Artificial God

Artificial God
Grup The Light


__ADS_3

Sementara itu di suatu tempat, terdapat perkumpulan orang-orang yang memiliki kemampuan yang cukup hebat. Nama mereka juga kini sudah mulai tersebar, mereka adalah orang-orang baik yang juga ikut serta membantu, dan menyelamatkan desa. Orang-orang itu hadir setelah mendengar nama grup Shan yang merupakan grup pahlawan yang menyelamatkan dunia.


Karena itulah sekelompok orang itu mulai tercipta dengan ambisi yang ingin melebihi kami. Orang-orang itu menyebutkan diri mereka sebagai, "The Light". Grup mereka terdiri dari lima orang saja, meskipun begitu mereka adalah orang-orang kuat yang di akui oleh banyak orang.


"Sheran... apa masih jauh lagi?"


"Tidak... sedikit lagi kita akan sampai, ketua Toro"


"Hahahaha! aku sudah tidak sabar untuk membantai orang-orang brengsek itu!" ucap seseorang yang menggunakan penutup mata.


"Berisik kau Nizard... dasar bodoh, kau nanti akan kesulitan lagi seperti pertarungan sebelumnya" ucap orang disebelahnya yang menggunakan sarung tangan hitam sambil menyeringai kepada Nizard.


"Kau!... apa kau ingin ku hajar, Milan!?" ucap Nizard yang kesal mendengar penghinaan itu dari mulut Milan.


"Apa kalian bisa diam!?" ucap pemimpin mereka, Toro yang membuat mereka terdiam.


"Dasar menyebalkan... lebih baik aku menjalani tugas ini sendiri saja, dari pada bersama orang-orang Konyol seperti mereka" ucap anggota lainnya yang terakhir dalam batinnya yang merasa kesal melihat anggota lainnya yang tidak bisa akur seperti anak kecil.


Kemudian kelompok itu terus bergerak menuju tujuan mereka. Ya, mereka saat ini sedang bergerak ke arah kerajaan Gygash, beberapa saat yang lalu mereka juga menemukan kerajaan yang hancur lebur, dan satu prajurit yang tersisa dalam keadaan kritis. Lalu prajurit itu mengatakan hal yang sama seperti apa yang dikatakan prajurit yang mengatakan hal itu pada grup Shan.


Karena itulah para pahlawan yang dapat di bilang sedang naik daun ini sedang bergerak menuju ke kerajaan Gygash. Mereka melakukan semua ini demi harga diri mereka sebagai sosok pahlawan yang dapat percaya tidak luntur, hanya karena mengabaikan kerajaan itu.

__ADS_1


Mereka terus bergerak, dan bergerak hingga akhirnya mereka menemukan sebuah toko aneh yang ada di dalam hutan. Mereka berpikir orang bodoh mana yang mau membuka toko makanan di tengah-tengah hutan seperti ini, memangnya ada yang membeli nya. Namun karena mereka semua lapar, akhirnya mereka berhenti di kedai makanan itu, untuk makan.


"Selamat malam paman... menu apa saja yang di sediakan di kedai ini?" ucap Milan dengan sopan, dan ceria kepada seorang kakek yang membangun kedai makanan di tengah-tengah hutan ini. Ternyata dia hanya seorang diri yang membangun kedai di hutan ini.


"Oh... akhirnya ada pelanggan lagi... senangnya, kalian bisa lihat menunya di atas" ucap kakek yang menunjukkan jarinya ke sebuah spanduk hitam yang bertuliskan menu makanan yang di sediakan di toko itu.


"Lagi!?..." gumam Toro.


"Woah! ternyata harga makanan disini murah-murah sekali! aku pesan ramen paman!" ucap Milan yang terlihat sangat bersemangat.


"Aku juga" ucap yang lainnya, dan akhirnya mereka semua memesan makanan yang sama di kedai yang super murah itu.


"Oh ya paman... kenapa paman membuka kedai di tengah-tengah hutan seperti ini?" ucap Sheran yang sedang menyantap makanannya yang sudah hangat.


"Paman hanya iseng saja membuka kedai disini. Karena kedai paman yang ada di desa sangat sepi karena banyak yang membuka kedai makanan juga, dan paman kalah saing. Meskipun paman sudah menaruh harga yang sangat murah, kedai paman tetap saja sepi.


