Artificial God

Artificial God
Masa Lalu Alzheimer's


__ADS_3

Sementara itu di kota Leonelf yang damai, kini bangsa yang berbeda, dan saling membenci itu mulai berteman dengan akrab. Meskipun begitu masih saja ada orang yang memiliki pendiriannya sendiri untuk tidak bergaul dengan bangsa lain selain bangsa mereka sendiri. Kini keadaan kota perkembangan dengan pesat dengan bantuan sesama untuk saling bekerja sama membangun sesuatu yang lebih hebat.


Kota Leonelf semakin besar, dan luas seiring berjalannya waktu. Perumahan yang ada di sana menjadi perumahan yang tinggi-tinggi, dan besar. Malam yang biasanya gelap, dan sepi itu sekarang sudah tiada lagi. Digantikan dengan keramaian, dan lampu-lampu yang menerangi jalanan yang membuat suasana malam itu menjadi sangat meriah.


Keadaan yang biasanya selalu waspada kini sudah mulai menghilang. Hanya canda tawa antar bangsa yang membuat keadaan ini berbeda dari sebelumnya. Sementara itu seorang Leonis sedang melihat kotanya di atas rumah miliknya.


"Ini semua berkat anak itu" ucap Mouberg sambil memandangi kota yang berbeda dari desanya sebelumnya.


"Kau benar, anak itu sudah melakukan yang terbaik untuk ini. Kalau tahu akan begini ke depannya seharusnya aku menikahkan dia dengan putriku" ucap Alzheimer's yang saat ini dia menjadi pemimpin kota ini, sementara itu Mouberg hanya menjadi penduduk kota ini.


Awalnya gelar pemimpin kota ini diberikan kepada Mouberg, namun dia menolaknya dengan beralasan karena dia merasa tidak akan sanggup untuk mengurus dua bangsa yang berbeda yang menjadi satu ini. Kemudian gelar pemimpin kota pun di serahkan kepada Alzheimer's.


"Apa!? apa anak itu melamar putrimu?" ucap Mouberg yang terkejut.


"Iya, saat itu dia mengatakan hal-hal yang indah pada putriku. Aku jadi teringat saat-saat aku masih muda, dan melamar Gyrsa saat umurku masih 367 tahun" ucap Alzheimer's. Gyrsa adalah istri dari Alzheimer's, yang sekaligus ibu kandung Elysna. Karena Alzheimer's sudah terlanjur teringat masa mudanya, Mouberg pun harus mendengarkan kisahnya. Kejadian ini sudah terulang beberapa kali sampai membuat Mouberg merasa bosan. Tapi demi perdamaian, dia harus mendengarkan ceritanya.


Ratusan tahun yang lalu, ini adalah kisah Alzheimer's ketika masih muda. Keluarga Alzheimer's secara turun-temurun adalah keluarga yang memegang gelar pemimpin desa Elf. Saat itu Alzheimer's masih belum di angkat menjadi pemimpin desa oleh ayahnya karena sikapnya yang masih kekanak-kanakan. Yaitu karena dia suka menggoda wanita dengan memanfaatkan nama keluarganya, dan tampangnya yang sangat tampan.


"Tuan muda Alzheimer's... wajahmu sangat tampan sekali. Apa aku boleh menikah denganmu?" ucap wanita yang digoda olehnya.

__ADS_1


"Hmm? entahlah, nanti aku akan mencoba menanyakan hal ini pada ayahku, sayang" ucap Alzheimer's dengan tampang yang mempesona. Tentu saja apa yang dikatakan Alzheimer's semuanya adalah kebohongan, karena sejak awal dia memang berniat untuk bermain-main saja dengan para wanita.


Kemudian wanita yang satunya lagi tidur terima dengan apa yang dia dengar, "Tidak boleh! Alzheimer's adalah milikku, jadi dia yang harus menikahi ku" ucap wanita dua.


"Apa katamu? aku adalah pacar pertamanya, kau hanyalah pacar kedua yang wajahnya tidak secantik diriku" ucap wanita satu.


"Sudahlah sayangku, kalian jangan ribut terus, kalau tidak aku pergi meninggalkan kalian, dan mencari wanita lain untuk dijadikan istriku" ucap Alzheimer's yang dalam hatinya sangat senang karena dapat memainkan banyak wanita. Namun tiba-tiba saja ada seorang wanita Elf yang berpenampilan biasa-biasa saja yang menarik perhatian Alzheimer's untuk memiliki wanita itu.


Yang sebenarnya wanita itu sangat cantik, namun dalam pandangan play boy si Alzheimer's semua wanita itu berwajah sama, dan tidak menarik. Namun entah kenapa hati Alzheimer's bergetar begitu melihat wanita itu, dan membuat dia harus memiliki wanita itu.


"Hei tunggu" ucap Alzheimer's yang segera menghampiri wanita itu, dan meninggalkan kedua pacarnya. Kemudian kedua pacarnya menahannya, "Sayang sudah cukup! jangan permainkan kami lagi" ucap pacarnya yang tidak terima dengan perlakuan buruk dari Alzheimer's.


