
Tiba-tiba saja ada guncangan yang cukup dahsyat yang terjadi. Kami menamai guncangan ini dengan sebutan, "Gempa". sudah lama hal ini tak terjadi ucap para penduduk pendahulu. Namun bagiku ini adalah pertama kalinya aku merasakan guncangan yang hebat. Entah apa yang terjadi pada bumi, namun menurut cerita para orang tua, hal ini terjadi karena bumi sedang batuk.
Sungguh cerita yang sangat tidak jelas, kejadian guncangan ini terjadi tadi malam. Namun syukurlah kejadian ini tidak memakan korban jiwa sama sekali. Semua penduduk desa tak adanya yang terluka, dan mereka semua selamat, dan hanya ada retak-retak sedikit saja di jalanan desa. Namun... guru kami tidak berpikir seperti itu, guru berpikir kalau ada seseorang yang membuat bumi ini berguncang.
"Apa!? memangnya ada yang bisa membuatnya seperti itu?" tanyaku yang terkejut mendengar pendapat guru. Karena sepertinya tak mungkin ada seseorang yang dapat menggunakan bumi ini, mau bagaimana pun juga itu mustahil. Kalau seorang dewa itu sudah mungkin pasti dapat menggunakan bumi ini. Dia saja bahkan pernah bercerita kalau dia melenyapkan seluruh umat manusia di era kehidupan sebelum kami.
Sudah pasti kalau dewa dapat melakukan nya, toh ini tidak seberapa baginya, dengan apa yang sudah dia lakukan terhadap umat manusia terdahulu. Tapi apa alasan dewa melakukan hal tersebut? apa mungkin karena ulah kami yang mirip seperti umat manusia sebelumnya? dan kalau itu memang benar berarti dewa akan menghancurkan dunia ini sekali lagi!?.
"Hei kenapa kau bengong begitu? apa menurutmu itu tidak mungkin? dan entah kenapa sepertinya kau sedang salah paham dengan apa yang dibicarakan" ucap guru. Namun yang lebih tak menyangka, adalah sikap guru yang seperti teman, kukira seorang pemimpin desa akan bersikap bijaksana, dan hebat. Ternyata dia bisa bersikap seperti ini.
"Bukankah itu mustahil jika ada seorang yang dapat mengguncangkan bumi ini!?" tanyaku.
"Hei santai kawan... sepertinya kau salah paham, kejadian ini tidak terjadi di seluruh permukaan bumi. Kebetulan sekali desa kita adalah desa pertama yang menerima guncangan aneh ini" ucap guruku dengan jelas.
"Apa maksud guru kalau desa kami adalah desa pertama yang menerima guncangan ini? apa mungkin akan ada guncangan yang terjadi lagi setelah ini?" ucapku.
"Ya! kau benar sekali, mari kita tos... baiklah aku akan menjelaskannya lebih rinci. Seperti yang kukatakan sebelumnya kalau guncangan ini terjadi karena ulah seseorang. Maka sudah pasti akan terjadi guncangan lain di tempat yang belum terjadi guncangan. Dan lagi sebenarnya di antara kita sudah ada yang dapat mengguncangkan tempat ini" ucap guruku.
"Tapi apa benar ya kalau guncangan itu terjadi oleh perbuatan seseorang, huh sulit di percaya. Lalu siapa orang yang guru bicarakan itu? apa guru mau pamer kekuatan?" ucapku yang merasa jengkel dengan kalimat terakhirnya.
"Hah? tentu saja kau benar, tapi teman mu yang sedang bermalas-malasan itu juga dapat melakukannya. Lihat dia, sudah seminggu lebih hanya berbaring di atas kasur, mau makan saja harus di suapi seseorang. Benar-benar tak memiliki kehidupan" sindir guru kepada Tygruth. Ah iya benar juga, karena kejadian tadi malam itulah yang membuat Tygruth siuman dari koma.
Kami semua sangat terkejut, dan sangat senang kalau pada akhirnya Tygruth membuka matanya kembali. Ku pikir dia akan tertidur untuk selama-lamanya, dan meninggalkan kami. Namun syukurlah dia akhirnya siuman, atau mungkin guncangan ini terjadi hanya untuk membangunkan Tygruth dari komanya.
__ADS_1
"Dasar guru sialan! seenaknya saja berbicara, apa kau mau ku buat koma" ucap Tygruth dengan kasar. Karena sejak kejadian itu pun sepertinya sikap Tygruth berubah lagi. Sepertinya setiap kali kepala dia terbentur keras oleh sesuatu, sikapnya akan berubah, dan sepertinya sikap saat ini sangat parah sekali. Dia jadi sering berkata-kata kasar, terlebih lagi dia tak memandang siapapun jika ingin berkata kasar.
Kalau apa yang dikatakan guru tentang Tygruth yang dapat mengguncangkan tempat ini sepertinya benar. Aku baru ingat kalau dia memiliki kekuatan yang sangat hebat dari kami. Cih sangat menyebalkan sekali mengakui kekuasaan miliknya, ternyata saat itu dia bukan cuma berkata besar. Pokoknya aku tak akan kalah! aku akan menjadi yang terkuat!.
"Hei hei Gernath, bagaimana dengan kekuatan milikku? ayo puji aku!" ucap Tygruth, dan sepertinya karena kejadian itu dia semakin menjengkelkan.
"Dasar maniak pujian! setelah kau sembuh ayo kita bertarung. Aku yakin kalau saat itu tiba aku lah yang akan menang, karena aku akan terus bertambah kuat. Sedangkan kau hanya bermalas-malasan disini seperti orang payah!" balasku dengan kesal, dan segera pergi keluar untuk berlatih. Kejadian ini aku manfaatkan untuk berlatih menjadi lebih kuat.
