
Di pagi hari yang sangat menenangkan ini, entah kenapa rasanya sekarang tidak bisa menjadi hari yang damai. Padahal aku sedang ingin mandi di kamar mandi penginapan ini, namun di saat yang bersamaan ada orang lain juga yang ingin mandi. Kami harus berebutan dengan kamar mandi itu untuk menentukan siapa yang lebih dulu untuk mandi.
Karena kamar mandi yang lain sedang di pakai, dan yang tersisa hanya kamar mandi ini. Ya, orangnya adalah salah-satu dari orang-orang yang baru saja datang untuk menginap di penginapan ini. Orang itu bernama Milan, saat ini aku, dan dia sedang memperebutkan kamar mandi ini.
"Hei kucing kecil, pergilah dari sini! ini kamar mandi ku!" ucap Milan yang sedang mendorong ku dengan sekuat tenaga.
"Tidak akan! siapa yang menentukan ini kamar mandi mu hah?" ucapku dengan kesal sambil membalas dorongan nya. Kami saling mendorong di depan pintu kamar mandi itu. Sebenarnya aku ingin menggunakan kekuatan teleportasi ku untuk masuk ke kamar mandi ini lebih cepat. Tapi kami harus menyembunyikan kemampuan kami selama di kerajaan ini.
Karena mungkin saja kami sedang di selidiki oleh mata-mata kerajaan yang keberadaannya tidak kami ketahui, "Ukh! ternyata kau cukup tangguh untuk seukuran kucing kecil" ucap Milan yang terus mendorong hingga lantai kayu yang dia pijak sedikit rusak. Sepertinya Milan menambahkan kekuatan nya untuk mendorong ku, maka dari itu aku pun meningkatkan kekuatan fisik ku juga untuk mendorong nya lebih kuat hingga lantai kayunya hancur.
Kriet!... Tygruth baru saja keluar dari kamarnya dalam keadaan terkantuk-kantuk, dan yang pertama kali dia lihat begitu keluar kamar adalah aku, dan Milan yang sedang memperebutkan kamar mandi, "Apa yang sedang kalian lakukan? oh... kau salah satu dari orang yang waktu itu ya" ucap Tygruth sambil menguap dengan suara yang tidak jelas.
"Jangan memanggil tuan Toro dengan sebutan orang itu" ucap Milan yang terlihat tidak suka dengan perkataan Tygruth. Karena dia mengira kalau Tygruth sedang meremehkan pimpinan grup The Light. Karena Milan marah, tanpa sadar dia menggunakan kekuatan penuh kepadaku sampai mendorong ku keluar dari tavern ini, yang membuat dinding lantai duanya hancur, dan aku terjatuh ke tanah dari lantai dua.
Kemudian Milan berjalan ke arah Tygruth dengan menatap tajam. Namun Tygruth sama sekali tak mengubah raut wajahnya sedikit pun, dia masih menunjukkan wajah dinginnya, dan tidak berwaspada kepada orang itu, "Hei kau juga tidak boleh bersikap kasar kepada temanku" ucap Tygruth yang tidak terima.
"Tidak perlu khawatir kan aku, aku baik-baik saja" ucapku dari luar tavern. Kemudian aku memanfaatkan momen keributan ini untuk kabur dari tugas bersih-bersih ku di tavern.
"Tapi dia bilang baik-baik saja tuh? hei... berhenti menatap ku seperti itu kalau kau tidak mau mati" ucap Milan yang menggertak Tygruth dengan kata-katanya yang menakutkan, namun itu sama sekali tak membuat Tygruth gentar, dan dia masih bersikap dingin seperti biasanya.
__ADS_1
"Memangnya siapa kau berani menyuruhku?" ucap Tygruth yang memancingnya agar dia marah, dan untuk menunjukkan kekuatan seperti apa yang dia miliki.
"Kau ini... benar-benar tidak memahami situasi ya? kau akan..." saat Milan hendak mengeluarkan sesuatu dari tangannya, tiba-tiba saja Toro datang dalam sekejap mata di hadapan mereka berdua. Tygruth yang tak merasakan datangnya keberadaan seseorang membuat Tygruth sedikit terkejut dengan hal itu, karena orang yang bernama Toro ini dapat menyembunyikan keberadaan nya dengan baik.
"Hentikan Milan..." ucap Toro yang baru saja datang di hadapan mereka berdua.
"Tu-tuan Toro!?... uh... baiklah" ucap Milan yang kemudian langsung pergi meninggalkan Tygruth, dan pergi memasuki kamar mandi itu. Melihat sikapnya yang langsung nurut terhadap perkataan seseorang, Tygruth menyadari sesuatu kalau orang yang bernama Toro ini adalah pemimpin mereka.
