
Begitu kami berhadapan dengan bandit sebelumnya, membuat kami yakin kalau kami akan dapat dengan mudah menghadapi bandit-bandit yang akan datang sesudahnya. Sepertinya rumor tentang bandit terlalu di lebih-lebih kan. Saat itu juga ada penyerangan di desa Leonis oleh sekelompok bandit.
Namun dengan mudahnya para penduduk desa mengusir bandit-bandit itu, dan meraih kemenangan. Mungkin bagi orang-orang biasa yang tak memiliki kekuatan sihir dalam diri mereka, bandit adalah sekumpulan orang-orang yang berbahaya yang dapat mengancam nyawa mereka jika berhadapan.
Tapi bagi kami bandit bukanlah sebuah halangan yang besar yang harus kami tembus. Begitulah kepercayaan diri kami di bangun karena sudah berhasil mengalahkan sekelompok bandit tadi. Namun mungkin saja akan ada bandit-bandit yang lebih kuat dari pada sebelumnya.
Tentang hubungan Vloid, dan malaikat yang bernama Boa Boa hubungan mereka masih sangat buruk. Mungkin jika dibandingkan hubungan ku pertama kali dengan Vloid saat itu, hubungan mereka lah yang lebih parah. Aku tak tahu apa yang dipikirkan bocah Vampir itu, tapi meski begitu dia memiliki alasan untuk membencinya kan?.
Karena dia berbeda dengan bocah-bocah yang berpikiran seperti anak kecil. Pemikiran dia lebih cepat dewasa ketimbang bocah-bocah seumurannya. Mungkin itu berkat kehilangan seseorang yang berharga baginya, itulah yang membuat pola pikirnya berubah, dan juga waktu aku berbicara dengannya saat itu, aku bisa merasakan wawasan dalam berbicara terasa luas.
Padahal malam ini adalah malam yang indah, malam yang di sukai oleh para Elf, tentunya juga bagi bangsa Vampir. Yang membuatnya mendapatkan kekuatan dari sang malam. Lagi-lagi malam ini bulan memancarkan cahayanya yang indah bersama dengan bintang-bintang yang berkilauan.
Kalau saja Vloid memiliki hubungan yang baik dengan Boa Boa, mungkin saja suasana malam ini tidak menjadi tegang seperti ini. Karena saat ini kami sedang berkumpul di meja makan untuk menyantap ikan-ikan yang ku kumpulan beberapa pekan yang lalu. Setiap hari kami selalu makan ikan ini, rasanya lama-lama aku mual hanya dengan melihatnya.
"Aku ingin makan di luar saja..." ucap Vloid yang segera meninggalkan meja makan, sambil membawa makanan. Sementara itu Boa Boa terlihat tak peduli dengan Vloid, mungkin karena dia terlalu polos, dan tak tahu apa yang sedang terjadi di antara hubungan mereka.
"Hei Boa Boa, aku tidak tahu kau ini benar-benar bodoh atau apa. Tapi apa kau akan membiarkan Vloid seperti itu selamanya saat bersama mu" ucapku.
"Memangnya ada apa dengan dia?" ucap Boa Boa yang benar-benar tidak tahu apa yang kami maksud. Sepertinya dia benar-benar tidak bisa di tolong karena kebodohannya. Dia berbicara santainya sambil menyantap makanan dengan lahap seperti itu, benar-benar wanita yang aneh, dan sepertinya cukup menyebalkan karena sifat polosnya yang terlalu polos itu.
"Apa kau tidak merasakannya kalau bocah itu sedang membencimu?" tanyaku.
"Aku tahu dia sedang membenciku, memangnya ada apa?" ucap Boa Boa yang entah kenapa aku merasa jengkel padanya.
"Kalau kau tahu kenapa tidak melakukan sesuatu? Tentu saja kau harus membuat dia menyukaimu, agar kau tidak di benci lagi olehnya dengan begitu suasana di tim ini segera membaik" ucapku yang menghela nafas karena hal seperti ini saja harus ku jelaskan dengan rinci kepada orang sepertinya.
__ADS_1
"Aku bingung ingin melakukan apa untuknya, karena itu aku diam saja" ucap Boa Boa, yang ternyata dia ini sebenarnya sangat mengerti tentang perasaan orang lain. Akan tetapi dia sangat bodoh untuk bertindak, atau melakukan sesuatu untuk orang lain.
