
Monster itu mengamuk menghancurkan segalanya yang ada disini, membuat kami harus menjaga jarak darinya. Untuk sementara kami mundur terlebih dahulu, namun kami harus berpisah karena makhluk itu akan menghalangi kami untuk saling bertemu. Saat ini aku sedang berada di arah timur sendirian, sementara itu Boa Boa, dan Vloid berada di arah selatan.
Lalu untuk Elysna dia berada di arah barat daya, sementara Tygruth, dan Mouri berada di Utara. Keadaan semakin berbahaya, karena Boa Boa saat ini sedang terluka parah. Boa Boa adalah jalan menuju kemenangan, dan kehidupan, karena dia memiliki kekuatan yang sangat membantu untuk melawan makhluk seperti itu. Tapi kini dia terluka, sementara Elysna tak bisa datang untuk mengobatinya ke tempat dia berada, karena pasti kedua makhluk itu akan menghalangi nya.
Kepalaku juga masih terasa sangat sakit sekali karena kesalahan yang fatal saat menyerangnya, dan lagi pedang peninggalan ayahku di ambil olehnya, sialan!. Tapi... bukankah Elysna memiliki kekuatan itu? dengan begitu dia bisa menyembuhkan semuanya, dan mengumpulkan kami di satu tempat dengan kekuatan yang dimilikinya.
"Elysna! gunakan kekuatan teleportasi milikmu untuk mengobati Boa Boa!" teriakku dengan keras daru jauh.
"Maaf semuanya, aku tak bisa melakukan apa yang diperintahkan oleh Gernath. Kekuatan teleportasi memakan banyak energi milikku, dan lagi energi kekuatan milik Louris masih belum stabil di tubuhku" ucap Elysna menggunakan telepati salah satu kekuatan milik Louris.
"Sial! kalau begini bisa-bisa Boa Boa akan mati secara perlahan. Bajingan! tidak ada yang bisa aku lakukan untuknya" ucapku pada batin, dengan menyesali kekurangan ku. Aku sangat kesal karena aku sangat lemah, rasanya semua orang jauh di atas ku, kekuatan Boa Boa sangat luar biasa karena dia bisa menetralkan zat kimia, atau racun dalam tubuh, dan juga serangan miliknya sangat fatal untuk Yugoslavia.
Lalu Elysna, dia menjadi semakin kuat setelah menerima energi kekuatan milik Louris, sebelum mendapatkannya saja dia sudah sangat kuat karena memiliki kekuatan transformasi bulan pada dirinya. Lalu Tygruth, rival sejati ku, rasanya aku masih belum bisa mengalahkannya untuk saat ini. Kemudian untuk Mouri, aku tak tahu siapa yang akan menang diantara kami jika bertarung, tapi karena ide-ide luar biasa dari Tygruth, dia menjadi lebih kuat dengan persenjataan yang luar biasa.
Kemudian untuk Vloid, walaupun dia sama sekali tak berguna di pertarungan kali ini, tapi aku yakin kalau dia lebih kuat dariku. Saat aku bertemu dengannya saja, aku tak bisa menghentikan pendarahan yang diakibatkan oleh kekuatan Vampir miliknya. Kenapa? kenapa aku sangat lemah, dan tidak berguna? andai saja aku memiliki kekuatan yang luar biasa seperti semua orang, aku pasti akan melindungi mereka semua.
"Pedang ini... ini adalah pedang yang diciptakan olehnya. Dia pernah menceritakan padaku tentang tujuh senjata pemusnah dewa, dan ini adalah salah-satu senjata ciptaan miliknya. Ada logo berhuruf, "Q" disini, sudah pasti ini adalah senjata miliknya. Senjata ini sudah diciptakan sebelum kiamat terjadi, dia menciptakan senjata ini untuk menghancurkan suatu negara dengan seorang diri.
Dia menyimpan senjata hebat ini di bawah tanah rumahnya, lebih tepatnya dia menceritakan kalau dia menyimpan di brangkas yang kokoh. Bahkan besinya tak hancur begitu mengenai tubuhku yang sangat bersifat korosif, benar-benar bukan besi biasa" gumam Yugoslavia sambil mengamati pedang itu, dengan pendengaran ku yang tajam, aku bisa mendengarnya.
