
Sejak saat itu, hubungan ku dengan mereka terus menjauh. Bukan karena mereka yang menjauhiku, akan tetapi aku lah yang menjauhi mereka. Karena aku takut, dan terus teringat akan perkataan anak kecil yang waktu itu ku temui. Aku tak bisa menatap wajah, dan mata temanku dengan benar. Aku selalu menundukkan kepalaku di depan mereka, karena... setiap kali melihat wajah mereka yang ku bayangkan adalah kematian.
Lalu sejak saat itu juga kami tidak ada obrolan diantara aku, dan lainnya. Hanya diam yang bisa kulakukan, karena aku juga merasa bersalah dengan apa yang ku katakan pada mereka saat itu. Seandainya saja... seandainya saja aku tak mengatakan hal itu kepada teman-teman ku... mungkin saja kami masih bisa bermain, dan tertawa bersama. Membicarakan hal yang menyenangkan, dan berkumpul bersama.
Tap! tap! tap! saat aku sedang melakukan kegiatan bersih-bersih pada tavern ini. Ada seseorang yang menghampiri ku, dan memberikan tangannya padaku. Orang itu adalah Tygruth... dan di belakangnya ada Boa Boa, dan Elysna yang sedang menatapku dengan wajah yang sedih. Melihat wajah mereka aku menjadi merasa bersalah dengan apa yang telah ku lakukan sejak saat itu.
"Hei... ceritakan masalah mu pada kami... mau sampai kapan kau terus merenung seperti itu, dan mengemban semua permasalahan itu sendirian? jangan kau lupakan kami yang selalu ada bersamamu. Lihat jamnya, padahal sudah masuk waktu istirahat tapi kau masih saja bekerja karena terus merenungkan sesuatu" ucap Tygruth kepadaku dengan lembut, dan senyuman kecil.
Kemudian setelahnya kami berkumpul di kamarku, dan Tygruth untuk membicarakan permasalahan yang ku alami sendirian saat ini. Aku tahu, hanya mereka yang ku punya saat ini, karena itulah aku tak ingin menceritakan sesuatu yang kejam kepada mereka. Namun mungkin ini adalah saatnya, saat aku mengatakan kebenaran yang sebenarnya, yang hanya diketahui olehku, dan anak kecil itu.
"Katakan saya Gernath, lampiaskan semua masalah mu pada kami..." ucap Elysna yang duduk di sebelah kananku sambil menggenggam tanganku dengan lembut, dan menaruhnya di pipinya. Padahal aku sudah berlaku kejam, dan membuatnya kecewa, tapi kenapa kau masih bisa menerima ku? tidak... kenapa kalian masih bisa menerima keberadaan ku setelah aku mengatakan sesuatu yang kejam kepada kalian.
"Kumohon! cepat katakan itu! huwaaa!" tangis Boa Boa sambil memelukku dengan erat. Tangis bodoh Boa Boa, sudah lama aku tak melihatnya... tangis ini bukanlah tangisan yang sederhana, tetapi memiliki arti yang sangat dalam baginya.
"H-hei Boa Boa! jangan memeluk laki-laki lain di depanku... Argh" ucap Tygruth yang sedang mencoba menarik Boa Boa dari pelukan yang erat kepadaku. Namun Boa Boa menolak untuk melepaskan pelukannya, sambil menangis dengan kencang.
"Kematian..." ucapan singkat ini membuat suasana di kamar ini menjadi hening seketika. Orang-orang yang tadinya sibuk mempertanyakan apa masalah ku menjadi diam membeku.
__ADS_1
"A-apa maksudmu..." ucap Elysna yang matanya melotot karena terkejut.
"Kita akan mati jika melawan mereka... dan yang pastinya yang kita lakukan hanya kematian yang sia-sia. Karena itu lebih baik... ugh!" tiba-tiba saja saat aku berkata seperti itu kepada yang lainnya, Elysna menampar wajahku dengan sangat kencang.