"Berbicaralah padanya... tanyakan padanya apa yang membuatnya benci padamu. Kalau dia menolak dengan keras, ceritakan lah kisah hidupmu, kau pasti memiliki kehidupan yang suram kan?" ucapku yang membuat Boa Boa sedih karena teringat sesuatu pada dirinya yang membuat hidupnya suram.
"Baiklah... aku akan segera menghampiri dia, tapi sebelum itu aku harus menghabiskan makanan ku dulu" ucap Boa Boa yang melahap makanannya dengan sangat cepat. Dasar malaikat aneh, dia benar-benar aneh, dan sangat menjengkelkan. Kenapa selalu saja ada orang yang membuatku jengkel, ku kira kejengkelan ku akan berakhir setelah berteman baik dengan Vloid. Akan tetapi datang seorang malaikat aneh yang membuatku jengkel kembali.
Setelah Boa Boa selesai makan, dia pun segera menghampiri Vloid yang tengah duduk sendirian di bawah pohon sambil menatap bintang. Wajahnya, dan sorot matanya terlihat sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya sedih. Boa Boa segera duduk di sampingnya dengan tersenyum, dan itu terlihat menyebalkan baginya.
"Kenapa kau kemari? apa kau ingin ku bunuh?" ucap Vloid dengan kejam.
"Aku ingin tahu apa yang membuatmu membenciku?" ucap Boa Boa yang terlihat penasaran.
"Singkatnya kau itu adalah orang yang harus ku benci. Aku pergi, dan jangan mengikuti ku!" ucap Vloid yang segera meninggalkan Boa Boa. Sementara itu Boa Boa segera mengehentikan Vloid dengan memegang tangannya. Tentu saja Vloid amat tidak suka dengan tindakan yang dilakukan Boa Boa terhadapnya, dia langsung mencampakkan Boa Boa hingga terjatuh.
"Kumohon... jangan benci aku..." ucap Boa Boa yang menahan tangisnya agar tak keluar air mata dari matanya. Sementara itu Vloid berhenti begitu mendengar suara yang sedang di tahan itu. Vloid pun merasa kesal pada dirinya karena sempat berhenti begitu mendengar perkataan dari orang yang dia benci.
Vloid tak bisa menahan amarahnya, dan pergi menghampiri Boa Boa yang sedang terduduk. Kemudian plak! plak! Vloid menampar wajah Boa Boa dengan sangat keras menggunakan seluruh tenaganya tanpa menunggu energi kekuatan miliknya. Vloid benar-benar sangat marah, dan benci padanya sampai tak berhenti untuk memukuli malaikat itu.
"Pergilah kau dari sini! karena kau kehidupan ku dengan mereka yang damai jadi berubah!" ucap Vloid yang terus memukulinya, sampai akhirnya Boa Boa tak bisa menahan air matanya lagi, dan air mata yang seperti berlian itu pun berjatuhan dengan deras.
"Kenapa?... kenapa kau seperti ini padaku? hiks... apa salahku?" ucap Boa Boa yang menahan suara tangisannya.
"Keberadaan mu sudah salah bagiku! kalau kau ingin aku tak membencimu maka pergilah dari kami untuk selama-lamanya!" ucap Tygruth yang kehabisan tenaga untuk memukulnya karena kelelahan.
"Aku takut... aku tidak ingin sendirian lagi huhu!... hanya kalian... hanya kalian yang tidak menatapku dengan pandangan mengerikan itu, huwaaaa!" tangis Boa Boa.
__ADS_1
"Aku tidak peduli... mau kau mati sekalipun aku sama sekali tidak peduli dengan apa yang terjadi padamu. Selama kau pergi dari sisi kami saja sudah cukup untukku" ucap Vloid.
"Orang-orang di desaku, hiks... membuang ku dengan kejam... bahkan dengan kedua orang tuaku sekali pun!" ucap Boa Boa yang kini bergantian memukuli Vloid dengan lemah, dan tak berdaya. Malaikat malang itu sepertinya banyak mengalami hal yang mengerikan dalam hidupnya yang membuat dirinya memiliki trauma yang mendalam terhadap orang lain.
Karena saat itu... saat pertama kali kami bertemu dengannya dia terlihat suram. Saat dia menatap kami dia menunjukkan wajah yang ketakutan dengan penuh keringat dingin. Vloid yang awalnya tidak peduli dengan masa lalu malaikat malang itu, kini akhirnya mencoba untuk membiarkan hati kecilnya menerima keberadaan malaikat malang itu. Meskipun Vloid di pukuli olehnya, dia tetap diam, dan melihatnya dengan menyedihkan.
