
Di suatu tempat sebelum pertarungan para peserta Gladiator bertarung di Colosseum. Lebih tepatnya sedang berada di ruangan pribadi sang raja yang mulia Zotheas. Kemudian Gluthoma datang menghampirinya karena permintaan sang raja. Seperti biasa dia selalu saja menggunakan sebuah topeng untuk menutupi wajahnya meskipun saat ini hanya sang raja lah yang mengetahui rupa Gluthoma karena dialah yang memungut Gluthoma saat itu.
"Ada apa yang mulia?" ucap Gluthoma sambil mempersembahkan diri.
"Sebentar lagi akan acara di Colosseum akan segera di mulai. Berperan lah sesuai peran masing-masing, sampai saatnya tiba" ucap Zotheas yang terlihat bersemangat untuk hadir dalam perang besar tiba, itulah yang dia maksud dari perkataannya.
"Baiklah yang mulia..." ucap Gluthoma.
Sementara itu beberapa jam sudah berlalu dan saat ini para peserta sudah berada di tempat khusus bagi para peserta Gladiator. Mereka akan mulai bertarung begitu nama mereka di panggil secara bergiliran sesuai jadwal yang diberikan. Sementara itu yang belum terpanggil akan tetap di ruangan khusus di dalam tanah Colosseum.
Meskipun begitu mereka masih bisa melihat pertarungan para gladiator yang lebih dahulu baku hantam di arena Colosseum karena terdapat sebuah layar sihir yang akan memperlihatkan pertarungan itu. Mereka sangat bersemangat sekali dan membuat ruangan ini menjadi lebih mengerikan.
Click! tiba-tiba saja layar sihir itu nyala dan memperlihatkan suasana di dalam Colosseum yang penuh dengan sorakan orang-orang yang bersemangat untuk menonton pertarungan ini. Kemudian sang pembawa acara muncul kembali di tengah Colosseum itu sambil memberikan informasi baru untuk sistem pertarungan yang sudah ditentukan sebelumnya.
"Hei hei hei! siapa yang sudah tidak sabar ingin melihat pertarungan yang gila di abad ini!" ucap sang pembawa acara yang membuat orang-orang berteriak bergemuruh karena saking banyaknya jumlah orang-orang yang membuat kegaduhan di Colosseum.
"Dasar... kita sudah seperti binatang saja di mata mereka" gumam Tygruth yang terlihat kesal.
"Tahanlah sebentar lagi Tygruth" ucapku sambil menepuk-nepuk pundaknya.
"Baiklah kalau begitu, kami telah merubah persyaratan pertarungan yang ada sebelumnya. Yang sebelumnya jika ingin lolos ke babak berikutnya harus membuat diantara salah satu peserta mati, kami akan merubahnya menjadi lebih aman dan damai. Yaitu pertandingan akan di hentikan bila ada salah satu peserta yang pingsan atau menyerah dan jika keadaan tidak memungkinkan maka kami akan menghentikan pertandingannya. Dengan ini kami bermaksud agar tidak ada seorangpun yang mati disini " ucap sang pembawa acara yang menyelesaikan informasinya.
"Hah, lucu sekali mereka merubah persyaratan bagi pemenangnya. Mereka bilang apa? demi mencegah kematian seseorang? dasar sok bijak sekali!" ucap Tygruth yang terlihat semakin kesal.
"Bersabarlah Tygruth..." ucapku sambil menepuk-nepuk pundaknya lebih keras.
Plak! "Sialan sakit tahu! bukannya menenangkan ku kau malah membuatku kehilangan kesabaran ku!" ucap Tygruth yang semakin kesal.
__ADS_1
"Hehe, maaf..." ucapku sambil garuk-garuk kepala.
Sementara itu akhirnya sang raja bertopeng itu datang dan duduk di tempatnya yang megah sekali. Dia duduk di tengah dan paling depan di antara para The Seven Knights Cry, atau yang biasa disebut sebagai tujuh ksatria agung oleh para penduduk kerajaan. Menurut rumor satu orang dari tujuh ksatria agung dapat menaklukkan suatu kerajaan seorang diri. Karena itulah dalam waktu 10 tahun banyak orang-orang yang tinggal dan menjadi bagian penduduk di kerajaan ini karena mereka merasa aman bila mereka tinggal di bawah naungan orang-orang kuat.
Wajar saja kalau kerajaan ini tercipta begitu cepat karena isinya adalah para monster yang di luar akal sehat. Yaitu mereka adalah para makhluk mitologi yang hidup lebih dulu dan jauh lebih kuat dari pada makhluk-makhluk seperti kami yang masih baru tercipta bagi makhluk seperti mereka.
Padahal menurut rumor kaum mereka telah di bantai oleh monster yang jauh lebih mengerikan dari pada mereka. Meski masih tersisa 1 di setiap ras mereka, mereka tetap saja monster bagi kami karena kekuatannya yang luar biasa. Tapi pertanyaan nya adalah, kenapa makhluk seperti mereka yang hidup menyendiri tiba-tiba saja membentuk aliansi dan menciptakan sebuah kerajaan yang luar biasa seperti ini.
Padahal makhluk-makhluk seperti mereka diceritakan enggan untuk memiliki hubungan yang baik dengan ras lainnya. Meski begitu hubungan antar sesama ras mereka juga tetap buruk karena mereka tidak suka kalau ada yang memimpin mereka. Ini sungguh hal yang aneh, hal ini masih belum bisa diketahui oleh Tygruth yang setiap hari terus menyelidiki tentang kerajaan ini beserta orang-orang penting yang ada di kerajaan ini.