"Ada apa tuan muda?" ucap Elf itu sambil menundukkan kepalanya dengan hormat.


"Siapa namamu?" ucap Alzheimer's.


"Namaku Gyrsa, tuan muda" ucap Elf itu dengan sopan kepada Alzheimer's yang merupakan anak daru pemimpin desa yang berkuasa.


"Jadilah pacarku..." ucap Alzheimer's sambil menggigit sekuntum bunga mawar, dan menjulurkan tangannya dengan berharap wanita itu menerima tawarannya, dan menggenggam tangannya. Namun semua yang dipikirkan itu tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan. Gyrsa menolak tawaran Alzheimer's dengan halus, dan sopan.

__ADS_1


"Maafkan aku tuan, aku tidak bisa menerima tawaran anda. Saya izin pergi dari sini" ucap Gyrsa yang segera meninggalkan Alzheimer's. Tentu saja karena perlakuan Gyrsa yang menolak tawarannya meski dengan sopan sekalipun membuat Alzheimer's marah. Karena selama ini tak ada satu wanita pun yang menolak tawarannya untuk dijadikan sebagai pacarnya.


Alzheimer's pun segera menarik tangannya dengan kasar, "Hei kau! kau itu hanya wanita rendahan jadi kau jangan berlagak di depanku yang merupakan putra dari pemimpin desa ini!" ucap Alzheimer's dengan melotot. Namun bukannya takut dengan ancaman dari putra pemimpin desa, Gyrsa malah menatapnya dengan datar.


Dan membalas perkataannya, "Kau adalah laki-laki yang buruk yang suka mempermainkan wanita. Bukan hanya itu saja, kau menggunakan nama keluarga mu untuk menarik perhatian para wanita. Lalu hatimu itu sangat busuk, dan kau bilang aku adalah wanita rendahan? bukankah kau yang lebih rendah dariku karena sikapmu yang busuk. Bahkan dirimu pun lebih rendah dari sampah" ucap Gyrsa.


Alzheimer's yang mendengar perkataan yang menjelek-jelekkan dirinya itu pun sangat marah besar kepada Gyrsa. Kemudian Alzheimer's menggunakan nama keluarganya untuk mengurung Gyrsa di balik jeruji besi. Keluarga Gyrsa sangat sedih, dan orang tuanya memohon dihadapan Alzheimer's sambil bersujud, dan menangis untuk mengeluarkan anaknya dari tahanan.


"Baiklah aku akan mengeluarkan anak anda, pengawal... bawa wanita busuk itu kesini. Aku akan menunjukkan sesuatu yang luar biasa padanya" ucap Alzheimer's yang kemudian pengawalnya membawa Gyrsa keluar dari penjara, dan membawanya di hadapan orang tuanya. Kemudian, Crat! seketika pedang yang melayang itu menebas kepala kedua orang tua Gyrsa. Kejadian itu disaksikan oleh seluruh penduduk desa.


Semua orang berprotes kepada pemimpin desa dengan perlakuan kejam anaknya. Namun hanya dengan menatap seluruh penduduk desanya dengan tatapan membunuh, seluruh penduduk desa pun terdiam, dan segera meninggalkan tempat itu. Kini Gyrsa sedang menangis dengan kencang sambil memeluk kedua orang tuanya.


Sungguh ini adalah perbuatan yang sangat kejam, bahkan ayahnya Alzheimer's pun tidak menentang kejadian ini. Karena dahulu ayahnya pun bersikap sama persis seperti anaknya dahulu. Suka bermain-main dengan para wanita, bahkan menganggap nyawa seseorang dengan enteng, dan tidak berarti apa-apa.


"Hiks hiks... kenapa... kau sampai melakukan ini?" ucap Gyrsa yang menangis dengan lemah karena melihat orang tuanya mati di penggal di hadapannya.


"Kenapa? tentu saja sampai kau mau menerima tawaran ku untuk menjadi pacarku" ucap Alzheimer's.


"Bunuh saja aku... dari pada aku harus menjadi pacar seseorang yang busuk" ucap Gyrsa yang kemudian Alzheimer's menebas rambutnya dengan sangat kesal, "Kau masih berani berkata begitu padaku! padahal saat ini nyawamu dalam genggaman ku!" ucap Alzheimer's dengan kesal sambil menggenggam pedangnya dengan erat sampai bergemetar ingin membunuhnya.

__ADS_1


"Aku tidak peduli lagi pada nyawaku! huhu... aku sangat membencimu! hiks, aku tidak akan pernah memaafkan mu!" ucap Gyrsa sambil menangis dengan kencang yang tetap memeluk kedua orang tuanya yang tanpa kepala itu. Sementara itu Alzheimer's yang melihatnya itu semakin geram, dan ingin membunuhnya... kemudian, Crat! lagi-lagi pedang itu menebas seseorang.


__ADS_2