Artificial God

Artificial God
Penyerbuan


__ADS_3

Beberapa jam yang lalu di desa campuran, saat ini keadaan disekitar desa sama buruknya seperti di desa lainnya. Udara seketika membusuk karena zat kimia yang keluar dari tubuh monster, dan makhluk aneh itu. Tapi untunglah disini ada Boa Boa yang dapat mengatasi masalah udara yang tercemar ini.


Dengan kekuatannya yang hebat dia bisa menciptakan kembali menjadi normal. Kalau saja saat itu kami tak bertemu dengan Boa Boa atau tak menerimanya. Mungkin kami akan kesulitan melawan monster, dan makhluk aneh itu, walau aku bisa menggunakan pelindung sihir sekalipun untuk menahannya. Tapi lama-lama pelindung itu akan hancur dengan sendirinya karena radiasi yang berbahaya, dan lagi aku belum bisa membuat pelindung sihir yang cukup besar untuk desa ini.


"Sebenarnya apa yang akan terjadi? kenapa tiba-tiba semuanya menjadi seperti ini?" ucap kepala desa kepada kami. Saat ini seluruh penduduk desa sedang berkumpul di satu tempat dengan persenjataan yang diciptakan oleh Mouri, dan Vloid.


"Akan datang marabahaya kesini sebentar lagi. Kalian semua bersiaplah untuk melindungi desa, dan orang-orang tercinta kalian! Kami juga akan mempertaruhkan nyawa kami demi menyelamatkan kalian! karena itu adalah tugas kami sebagai The Power of Peace!" teriakku di tengah-tengah kerumunan penduduk desa.


Semua penduduk desa merasa senang, dan tak perlu khawatir lagi karena kami akan melindungi desa bersama dengan penduduk desa ini. Mereka meneriaki nama grup kami, "Hidup The Power of Peace! hidup!" teriak mereka yang penuh dengan semangat yang membara. Kami juga sangat senang bisa melihat para penduduk desa menjadi bersemangat seperti ini.


Namun sampai sebelum dia datang... Drrrrrrt... Blarrrrr! tiba-tiba saja ada seekor monster berapi yang keluar dari permukaan tanah bersama dengan penunggang nya. Semua warga yang penuh dengan api semangat yang membara menjadi hilang begitu melihat lawannya yang sangat menakutkan bagi mereka. Tatapan mereka langsung terlihat pasrah begitu melihatnya.


"Kudengar ada seseorang yang membunuh, Pleir. Tunjukan dirimu bedebah! berani-beraninya kau membunuhnya!" ucap sang penunggang monster itu yang terlihat marah. Pleir!? siapa itu? apa jangan-jangan makhluk yang ku bunuh saat itu adalah rekannya? sebenarnya ada berapa banyak makhluk sepertinya?.


Kemudian aku maju, dan berhadapan dengannya. Kemudian seluruh penduduk desa yang melihat tekad ku langsung mengikuti langkah ku. Mereka ikut bersamaku berdiri di hadapan sang monster api, dan penunggangnya. Begitu juga dengan teman-teman ku yang berada di sampingku.


"Kalau kau mau menghadapinya, ajaklah kami juga" ucap Tygruth.


"Ya benar! kau bisa mati kalau tidak ada aku" ucap Mouri.


"Kita harus tetap bersama-sama!" ucap Elysna dengan senyumannya.

__ADS_1


"Itu benar! karena itu kita membentuk tim bukan?" ucap Vloid.


"A-aku... akan ikut bersama kalian kemanapun kalian pergi!" ucap Boa Boa.


"Semuanya... kalian... cih, baiklah kalau begitu! ayo kita berjuang bersama-sama!" ucapku yang kemudian para penduduk desa bersorak dengan keras memanggil nama tim kami. Saat itu keadaan mulai membaik dengan semangat juang para penduduk desa karena kami telah membuat rasa takut itu menghilang. Dengan semangat yang membara dari mereka, sudah pasti kami akan memenangkan pertarungan ini lagi, dan lagi untuk selamanya.


Kami tak akan kalah, kami tak akan tumbang, kami akan terus menang, dan melangkah ke masa depan untuk menciptakan perdamaian yang indah. Dunia yang di impikan oleh seluruh bangsa yang ada, dunia yang sangat menakjubkan itu akan hadir oleh kami. Karena itu demi mewujudkan impian itu, kami tak akan pernah menyerah, dan terus berjuang hingg akhir.


"Semangat yang bagus... seharusnya tuan ada disini untuk melihat semangat kalian. Untuk menghancurkan semangat itu, dan membuatnya menjadi keputusasaan!" teriak makhluk itu yang kemudian tertawa dengan keras yang membuat penduduk desa merinding mendengarnya.


"Semuanya! jangan takut dengan perkataannya! ingatlah desa ini! desa ini yang telah membuat kalian sampai sekarang! bersama dengan orang-orang yang tercinta! karena itu!... kalian harus mempertaruhkan segalanya demi sesuatu yang berharga bagi kalian!" teriakku yang membuat rasa percaya diri, dan semangat mereka kembali hadir.


"Benar! disinilah tempatku di lahir kan"


"Semua orang di desa ini adalah yang terbaik!"


Suara, dan keluh kesah itu membuat mereka membangkitkan api dalam hati mereka. Api itu membesar, dan semakin memanas yang membuat mereka menjadi sosok yang tak terkalahkan. Baik di desa ini, ataupun di tempat yang lainnya, karena pemimpin mereka yang bijaksana telah membuat api yang menyala di hati mereka.


