
Duar! aku mendarat dengan sangat keras hingga membuat getaran di tanah. Semua asap, dan kehancuran di sekeliling ku berdiameter sepuluh kembali menjadi normal. Aku berjalan mendekati Yugoslavia yang sedang berdiri di depanku. Dia menatapku dengan tajam, begitu pun juga dengan ku, aku benar-benar sangat marah sekali padanya.
"Tempat disekitarnya kembali normal? sejak kapan dia memiliki kekuatan seperti itu? bukankah kekuatan itu hanya dimiliki oleh wanita malaikat itu?" ucap Yugoslavia pada batinnya yang memperhatikan tempat disekitar ku yang mulai normal kembali.
"Hei... dimana Gordials?" ucapku yang masih menahan diri sebelum menghajarnya.
"Bocah itu? hahaha! dia sangat lemah, aku sudah mengha..." Bugh! aku melayangkan tinju ku hingga kepalanya berputar 360 derajat. Tapi tentu saja untuk makhluk seperti itu serangan yang ku berikan bukanlah apa-apa. Namun pukulan ku itu akan berdampak efektif baginya, karena aku mengaktifkan kekuatan yang menetralkan di genggaman tanganku.
Hingga pipinya yang terkena pukulan ku hancur melepuh karena serangan itu. Tentu saja dia sangat terkejut, dan langsung menjaga jarak dengan ku. Dia memegang wajahnya yang berlubang, dan tak kembali pulih itu, dengan tatapannya yang syok membuat pupil matanya mengecil.
"Apa-apaan dia? kekuatan teleportasi untuk dimiliki wanita bertelinga panjang, dan kekuatan yang menetralkan apapun. Dia memiliki semuanya? sebenarnya siapa dia? kenapa dia bisa melakukan hal seperti itu? apa kekuatan dia adalah meniru?" ucap Yugoslavia pada batinnya, dan dia sangat berwaspada terhadapku.
Kemudian aku berteleportasi di hadapannya, dan melayangkan tinjuku yang berisi kekuatan yang menetralkan. Dengan refleks yang gila, Yugoslavia segera menahan pukulan ku dengan beberapa tentakel yang keluar dari tubuhnya. Kemudian dia mengangkat ku menggunakan tentakel itu, dan membanting tubuh ku dengan sangat keras.
Tentakel yang menyentuh ku segera melepuh, dan tak beregenerasi kembali, "Sial! ini sangat gawat, kekuatan regenerasi ku melemah setiap menyentuhnya" ucapnya dalam hati dengan keadaan panik.
__ADS_1
"Ayo serang aku lagi... kenapa kau hanya diam saja di situ? hah?" Ucapku sambil mengumpulkan energi kekuatan netral di kedua tanganku, dan membentuk sebuah bola bercahaya. Zap! aku berteleportasi ke belakang nya, dan menyerangnya dengan bola cahaya itu ke punggungnya hingga berlubang menembus sampai ke depan.
Aku berhasil melenyapkan jantungnya, dia pasti akan segera mati, "Kalau kau diam saja disini, aku pasti akan menemani mu" ucapku yang kemudian aku Melentangkan kedua tangan ku, dan membuat seluruh daratan, lautan, dan udara yang hancur ini karena zat kimia kembali menjadi seperti semula.
"Kau tahu apa yang berbeda dariku? aku tak akan mati meski kau melenyapkan jantung ku, Haha! kau harus melenyapkan seluruh tubuhku baru aku akan mati" ucap Yugoslavia yang kembali berdiri dengan tegak. Kemudian Yugoslavia mengeluarkan besi-besi tajam dari tubuhnya yang sangat panjang, "Hei, apa dengan begini kau tak akan bisa berteleportasi di dekatku?" ucap Yugoslavia yang tersenyum seringai.
"Sayang sekali, aku masih bisa menyerang mu dari jauh" ucapku yang menjulur kan tanganku ke hadapannya, dan menembakkan sebuah cahaya yang lurus dengan cepat ke hadapan Yugoslavia. Namun serangan ku di tangkis oleh sebuah perisai besi yang keluar dari tubuhnya. Meski itu perisai besi, seharusnya benda itu hancur karena aku telah menetralkan nya. Karena besi itu adalah bagian dari tubuhnya yang bermutasi kan?.
