
Hari ini bapak pemilik tavern yang memberikan kami izin untuk menginap disini dengan bayaran menjadi pekerja disini menghampiri kami. Kami terkejut sekaligus senang karena bapak pemilik tavern itu memberikan kami waktu liburan selama tiga hari. Yang artinya kami bisa bersenang-senang selama tiga hari tanpa bekerja disini.
Ini adalah hari keberuntungan kami karena kami benar-benar tak menyangka kalau bapak pemilik tavern memiliki sifat yang seperti ini. Yang padahal biasanya dia selalu marah-marah pada kami, itu pun karena aku selalu telat bangun untuk bekerja sih, haha. Tapi aku sangat berterima kasih kepada bapak pemilik tavern karena sudah memberikan kami waktu istirahat, aku bertekad pada diriku untuk bekerja lebih baik ke depannya.
Aku tidak akan telat bangun pagi, dan tidak lagi kabur melarikan diri dari pekerjaan yang di tugaskan padaku. Hari ini kami berlima akan pergi bersantai mengelilingi kota kerajaan, sambil membeli barang-barang yang dibutuhkan. Bapak pemilik tavern juga memberikan kani hadiah liburan, hadiahnya berupa sepuluh koin tembaga setiap orang.
"Udara yang segar!... aku ingin berendam di pemandian air panas! siapa yang mau ikut dengan ku!" ucapku yang memimpin perjalanan liburan ini, dan berjalan di tengah-tengah teman-teman ku.
"Tidak buruk... tapi kau tidak berpikir untuk macam-macam kan?" ucap Tygruth yang mencurigai ku dengan tatapannya yang menusuk.
"Tentu saja tidak! kau pikir aku ini adalah tokoh utama pria yang mesum hah?" ucapku yang tidak terima kalau Tygruth mencurigai ju macam-macam yang padahal bukan sifat ku.
"Baiklah aku ikut! Boa Boa kau juga ikut kan?" ucap Elysna yang tampak sangat setuju dengan usulan yang ku berikan untuk liburan di haru pertama ini.
"Iya! aku ikut... rasanya badan ku pegal semua" ucap Boa Boa dengan penuh semangat. Tentu saja kami sangat lelah karena sudah bekerja tanpa liburan, dan pemandian air panas adalah tempat yang pas untuk menghilangkan rasa penat yang sudah menumpuk selama ini.
"Yuki? ada apa? kenapa wajah mu merah?" ucap Elysna yang merasa khawatir kalau Yuki sedang tidak enak badan karena wajahnya merah. Namun begitu Elysna meletakkan tangannya di dahinya, Elysna sama sekali tak merasakan kalau Yuki sedang demam. Malah kondisi tubuhnya terlihat baik, dan segar.
__ADS_1
"Umm... apa itu artinya aku akan mandi bersama kalian?" ucap Yuki dengan suaranya yang imut, dan malu-malu.
"Tentu saja, kau tidak perlu takut karena hanya ada sekumpulan wanita di pemandian khusus wanita" ucap Elysna.
"Se-sekumpulan!? le-lebih baik aku mandi ke tempat pemandian pria saja" ucap Yuki yang membuat kami terkejut mendengar hal itu dari mulut seorang anak kecil yang imut, dan polos. Yuki kami yang imut, dan polos itu tidak mungkin kan berpikir hal yang tidak-tidak? ada apa yang membuat Yuki ingin pergi ke pemandian air panas pria?.
"Eh!? Yu-yuki... si-siapa yang mengajari hal mesum itu padamu?" ucap Boa Boa yang terkejut sambil menutup mulutnya.
"Ti-tidak ada... ha-hanya saja aku... uh..." ucap Yuki yang menutupi wajahnya dengan tangannya yang kecil, dan menggemaskan. Dia terlihat masih malu-malu kepada kami, sepertinya dia masih merasa tidak enak untuk tinggal bersama kami.
Kemudian kami melanjutkan perjalanan kami ke pemandian air panas dengan berjalan santai di pagi hari yang hangat, dan segar. Tapi selama perjalanan Yuki masih terlihat malu-malu, dan wajahnya semakin merah begitu kami semakin mendekati tempat tujuan.
Lalu akhirnya kami sampai di depan bangunan tempat pemandian air panas. Sebelum kami masuk Yuki membuat masalah, karena dia tak mau masuk. Akhirnya kami terus menunggu dengan sabar sambil membujuk Yuki untuk masuk ke dalam. Kami membujuknya dengan mengatakan akan membeli makanan kesukaannya, dan mainan.
"Apa mereka orangnya?" ucap seseorang yang berdiri di atas bangunan sambil memperhatikan kami dari jauh.
"Iya... tidak salah lagi... aku bisa merasakan kekuatannya dari segala tempat yang pernah mereka kunjungi. Rasa kekuatan mereka sama seperti yang ku rasakan di berbagai tempat" ucap seseorang kepada rekannya sambil duduk di pinggiran bangunan.
__ADS_1
Setelah itu kami harus berpisah untuk ke tempat pemandian masing-masing, untuk pria, dan wanita. Aku sudah tak sabar untuk merasakan panasnya air di pemandian ini. Aku masuk sambil berjalan cepat, karena lantainya licin, dan langsung melompat ke kolam pemandian air panas itu.
Byur! "Segar sekali! rasanya sangat nikmat sampai membuat tubuhku segar kembali!" ucapku sambil berendam di kolam air panas.
"Dasar kau ini, padahal sudah dewasa tapi sikap mu masih seperti anak kecil" ucap Tygruth yang berjalan masuk ke kolam, dan merendamkan seluruh tubuhnya ke dalam kolam air panas.
"Lagi pula di sini tidak terlalu ramai, hanya ada satu, dua, tiga, eh!? kau!?" ucapku yang terkejut saat menghitung jumlah orang yang berada di pemandian air panas pria, begitu aku melihat kalau pria bertopeng aneh itu sedang berendam di pemandian ini lebih dulu dari kami. Kemudian setelahnya, karena aku berteriak sambil menunjuk pria bertopeng itu.
Pria bertopeng itu segera menghampiri kami, dan bergabung bersama kami, "Kebetulan sekali kalian berada disini juga? apa kalian datang ke sini untuk menemui ku sekaligus berendam?" ucap pria bertopeng itu yang taj tahu malu dengan perkataannya.
"Tentu saja tidak bodoh, siapa juga yang mau mencari mu. Tapi ngomong-ngomong... kenapa kau berendam sambil menggunakan topeng?" ucapku yang merasa kesal karena dia selalu saja memakai topengnya, dan membuatku semakin penasaran dengan wajahnya yang ada di balik topeng itu.
"Haha! tentu saja agar aku tetap hidup, kalau aku tak menggunakan topeng aku bisa mati" ucap pria bertopeng itu dengan perkataannya yang tak masuk akal. Benar-benar orang yang sangat menjengkelkan sekali, kami sangat sial sekali karena hari pertama liburan kami harus bertemu dengan orang seperti nya.
"Lalu artinya nyawamu ada pada topeng itu? konyol sekali" ucap Tygruth yang ikut meras jengkel dengan pria bertopeng itu.
Lalu setelahnya pria bertopeng itu terus mengajak kami mengobrol ke dalam topik yang tidak jelas. Kami sangat lelah mendengar ocehannya yang tak berarti tanpa henti dia terus berbicara. Aku ingin sekali memiliki kekuatan yang membuat mulut seseorang terdiam untuk sementara waktu, atau selama nya. Namun aku, dan Tygruth terpaksa harus mendengarkan ocehannya yang tidak berarti itu selama di pemandian air panas.
__ADS_1