Artificial God

Artificial God
Sampai di Kerajaan


__ADS_3

Lalu akhirnya kami grup Shan telah tiba di depan kerajaan Gygash. Setelah melihatnya dengan mata kepala kami, ternyata kerajaan ini jauh lebih besar dibandingkan dengan apa yang kami pikirkan, dan perkataan orang-orang. Ternyata kerajaan ini terletak di padang pasir yang tandus. Tembok-tembok yang mengelilingi kerajaan sangat tinggi, dan kokoh, dan sepertinya tembok-tembok ini diberikan perlindungan sihir tambahan untuk memperkuat pertahanan.


"Kalian siapa!? ada urusan apa kalian datang ke sini?" ucap salah satu penjaga yang menjaga gerbang masuk kerajaan. Di pintu masuk gerbang kerajaan terdapat banyak penjaga yang menjaga kerajaan ini. Begitu juga banyak penjaga yang mengintai dari atas tembok-tembok itu, dan juga ada yang berada di atas tower yang sangat tinggi. Pertahanan di kerajaan ini begitu ketat luar biasa, di sekeliling tembok ini selalu terdapat penjaga.


"Siapa kalian? ada keperluan apa kalian datang ke kerajaan yang mulia Zotheas?" ucap salah satu penjaga yang menghampiri kami, dengan suaranya, dan postur badannya yang tegas.


"Ka-kami..." kemudian tiba-tiba saja ada beberapa penjaga dengan wajah yang terlihat terkejut setelah memperhatikan kami. Kemudian para penjaga yang menyadari keberadaan kami itu segera menghampiri kami dengan terburu-buru.


"Me-mereka!? mereka adalah para pahlawan dunia itu! mereka adalah grup Shan! orang-orang yang mengatasi kiamat itu!" ucap orang-orang itu yang sepertinya adalah penggemar berat kami. Wajah mereka terlihat senang karena dapat bertemu kami yang merupakan idola mereka.


Kami mendapatkan pujian dari para penjaga gerbang itu. Hal itu membuat kami tersipu malu karena kami terus di puji yang terlalu berlebih-lebihan. Syukurlah ternyata reaksi mereka seperti ini, bikin kaget saja... ku kira mereka akan menangkap kami karena kami adalah para pahlawan itu. Ternyata mereka hanya para penggemar yang fanatik.


Kemudian setelahnya kami di persilahkan masuk sembari di kawal untuk mengelilingi wilayah kerajaan. Ternyata di dalam kerajaan ini jauh lebih mendebarkan! suasananya sangat keren, dan bagus. Bangunan-bangunan yang besar, dan pasar-pasar yang ramai. Ternyata masyarakat di kerajaan ini hidup dengan damai seperti ini.


Hanya saja para pemimpin itu yang salah, mereka masih menyukai hal-hal yang kuno, yaitu peperangan. Peperangan itu harus kami hentikan mulai dari kerajaan ini. Dengan begitu dunia akan menciptakan kedamaian sejati yang tak akan pernah berakhir.

__ADS_1


Kami masuk, dan di sambut dengan meriah oleh rakyat kerajaan. Mereka semua melemparkan bunga yang harum kepada kami, dan bersorak atas nama kepahlawanan kami. Hati kami sangat berdebar-debar karena telah mendapatkan sambutan yang sangat meriah dari banyak orang di kerajaan ini.


Sampai-sampai kami di antar kan keliling kota di kerajaan ini dengan kereta kuda. Sebuah taman, jalan bebatuan yang sedikit berpasir, bunga-bunga yang indah, taman yang indah, air mancur yang megah, jembatan yang keren, sungai yang mengalir bersih. Semuanya benar-benar sangat sempurna, ini adalah tempat yang sangat sempurna yang pernah kami datangi, benar-benar pemandangan, dan suasana yang menakjubkan.


"Kerajaan ini... benar-benar terasa hidup... hmm... udaranya sangat enak untuk di hirup seakan-akan aku sedang melayang" gumam ku yang menikmati pemandangan kota di balik jendela kereta kuda ini.