Karena hal itu Tygruth jadi menaruh rasa curiga terhadap kelompok mereka. Karena mungkin saja mereka adalah orang-orang yang memberontak yang dapat menggangu tujuan kami yang akan mendamaikan dunia. Tygruth langsung meningkatkan rasa waspada nya kepada kelompok orang-orang itu.
"Sekali lagi maafkan perilaku rekan ku..."
"Baiklah... perkenalkan namaku Toro, dan yang tadi itu Milan... ah..." ucap Toro yang sedikit kesal begitu melihatmu perilaku Tygruth yang tak sopan di hadapannya karena dia langsung pergi begitu saja di saat Toro sedang membicarakan masalah ini baik-baik. Meskipun begitu Toro masih harus menahan kesabarannya untuk sesuatu yang penting.
Sementara itu aku yang sedang berjalan-jalan di sekitar kota kerajaan untuk mencari bahan makanan. Kebetulan sekali aku bertemu dengan Boa Boa yang sedang mengajak Yuki untuk berjalan-jalan di pagi hari, dan sekalian membelikan dia mainan, dan jajanan. Aku pun segera menghampiri mereka, dan ikut nimbrung dengan mereka.
"Hei kalian sedang apa disini?" ucapku yang baru saja menghampiri mereka.
"Ah Gernath... kami sedang mencari jajanan disini" ucap Boa Boa yang selalu tersenyum seperti biasanya, dan itu membuatku merindukan Elysna yang dulu yang selalu menunjukkan senyuman manisnya padaku. Namun sekarang dia menjadi galak, dan menyeramkan karena untuk mengingat jasa Mouri kepadanya.
__ADS_1
"Paman Gernath sedang apa disini? apa paman sedang berusaha mendekati kak Boa Boa?" ucap Yuki dengan wajah polosnya, yang membuat suasana diantara kami menjadi tidak enak. Seperti biasa, Boa Boa yang bodoh selalu tersipu malu begitu saja.
Sementara itu Tygruth yang sedang berbaring si kamarnya untuk bermalas-malasan, "Entah kenapa aku tiba-tiba merasa kesal... rasanya aku ingin membunuh seseorang" gumam Tygruth sambil menatap atap.
"Eh!? a-apa yang kau bicarakan Yuki!? a-anu... Tygruth i-ini..." ucap Boa Boa yang tidak bisa berbicara dengan benar karena dia orang yang konyol jika keadaan sudah seperti ini.
"Sudahlah, lagi pula dia masih sangat kecil. Jadi wajar saja dia berbicara seenaknya" ucapku yang mencoba mengubah situasi canggung, dan tidak enak ini.
"Kak Boa Boa aku ingin boneka yang lucu itu" ucap Yuki sambil menarik tangan Boa Boa ke tempat orang yang menjual banyak berbagai boneka yang lucu.
"Ba-baiklah... paman harga boneka beruang ini berapa?" ucap Boa Boa dengan senyuman nya yang imut yang membuat penjual boneka itu salah tingkah sendiri.
"Ah... ka-kalo untuk nona, aku beri harga lima puluh koin tembaga saja" ucap paman itu yang terlihat seperti orang mesum saat menatap Boa Boa. Kemudian begitu dia melirik ku, aku langsung melototi paman penjual boneka itu, dan membuat dia takut, dan tak berani macam-macam dengan Boa Boa.
"Aduh... koin tembaga ku kurang, Gernath apa aku bisa minta sepuluh koin tembaga milikmu?" ucap Boa Boa dengan menunjukkan wajah memelas. Tanpa menunjukkan wajah melas seperti itu pun aku sudah pasti akan membantunya, karena dia adalah kekasih dari sahabat ku, Tygruth.
Kemudian aku dengan sombongnya berkata, "Tenang saja, aku membawa koin yang sangat banyak, hoho... eh!? si-sial... aku lupa membawa kantung koin ku" ucapku yang merasa malu karena tadi sudah bersikap sombong.
Kemudian tiba-tiba saja ada seseorang pria yang menggunakan topeng membantu Boa Boa untuk membayar sisa harga boneka yang akan di beli itu, "Terima lah sepuluh koin tembaga ini" ucap pria bertopeng itu sambil memberikan sepuluh koin tembaga kepada Boa Boa. Kemudian Boa Boa menerima koin pemberian orang asing itu dengan senang hati, tanpa ragu.
__ADS_1
Namun... entah kenapa orang ini... terasa ada yang aneh.