Artificial God

Artificial God
Hydra


__ADS_3

Sementara itu di suatu tempat, tepatnya kota Leonelf kedatangan tamu yang terhormat. Yaitu kedatangan raja iblis Lugoth dengan berbagai pengawalnya yang ketat, dan menyeramkan. Meskipun bangsa mereka sudah akur, dan mulai melakukan kerja sama antar politik. Bangsa Leonis, dan bangsa Elf masih takut terhadap kedua bangsa mereka yang over power.


Karena mereka sangat suka sekali dengan peperangan yang gila membantai, dan menghancurkan segalanya jika mereka berperang. Mungkin ini adalah rasa trauma yang terjadi secara turun-temurun oleh generasi mereka. Karena iblis, dan malaikat adalah bangsa yang lebih kuat dari mereka.


Kemudian Lugoth di persilahkan masuk dengan terhormat ke dalam kediaman Mouberg yang saat ini adalah seorang pemimpin kota ini. Semenjak mendiang sahabatnya Alzheimer's meninggal sepuluh tahun yang lalu, dan Mouberg di nobatkan untuk menjadi pemimpin bagi kota ini.


Kemudian mereka membicarakan sesuatu yang penting di tempat yang tersembunyi. Para pengawal, dan penjaga mereka di suruh keluar, dan menjaga pintu masuk ke ruangan. Begitu masuk Lugoth melihat Mouberg yang tengah duduk santai sambil meminum secangkir teh.


"Oh... terima kasih sudah mau datang ke tempat kami" ucap Mouberg dengan hormat.


"Sudah ku bilang padamu untuk berbicara santai dengan ku kalau kita bertemu kembali" ucap Lugoth sambil menghela nafas.


"Baiklah, maaf... lalu ada kepentingan apa anda datang ke kotaku?" ucap Mouberg yang mengubah suasana ini menjadi serius. Begitu juga mengaktifkan kekuatan kedap suara, agar tak ada yang mendengar pembicaraan mereka berdua.


"Aku ingin... kota mu, dan kerajaan ku menjadi satu untuk memperluas kekuasaan" ucap Lugoth dengan wajah serius.


"Kenapa tiba-tiba kau meminta kami untuk bergabung bersama mu dalam kerajaan mu itu?" ucap Mouberg yang terlihat tidak suka dengan pembicaraan ini.


"Itu karena... ada sebuah kerajaan baru di arah selatan. Mungkin kau pernah mendengarnya, sebuah tempat yang dahulunya adalah padang pasir kematian. Siapapun yang menginjak tempat itu dia pasti akan menghilang tanpa suara" ucap Lugoth yang membuat Mouberg memikirkan kembali ucapan Lugoth sebelumnya.


"Pasir itu!? padang pasir itu akhirnya sudah di taklukan!?" ucap Mouberg yang terkejut.


"Benar... entah siapa yang memimpin kerajaan itu. Yang pasti dia adalah orang yang hebat, dan lagi kerajaan itu sangat luas melebihi kerajaan ku. Bahkan jika kita bergabung pun, kita masih kalah akan luasnya kerajaan mereka. Jadi... bagaimana, apa kau mau bergabung bersama kami?" ucap Lugoth yang kembali memberikan penawaran.


Kemudian Mouberg mengerutkan dahinya sejenak, "Atas dasar apa kau ingin bergabung bersama kami?" ucap Mouberg untuk meyakinkan hatinya kembali.


"Ini semua kulakukan demi anak itu. Kau tahu yang ku maksud bukan, aku melakukan hal ini agar tidak terjadi invasi terhadap kota mu yang tak memiliki kekuasaan. Dan lagi sumber daya yang berlimpah di area milikmu itu pasti akan menarik perhatian kerajaan lain. Aku melakukan ini untuk melindungi kalian dari kerajaan yang belum melakukan perjanjian kerjasama kontrak dengan kerajaan ku.


Kau tahu kan, kalau jaman sekarang sudah banyak kerajaan yang di bangun di mana-mana. Tapi, aku sama sekali tak mengkhawatirkan kerajaan-kerajaan itu. Kecuali... kerajaan yang ada di padang pasir kematian itu, mungkin itu akan sangat berbahaya bagi kita semua. Semoga kau mengerti dengan apa yang ku maksud, ini demi keamanan kota mu juga" ucap Lugoth yang kemudian beranjak dari bangkunya, dan pergi meninggalkan Mouberg dari ruangan itu.


"Tunggu..."


"Ada apa? aku tak ingin menunggu jika hasilnya mengecewakan" ucap Lugoth.


"Kau belum meminum teh yang ku tuangkan ke cangkir mu" ucap Mouberg tersenyum.

__ADS_1


"... haha, baiklah aku akan kembali untuk minum" ucap Lugoth yang tersenyum, dan berjalan kembali ke tempat duduk, dan meminum secangkir teh.


