
Para peserta dengan nomor urut ke dua belas ini sangat mengejutkan banyak peserta lainnya. Pertarungan mereka sangat sengit, luar biasa, namun rasanya salah satu orang yang sedang bertarung itu tidak asing bagiku. Ah aku baru ingat kalau dia adalah orang yang menduduki juara kedua dalam latihan fisik push up tadi. Kalau tidak salah nama peserta itu adalah Ylict, tapi lawannya ternyata juga tangguh. Aku lupa dia peserta dengan juara ke berapa, tapi sepertinya dia memiliki pengalaman bertarung yang hebat.
"Lihat lihat! mereka bertarung dengan luar biasa! ini benar-benar di luar dugaan! mereka sudah seperti dua binatang buas yang sedang bertarung saja!" ucap pembawa acara itu yang membuat ruangan ini menjadi semakin memanas, dan menyenangkan.
Mereka saling adu pukul, dan membalas serangan satu sama lain. Sepertinya mereka berdua benar-benar imbang dalam pertarungan fisik. Namun sementara itu saat aku, dan Elysna sedang menikmati pertarungan mereka, tiba-tiba saja Toro, dan anggota grupnya menghampiri ku dengan wajah yang menyebalkan.
"Sialan tangguh juga kau nomor dua!" ucap pria yang melawan Ylict yang bernama Keange. Dia memiliki tatapan yang menusuk bagi siapa saja yang menatapnya balik. Tapi sementara itu Ylict memiliki hawa keberadaan yang menakutkan.
"Kau juga tangguh, tapi... aku yang akan memenangkan pertarungan ini!" ucap Ylict yang melayangkan pukulannya yang merupakan pukulan akhir untuk memenangkan pertarungan ini, dan lolos ke babak selanjutnya. Buagh! Keange yang merupakan lawan Ylict yang tangguh langsung tumbang begitu Ylict memberikannya pukulan pamungkas miliknya, yang mengakhiri nya dalam sekali pukulan yang kuat.
Semua orang bersorak-sorai atas kemenangan Ylict, dan tentunya yang paling berisik di antara mereka adalah si pembawa acara itu yang terlihat kegirangan setiap kali dia melihat orang-orang saling bertarung satu sama lain. Dia terlihat seperti monster kecil yang hanya bisa menatap mereka dari jauh.
"Baiklah! dengan begini! pertarungan kali ini di menangkan oleh Ylict! silahkan kalian berdua bisa pergi ke ruang tunggu di sebelah sana sekarang!" ucap sang pembawa acara itu yang membuat para peserta lainnya terkejut terutama Keange yang kala dari pertarungan melawan Ylict.
Semua orang bertanya-tanya kenapa yang lolos bisa menjadi dua orang, sementara itu sang pembawa acara segera mengatakan sesuatu kepada semuanya, "Ah benar juga, sepertinya aku lupa mengatakan kalau yang menentukan seseorang lolos atau tidaknya adalah dari kemampuan mereka. Bukan dari siapa yang kalah, lagi pula peserta yang lolos kan totalnya 32 untuk lanjut ke babak berikutnya. Jadi kami akan mengambil 7 orang yang berpotensi untuk lolos ke babak berikutnya meski dia mengalami kekalahan" ucap sang pembawa acara yang membuat pertanyaan semua orang yang kebingungan terjawab.
Lalu setelahnya peserta dengan nomor urut tiga belas maju ke depan untuk melanjutkan acara pertarungan ini. Sementara itu aku, Elysna, dan Toro yang sedang bersama dengan teman-temannya mendatangi kami untuk bertanya kepadaku tentang nomor peserta yang ku dapatkan.
__ADS_1
"Langsung saja ke intinya, aku tidak ingin berlama-lama berbicara dengan kalian. Kau, yang mengaku sebagai pemimpin dari teman-teman mu. Kau mendapatkan urutan nomor berapa?" ucap Toro dengan menunjukkan ekspresinya yang sama sekali tak menyukai ku. Sejak tadi pagi karena ulah yang di buat oleh Tygruth, Toro menjadi seperti ini. Padahal dia adalah orang yang sabar sebelumnya, apa sebenarnya selama ini dia menahan amarahnya pada kami?.
"Aku? aku mendapatkan urutan nomor terakhir!" ucapku yang menunjukkan kertas peserta milikku kepada Toro. Namun seketika wajah mereka tersenyum menyeringai setelah aku memberitahu urutan peserta milikku. Kemudian Toro memegang kepalaku, dan memperlakukan ku dengan anak kecil.