"Kalian... sepertinya benar-benar ingin mati!" ucap makhluk itu yang menyemburkan lahar panas, dan beracun kepada kami melalui monster yang dia tunggangi. Dengan sigap aku langsung menahan serangannya itu menggunakan perisai sihir ku.


"Semuanya cepat serang monster itu terlebih dahulu!" ucapku yang kemudian para penduduk desa maju dengan berteriak-teriak. Kemudian kami membantunya dari belakang, sehingga monster itu kewalahan menghadapi kami. Meski begitu, monster itu sudah membunuh puluhan jiwa dengan serangannya.

__ADS_1


Kami maju menyerang, sambil melindungi warga desa. Aku tak boleh mematahkan, dan membuat desa ini sedih karena kehilangan orang-orang yang berharga. Hanya beberapa saja dari mereka yang dapat menguasai kekuatan sihir, dan lagi sihir kelas terendah.


Ngeng! crat! srek! aku mendengar suara daging yang di cincang entah dari mana itu. Tapi ternyata itu adalah ulah Vloid, dan Mouri yang merobek-robek tubuh monster itu dengan kekuatannya. Vloid mengeluarkan cakar yang berbahaya untuk melukai monster itu, dan Mouri menciptakan sebuah mesin pemotong yang mengerikan, dan sepertinya aku tahu dari mana Mouri bisa menciptakan senjata seperti itu.


Blarrrrr! tiba-tiba saja monster itu mengeluarkan lahar panas, dan gas beracun yang membuat kami terpukul ke belakang, "Wahai rembulan yang menyinari dunia..." tiba-tiba saja aku mendengar suara yang tak asing itu. Ternyata itu adalah suara Elysna? apa dia berniat untuk menggunakan kekuatan bulan seperti waktu itu.


Tapi bagaimana jika dia terluka lagi? kalau begitu aku hanya bisa fokus untuk melindungi, dan menghentikan diriku untuk membantu yang lain menyerang monster ini. Aku hanya perlu fokus melindungi yang lainnya, dan memusatkan kekuatan ku sebagai perisai.


Seperti sebelumnya langit tiba-tiba saja menggelap, dan seluruh warga panik karena tidak bisa melihat. Aku hampir lupa kalau efek samping kekuatan Elysna seperti ini, "Boa Boa! ku perintahkan kau mundur dari barisan depan, dan gunakan kekuatan mu kepada semua orang untuk dapat melihat di kegelapan" ucapku, kemudian Boa Boa menuruti perkataan ku dengan terpaksa.


Sepertinya dia masih ingin bersenang-senang dengan kegilaannya. Sisi itulah yang membuat kecantikannya menghilang, ah sial kenapa aku malah memikirkan Boa Boa. Saat ini aku, dan Boa Boa hanya bisa memfokuskan kekuatan kami untuk menjadi suport bagi mereka yang menyerang di barisan depan.


"Sial kalau begini terus aku bisa kalah, cepatlah datang..." gumam makhluk itu. Kemudian tanah di luar desa bergetar dengan hebat membuat permukaan tanah retak-retak. Lalu getaran itu terasa sedang mengarah kesini, dan retakan tanahnya pun bergerak ke arah sini. Apa makhluk busuk itu sedang meminta bala bantuan? sial kalau begini akan sulit untuk menyelesaikannya.


Menyelesaikan satu monster saja sudah kesulitan, dan lagi akan ada berapa banyak yang datang. Duar! tiba-tiba saja empat monster beserta penunggang nya muncul dari permukaan dengan kekuatan yang berbeda-beda. Saat itu seluruh penduduk desa yang melihatnya terkejut, dan berhenti menyerang.


"Hahahaha! hadapilah kehancuran yang sebenarnya!" ucap makhluk yang memiliki kekuatan lahar itu. Sepertinya dia adalah pemimpin pasukannya, dan dia bukanlah pemimpin yang sebenarnya. Karena dia mengucapkan kata tuan saat itu, berarti kehancuran yang sebenarnya masih belum tiba.


"Kami tak akan kalah dari makhluk busuk seperti mu! aku yakin, eh!?... apa ini!? jangan-jangan hari ini!?" ucapku yang terkejut begitu muncul sebuah layar di depanku. Bukan hanya di depan ku saja, tapi seluruh penduduk desa berserta teman-teman ku.


Tapi... kenapa makhluk itu tidak mendapatkan bilah layar seperti ini? aku tahu kalau kami akan dikumpulkan secara berbeda dengan kelas yang sama. Tapi meskipun begitu, seharusnya makhluk itu memiliki bilah layar yang sama seperti kami. Karena bahkan penduduk desa campuran saja mendapatkan pesan ini.

__ADS_1


Pesan yang ku maksud adalah, "God's Meeting" yang berarti kalau kami mendapatkan bilah layar seperti ini. Tandanya dua jam lagi kami akan segera di pindahkan ke suatu tempat secara paksa oleh dewa. Hari ini adalah hari God's Meeting! bagaimana kami bisa melupakan hari yang sangat berharga ini.


Tapi aku belum pernah mendengar tentang makhluk yang tak mendapatkan pesan undangan seperti mereka. Sebenarnya siapa mereka? bagaimana bisa mereka tak mendapatkan hal yang sudah mutlak. Selama dua jam itu, kami harus terus mempertahankan desa ini, dan nyawa kami. Tapi setelah kami di panggil ke suatu tempat... apa yang akan terjadi setelahnya kepada makhluk yang tak menerima undangan peringatan ini?.


__ADS_2