Sret! kemudian Mouberg menjulurkan tangannya, "Baiklah... jika itu demi keamanan seluruh orang. Aku akan terima hal itu, dan besok aku akan menyampaikan hal ini kepada seluruh rakyat ku. Semoga mereka mau menerima hal ini" ucap Mouberg, kemudian Lugoth menjabat tangannya sambil tersenyum.


...****************...


Sementara itu di malam harinya, aku sedang membaca sebuah buku yang diberikan oleh Tygruth. Sebuah legenda mengenai makhluk mitologi yang bernama Hydra, Hydra adalah makhluk naga air yang memiliki banyak kepala di tubuhnya. Setiap masing-masing kepala mereka memiliki kekuatan elemen yang besar, dan berbeda-beda.


Mereka hidup di lautan dalam, dan membangun kota di bawah laut yang di pimpin oleh, Kaltivus. Mereka membangun peradaban mereka sendiri di bawah laut. Namun mereka hidup sangat singkat... karena makhluk yang mengerikan yang misterius terus memburu makhluk mitologi, yang keberadaannya masih belum di ketahui.


"Argh! buku sialan yang menyebalkan! lagi-lagi setiap buku yang menceritakan makhluk mitologi di bagian akhir cerita selalu saja di bantai oleh makhluk mengerikan yang misterius. Sebenarnya makhluk apa yang mereka maksud, sampai-sampai tak ada siapapun yang dapat mengalahkannya" Gumam ku yang merasa kesal setiap kali selesai membaca satu-persatu buku yang menceritakan makhluk mitologi.


Entah kenapa tiba-tiba aku teringat ucapan Louris puluhan tahun yang lalu. Mengenai makhluk yang suka membantai makhluk mitologi lainnya, dan menyisakan satu di antaranya. Dia bertujuan agar semua makhluk lainnya merasakan hal yang sama, yaitu kesendirian yang dirasakan makhluk mitologi tunggal itu.


Ya... hanya dia saja bangsa yang tercipta, tidak ada lagi setelahnya yang sama dengan bangsanya. Dia menjadi frustasi karena sendirian, dan menjadi gila akan membantai seluruh bangsa yang ada. Kalau tidak salah saat itu juga Louris mengatakan kalau dia adalah pengguna sihir murni seperti ku.


Sihir yang bisa melakukan apapun, meniru sihir mana pun karena sihir murni yang ku miliki adalah sihir dari segala sihir yang terpisah. Karena itu aku bisa menggunakan kekuatan teleportasi, kekuatan cahaya dari bangsa malaikat, kekuatan elemen, dan masih banyak lagi. Yang ku perlukan hanyalah berlatih untuk menjadi kuat, agar aku bisa mengeluarkan seluruh sihir yang ada.


Brak! tiba-tiba saja Tygruth mendobrak pintu kamarku sambil memegang sebuah bantal, "Hei bisakah kau membuka pintu dengan hati-hati? kau tahu sudah jam berapa ini? sekarang sudah tengah malam kenapa kau belum tidur juga" ucapku yang sedikit jengkel karena pintu kamarku sedikit rusak di buatnya.


"Hah!? memangnya ada apa denganmu?" ucapku yang keheranan.


"Apa kau tidak ingat pembicaraan kita tadi siang!" teriak Tygruth. Kemudian tiba-tiba saja aku teringat cerita tentang Boa Boa, dan Elysna yang memiliki hubungan rahasia. Aku mengerti sekarang kenapa Tygruth tidak bisa tidur, itu karena dia tidak bisa berhenti memikirkan cerita bohong itu saat tidur. Tapi padahal aku hanya asal berbicara, tapi entah kenapa aku malah jadi terkena cerita palsu yang ku buat sendiri.


Apa benar... Elysna, dan Boa Boa memiliki hubungan seperti itu?...


"Te-tenang lah bung... mari kita bicarakan baik-baik. Bagaimana jika malam ini kita diam-diam mengintip ke kamar mereka. Kita melakukan ini demi kau bisa tidur nyenyak setelah mengetahui kenyataannya" ucapku yang bangun dari kasur ku.


"Ba-baiklah... ayo kita pergi sekarang, aku ingin cepat-cepat tidur setelah mengetahuinya kenyataannya" ucap Tygruth yang pergi lebih dulu. Kemudian aku menyusul Tygruth yang sedang berjalan dengan hati-hati seperti seorang pencuri barang. Kemudian aku mengikuti Tygruth di belakang yang sedang berjalan ke arah kamar mereka berdua.


Tep... kemudian kami menempelkan telinga kami ke pintu kamar Elysna, dan Boa Boa untuk mendengar sesuatu di dalam, "Tidak ada apa-apa tuh" bisik Tygruth dengan suara yang amat kecil.


"Tunggu sebentar lagi... atau mungkin kita sudah melewati adegan yang penting" bisik ku sambil meningkatkan indra pendengaran ku.