"Tidak ada yang tahu sebelum kita mencobanya. Karena itu jangan mengatakan hal yang bodoh... karena setelah ini kita akan kembali, dan menikah!" ucap Elysna kepadaku dengan tatapan serius, dan tangisan yang lembut.
"Benar... kita tidak akan mati! aku berjanji padamu!" ucap Boa Boa dengan mata yang berkaca-kaca, dan menaruh harapannya padaku.
"Aku juga! aku berjanji kalau kita tidak akan mati!" sambung Elysna yang meyakinkan hatiku kalau kita tidak akan mati.
"Dasar brengsek! kita hanya perlu menjadi lebih kuat agar tidak mati kan! orang kuat tidak akan bisa di bunuh oleh yang lemah! karena itu ayo menjadi kuat bersama sialan!. Kalau kau masih tidak puas dengan ucapan ku, maka bertarung lah dengan ku hingga mati!" teriak Tygruth padaku. Melihat tatapan Tygruth yang sangat serius dalam hal ini membuatku tersenyum.
"Baiklah... kalau begitu ayo kita berlatih untuk menjadi lebih kuat lagi, hingga tidak terkalahkan. Hingga kita bisa mempertanggung jawabkan harapan mereka. Karena itu ayo berlatih untuk menjadi lebih kuat, dan bertarung untuk menjawab harapan mereka. Namun... maafkan aku, karena aku tak bisa memegang janji kalian berdua... Elysna... Boa Boa" ucapku dengan senyuman yang membuat mereka ceria kembali, dan bersemangat terhadap harapan ini.
"Dasar sialan, pada akhirnya kau takut bertarung padaku, dan lebih memilih berlatih untuk menjadi lebih kuat" ucap Tygruth yang meremehkan ku dengan senyuman yang menjengkelkan seperti biasanya.
"Sialan siapa yang takut, aku sudah bukan diriku yang dulu lagi... ayo kita pergi!" ucapku yang pergi lebih dulu untuk berlatih.
__ADS_1
"Gernath..."
"Ya? ada apa Elysna?..."
"... Aku sangat menyukai dirimu yang saat ini... dirimu yang tak pernah menyerah, dan terus membuat orang lain yang berada di sekitarnya merasa aman, dan bersemangat" ucap Elysna yang berlari memelukku dengan erat. Kemudian tiba-tiba saja Boa Boa juga ikut-ikutan berlari, dan memelukku dengan erat seperti Elysna.
"Gernath yang ku kenal adalah sosok yang pemberani, dan tangguh... jadi jangan perlihatkan dirimu yang lain, huwaaa!" tangis Boa Boa sambil mengusap-usap ingusnya di bajuku.
"H-hei Boa Boa... ah sudahlah... lagi pula... heh" gumam Tygruth yang tersenyum.
"Dasar kau ini siapa! kenapa menempel dengan kekasih ku! minggir kau!" ucap Elysna yang mendorong Boa Boa, namun Boa Boa tak mau melepaskan pelukannya yang erat itu, "Tidak mau! tidak mau! tidak mau!" ucap Boa Boa yang memelukku lebih erat lagi, hingga aku bisa merasakan dadanya yang menempel padaku.
"Gernath... k-kau! dasar mesum!" ucap Elysna yang memukul wajahku karena terlihat cengar-cengir sendiri dengan wajah mesum.
"H-hei! ini bukan salahku! seharusnya kau memukul Boa Boa, dan bukannya aku!" ucapku sambil menahan sakit.
Kemudian setelah itu kami pergi keluar kerajaan untuk berlatih di area luar yang sepertinya tidak digunakan. Yaitu hutan yang dekat dengan kerajaan ini, dengan begini kami bisa berlatih seharian penuh dengan bebas di hutan ini. Yah, walaupun sangat di sayangkan pohon-pohon, dan wilayah ini jadi hancur berantakan karena hasil latihan kami. Tapi selama menjadi kuat, itu bukanlah masalah, Hahaha. Karena mulai hari ini... kami akan berlatih dengan keras, sampai melampaui batas.
__ADS_1