
Beberapa menit berlalu pertarungan antara Nizard, dan wanita itu masih berlanjut. Tubuh Nizard sudah bonyok, dan kakinya sudah bergemetaran menopang berat tubuhnya. Sementara itu wanita itu sama sekali belum pernah sekali pun terkena serangan Nizard karena terus menghajarnya, dan tak memberikan kesempatan bagi Nizard untuk menyerangnya.
Nizard hanya bisa menahan serangannya dengan segenap kemampuannya, mungkin hanya itu saja yang bisa dia lakukan untuk meninggalkan memar pada tangan, dan kaki wanita itu yang serangannya terus di tahan. Meskipun begitu tetap saja, yang terpojok saat ini adalah Nizard. Dan lagi, mereka berdua terlihat tidak akan menyerah sampai mereka bisa memenangkan Pertarungan itu.
"Dasar pria lemah! lebih baik kau menyerah saja! tidak ada yang bisa kau lakukan untuk membalikkan keadaan!"
teriak orang-orang yang meremehkan, dan menghina Nizard secara terang-terangan. Tentu saja hak itu membuat anggota grup Toro kesal mendengar bahwa anggota nya sedang di caci maki oleh banyak orang. Hal itu bisa membuat nama grup mereka menjadi jelek karena Nizard menunjukkan kemampuannya yang buruk.
"Kukira dia sangat pandai berkelahi, ternyata dia hanya orang payah!" ucap Milan yang tak menyangka kalau Nizard adalah orang yang lemah, meski mereka sudah berjuang selama sepuluh tahun ini.
"Benar, aku benar-benar tidak menyangka hal ini sama sekali. Jadi itulah alasan dia bertarung sendirian, di bandingkan bekerja sama saat menjalankan tugas. Karena dia tidak mau menunjukkan kalau dirinya lemah" sambung Sheran yang ikut kecewa dengan kemampuan Nizard yang merupakan anggota dari grup mereka.
"Hmm..." gumam Martis dengan singkat.
"Aduh aduh.... padahal dia adalah senior di antara kita semua, tapi kenapa dia memiliki kemampuan yang tidak berguna seperti itu" ucap Milan yang terus merendahkan Nizard.
"Kalau hanya dengan kemampuannya yang seperti itu, dia tidak akan mungkin bisa lolos menjadi peserta arena Pertarungan" ucap Sheran yang menambah kata-kata yang buruk untuk Nizard.
__ADS_1
"Kalian apakah tidak bisa berhenti untuk meremehkan orang lain..." ucap Martis dengan dingin yang kemudian dia langsung pergi begitu mengatakan hal yang singkat.
"Apa-apaan dia itu? dasar anak baru sialan, beraninya kau bersikap seperti itu dengan senior mu!" ucap Milan yang kesal kepada Martis yang bersikap angkuh, dan tak menghormati dirinya yang sebagai seniornya.
"Dasar, wajahnya saja yang tampan, tapi tidak dengan perilaku nya" ucap Sheran.
"Kalian... bisakah diam, dan hanya menonton saja?" ucap Toro sambil menghisap rokoknya.
"Ba-baik tuan..." ucap mereka yang segera diam, dan takut setelah melihat wajah pemimpinnya yang terlihat kesal. Kemudian Toro memandang ke atas, sambil merenungkan sesuatu tentang masa lalu. Yaitu beberapa puluh tahun yang lalu sebelum dia bertemu dengan Nizard yang akan menjadi rekan pertamanya untuk menjelajahi dunia, dan menciptakan perdamaian.
Saat itu... Toro sedang pergi menjelajah seorang diri di penjuru dunia, untuk memberikan harapan kepada seluruh makhluk hidup tentang perdamaian dengan caranya sendiri. Saat itu dia mendatangi suatu desa yang di penuhi api yang membara, sekelompok bandit yang kuat menyerang desa itu untuk merebut wilayah itu, untuk memperluas kekuasaan mereka.