"A-apa!? hei sialan! kemari kau! jangan pergi!" teriak Tygruth dengan kesal.
Hal ini sangat menguntungkan untuk diriku, karena dengan begini aku bisa meningkatkan kekuatan ku. Sementara Tygruth masih di rawat, dan tak bisa berlatih karena kondisi tubuhnya yang masih terluka saat ini. Walaupun sedikit licik karena memanfaatkan kondisi Tygruth, tapi apa boleh buat, pokoknya aku harus menjadi yang terkuat hahahaha!.
"Hei Gernath kau mau pergi kemana?" ucap Mouri yang sedang menyuapi Tygruth makan.
"Haha... ada-ada saja dia, kau tidak akan meninggalkan... aku... kan... hei Mouri! kau ingin pergi kemana!. Kau belum menyuapi makanannya sampai habis!" teriak Tygruth.
"Maafkan aku Tygruth, hehe... sepertinya aku harus pergi. Aku tak ingin menjadi lemah sendirian" ucap Mouri sambil meninggalkan Tygruth, dan mengejar ku yang sudah pergi lebih dulu.
"Argh! sialan kau Gernath! bisa-bisanya saat itu aku berteman dengan orang seperti mu. Ah sial... tanganku masih tremor... aku tak bisa makan dengan benar kalau seperti ini" gumam Tygruth yang mencoba memegang sendok makan yang ada di sebelahnya.
"Apa kau ingin ku bantu makan?" ucap guru dengan wajahnya yang menjijikkan.
"Tidak, dan lagi jangan memasang wajah seperti itu! aku geli melihatnya tahu!" teriak Tygruth.
__ADS_1
"Ah... sepertinya kau bersikap malu malu anakku. Sini biar aku suapi, buka mulutmu aaa" ucap guru sambil memegang sendok yang penuh dengan makanan.
"Siapa yang anakmu... hmmph......hmmmm" ucap Tygruth yang tiba-tiba mulutnya di paksa masuk makanan oleh guru.
Dengan begitu akhirnya aku dapat berlatih bersama dengan Mouri untuk meningkatkan kekuatan kami. Kami berlatih di tempat seperti biasanya, di atas batu yang di buat oleh guru sejak pertama kali kami belajar kekuatan sihir. Kami tidak perlu lagi meminta guru untuk menggunakan kekuatannya untuk membawa kami ke dimensi yang berbeda agar menemukan batu, dan tempat latihan kami.
Guru sudah menciptakan sesuatu untuk membuka kekuatan ke dimensi lain di tempel di badan pintu yang mengarah ke halaman belakang. Seperti semacam kertas kosong, kalau salah satu dari kami meletakkan tangannya ke kertas itu. Maka kami secara otomatis kekuatan ke dimensi lain sudah terbuka, dengan begitu kami bisa berlatih sesuka kami tanpa merusak bumi.
Ini adalah cara guru menandai murid-muridnya, maksudnya tidak hanya rumah kami saja yang memiliki hal seperti ini. Akan tetapi dengan Leonis yang terpilih oleh guru untuk di ajarkan kekuatan sihir pun memiliki kertas seperti ini di pintu rumahnya. Semacam kertas yang tidak biasa, kertas yang memiliki energi kekuatan guru, hanya orang yang sudah di ajarkan kekuatan sihir saja yang dapat memakainya.
Setelah berjam-jam kami berlatih di dimensi yang berbeda, "Hah... aku lelah sekali, aku ingin tidur saja disini karena udaranya segar" ucap Mouri.
"Apa kita sudah lebih kuat dari Tygruth? karena aku sudah menantang nya begitu dia sembuh untuk bertarung bersamaku" ucapku.
"Tentu saja tidak, kau pikir dalam satu hari kita bisa jadi lebih kuat secara tiba-tiba?. Dan lagi kekuatan yang dimilikinya benar-benar hebat, tapi aku tidak akan mengakui kekuatannya di depan dia, menyebalkan" ucap Mouri.
"Aku juga berpikir sama seperti mu, dia bisa mengendalikan apa saja di sekitarnya. Bukankah itu sangat hebat, bahkan dia bisa menahan serangan milikku yang saat itu lebih kuat serangannya dari pada saat aku menyerang mu. Dia sudah seperti tikus tanah saja saat itu" ucapku.
"Kau benar... hal apa lagi yang lebih mengejutkan nantinya. Mungkin beberapa tahun kedepannya dia sudah menjadi seperti monster" ucap Mouri.
Begitulah kami setelah mengetahui fakta bahwa kekuatan yang dimiliki Tygruth jauh lebih kuat dari kami. Kami jadi murung, dan sedikit kesal karena kami kalah kekuatan jika dibandingkan dengan Tygruth. Padahal saat itu dia melawan kami dengan sendirian, tapi dia bisa mengalahkan kami. Sementara kami hanya berlindung dengan kekuatan yang kami miliki, dan tak mampu untuk membalas serangan.
Bahkan yang membuat kami lebih pasrah lagi adalah saat Tygruth berhasil menahan serangan guru yang hebat itu. Kami tak bisa berhenti memikirkan betapa hebatnya kekuatan yang dimiliki Tygruth, karena semua kejadian itu sungguh menusuk hati kecil kami. Argh! rasanya lebih baik saat itu aku menolak tawaran guru untuk mendapatkan energi sihir. sudah pasti aku akan menjadi yang lebih kuat dari mereka untuk selamanya, karena aku memiliki sebuah pedang yang hebat.
__ADS_1