
Sebelum kami masuk ke dalam tempat test yang menentukan siapa yang akan menjadi peserta di arena kerajaan. Aku, dan teman-teman ku memperbincangkan sesuatu yang sangat penting untuk ujian masuknya. Boa Boa memberitahu kami hal terpenting tentang kelemahan grupnya Toro.
Awalnya kami sangat terkejut karena seorang Boa Boa dapat mengumpulkan informasi yang sangat penting itu. Tapi ternyata setelah dia mengatakan semuanya, ternyata informasi itu berasal dari Yuki. Kami cukup terkejut dibuatnya, namun setelah Boa Boa mengatakan kalau Yuki dapat mengetahui kelemahan lawannya karena kekuatan alami ras yang dimilikinya, kami tampak lega.
"Entah kenapa firasat ku mengatakan kalau aku akan berhadapan dengan Toro" ucapku dengan sangat yakin sambil menunjukkan wajah serius ku.
"Oh iya, untuk pria besar yang memimpin anggota nya. Tentang kelemahan dia..."
Balik lagi ke saat aku sedang bertarung dengan sengit melawan Toro. Dia benar-benar pria yang tangguh, semua serangan pukulan, dan tendangan ku di halau olehnya. Melihat dari gaya bertarungnya, dia pasti sudah sering bertarung dengan seseorang menggunakan kekuatan fisiknya.
Wush... Shuu... Toro melayangkan tinjunya sampai mengeluarkan suara angin yang keras. Tapi untungnya aku dapat menghindari serangannya yang mengerikan itu. Mungkin saja kalau aku terkena pukulan telak darinya, aku bisa langsung tumbang. Tapi... menurut ku itu adalah diriku yang dulu, dibandingkan dengan diriku yang sekarang yang sudah jauh lebih kuat, mau berapa kali pun aku di hajar oleh lawan, aku tak akan pernah tumbang
"Kau bermain dengan baik" ucap Toro sambil tersenyum.
"Kau juga, huh..."
Kami terus melayangkan serangan satu sama lain, namun rasanya pertarungan ini dapat dikatakan seimbang. Tidak ada satupun yang menonjol dari kedua pihak, mereka bertarung dengan sangat sengit, dan luar biasa. Pukulan demi pukulan, tendangan demi tendangan, mereka melayangkan semua serangan itu dengan sangat hebat.
"Ini adalah pertarungan yang gila!"
"Karena ini adalah pertarungan terakhir, mereka menyiapkan peserta unggulan"
"Tak ku sangka pria yang suka ikut campur masalah orang lain juga hebat dalam pertarungannya"
"Dia tidak hanya bercakap besar"
Semua orang terlihat sangat asik melihat pertarungan kami. Mereka bersorak, dan mendukung pertarungan kami tanpa berat sebelah. Namun sementara itu ada satu orang yang sangat heboh dari pada seluruh penonton yang bersorak karena pertarungan kami yang terlihat seru dimata mereka.
Tentu saja orang itu adalah, "Ini sangat gila! pertarungan yang benar-benar gila! mereka bertarung seperti orang gila! rasanya aku akan gila!" ucap sang pembawa acara yang sepertinya kehilangan akal karena terlalu menikmati pertarungan ku dengan Toro.
__ADS_1
Bugh! akhirnya salah satu dari mereka berhasil membuat pukulan itu masuk dengan suara yang sangat keras. Orang itu adalah Toro, dia berhasil menyerang ku yang membuatku terpukul mundur olehnya. Serangannya benar-benar sangat dahsyat sekali, tapi syukurlah aku dengan sigap menahan pukulannya yang mengerikan itu dengan kedua lenganku.
Setelah terkena pukulan darinya meski aku menahannya, rasanya lenganku terasa nyeri sekali. Jika seperti ini terus bisa-bisa aku akan kalah, sekarang aku mendapatkan kerugian karena rasa nyeri di tanganku. Sementara rasanya dia sama sekali tak bergeming setelah menerima serangan ku sedari tadi.
"Apa kau terkejut?" ucap Toro sambil terkekeh.
"Heh... sepertinya kau terlalu meremehkan ku, ya... mulai sekarang aku akan lebih serius" ucapku sambil mengepalkan kedua tanganku, dan bersiap maju kehadapan nya untuk membungkam mulutnya yang menyebalkan itu.
Wush! aku segera melesat maju, dan melayangkan tinju, kemudian tendangan dengan berurutan. Aku terus melayangkan serangan ku dengan bertubi-tubi kepadanya dari segala arah. Toro tampak terkejut, dan sedikit kewalahan menangkis semua serangan ku. Kemudian aku sedikit menaikan tempo serangan ku semakin lama aku melayangkan serangan ku kepadanya.
Bagh! bugh! duagh! aku terus menghajarnya tanpa henti hingga akhirnya dia mengamuk, dan memukul pipi kiriku dengan serangan telak yang dapat membuatku terpelanting. Dia tampak sedikit kelelahan setelah menerima semua serangan tadi, dan membuat serangan mendadak yang dapat membuatku terpental tadi. Semua orang bersorak, karena suasana pertarungan semakin memanas
"Dasar sialan, ternyata kau belum mengerahkan semua kekuatan mu" ucap Toro yang tak lagi memandang ku dengan remeh.
"Sepertinya kau juga begitu... mulai sekarang keluarkan seluruh kemampuan mu, karena aku... akan mengerahkan seluruh kemampuan ku" ucap ku yang bangkit kembali setelah terpental, dan jatuh karena serangan telak Toro.
