
Sementara itu di desa Leonis, hampir seluruh penduduk desa dari bangsa Elf datang ke desa Leonis. Saat itu keadaan sangat mencengkeram sekali bagi bangsa Leonis yang melihat seluruh bangsa Elf yang datang menggunakan baju tempur, dan, persenjataan mereka.
Si tengah kerumunan bangsa Elf terdapat pemimpin desa mereka yang merupakan ayahnya Elysna. Seluruh bangsa Leonis saat itu menggeram, dan menggertakan gigi mereka. Namun begitu pemimpin desa Leonis, Mouberg mengangkat tangan, seluruh penduduk desa berhenti menggeram, dan keadaan menjadi sunyi.
"Tuan, apa yang ingin anda lakukan?" tanya pengawalnya untuk melihat pemimpin desa bergerak sendiri menghampiri para Elf itu.
"Kalian semua tidak perlu khawatir, mereka adalah orang-orang baik. Kalian hanya akan mengacau jika ikut dengan ku" ucap tuan Mouberg.
"Tapi tuan, bagaimana jika nanti anda di serang tiba-tiba? lagi pula bukankah anda sangat membenci bangsa mereka?" ucap pengawalnya untuk merasa khawatir pada tuan Mouberg.
"Aku sudah bilang kalian tak perlu khawatir... tak ku sangka kalian akan berbuat sejauh ini, kalian benar-benar anak-anak yang hebat" guman tuan Mouberg.
Kemudian tuan Mouberg pergi sendiri mendatangi pemimpin desa Elf yang berada di tengah-tengah kerumunan pengawalnya. Kemudian begitu tuan Mouberg berjalan menuju pemimpin mereka, para pengawal nya membukakan jalan dengan memberikan hormat. Melihat dari sikap para pengawal Elf saat ini, sepertinya ini adalah perintah keras dari pemimpin mereka.
Biarpun begitu mereka sudah berusaha menerima kami bangsa Leonis. Semoga ini akan menjadi akhir yang baik untuk bangsa kami bersama. Lalu begitu tuan Mouberg sudah berada di depan pemimpin Elf, tiba-tiba saja pemimpin mereka memberikan hormat dengan membungkukkan badan 30 derajat. Seluruh pengawalnya sangat terkejut, dan tidak terima kalau pemimpin mereka menundukkan kepalanya di hadapan pemimpin lain.
Saat itu keadaan sangat kacau, para Elf yang menyoraki kejadian yang tak terduga saat itu benar-benar marah. Begitu pula dengan para penduduk desa Leonis yang ikut berteriak-teriak karena pemimpin mereka disoraki di tengah-tengah kerumunan itu.
Bug! bug! bug! pemimpin mereka menghantam tongkat yang dia pegang, yang membuat seluruh bangsanya terdiam. Hal tadi hampir saja membuat peperangan yang tidak di inginkan, namun syukurlah hal ini dapat di atasi. Tuan Mouberg juga mengatasi penduduk desanya dengan hanya mengangkat tangan, dan seketika keadaan kembali sunyi.
__ADS_1
"Maaf atas sambutan yang tidak ramah dari bangsaku" ucap pemimpin desa Elf.
"Aku juga minta maaf atas bangsaku yang menyambut kalian dengan menggeram" ucap tuan Mouberg.
"Baiklah izinkan aku memperkenalkan diri, namaku Alzheimer's" ucap pemimpin desa Elf, karena selama ini nama pemimpin desa mereka di sembunyikan. Jika ada dari bangsa lain mengirimkan surat kepada bangsa Elf, mereka hanya menyebut dengan, "Pemimpin Elf" saja. Semua bangsa Elf terkejut sekali lagi, namun mereka menahan agar tidak memberontak demi pemimpin mereka.
"Bisa kita bicarakan hal ini di tempat lain, hanya berdua saja?" ucap tuan Mouberg.
"Baiklah, silahkan kau yang mulai" ucap tuan Alzheimer's. Kemudian dengan begitu tuan Mouberg menghantam tongkatnya sekali ke tanah, dan seketika mereka berada di dimensi yang berbeda. Dengan begitu mereka bisa membicarakan hal pribadi di tempat itu, tanpa adanya gangguan dari luar.
Sementara itu di waktu yang sama di tempat yang berbeda. Saat ini kami sedang berada di kota mati, akibat kehancuran sang makhluk tanah raksasa. Cairan-cairan yang berbahaya yang memiliki bau yang sangat busuk. Elysna menggunakan kekuatannya untuk mematikan penciuman kami, agar bau busuk yang menyengat itu tidak tercium oleh kami. Karena rasanya cairan-cairan yang mengeluarkan bau busuk itu sangat berbahaya jika di hirup, ataupun di sentuh.
Kemudian kami berkeliling di kota yang mati itu, mungkin kami akan menemukan sesuatu, ataupun petunjuk, atau mungkin masih ada penduduk desa yang tersisa di sana. Keadaan disini begitu suram, dan mengerikan, tapi kenapa tidak ada satupun mayat yang terisa disini?. Hanya ada potongan daging busuk yang berserakan disini.
"Tahanlah sebentar lagi, ini adalah salah satu tujuan kita membentuk kelompok The Power of Peace" ucap Mouri. Kemudian tiba-tiba saja kami mendengar suara seseorang yang berteriak histeris meminta tolong. Suara seseorang yang sedang meringis kesakitan, kemudian kami segera pergi menuju ke arah suara itu dengan segera.