Hingga akhirnya dia terpikir kan cara untuk memiliki rekan yang akan membantunya untuk menciptakan dunia yang damai. Setelahnya bocah itu jatuh pingsan karena terlalu memaksakan diri untuk bertarung. Hingga akhirnya Toro memungut anak itu, dan di bawa ke suatu gubuk yang tak terpakai di dalam hutan.
Hingga akhirnya sang bocah itu terbangun dari tidurnya setelah beberapa hari tidak sadarkan diri. Mungkin itu di sebabkan karena dia terlalu memaksakan dirinya untuk bertarung, dan melampaui batas kekuatan energi miliknya. Hal itu menyebabkan aliran energi yang ada di dalam tubuhnya berhenti mengalir untuk ikut beristirahat dengan penggunanya.
"Dimana aku..." ucap sang bocah yang baru saja terbangun.
__ADS_1
"Kau sudah bangun bocah? ini, makanlah..." ucap Toro yang baru saja selesai membakar ikan bakar di bara api.
"Eh!? siapa kau! wajahmu terlihat mencurigakan! sepertinya kau pemimpin para bandit itu!... ukh... ba-badan ku sakit semua... apa yang kau lakukan pada tubuhku!" ucap sang bocah itu yang berusaha untuk bangun dari tempat ia tidur.
"Aku buka orang jahat... aku hanya seorang pria yang kebetulan bertemu dengan mu" ucap Toro yang membuat anak kecil itu kebingungan.
"Apa maksudmu? jadi kau ingin berkata kalau dirimu itu adalah orang baik? sulit di percaya, dengan wajah om om yang terlihat mencurigakan, pasti kau orang jahat. Lihat saja kau sudah menculik ku, dan mengikat tangan, kaki ku dengan kain aneh ini" ucap anak kecil itu yang tak percaya padanya.
"Itu perban dasar bocah tengil... hah... dasar kau ini, kalau tidak percaya padaku, lebih baik aku pergi saja" ucap Toro yang berpura-pura akan meninggalkan anak kecil itu.
"Apa!? h-hei tunggu aku! apakah itu yang dilakukan oleh seorang pria baik di saat ada seorang anak kecil yang terluka. Jadi benar kau adalah orang jahat! sialan!" ucap sang bocah itu yang akhirnya membuat Toro marah.
"Dasar bocah sialan! kau ini maunya apa hah! brengsek seharusnya aku membiarkan mu tergeletak di atas tanah, hingga mati! dasar bocah tidak tahu diri, sudah di selamatkan masih saja bersikap kurang ajar!" teriak Toro yang membuat anak kecil itu akhirnya terdiam, dan tak berulah lagi di depannya. Karena wajahnya terlihat semakin menyeramkan jika dia marah, mungkin hal itu telah membuatnya trauma.
Mungkin hanya itulah kenangan kecil yang saat ini di renungkan oleh Toro mengenai dirinya. Dia memang bocah lemah tak beradab, tapi... di sisi lain jika dia menggunakan kekuatannya. Maka... dia bisa menjadi seperti monster yang akan menghancurkan segalanya dengan kemampuan yang dia miliki.
Namun saat ini... benar-benar bukan sebuah keberuntungan baginya. Karena... dia tidak bisa menggunakan kekuatannya, dan hanya mengandalkan fisik saja, yang padahal dalam pertarungan, dia lebih mengandalkan kekuatannya dari pada fisiknya yang lemah itu. Sepertinya... Nizard memang benar-benar akan kalah di pertarungan ini.
__ADS_1
Buagh!
"Baiklah! pertarungan ini di menangkan oleh wanita cantik, dan seksi ini! beri tepuk tangan yang meriah untuknya!" ucap pembawa acara itu yang masih bersemangat. Kemudian semua orang merayakan kemenangan wanita yang menjadi lawannya Nizard. Sementara itu Nizard yang mengalami kekalahan hanya bisa menundukkan pandangannya sambil mendengarkan cemoohan dari orang-orang.