Artificial God

Artificial God
Rencana


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu begitu cepat tanpa sadar, sejak kejadian itu hubungan pertemanan ku dengan Tygruth semakin membaik. Tygruth menyelesaikan masalah yang sudah ku buat, dia mengatakan kepada orang tuanya kalau yang membuat kepalanya bocor karena ulahnya yang ceroboh saat melompat dari pohon ke pohon lainnya, dan ia pun terpeleset.


Aku sangat berterima kasih kepada Tygruth, aku juga sangat beruntung karena memiliki teman sepertinya. Padahal sudah jelas-jelas dia sangat dirugikan karena ulah Elf itu, tapi dia sama sekali tak peduli dengan apa yang terjadi padanya. Dia hanya mempedulikan apa yang kami harapkan bersama, yaitu sebuah perdamaian.


Rasa benciku yang sangat besar kepada Elf saat itu pun mulai menghilang karena tekad besar yang ada pada diri Tygruth, dan lagi aku sungguh terkejut karena dia tidak membencinya meski Elf itu telah membuat dirinya setengah mati seperti itu. Namun selama dua bulan ini ada yang membuatnya berbeda.


Dengan kedatangan Leonis lain ke kehidupan berburu kami. Leonis bernama Mouri itu tiba-tiba saja mulai memasuki kehidupan ku. Tapi sepertinya, dia sangat tak menyukaiku, setiap kali aku ingin berbicara dengan Tygruth dia selalu menghalangi ku. Lama-lama aku pun menjadi sangat kesal dengan tingkah lakunya.


"Baiklah kalau begitu! yang kita lakukan haru ini adalah membantu membuat kebun di halaman belakang rumahku!" kataku dengan semangat, dan memiliki tujuan tersembunyi.


"Baiklah, sepertinya itu ide bagus, aku akan ikut membantumu" kata Tygruth yang setuju denganku. Padahal aku sudah merencanakan hal ini sejak dua bulan yang lalu, kalau aku akan membuat kebun di halaman belakang rumahku. Namun karena kejadian yang tak terduga, waktu pembuatan kebun di undur selama dua bulan lamanya.


"Apa? hei aku tidak setuju? kenapa kita harus membantunya, Tygruth?" tanya Mouri yang tidak terima dengan usulanku, aku harus melihatnya itu hanya bisa tersenyum sinis.


"Karena dia temanku..." kata Tygruth menjawab dengan datar. Perkataannya memang benar, dan sangat tepat, sehingga Mouri hanya bisa terdiam, namun aku yakin dia akan melakukan segala cara untuk memutuskan hubungan pertemanan kami berdua. Itu adalah salah satu kebiasaan yang dia miliki saat kami berkumpul.


"Lalu kau anggap aku apa? seharusnya kau mendahulukan teman yang sudah lama berteman dengan mu ini! dibandingkan kucing jelek itu!" kata Mouri sambil menunjuk-nunjuk wajahku yang membuatku kesal.


"Argh! aku sudah tidak tahan denganmu! mari sini kau... hap" aku pun memeluknya dengan erat, ini adalah rencana baruku setelah aku meneliti begitu lama. Aku jadi teringat dengan kejadian dua bulan yang lalu saat kami tak sengaja berpelukan saat di rumah paman Kyushu.


"Eh!?" Tygruth hanya bisa melihat dengan bengong karena tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan kami berdua. Seperti dugaan ku, tubuhnya bergemetar lagi, dan dia tidak bereaksi sedikitpun. Hahaha! akhirnya rencana licik ku berhasil membuat dia terpojok, yah... walaupun aku tidak tahu kenapa dia diam saja begitu ku peluk.


Yang pasti rencana ku berhasil membuat dia terdiam, dan dengan begini rencana kedua akan segera berjalan, "Apa... yang sedang kalian lakukan?" tanya Tygruth, inilah yang ku maksud rencana keduanya. Dengan begini dia pasti akan...


"Huwaaaa! dasar licik! akan aku laporkan perbuatan mu kepada semua orang!" kata Mouri berlarian sambil menangis dengan wajah yang memerah.


"Yes! haha sudah kuduga rencana ini akan berhasil. Tapi ngomong-ngomong kenapa dia seperti itu ya, saat aku memeluknya?" tanyaku dengan lugu kepada Tygruth.

__ADS_1


"Bodoh" ucap Tygruth dengan singkat.


Setelah itu akhirnya kami membuat kebun bersama di halaman belakang rumahku. Tanah disekitar rumahku memiliki kualitas yang sangat bagus. Dengan begini semua benih yang ku tanam nantinya akan tumbuh dengan besar, dan sehat. Saat ini kami sedang membuat lahan untuk menanam tanaman yang nanti akan kami tanam.


"Hei... apa kau tak merasa kalau dengan menggunakan alat yang bernama cangkul ini akan membutuhkan waktu yang lama untuk membuat lahannya?" kata Tygruth.


"Eh!? kenapa kau berpikir seperti itu?" tanyaku


"Perhatikan aku baik-baik" kata Tygruth yang membuang cangkulnya, kemudian... dia menggila. Dia menggali tanahnya dengan tangannya dengan sangat cepat sekali, aku yang melihatnya cukup terkejut. Alhasil aku mengikuti caranya untuk menggali tanah dengan cepat, dan dalam waktu 1 jam kami berhasil membuat lahan yang selebar 1 juta hektar persegi. Haha tidak sampai seluas itu, luasnya hanya 10 hektar persegi saja.