"Saya akan mempersembahkan kepada kalian yang mulia raja Zotheas yang baru saja duduk di singgasananya!" ucap sang pembawa acara sambil memberi hormat kepada sang raja. Begitu juga dengan para penduduknya yang berada di Colosseum mereka sangat menghormati raja mereka dan mengagungkannya.
Mereka bersorak bergembira bahkan sampai ada yang menangis terharu karena kedatangan sang raja. Suasananya benar-benar mengharukan sekali, namun jika ini adalah kerajaan yang bersih tanpa sesuatu yang disembunyikan. Melihat mereka yang mengagungkan raja mereka, membuat kami merasa kesal.
Bukan karena kami membenci penduduknya, akan tetapi kami sangat membenci kerajaan ini dan juga raja dan para bawahannya. Karena kerajaan inilah yang selalu membuat kekacauan. Selama sepuluh tahun ini sejak pertama kalinya berdiri kerajaan ini. Mereka selalu mendominasi dan memporak-porandakan dunia ini dengan sesuka hati mereka dengan alasan perdamaian dunia.
"Baiklah karena yang mulia sudah datang, maka pertarungan akan segera di mulai!" ucap sang pembawa acara yang membuat semua orang yang ada di dalamnya semangat karena sangat menantikan pertarungan ini. Lagi-lagi semua orang bersorak-sorai dengan meriah dengan polosnya.
Orang-orang yang ada di dalam ruangan yang sama dengan kami terlihat sangat bersemangat. Mereka terlihat sudah sangat tidak sabar sekali dengan pertarungan mereka. Kalau begitu kami tak boleh kalah, kami juga akan bersemangat dan membara seperti api yang tak pernah padam.
"Boa Boa, kau harus menang" ucap Elysna dengan tersenyum yang memberinya semangat.
"Boa Boa, jangan sampai kalah ya..." ucap Tygruth yang menggenggam tangannya dengan lembut sebelum pergi.
"Boa Boa... jangan ragu untuk mengeluarkan seluruh kekuatan mu. Menggila lah selama bertarung, hancurkan semua yang ada! hahahaha!" tawaku yang membuat Boa Boa tersenyum bengis.
"Baiklah... khuhuhuhu!" ucap Boa Boa yang terkekeh-kekeh dan pergi meninggalkan kami karena namanya akan segera di panggil untuk berdiri di arena Colosseum
__ADS_1
"Sialan kau Gernath, seenaknya saja berbicara kepada kekasihku" ucap Tygruth dengan wajah datar.
"Bukankah memang seharusnya seperti itu?" ucapku yang merasa benar.
Sementara itu... "Baiklah! peserta Gladiator yang akan bertarung pertama kali adalah para wanita cantik! kyaaaa! mereka sangat cantik dan sexy sekali!" ucap sang pembawa acara yang seketika menjadi orang mesum.
"Dasar orang itu! akan ku bunuh dia!" ucap Tygruth yang sangat marah.
"Sabar Tygruth..." ucapku yang ragu untuk menepuk-nepuk pundaknya lagi. karena mungkin saja aku yang akan di bunuh terlebih dahulu sebelum si pembawa acara itu.
"Di sisi kanan kita! seorang wanita cantik yang berasal dari ras malaikat sudah hadir. Dengan rambut pirangnya yang khas bagi ras malaikat dan dadanya yang besar! Boa Boa!" ucap yang pembawa acara yang semakin membuat Tygruth kesal sampai mengigit bibirnya dan bercucuran darah.
"Tenangkan dirimu Tygruth, Elysna cepat gunakan kekuatanmu untuk menyembuhkan luka Tygruth" ucapku yang mencoba membuka rahang Tygruth agar tidak melukai dirinya. Sementara itu Elysna datang dan menyembuhkan lukanya setiap kali Tygruth melukai dirinya.
Sementara itu grup The Light yang melihat sikap kami yang tenang tenang saja padahal pertarungan kami sudah ada di depan mata membuat mereka jengkel, "Lihat orang-orang itu... mereka masih bisa tenang dan bercanda seperti itu saat ini" ucap Nizard sambil menghela nafas.
"Yah, jangan pedulikan mereka. Mereka pasti bersikap tenang karena mereka menganggap diri mereka kuat karena itu mereka meremehkan pertarungan ini" ucap Milan yang menggenggam clurit di tangannya dengan keras karena tak tahan untuk memenggal kepala kami satu persatu.
"... Dan satu lagi ada wanita cantik di sisi kiri kalian yang memiliki bokong yang super besar yang berdarah campuran! Kyra!" ucap sang pembawa acara yang semakin mesum.
"Sialan! bokong ku tak sebesar itu brengsek! jangan membuatku malu!" teriak Kyra yang baru saja masuk ke dalam arena.
"Baiklah... untuk apa lagi kita menunggu begitu lama untuk menyaksikan pertarungan yang menegangkan ini!. Mari kita mulai saja! tiga... dua..." ucap sang pembawa acara itu yang terlalu blak-blakan dama menyampaikan kata-katanya.
"Hei tunggu kita baru saja sampai!" ucap Kyra yang masih belum siap bertarung.
"Satu! pertarungan di mulai!" ucap sang pembawa acara.
__ADS_1
Duarrrr! tiba-tiba saja saja Boa Boa langsung mengamuk begitu pertarungan di mulai dengan mengeluarkan pedang suci yang besarnya setengah dari Colosseum ini. Pedang itu seketika langsung menghantam Kyra tanpa basa-basi dan menciptakan badai pasir yang menghalangi pandangan penonton.