"Apa!? jadi senjata itu adalah senjata ciptaan oleh manusia di masa lalu?" ucapku pada batin.
"Hei kau! namamu Gernath bukan? aku tak perlu berteriak untuk berbicara dengan mu, aku yakin kau bisa mendengar suaraku dengan telinga kucing itu. Aku tak ingin membuang waktu ku, cepat beritahu aku dimana kau menyembunyikan keenam senjata yang lainnya!" ucap Yugoslavia yang terlihat serius, dan menatapku dengan tajam.
"Aku tidak tahu apa yang kau maksud, aku saja baru tahu tentang senjata itu" ucapku.
__ADS_1
"Baiklah,. sepertinya kau ingin cepat mati ya" ucap Yugoslavia yang kemudian bergerak dengan cepat melesat ke arahku. Entah bagaimana makhluk seperti dia bergerak dengan sangat cepat, namun aku melihat ada api yang keluar dari punggungnya, mungkin itulah yang membuat dia dapat bergerak dengan cepat.
Kemudian dia mencekik ku, dan mengangkat ku ke atas, "Gernath!" teriak semua orang yang terkejut melihatnya.
"Sepertinya kau berniat tidak memberitahukannya padaku ya, kalau begitu akan ku akhiri semuanya sekarang" ucap Yugoslavia, namun hal yang mengejutkan tiba-tiba saja terjadi begitu saja. Mungkin inilah yang disebut insting makhluk hidup untuk bertahan hidup. Semuanya terkejut yang melihat ku berteleportasi menjauh darinya.
"A-apa!? bocah sialan!" ucap Yugoslavia yang kemudian mengeluarkan tentakel panas ke arahku yang membuat tentakel itu melepuh. Lalu Xyyushara miliknya ikut menyerang ku, dia melompat tinggi dengan ketinggian mencapai seratus meter. Kemudian Xyyushara itu membuka mulutnya dengan lebar, dan dia mengeluarkan api yang sangat panas.
Kedua serangan itu sedang menyerang ku dari sisi yang berbeda. Namun aku langsung berteleportasi untuk menghindari serangan itu, meski begitu mereka terus menyerang ku tanpa henti. Energi ku sudah hampir habis, sesuai dengan perkataan Elysna, kekuatan teleportasi ini memakan banyak sekali energi.
Hingga akhirnya aku kehabisan energi untuk menggunakan kekuatan teleportasi, "Kena kau!" ucap Yugoslavia yang menyerang ku dengan tentakelnya dengan sangat cepat. Sial sepertinya aku tak bisa menghindari serangannya kali ini, karena aku sudah menghabiskan banyak energi ku, tubuhku juga sudah kelelahan, di tambah lagi dengan luka di kepala ku yang membuatku sempoyongan.
Bats! kemudian tiba-tiba saja Elysna menolong ku dengan melesat cepat dengan kekuatan transformasi bulan miliknya, "Apa kau baik-baik saja?" ucap Elysna yang sedang melayang sambil menggendong ku.
"Dasar dengan luka itu kau masih saja berlagak keren" ucap Elysna.
"Maaf..."
"Hah!? kenapa tiba-tiba minta maaf?" ucap Elysna yang tak mengerti.
"Maaf karena aku lemah, dan tak berguna" ucapku dengan sedih.
"Tak berguna apanya? kau berhasil mengalihkan perhatian dua monster itu. Dengan begitu aku langsung memanfaatkan momen itu untuk mengumpulkan semuanya... kita sampai" ucap Elysna yang membawaku ke tempat mereka berkumpul. Seperti perkataan Elysna, dia telah mengumpulkan semua orang di satu tempat. Syukurlah kalau yang kulakukan tadi cukup berguna, tapi tetap saja aku masih merasa jengkel karena tak bisa mengatasi kelemahan ku ini.
"Bagaimana dengan Boa Boa?" ucapku yang baru tiba.