Kemudian tiba-tiba saja, "E-elysna... a-apa yang kau lakukan!?" ucap Boa Boa dengan suara yang malu-malu dari dalam kamar. Lantas aku, dan Tygruth yang mendengar suara mereka sangat syok.

__ADS_1


"Diam lah, dan jangan bergerak. Kau harus menuruti perintah ku ya" ucap Elysna dengan ucapan yang manis, dan menggoda.


"E-elysna!? ke-kenapa kau menarik pakaian ku!? kyaaaaaaa!" teriak Boa Boa yang kemudian mulutnya di tutup oleh Elysna.


"Aduh aduh... sudah ku bilang diam saja, bagaimana jika nanti mereka mendengar suara teriakan mu. Biarkan aku melakukannya dengan lembut" ucap Elysna. Aku, dan Tygruth yang mendengarnya dari luar diam membatu karena syok kalai ternyata ucapan ku itu benar, mengenai mereka memiliki hubungan rahasia.


"Ti-tidak mungkin... kekasih ku!" ucapku dalam batin sambil menahan tangis.


"Ku-kumohon... hen-hentikan... ja-jangan membuka celanaku..." ucap Boa Boa dengan suara yang lemas.


"Ini tidak bisa di biarkan lagi!... Elysna, Boa Boa! kalian!..." teriak Tygruth yang kemudian mendobrak pintu kamar mereka dengan keras, dan melihat apa yang sebenarnya terjadi di dalam. Sementara itu aku tak sanggup untuk membuka mataku, karena mungkin saja aku bisa pingsan setelah melihatnya, bahkan lebih buruk.


Tapi apa yang di lihat Tygruth saat ini sangat berbeda dengan pemikiran kami. Mereka sama sekali tak melakukan hal itu, hanya saja Boa Boa sedang berbaring di atas kasur, kemudian Elysna berada di atasnya. Bahkan pakaian Boa Boa masih lengkap, ini sama sekali tak seperti yang mereka bicarakan di dalam.


"Hahaha! kena kalian dasar otak mesum!" ucap Elysna yang ternyata dia audah tahu akan hal ini, dan ingin mengerjai kami. Aku, dan Tygruth merasa malu begitu mengetahuinya, "Si-sialan kau Elysna! ku pikir kau, dan Boa Boa..." ucapku yang tidak terima di perlakukan seperti ini.


"Hahaha! lihat wajah mereka Boa Boa! mereka terlihat... eh!? B-boa Boa!?... ka-kau kenapa?" ucap Elysna yang terkejut, dan menghentikan tawanya setelah melihat wajah Boa Boa yang merah merona. Wajahnya sangat merah, dan penuh dengan keringat, lalu sepertinya dari wajahnya dia sedang memikirkan hal mesum.


"A-ada apa dengannya? apa sebelumnya kau sudah merencanakan hal ini dengan dia?" ucap Tygruth yang menghampiri mereka berdua.


"Ti-tidak... aku merencanakan hal ini sendirian. Karena jika aku memberitahu hal ini pasti dia akan merusak rencana ku" ucap Elysna yang khawatir dengan keadaan Boa Boa.


"Dasar bodoh... apa kau tidak benar-benar memahaminya... kalau dia itu sangatlah polos, dan sedikit aneh" ucap Tygruth sambil memalingkan wajahnya.


Kemudian tiba-tiba saja Boa Boa menarik Elysna yang berdiri di atasnya hingga jatuh ke pelukannya yang hangat, "E-eh!? B-boa Boa!? a-apa yang sedang kau lakukan?" ucap Elysna yang terkejut, dan merasa malu dengan wajahnya yang merah.


"Kenapa kau tidak melanjutkan hal tadi? padahal aku masih ingat melanjutkannya" ucap Boa Boa dengan polos, dan wajahnya yang tersipu malu.


"Apa!?" ucapku yang serentak dengan Tygruth.


"Eh!? se-sepertinya kau salah paham Boa Boa, jadi bisa kau hentikan ini!?" ucap Elysna.


"Tidak mau... cup!" ucap Boa Boa dengan sikap yang imut, kemudian mencium kening Elysna, dan itu membuat kami syok. Karena ciuman itu Elysna jadi kehilangan kesadarannya, dan pikirannya jadi kosong.


"Jadi bagaimana menurutmu?" ucapku sambil memejamkan mataku yang berusaha untuk tak melihat hal itu.

__ADS_1


"Entahlah... lebih baik ayo kita pergi dari sini" ucap Tygruth yang kemudian kami pergi keluar dari kamar mereka, dan menutup pintunya. Setelah kami keluar kamar... kami, "APA-APAAN ITU!" teriak kami serentak dengan syok, karena kami benar-benar tidak menyangka kalau hal itu akan terjadi.


__ADS_2