"Hanya, hiks... hanya karena aku orang yang bodoh mereka jadi membuang ku seperti binatang peliharaan! huwaaaa! kau tak akan tahu sesakit apa hatiku melihat mereka memperlakukan ku seperti itu! aku... aku sangat menderita! kumohon... jangan menatap ku seperti mereka" ucap Boa Boa yang menangis dengan kencang.
Kemudian Vloid mencoba berbicara dengannya, "Meskipun aku tidak tahu apa yang kau alami, tapi aku tahu kalau itu sangat menyakitkan. Aku pernah merasakan perasaan yang menyakitkan itu, yang membuat diriku terlihat payah. Tapi mereka... mereka telah memungut ku, dan memperlakukan baik seperti sebuah keluarga. Keluarga yang kurasakan sebelumnya sangat berbeda dengan saat ini, meski begitu aku tahu rasanya sangat menyenangkan.
Aku sudah merasa cukup dengan keberadaan mereka, aku tak ingin ada orang lain lagi yang masuk ke dalam keluarga kecil kami yang bahagia. Aku benar-benar tak ingin ada siapapun yang masuk ke keluarga kami. Karena aku takut kalau ada seseorang yang masuk ke dalam keluarga kami akan mengubah kebahagiaan ini.
Aku takut kau akan mengubahnya, karena dengan semakin banyak orang yang masuk ke keluarga kami, dan tentunya orang yang tak di kenal. Pasti akan merubahnya, entah akan seperti apa suasana yang akan berubah nanti, aku hanya tidak ingin suasana keluarga kami berubah karena mu. Karena bagiku sudah cukup untuk kehilangan orang-orang yang berharga bagiku.
Aku sudah tak ingin kehilangan orang-orang yang berharga lagi. Aku sangat senang, dan sangat nyaman dengan mereka, meski sifat mereka berbeda-beda, hal itulah yang membuat keluarga ini lebih bersuasana" ucap Vloid yang akhirnya berbicara terus terang dengan apa yang dia pendam dalam hatinya. Dia mengatakannya dengan sungguh-sungguh dari lubuk hatinya yang terdalam.
Yang membuat seorang malaikat yang menangis dengan penyesalan masa lalunya itupun berhenti menangis, dsn terkejut. Boa Boa merasa bersalah karena tak memikirkan kalau ada orang lain juga yang pastinya merasakan rasa sakit itu. Semua orang pasti memiliki kisahnya, baik itu kisah bahagia ataupun penderitaan, semua itu tak lain adalah perasaan yang membuat seseorang lupa pada dirinya, dan juga orang lain.
"Maafkan aku... aku memang orang bodoh, kau boleh memanggilku begitu. Aku bertindak tanpa memikirkan apa yang akan terjadi ke depannya, aku adalah orang yang egois" ucap Boa Boa yang memeluk Vloid dengan keras sambil menangis di bahunya dengan pelan. Tangisan kali ini adalah tangisan yang membuat dirinya bahagia.
"Kau itu bukan egois, tapi bodoh tahu... dasar, jadi kau ini akan menjadi kakak yang ke berapa ya?" ucap Vloid yang memikirkan hal itu tiba-tiba. Karena Vloid sudah bersedia untuk menerimanya ke dalam keluarganya. Kakak tertua bagi Vloid adalah Elysna, karena dia memiliki umur yang lebih tua dari yang lainnya.
Lalu yang kedua jatuh kepada Tygruth, dan setelah itu aku, lalu setelahnya adalah Mouri. Kemudian kakak yang termuda sekaligus kakak terbaru bagi Vloid adalah Boa Boa. Karena dia memiliki umur yang berada di tengah-tengah antara Vloid, dan Mouri. Boa Boa sangat senang mendengarnya kalau dirinya akan di panggil kakak olehnya. Terkadang hal seperti itu saja sudah membuat orang lain bahagia.
Karena itulah, hargai kebahagiaan orang lain, dan cintai orang-orang yang menderita. Dengan begitu tidak akan ada lagi yang membeda-bedakan kuasa, ataupun kepribadian seseorang itu sendiri. Dengan begitu kedamaian sejati akan terciptakan begitu semua orang dapat menerima orang lain.
__ADS_1