Sementara itu anggotanya Toro membicarakan tentang pertarungan ku, dan pemimpin mereka. Tentang siapa yang lebih unggul, dan siapa yang mengalami kerugian. Tentu saja mereka pasti akan lebih memihak pemimpin mereka ketimbang orang yang mereka anggap menyebalkan.
"Tenang saja, bagaimana pun juga posisi tuan Toro lebih unggul dari pada pria kecil yang menyebalkan itu" ucap Milan dengan berterus terang.
"Apa yang membuatmu berpikir begitu?" ucap Martis yang tiba-tiba ikut dalam pembicaraan ini. Anggota yang lainnya tampak tak suka dengan keberadaan nya yang tiba-tiba masuk ke dalam pembicaraan mereka.
"Apa kau memihak pria menyebalkan itu?" ucap Milan dengan nada kesal.
"Tentu saja tidak, aku hanya meminta pendapat mu soal pertarungan ini" ucap Martis dengan tatapan datar.
"Kau meminta pendapat ku sialan? tentu saja mau dilihat bagaimana pun juga pria kecil itu lemah, dan dia sudah menerima pukulan telak sebanyak dua kali dari tuan Toro. Sementara sepertinya tuan Toro hanya sedikit lelah karena serangannya yang seperti kapas, dan tentu saja posisi tuan Toro lebih unggul dari pada pria itu yang wajahnya sudah dibuat bonyok oleh tuan Toro hanya dengan sekali pukulan" ucap Milan yang terlalu mengagungkan pemimpin mereka.
"Apa menurutmu begitu?..." ucap Martis.
__ADS_1
"Tentu saja sialan!" ucap Milan yang merasa kesal dengan sikap Martis yang terlihat tidak mendukung pimpinannya.
"Menurut ku ada dua kemungkinan, yang pertama, mereka akan seimbang... lalu yang kedua..."
Bagh! Bugh! tak! buagh! duagh!
"Oh tidak! apakah pertarungan ini akan berakhir!? sepertinya salah satu peserta sudah kewalahan melawan lawan yang dia hadapi. Pukulan demi pukulan terus dia terima dengan kakinya yang sudah bergemetar. Ah sayang sekali, sepertinya pertarungan yang mencengangkan ini akan segera berakhir!" ucap sang pembawa acara yang merasa kecewa karena pertarungan ini akan segera berakhir. Padahal ini adalah pertarungan favoritnya.
Kembali ke perkataan Boa Boa sebelumnya saat sebelum semua ini di mulai. Gernath mendengar sesuatu yang membuatnya terkejut lalu tersenyum hingga akhirnya membuat dia tertawa terbahak-bahak. Yang membuat Gernath tertawa terbahak-bahak itu karena perkataan Boa Boa tentang Toro.
"Oh iya, untuk pria besar yang memimpin anggota nya. Tentang kelemahan dia... dia sama sekali tak memiliki kelemahan" ucap Boa Boa yang saat itu kata-katanya membuat Gernath tertawa terbahak-bahak. Semua teman-temannya yang melihatnya begitu kebingungan, dan menganggap aku gila.
Tapi..., "Meskipun dia tak memiliki kelemahan pun, aku lah yang akan menang darinya. Kau pikir aku akan membiarkan diriku kalau, dan berbaring di atas tanah seperti dulu kemudian menyesali semua yang terjadi? aku tak akan kembali kepada diriku yang dulu, sialan!" ucapku yang saat itu sangat percaya diri kalau aku akan memenangkan pertarungan ku dengan Toro jika kami akan berhadapan.
Tapi..., "Ah sialan!... lagi-lagi seperti ini! brengsek!"
"Oh tidak! peserta Gernath jatuh tersungkur setelah menerima pukulan bertubi-tubi yang mematikan dari Toro!" ucap sang pembawa acara yang semakin kecewa karena pertarungan yang menyenangkan akan berakhir seperti ini.
"Gernath!? bertahanlah... jika kau masih kuat, tapi jika tidak..." ucap Elysna dalam batin yang tak kuat melihat diriku mengalami kekalahan, setelah melihat semangat juang ku saat sebelum masuk ke dalam tempat pertarungan ini. Elysna benar-benar tak tega melihat ku yang mengalami kekalahan untuk sekian kalinya lagi.
"Dasar bodoh! padahal saat itu kau sudah sangat yakin kalau kau akan menang. Tapi apa-apaan sosok mu yang menyedihkan ini sialan!. Bukankah kau sudah berjanji tidak akan kembali seperti dulu! brengsek!" ucap Tygruth dalam batinnya yang merasa geram.
"Gernath! kau adalah orang yang baik, karena kau adalah orang yang baik... kumohon menangkan pertarungan mu... huhu" ucap Boa Boa dalam batinnya, sambil menangis tersedu-sedu yang menarik perhatian banyak orang.
Sementara itu di sisi lain, "Hahaha! sudah ku duga pasti tuan Toro akan menang!" ucap Milan dengan bangga.
"Apa dia baik-baik saja?" ucap Sheran dalam batinnya.
"Hah... syukurlah tuan Toro menang" ucap Nizard dengan lega karena rasa khawatirnya pada pemimpin nya telah terbalaskan.
__ADS_1
"Baiklah semuanya! ayo kita hitung mundur dari sepuluh! kalau peserta Gernath tidak bangkit dari tempatnya. Maka dinyatakan dia telah kalah di pertarungannya!" ucap sang pembawa acara yang kemudian mereka menghitung mundur secara bersamaan.
"Sepuluh!... sembilan!... delapan!... tujuh!... enam!... lima!... empat!... tiga!... dua!..." ucap mereka secara bersamaan yang kemudian pada akhirnya pertarungan itu...