"Apa kau penasaran bagaimana perisai ini dapat bertahan? itu karena ini adalah besi sungguhan! di dalam tubuhku banyak persenjataan mematikan yang bisa ku gunakan kapan saja. Quilet telah merenovasi tubuhku menjadi yang berbeda dengan yang lainnya, begitu juga tubuh Bols" ucap Yugoslavia yang menertawakan ku.
"Tidak, sepertinya kau salah paham. Monster yang kalian sebut sebagai Xyyushara itu dulunya adalah manusia..." ucapnya yang membuatku terkejut, begitu mengetahui monster besar yang kukira dari hasil penelitian pada hewan ternyata adalah manusia juga. Aku benar-benar marah sekali padanya, dia benar-benar sudah tidak waras, orang sepertinya harus segera mati.
"Oh ya Bols itu adalah sahabatku... saat ini kami sudah bersatu. Dia pasti sedang bahagia di tubuhku, dia terlihat sangat bahagia saat aku mengubahnya menjadi monster sampai terlihat seperti ketakutan saking bahag..." aku langsung memotong pembicaraannya dengan pukulan arwah yang berisi kekuatan yang menetralkan.
Aku menyerangnya dengan pukulan tidak langsung, di belakang tubuh ku saat ini ada makhluk berbentuk arwah yang mengikuti pergerakan ku. Jika aku memukul dengan tangan kiri, maka arwah itu akan ikut memukul dengan tangan kiri. Namun itu hanya namanya saja yang arwah, tapi wujudnya padat, jadi pukulan yang mengenainya tidak langsung mengenai tubuh Yugoslavia, akan tetapi mengenai duri-duri besi itu.
__ADS_1
Pukulan ku cukup keras hingga membuat duri-duri itu menjadi tumpul, dan penyok, "Hei, apa kau tak memiliki hati?" ucapku dengan mata yang terbuka lebar, memelototi nya dengan tajam.
"Kalau tidak salah dia juga mengatakan hal yang sama" ucap Yugoslavia yang sedang menahan serangan ku dengan tentakelnya yang dibaluti dengan besi. Sial! dengan begitu tentakelnya tak akan hancur karena efek netralisir milikku. Kemudian aku mengeluarkan lahar panas dari bawah tanah yang dipijak oleh Yugoslavia, dengan begitu besi-besi itu akan meleleh, karena besi miliknya tidak sekuat besi dari pedang milikku.
Aku harus merebut pedang milikku, tapi dimana pedang itu? Sruk! aku terkejut begitu tiba-tiba saja ada benda tajam yang keluar dari lahar yang sedang membakar Yugoslavia. Benda tajam itu menusuk perutku dengan cukup dalam, aku segera menjauh darinya namun... pedang itu... sudah menempel pada tubuhku. Aku sangat terkejut, karena ini adalah teknik pedang yang biasa aku gunakan saat berburu.
Sebenarnya bagaimana cara pedang ini memiliki kekuatan seperti ini? bukankah dia berkata kalau pedang, dan keenam senjata mematikan lainnya memiliki kekuatan yang sangat hebat, atau yang disebut dengan teknologi, teknologi benar-benar merepotkan, dan hanya membuat kepalaku sakit saat memikirkan nya.
"Mungkin kau tak tahu cara menggunakan pedang ini dengan baik. Pedang ini bisa memanjang, dan menempel, sekali menempel dia akan...!?" ucap Yugoslavia yang terkejut begitu melihat aku memotong daging di tubuhku yang sudah merekat dengan pedang itu, sehingga aku bisa lepas. Untuk menghentikan pendarahannya, aku hanya perlu melakukan teknik penyembuhan.
"Apa!? apa dia gila? sebenarnya mereka ini makhluk macam apa? dan lagi bukankah kekuatan heal itu hanya ada pada wanita bertelinga panjang itu?" ucap Yugoslavia dalam batinnya yang terheran-heran melihat perilaku ku yang tak takut dengan rasa sakit.
Aku sudah pernah menggunakan teknik pedang itu, ku harap kau dapat menunjukkan teknologi lainnya yang ada pada pedang itu" ucapku yang sedang menyembuhkan luka di perutku. Meski aku bisa menyembuhkan, bukan berarti aku bisa mengembalikan bagian tubuhku yang hilang, karena aku merobek daging ku demi melepaskan diri dari pedang itu. Perutku yang terkena serangan itu mejadi sedikit penyok, karena aku telah memotong daging ku.
Tapi pertarungan ini... pertarungan yang sebenarnya... baru saja di mulai sekarang.
__ADS_1