Hingga akhirnya paman iseng membuka kedai disini, dan ternyata banyak orang petualang seperti kalian yang tak sengaja mampir ke kedai paman" ucap paman itu.


"Jadi begitu... lalu apakah beberapa saat yang lalu ada sekelompok orang yang datang ke sini lebih dulu dari kami? aku masih bisa merasakan hawa keberadaan yang mereka yang tertinggal disini... aura mereka... terasa sangat kuat" ucap Toro dengan serius.


Kemudian kakek tua itu mulai mengerutkan dahinya untuk mengingat siapa yang datang sebelum kelompok The Light ini. Hingga akhirnya kakek itu mengingat nya, "Ah benar juga! beberapa hari yang lalu para pahlawan dunia grup Shan datang ke kedai ini" ucap paman itu yang membuat Toro terkejut.

__ADS_1


Yang membuat Toro terkejut bukan karena mendengar kata grup Shan. Akan tetapi yang membuat dia terkejut adalah, hawa keberadaan mereka masih sangat terasa di kedai ini meski sudah berhari-hari berlalu. Itulah yang membuat pemimpin grup The Light sangat terkejut, dan terdiam setelah mendengar cerita sang kakek pemilik kedai ini.


Kemudian kakek itu melanjutkan ceritanya, "Lalu mereka bilang, mereka ingin menyelidiki suatu kerajaan... uh... kakek lupa nama kerajaan itu... kalau tidak salah Guis... ah bukan, aduh kakek benar-benar lupa nama kerajaan yang ingin mereka selidiki itu" ucap kakek itu yang membuat Toro segera berlari dengan kencang meninggalkan kedai itu.


"Semuanya! ayo kita pergi!" ucap Toro yang sudah lari lebih dulu.


"Eh!? apa? secepat ini?" ucap Sheran yang masih belum menghabiskan makanannya.


"Sudahlah... ikuti saja arahannya, dasar wanita bodoh!" ucap anggota lainnya.


"Dasar Martis... dia selalu kasar kepada siapapun... baiklah aku pergi! eh!? Nizard? apa kau tak pergi?" ucap Sheran yang menghentikan langkahnya.


"Kalian pergi saja dulu... aku masih mau makanan disini... ah sisa makanan mu untukku ya" ucap Nizard yang masih melahap ramen ramen itu. Kemudian Sheran pergi meninggalkan Nizard sendirian yang masih berada di kedai itu yang sedang lahap makan ramen. Sementara itu Milan juga sudah pergi lebih dulu dari yang lain saat pertama kali Toro pemimpin mereka menyuruh mereka melanjutkan perjalanannya.


Karena Milan sudah menghabiskan makanannya lebih dulu dari yang lain. Sheran meninggalkan Nizard sendirian di kedai makanan itu bukan tanpa alasan. Akan tetapi Nizard bisa menyusul kami dengan cepat kapan pun dia mau. Karena dia memiliki kecepatan yang sangat luar biasa, kecepatannya itu... benar-benar tidak terkalahkan.


"Ah... lezat sekali... eh!? jangan bilang... kalau yang lainnya belum membayar makanan mereka!" teriak Nizard yang kesal kepada anggota lainnya karena pergi begitu saja tanpa membayar makanan yang mereka pesan.


"Totalnya menjadi satu koin perak" ucap paman itu, yang kemudian Nizard memberikan satu koin perak satu-satunya yang dimilikinya kepada paman itu. Setelahnya... wush! dengan secepat kilat Nizard berkumpul kembali bersama dengan anggota grup The Light lainnya, "Dasar kalian! apa kalian sengaja meninggalkan ku agar aku yang membayar makanan kalian! cepat bayar masing-masing dari kalian dua puluh koin tembaga!" ucap Nizard dengan kesal.


Di dunia ini... mereka sudah menggunakan sistem uang untuk alat pembayaran yang sah. Mereka tidak lagi melakukan barter, atau hal semacamnya untuk alat pembayaran. Di dunia ini seratus koin tembaga sama dengan satu koin perak, dan seratus koin perak sama dengan satu koin emas.

__ADS_1


__ADS_2