atau siapapun itu. Karena jika aku mengatakan hal seperti itu begitu saja, pasti hidup mereka akan selalu merasa resah, dan penuh dengan ketakutan, karena mereka sudah tahu kematian mereka.
Namun sebelum kami benar-benar kembali ke tavern. Tygruth mengatakan sesuatu padaku dengan menunjukkan wajahnya yang merasa tertekan, "Kalau kau memiliki masalah, ceritakan saja padaku kapanpun kau mau. Aku akan menunggumu menceritakan masalahmu itu, dan jangan beritahu yang lain selain ku" ucap Tygruth yang entah kenapa dia berkata seperti itu agar hanya aku, dan dia saja yang tahu masalah ku, atau... dia memiliki maksud lain dalam ucapannya.
__ADS_1
Setelah itu kami pergi berjalan pulang ke tavern sambil membawa banyak bahan masakan untuk esok hari. Yang pastinya makanan kesukaan bangsa Leonis, yaitu ikan! ya, kami sangat menyukai masakan dengan menggunakan bahan utamanya ikan.
Lalu begitu kami sampai di tavern, kami mencium hidangan makanan yang sangat lezat baunya. Elysna, dan Boa Boa sudah menunggu kedatangan kami di meja makan, dengan hidangan yang sangat banyak. Aku, dan Tygruth segera pergi mencuci tangan kami, dan segera pergi makan.
Namun setelahnya... suasana yang senang, dan damai penuh dengan canda tawa itu. Berubah menjadi serius karena kedatangan Toro, dan teman-temannya yang baru saja kembali dari tavern setelah kemarin membawa Rouge bersamanya. Mereka berjalan begitu saja seperti tidak ada sesuatu yang terjadi pada mereka setelah hari itu. Melihat mereka pura-pura tidak tahu, dan tetap berjalan menuju tangga saja sudah membuatku muak.
Hingga akhirnya aku sudah tidak tahan lagi, dan segera beranjak dari bangku, dan menghampiri mereka, "Hei hei... apa tidak ada sesuatu yang kalian lupakan?" ucapku sambil berjalan dengan sok ke arah mereka dengan tatapan murka.
"Apa maksudmu? apa itu, manusia bertopeng kenalan mu yang kau maksud?" ucap Toro dengan nada suara yang biasa saja, seolah-olah dia tak melakukan apapun padanya. Itu membuatku semakin kesal, dan muak melihat tingkah laku mereka.
"Benar... dimana dia?" ucapku yang mencoba untuk menahan diri untuk tidak menyerang mereka lebih dulu.
Aku pun segera kembali ke meja makan ku lagi, bersama dengan teman-temanku, dan aku merasa bersalah karena telah bersikap buruk kepada Toro, dan teman-temannya. Yang padahal dia baru saja kembali entah dari mana, dan ingin beristirahat di kamarnya. Seharusnya aku langsung tahu kalau Rouge pasti akan segera melarikan diri, karena memiliki kekuatan yang sangat menyebalkan. Mungkin aku harus pergi meminta maaf kepadanya saat bertemu lagi.
Tapi yang menjadi pertanyaan nya adalah mengapa Rouge tidak kembali kepada kami setelah melarikan diri dari mereka. Apa mungkin itu demi melindungi kami dari Toro, dan teman-temannya agar kami tidak terseret ke dalam masalah yang dia buat. Jika memang seperti itu yang di pikirkan oleh Rouge, maka kemungkinan besar Rouge tidak akan pernah kembali bertemu dengan kami.
Sementara itu di istana kerajaan Gygash, sang raja yang menyerahkan pimpinan kerajaan nya kepada bawahan yang dia percayai nya, yaitu Gluthoma. Kini... telah kembali dari urusan pribadinya dengan berlumuran darah. Para ksatria agung yang melihat kedatangan kembali sang raja merasa terkejut, dan segera memberikan hormatnya. Sekaligus merasa merasa senang karena akhirnya raja mereka telah berganti kembali. Meskipun mereka sama-sama tak menyukai kalau ada seorang pemimpin di antara mereka, tapi Zotheas lebih baik dari pada bocah Gluthoma yang kurang ajar bagi mereka. Seperti itulah sifat makhluk mitologi yang tak suka di pimpin oleh siapapun.
__ADS_1
"Yang mulia!? anda telah kembali!? dan apa-apaan penampilan anda yang berantakan itu!?" ucap Gluthoma yang segera turun dari singgasana nya, dan pergi menghampiri Zotheas dengan khawatir.
"Jaga sikapmu Gluthoma..." ucap Zotheas dengan tegas.
"...Ma-maafkan hamba yang mulia atas ketidak sopanan tadi" ucap Gluthoma yang segera memberikan jalan untuk sang raja yang baru saja kembali dari urusannya.
"Gluthoma... apa kau sedang menyelidiki tentang orang itu?" ucap Zotheas yang membuat Gluthoma terkejut, dan merasa tertekan hanya dari auranya yang kuat.
"Be-benar yang mulia..." ucap Gluthoma dengan singkat, sambil menundukkan kepalanya di hadapan sang raja.
"...Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku? sepertinya kau sedang menahan diri sedari tadi" ucap sang raja yang terus memperhatikan gerak-gerik Gluthoma.
"Ya, ada... hamba ingin bertanya kepada yang mulia yang agung... apakah yang mulia baru saja membantai suatu kerajaan?" ucap Gluthoma yang sama sekali tak mengangkat pandangannya saat berbicara kepada sang raja yang dia agungkan.
"Tidak... aku tak melakukan apapun, apa ada lagi yang ingin kau katakan padaku?" ucap Zotheas yang terus bertanya kepada Gluthoma, karena sepertinya Gluthoma masih belum selesai berbicara.
"Masih ada yang mulia, satu lagi... lalu bekas darah apa yang menyelimuti hampir seluruh pakaian, dan tubuh anda" ucap Gluthoma.
__ADS_1
"Ini... kebetulan sekali saat itu aku bertemu dengan orang-orang yang menyebalkan" ucap Zotheas yang membuat perkataannya langsung di cerna oleh Gluthoma. Dan setelah itu Gluthoma izin undur diri dari kediaman sang raja, dan segera kembali bertugas untuk menyelidiki tentang manusia dari bangsa Leonis yang tak lain adalah aku.