"Tunggu sebentar... bagaimana kalau itu adalah jebakan!" ucap Elysna.
"Benar juga, lalu bagaimana cara kita mengikuti suara orang yang sedang minta pertolongan itu?" ucapku.
__ADS_1
"Biar aku saja, aku bisa menggunakan kekuatan ku untuk menghilangkan diri dari pandangan musuh. Invisible Moon" ucap Elysna yang tiba-tiba seluruh tubuhnya menghilang dari pandangan kami, "Tu-tunggu... hah" ucapku yang menghela nafas.
"Biarkan saja, kita percayakan tugas ini kepada Elysna. Aku yakin dia bisa melakukan yang terbaik" ucap Tygruth yang menenangkan hatiku. Meski begitu aku masih merasa resah, karena tempat ini sepertinya di hancurkan oleh makhluk yang menyeramkan itu. Aku terus merasa khawatir padanya, sementara apa yang kamu lakukan? kami hanya diam di tempat, dan menunggu dia kembali.
"Semuanya! ayo kesini! tidak ada apapun disini hanya ada seorang anak kecil!" teriak Elysna dari tempat orang yang berteriak minta tolong itu. Sepertinya benar di sana sudah aman, karena suara tangisan, dari orang itu sudah tidak terdengar lagi. Kemudian kami segera pergi menyusul Elysna, kami sangat penasaran sekali makhluk macam apa, dan dari bangsa baru seperti apa yang kami lihat.
Begitu kami sampai, ternyata benar dengan apa yang kami duga. Kami menemukan bangsa baru yang letaknya cukup jauh dari bangsa Leonis, umm mungkin sangat jauh. Bangsa yang belum pernah di ketahui, atau di catat oleh sejarah, tapi kini bangsa mereka telah musnah, dan sepertinya hanya tersisa seorang anak kecil ini.
Tubuhnya penuh luka, dan kepalanya bocor, kemudian Elysna menggunakan kekuatannya untuk memulihkan tubuh anak kecil itu. Walau sangat lambat, tapi kekuatan untuk menyembuhkannya lebih baik dari pada Mouri. Karena selama ini Mouri hanya menciptakan obat-obatan saja untuk menyembuhkan luka, sedangkan Elysna memiliki kekuatan penyembuhan yang langsung berasal dari energi miliknya, ini lebih efektif ketimbang menggunakan obat-obatan Mouri.
Bangsa yang kami temukan ini wujudnya sangat unik, mungkin karena kami baru melihatnya, karena awalnya aku juga melihat Elysna sangat unik, namun sekarang aku sudah terbiasa karena selalu bersamanya. Meski kani berbeda, namun bagiku seluruh bangsa itu sama saja, yang terpenting yang membuat sama adalah memiliki hati, dan perasaan. Hanya itu saja bagiku yang terpenting untuk menentukan apakah kita sama atau tidak.
Ciri-ciri bangsa yang kami temukan ini, memiliki ciri seperti tidak memiliki daun telinga. Lalu Rambut anak ini hitam pekat, dan matanya merah seperti darah, dan memiliki dua gigi yang sangat tajam sekali. Kuku mereka juga cukup tajam, tapi tidak setajam kuku kami para bangsa Leonis.
"Siapa kalian! apa yang mau kalian lakukan padaku! apa kalian orang-orang yang mengendalikan makhluk-makhluk menyeramkan itu!" ucap anak kecil itu dengan wajah yang pucat, dan terlihat ketakutan. Wajahnya sangat suram sekali, sepertinya kehancuran ini membuatnya sangat menderita.
Kemudian Mouri menggenggam tangan anak kecil itu dengan berniat untuk membuatnya tenang. Namun anak kecil itu langsung mencakar nya, dan menunjukkan taringnya yang tajam. Tangan Mouri sampai berdarah, tapi sekilas tadi aku melihat sesuatu yang mengejutkan darinya. Mata merahnya bersinar terang, dan kuku yang mencakar Mouri tadi mengeluarkan aura berwarna merah pekat.
"Akh! tanganku sakit!" teriak Mouri, namun anehnya sepertinya darah di tangannya terus bercucuran. Sepertinya anak kecil ini melakukan sesuatu pada Mouri, sepertinya dia menggunakan kekuatannya untuk melukai Mouri, "Hei apa yang kau!..." ucapku dengan kesal, namun Elysna menghadang ku dengan tangannya. Lalu memberi isyarat biar dia saja yang mengurusnya.
__ADS_1
"Nak... hentikan kekuatan mu" ucap Elysna dengan lembut, dan senyuman yang penuh kasih sayang. Aku merasa geram karena aku juga menginginkan senyuman itu juga. Tapi anak sialan yang sudah di tolong ini malah merebutnya dari ku!.
Tapi sepertinya anak kecil itu sudah sangat akrab sekali dengan Elysna. Bahkan dia memperbolehkan Elysna mengelus-elus kepalanya, padahal aku menginginkannya juga!. Tapi apa yang sebenarnya terjadi sebelum kami tiba sampai sini? tidak mungkin kan jika anak kecil ini langsung akrab dengan orang asing? yang bahkan kami dari bangsa yang berbeda.