
Rumah sementara yang kami tempati begitu nyaman, dan bagus. Kondisi rumah ini masih bagus seperti baru, hanya saja tidak ada yang memakainya hingga banyak sarang laba-laba, dan debu yang menutupi rumah ini. Jadi kami harus membersihkannya terlebih dahulu sebelum kami tempati. Tugas membersikan di berikan kepada ku, dan Tygruth, sementara tugas untuk menata rumah adalah untuk Boa Boa, dan Elysna.
Saat ini... keadaan dari para petugas kebersihan... wush! brak! ssshhh! kebisingan terjadi dimana-mana karena aku, dan Tygruth bertanding lagi untuk siapa yang lebih cepat membersihkan seluruh ruangan. Kami sama-sama menggunakan angin untuk membersihkan rumah ini yang penuh dengan kotoran hingga menjadi bersih berkilauan.
Setelah selesai membersihkan, "Hahaha! aku yang menang! aku yang paling banyak membersihkan!" ucapku dengan perasaan bangga.
"Apa katamu!? sudah jelas aku yang menang!" ucap Tygruth yang tidak terima.
"Apa mereka lagi-lagi meributkan hal yang tidak penting?" ucap Boa Boa yang dari tadi memperhatikan kami yang bertanding dengan sengit.
"Ya... tapi kurasa mereka melakukan ini untuk mengingat kenangan Vloid yang seperti anak kecil" ucap Elysna yang tersenyum sedih sambil memperhatikan kami yang sedang ribut untuk menentukan siapa pemenangnya.
"Baiklah kalai begitu! lebih baik kita tanyakan saja pada mereka! siapa yang menjadi pemenangnya!" ucapku sambil menunjuk jari ke arah Boa Boa, dan Elysna.
"Hahaha! baiklah siapa takut sialan!" ucap Tygruth. Kemudian kami berjalan dengan perasaan kesal ke tempat mereka berdua, dan menanyakan siapa yang menjadi pemenangnya.
"Lebih baik kita pergi dari sini Boa Boa cepat!" ucap Elysna yang tiba-tiba menggunakan kekuatan teleportasi nya karena sudah tidak tahan dengan tingkah laku kami yang begitu menyebalkan di matanya.
"Ah... baiklah pemenangnya adalah aku, Ahahaha! kau kalah pecundang!" ucapku yang meledek Tygruth hingga kesal.
"Terserah kau sialan! aku ingin bersantai membaca buku di kamarku" ucap Tygruth yang pergi meninggalkan ku berjalan ke arah salah satu ruangan.
"Hei kau mau kemana?" ucapku yang mengehentikan nya dengan memegang pundaknya.
"Aku ingin pergi ke kamarku! aku kan sudah bilang!" ucap Tygruth yang terlihat kesal.
"Hei siapa yang bilang itu adalah kamarmu? aku dulu yang menemukan kamar itu, dan aku yakin membersihkan kamar itu" ucapku yang tidak terima kalau kamar pilihan ku di tempati olehnya begitu saja.
__ADS_1
"Apa! sejak kapan kamar ini milikmu sialan! hanya karena kau yang membersihkan kamar ini bukan berarti ini adalah kamarmu!" ucap Tygruth yang masih ingat bersikeras untuk menempati kamar itu.
"Ah sialan! pergi kau dari pintu kamarku! nanti kotor!" ucapku yang mendorong Tygruth menjauh dari kamarku.
"Ti-tidak akan..." ucap Tygruth yang memegang gagang pintu itu, cklek! tanpa sengaja Tygruth membuka kamar itu, dan kami terkejut begitu melihat Boa Boa, dan Elysna berada di kamar itu. Ternyata mereka berteleportasi ke kamar ini! tapi sejak kapan, kenapa kami tak menyadari hawa keberadaannya. Ah... itu mungkin karena kami terlalu sibuk dengan pertandingan kami, hingga kami lengah untuk mengetahui keberadaan orang lain.
"Apa yang kalian lakukan di kamarku!" ucapku, dan Tygruth serentak!.
"Pergilah kalian dari sini! ini adalah kamarku, dan Boa Boa. Memangnya kalian mau masih menempati kamar ini setelah tempat ini menjadi penuh dengan warna pink?" ucap Elysna yang membuat kami terkejut begitu menyadari seluruh ruangan ini menjadi warna pink, bertema yang di sukai perempuan.
Mulai dari dinding, lalu seprai, sarung bantal, dan guling, penuh dengan warna pink. Entah kenapa kami jadi tak tertarik lagi dengan kamar ini, dan kami merasa mual begitu melihat kamar Boa Boa, dan Elysna yang berwarna pink. Kemudian kami pergi keluar dari kamarnya, dan mencari kamar baru untuk di tempati.