Sudah waktunya kami untuk menanam tanaman yang akan di tanam disini. Kami menanam tanaman tomat, dan cabai di kebunku dengan merata. Setelah itu kami beristirahat di dalam rumahku, aku menyiapkan makanan sebagai balasan untuk Tygruth karena sudah mau membantuku.


"Hei, apa besok kau ingin ikut bersamaku pergi melihat tanaman itu?" tanya Tygruth padaku sambil mengunyah makanan.


"Nanti saja... aku masih belum siap" kataku, karena semenjak kejadian saat itu sudah menjadi bagian dari trauma yang ku miliki. Walaupun aku sangat penasaran bagaimana keadaan tanaman itu, tapi aku jika pergi ke sana lagi kami akan bertemu dengan Elf itu, dan menyerang kami seperti sebelumnya.


Setelah berkata seperti itu Tygruth beranjak dari meja makannya sembari berkata, "Mau sampai kapan kau akan terus hidup menyedihkan seperti ini" ucapan Tygruth benar, namun aku masih takut untuk melangkah kembali ke posisi itu. Percuma saja kalau aku membantah perkataannya, dia itu sangat keras kepala, dan tak mau mendengarkan perkataan ku.


Meskipun ini mengorbankan nyawa seseorang, bahkan nyawanya sendiri saja dia sudah tidak peduli. Sebenarnya apa yang dia pikirkan pada dirinya sampai begitu yakin untuk mengorbankan dirinya. Apa dia tidak berpikir bagaimana perasaan orang-orang yang akan dia tinggali di saat dia mati terbunuh. Dia begitu bodoh sampai tak memikirkan hal lainnya, dan dia hanya memikirkan tujuan hidupnya.


"Tunggu Tygruth..." ucapku yang membuat langkah kaki Tygruth berhenti.


"Ada apa lagi?" Kemudian aku menghampirinya, dan memukul wajahnya dengan kencang hingga dia terjatuh.


"Apa yang kau lakukan!?"


"Apa itu sakit?"

__ADS_1


"Tentu saja sakit dasar bodoh!" teriak Tygruth dengan kesal sambil memegangi wajahnya yang terkenal pukulan ku.


"Sakit yang kau rasakan belum seberapa jika dibandingkan dengan rasa sakit perasaan orang lain ketika kehilangan mu. Kau berkata pengorbanan dengan begitu mudah kau ucapkan dari mulutmu yang busuk itu tanpa memikirkan yang lainnya. Apa kau tahu, kalau aku sangat takut kalau kehilangan satu-satunya temanku.


Mungkin saja jika aku kehilangan dirimu, aku akan melakukan hal yang sama seperti mu" ucapku yang menahan air mataku.


"Tapi... kalau bukan kita yang memiliki harapan itu, siapa lagi yang akan melakukannya?" kata Tygruth yang menggertak giginya. Perkataan yang dilontarkan Tygruth begitu ampuh, aku hanya bisa terdiam seperti ini saja begitu mendengar perkataannya. Tapi... untuk kali ini aku tidak akan diam! aku akan membuatnya diam, seperti apa yang dia lakukan padaku.


"Kalau begitu... mari kita membuat keyakinan kepada semua penduduk desa, dengan rencana yang kita miliki. Untuk membentuk hubungan yang baik dengan bangsa Elf" kataku sambil memegang pundak Tygruth.


"Tapi... bagaimana jika mereka menolak, dan lagi pula pembicaraan mengenai bangsa lain akan membuat perasaan para penduduk desa bimbang" kata Tygruth.


"Kalau tidak di coba, kita tidak akan tahu hasilnya. Lebih baik mencobanya, dan menerima kenyataan, dari pada berdiam diri menerima kenyataan yang pahit" kataku sambil berjalan keluar rumahku meninggalkan Tygruth.


"Hei... bukankah rumahmu disini?" kata Tygruth yang membuatku malu.


"Ah... hahaha, benar juga..." kataku sambil menggaruk-garuk kepalaku.


"Dasar kau ini, kalau ingin berlagak keren setidaknya jangan menunjukkan sisi konyol mu" kata Tygruth yang tertawa terbahak-bahak.


"Berisik! cepat pergi sana" kataku mengusirnya dengan mendorong badannya.


"Baiklah... aku setuju denganmu, mulai besok kita akan memberitahukan hal ini kepada seluruh penduduk desa. Saat malam hari aku akan datang ke sini, untuk membicarakan hari esok" kata Tygruth sambil melambaikan tangannya, dan pergi.


Ternyata tidak buruk juga untuk mencoba melangkah lebih maju walau hany satu langkah yang kau tempuh. Karena dengan langkah yang kau pijak itu, akan membuat kehidupan mu jauh berbeda dari yang sebelumnya. Oleh karena itu jangan pernah takut untuk melangkah lebih maju dalam kebaikan.


Karena apa yang kau langkah di jalan kebaikan, maka akan berakhir dengan kebaikan pula. Begitu juga dengan kau berjalan di jalan yang sesat, kau akan berakhir tersesat, dan tak akan pernah kembali. Namun masih ada jalan untuk itu, jalan untuk mengembalikan posisi awal mu, yaitu untuk mencoba melangkah bersama dengan orang-orang disekitar mu

__ADS_1


__ADS_2