"Kau benar... tempat ini sudah seperti tempat idaman yang di inginkan makhluk hidup, benar-benar damai, dan tentram" sambung Elysna yang wajahnya terlihat gembira.


"Tentu saja... ini adalah kerajaan yang dibangun oleh yang mulia Zotheas. Yang mulia membangun kerajaan yang hebat ini sendirian, dan membiarkan kami para makhluk campuran untuk tinggal disini. Dia benar-benar orang yang sangat baik, dan sangat perhatian untuk makhluk hina seperti kami" ucap penjaga yang sedang fokus mengendarai kuda di bagian sopir.


"Tumben sekali dia..." ucap kami dalam batin serentak yang tak menyangka kalau orang bodoh seperti Boa Boa dapat mengatakan sesuatu yang bijaksana dari mulutnya itu.


"Terima kasih..." ucap penjaga itu dengan senyuman nya yang tulus. Kami terus di ajak berkeliling kota sampai akhirnya kami berhenti di sore hari, dan turun dari kereta kuda. Fiuh... perjalanan yang cukup melelahkan, dan menyenangkan bisa menyaksikan kota yang indah ini.


"Baiklah kalau begitu aku pergi..." ucap penjaga itu yang kembali untuk berjaga, dan pergi meninggalkan kami dengan kereta kudanya. Kemudian... kami hanya bisa terdiam setelah turun dari kereta kuda itu dengan terbengong. Entah kenapa sepertinya kami melupakan sesuatu yang sangat penting.

__ADS_1


"Hei... kita akan tinggal di mana?" ucap Tygruth yang membuat kami semua terdiam.


"Sepertinya kita harus bertanya-tanya kepada orang-orang disini tentang tempat penginapan" ucapku yang kemudian akhirnya kami berpencar untuk mencari tempat penginapan untuk kami tinggali sementara. Kemudian akhirnya salah satu dari kami berhasil menemukan tempat penginapan yang sempurna untuk kami tempati.


Lalu kami mendatangi pemilik penginapan itu, "satu kamar lima koin perak untuk sebulan" ucap pemilik penginapan itu yang membuat kami terkejut. Karena kami sama sekali tak memiliki uang, karena sebelumnya kami belum pernah menggunakan sistem keuangan yang bernama uang itu selama perjalanan kami.


Karena kami biasanya selalu menukarnya dengan ikan-ikan matang yang kami dapatkan di sungai selama perjalanan. Termasuk juga saat kami membayar ramen di kedai kakek tua itu, kami menggunakan dua puluh ikan matang untuk membayar ramen nya, karena kakek itu selalu menolak, dan hanya menginginkan uang. Akhirnya kami melarikan diri, dan meninggalkan dua puluh ikan matang itu di kedai itu.


"Ka-kami... tak memiliki uang" ucapku dengan tersenyum kecil.


Lalu setelah itu... akhirnya kami diberi kemudahan untuk tinggal di penginapan itu. Yaitu menjadi tugas kebersihan di penginapan itu, di lantai dasar penginapan itu terdapat bar yang biasanya ramai pengunjung ke sana untuk mabuk-mabukan di malam hari.


Padahal kami para pahlawan itu... tega sekali bapak pemilik penginapan memperlakukan kami seperti ini. Tapi setidaknya dengan seperti ini kami mendapatkan dua kamar, dan bisa tinggal disini selama kami terus bekerja di penginapan ini.


Tugas yang diberikan bapak pemilik penginapan itu berbeda-beda kepada kami. Tygruth dijadikan sebagai bartender, lalu Boa Boa menjadi pelayan bar. Kemudian aku menjadi petugas kebersihan yang membersihkan kamar, dan ruangan lantai dua yang merupakan tempat penginapan. Lalu untuk Elysna, dia menjadi petugas kebersihan yang membersihkan lantai satu, yaitu di bar.

__ADS_1


Sungguh nasib yang menjengkelkan, tapi ini demi kebaikan kami, maka kami harus melakukannya. Menyelidiki sesuatu tentang kerajaan ini, dan kalau perlu kami akan menyerang kerajaan ini diam-diam. Bersiaplah kau yang mulia Zotheas sialan!.


__ADS_2