"Memangnya ada berapa banyak kamar di rumah ini sampai-sampai mereka harus tidur berdua" keluh ku.
"Mereka kan perempuan, sudah jelas kalau mereka lebih suka bersama dari pada sendirian" ucap Tygruth.
"Coba kau pikirkan jika dua orang laki-laki tidur di ranjang yang sama. Itu sangat menjijikan tahu" ucap Tygruth yang geli sendiri membayangkan hal itu.
"Hah!? aku tidak mengerti apa maksud mu, tapi..." ucapku yang terhenti begitu aku memikirkan perkataan Tygruth tentang dua orang laki-laki yang tidur di satu ranjang. Tiba-tiba saja aku merasa mual, dan ingin muntah, ternyata benar apa yang dikatakan Tygruth kalau laki-laki tidak boleh tidur di ranjang yang sama dengan laki-laki lainnya.
"Akhirnya otak kecil mu itu masih berfungsi. Aku khawatir dia sudah lama rusak" ucap Tygruth yang menyindir ku.
"Baiklah baiklah aku mengerti, berhenti menghina ku. Tapi pertanyaannya kenapa perempuan boleh tidur bersama?" ucapku yang tiba-tiba membayangkan seperti apa jika dua perempuan tidur di ranjang yang sama.
Inilah gambaran yang saat ini sedang ku bayangkan...
"*Elysna!?... a-apa yang kau lakukan?" ucap Boa Boa dengan wajah yang merah merona menahan malu melihat Elysna memegang wajahnya dengan lembut.
__ADS_1
"Entahlah... menurutmu apa yang akan kulakukan?" ucap Elysna tersenyum manis sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Boa Boa dengan tatapan yang penuh dengan perasaan yang dalam.
"E-elysna... hen-hentikan..." ucap Boa Boa yang tidak bisa melepaskan genggaman kuat dari Elysna yang terus menahannya untuk tidak pergi dari ranjang.
"Aku akan*..."
"Dasar bodoh apa yang sedang kau pikirkan sampai air liur mu keluar begitu! dan wajahmu seperti orang bodoh yang sedang memikirkan sesuatu yang mesum!" ucap Tygruth yang tiba-tiba merusak semua bayanganku tentang memikirkan jika dua wanita tidur di ranjang yang sama.
"Eh!? apa? apa yang terjadi?" ucapku yang benar-benar dalam keadaan tidak sadar karena sangat menikmati bayangan yang ku pikirkan.
"Dasar kau ini... apa kau memikirkan kalau Elysna, dan Boa Boa itu..." ucap Tygruth yang menepuk kepalanya yang terlihat lelah dengan semua kebodohan ku.
"Hehehe! entahlah hanya itu saja yang ada di benakku. Tapi bagaimana jika mereka benar-benar orang yang seperti itu?" ucapku yang membuat Tygruth terkejut, dan mulai terhasut ke dalam perkataan ku.
"A-apa kau gila!? i-itu tentu saja tidak mungkin terjadi!" ucapku Tygruth yang masih berpikir dengan normal.
"Tapi apa kau tidak ingin mencobanya?" ucapku yang terus menghasut pikiran Tygruth.
"Me-mencoba apa!? a-apa maksudmu? bisa kau katakan lebih jelas lagi?" ucap Tygruth yang sepertinya sudah mulai termasuk ke dalam perkataan ku.
"Bagaimana jika nanti malam kita mengintip kamar mereka. Untuk mengetahui apakah perkataan ku ini benar atau tidak?" ucapku dengan tersenyum seringai untuk lebih meyakinkan hati Tygruth tentang hubungan mereka berdua yang sebenarnya.
"Ba-baiklah... sepertinya untuk kali ini saja aku melakukan hal bodoh dengan mu" ucap Tygruth yang akhirnya benar-benar dalam kendali ku.
"Bagus Tygruth... baiklah sekarang aku akan pergi ke kamarku yang du sebelah sana" ucapku yang kemudian pergi meninggalkan Tygruth ke kamar yang sedang ku hampiri. Grep! kemudian tiba-tiba saja Tygruth menahan ku dengan memegang pundak ku, "Tygruth!?" ucapku yang terkejut melihat wajah serius Tygruth.
"Hei... siapa yang bilang itu adalah kamarmu?" ucap Tygruth.
__ADS_1
"Hah!? oh ayolah! hentikan permainan ini sekarang juga!" teriakku yang menyesal karena sudah memulainya. Kemudian akhirnya kami melakukan suit untuk menentukan siapa yang berhak menempati kamar itu. Namun akhirnya aku kalah dengan skor 3 : 0, dan akhirnya aku harus menempati kamar yang tersisa.