Sementara itu Sheran salah satu anggota wanita di grup Toro berjalan menghampiri Elysna, dan berkata, "Gadis manis... berbahagialah!" ucap Sheran yang kemudian pergi bersama dengan Toro, dan yang lainnya dengan wajah yang meremehkan kami. Saat mereka pergi, dan memperlihatkan punggung mereka kepada kami, mereka melempar sebuah kertas kepada kami.
Kertas yang berisi nomor dua puluh satu, dan dua puluh lima. Yang artinya mereka adalah lawan bertarung kami, entah siapa di antara mereka yang akan menjadi lawan bertarung kami. Karena sejak tadi nomor urut mereka belum di panggil. Tapi meski begitu... kami tidak akan membiarkan mereka memenangkan pertarungan ini. Mau bagaimana pun juga! kita harus memenangkan pertarungan ini, dan menjadi lebih kuat lagi, hingga melampaui batas.
"Hei Elysna..."
"Ya..."
"Cih, tentu saja... tanpa kau beritahu pun aku sudah pasti melakukannya"
"Bagus... aku sudah tidak sabar... sampai-sampai tubuhku bergetar"
Lalu setelah itu kami melanjutkan menonton pertarungan berikutnya dengan perasaan semangat, dan ketidak sabaran untuk pertarungan mereka. Saat ini kedua pasangan gila itu semakin gila begitu tahu siapa lawan mereka. Mereka menyalakan api semangat mereka yang membara di jiwa mereka. Mereka berdua tersenyum menyeringai sendiri, dan membuat para peserta yang melihatnya sedikit merasa takut dengan tingkah mereka yang aneh.
__ADS_1
"Peserta dengan nomor urut lima belas silahkan maju ke depan!" ucap pembawa acara yang terlalu bersemangat. Kemudian aku, dan Elysna semakin tersenyum melihat siapa yang maju ke depan. Dia adalah salah satu anggota grup Toro, yaitu... Milan. Pria berbadan besar yang sama seperti pemimpin mereka, yang wajahnya juga tak kalah menyeramkan dari pemimpin mereka.
Maju dengan gagah berani, dia berjalan dengan langkahnya yang berat, dan membuat lawannya terlihat tak berdaya. Dengan senyumannya yang menakutkan, dan dia membuang puntung rokok miliknya yang sudah di hisap habis, "Wuah! apakah ini adalah sosok yang akan menjadi pemenang selanjutnya! sepertinya lawannya sangat tidak di untungkan karena mendapatkan lawan yang terlihat seperti monster itu!" ucap pembawa acara yang membuat mental lawan Milan menjadi hilang.
"Aku tidak akan kalah dari pria ini! akan ku hajar dia sampai tak tersisa satupun bagian tubuhnya!" ucap lawan Milan yang terlihat hanya menggertak, dan ingin terlihat keren di depan para peserta lainnya.
"Wah wah! ternyata mental pria ini sangat berani juga! baiklah tunggu apa lagi! pukul gongnya!" ucap pembawa acara itu kepada tim pemukul gong.
Dong! akhirnya suara gong terdengar juga yang menandakan pertarungan mereka sudah di mulai. Sat! dengan cepat Milan berlari ke arah lawannya, dan berdiri tegak di depannya dengan tatapan yang mengerikan, yang membuat lawannya terlihat ketakutan.
"Kecepatan otot macam apa itu!? dia bukan hanya kuat, tapi juga cepat! mesin pendeteksi energi sihir sama sekali tak merasakan adanya dia menggunakan energi miliknya untuk memperkuat, dan mempercepat langkahnya. Jadi itu adalah kecepatan gerakan murni hasil latihan nya!" ucap pembawa acara itu yang terlihat kagum.
Kemudian Milan mengangkat lawannya dengan satu tangan, "A-aku... menyerah!" ucap lawannya yang kehilangan mentalnya setelah menyadari kalau lawannya Milan bukanlah tandingan baginya.
"Hahaha! dia adalah peserta pertama yang mengakui untuk menyerah! Haha!... baiklah kalau begini apa boleh buat, pertarungan ini..." ucap pembawa cara itu yang ingin menghentikan pertarungan mereka. Namun sebelum pertarungan mereka dinyatakan berakhir, Milan lebih dulu membanting tubuh lawannya dengan sangat kuat.
Semua orang yang melihatnya terlihat ketakutan, dan bersyukur kalau lawannya bukanlah monster sepertinya. Namun meski begitu, Milan tidak di diskualifikasi karena perbuatannya, karena dia melakukannya sebelum pertarungan nya berakhir. Jadi mereka menganggap semuanya adalah hal yang terjadi dalam pertarungan.
__ADS_1
Namun... aku... merasa kesal kepadanya... aku... benar-benar... marah...