__ADS_1
"Dia terluka sangat serius, kondisinya cukup parah, hampir semua tulangnya retak" ucap Elysna yang kemudian segera mengobati Boa Boa yang sedang berbaring dalam keadaan tak sadarkan diri.
Sementara itu Vloid menangis dengan kencang melihat cinta pertamanya dengan kondisi seperti itu, "Huwaaaa! Boa Boa! maafkan aku karena tak bisa melindungi mu! maafkan aku karena tak berguna untuk mu!" tangis Vloid dengan tersedu-sedu, entah kenapa perkataannya telah mewakili semua yang ingin aku katakan pada semua orang.
Tapi dimana Tygruth? kenapa dia tak ada disini sedangkan kekasihnya sedang berbaring terluka disini, "Elysna, dimana Tygruth?" ucapku, "Sebentar aku akan mencarinya... dia sedang berada di sana" ucap Elysna yang menunjuk ke arah semak-semak. Kemudian aku segera pergi untuk mendatangi nya, aku menemukan dia duduk di atas batu sambil menundukkan kepalanya di sebuah kolam kecil.
"Tygruth apa yang kau lakukan disini? kau harus berkumpul bersama dengan yang lainnya" ucapku menepuk pundaknya.
"Pergilah..." ucap Tygruth dengan singkat. Kemudian aku menundukkan kepalaku untuk melihat wajahnya, aku terkejut melihat Tygruth si pria dingin sedang menahan tangis. Hal itu membuatku semakin sedih akan diriku melihat seluruh teman-teman ku dengan kondisi seperti ini, aku semakin muak dengan diriku.
"Hei apa dia baik-baik saja?" ucap Elysna, dan yang lainnya datang berkumpul ke tempat kami. Boa Boa di gendong oleh Vloid yang sedang menangis, kemudian Vloid menaruh Boa Boa di atas tanah dengan perlahan. Setelah Vloid berlari menghampiri Tygruth, dan memukul wajahnya hingga Tygruth terjatuh dari tempat duduknya di sebuah batu.
"Apa yang kau lakukan disini dasar bodoh! seharusnya kau mengurusnya karena dia sedang terluka parah, tapi kau malah berada disini seperti orang bodoh. Dasar pengecut! dia sangat mencintaimu tapi apa yang kau lakukan disaat dia membutuhkan mu! aku tahu aku tak pantas berbicara seperti ini, tapi aku kesal melihatmu yang malah pergi meninggalkannya!" ucap Vloid dengan kesal.
"Vloid sudahlah, hentikan semua ini, yang kalian lakukan saat ini tak ada gunanya!" ucap Elysna yang mencoba memisahkan pertengkaran mereka.
"Aku tahu... kau tak perlu memberitahu ku, dasar bocah menyedihkan!" ucap Tygruth yang merasa tidak terima.
"Apa!? apa katamu brengsek! coba katakan sekali lagi padaku bajingan!" ucap Vloid dengan kesal sambil menarik kerah Tygruth.
"Kubilang... kau menyedihkan" ucap Tygruth yang kemudian di hajar kembali oleh Vloid hingga dia terjatuh untuk kedua kalinya.
"Kumohon hentikan! jangan memperburuk keadaan!" ucap Elysna yang memohon kepada mereka berdua sambil menangis. Namun mereka berdua tak mendengar perkataan Elysna, dan tetap bertengkar saling menghajar satu sama lain. Sementara itu aku hanya bisa terdiam, dan merenungi diriku sendiri.
Mereka bertengkar seperti ini karena aku lemah, Elysna menangis karena aku lemah, Boa Boa terluka seperti itu karena aku lemah. Aku benci menjadi lemah, aku sangat muak pada diriku, mungkin lebih baik aku mati saja, mungkin dengan begini aku tak perlu merasa kesal, dan sedih pada diriku yang menyedihkan ini. Aku juga tak perlu lagi melihat mereka berselisih, terluka, dan menangis seperti ini. Dengan begitu semua penderitaan yang ku alami akan hilang.
__ADS_1