Artificial God

Artificial God
Colosseum


__ADS_3

"Kalian semua, apakah kalian sudah siap?" ucap Toro yang baru saja datang.


"Sudah tuan!" ucap para bawahannya yang sedang berkumpul segera memberikan hormat dengan menundukkan kepala mereka.


Toro menghela nafasnya dan menghirup sebatang rokok. Padahal Toro tidak pernah merokok sebelumnya, sejak dia dikalahkan olehku di pertarungan fisik beberapa hari yang lalu. Dia sangat depresi dan memilih untuk merokok untuk menenangkan hatinya yang merasa lelah.


Toro terdiam sejenak sebelum akhirnya dia mengatakan kata-kata yang membuat para bawahannya terkejut, "Mulai sekarang... kita semua setara" ucap Toro yang membuat mereka mengangkat kepala mereka dengan keadaan bingung.


"A-apa maksudmu tuan Toro!?" ucap Nizard dengan wajahnya yang kebingungan.


"Mungkin saja... dengan perlakuan yang setara akan membuat hidup kita lebih menyenangkan" ucap Toro sambil menghisap kembali rokoknya.


"Aku tak mengerti apa yang membuat anda berubah pikiran. Tapi sejak dulu aku ingin sekali menjadi seorang teman untuk anda dan bukannya seorang bawahan" ucap Milan yang tiba-tiba berjalan ke arah Toro dan merangkulnya dengan wajah senang.


"Milan! jaga sikapmu pada tuan Toro!" ucap Nizard yang terlihat sangat kesal dengan perlakuan Milan yang tidak sopan terhadap pemimpinnya.


"Hentikan Nizard. Aku hanya ingin bergaul dengan kalian dengan sewajarnya" ucap Toro yang tersenyum dan merangkul Milan yang ada di sampingnya.


"Hei Nizard, sepertinya ada yang aneh dengan sikap tuan Toro" bisik Sheran kepada Nizard sambil memandang ruan Toro dengan heran.


"Kau benar... tuan Toro..." ucap Nizard yang ingin berbicara sesuatu, tapi perkataannya lebih dulu di potong oleh Toro.


"Nizard... kau adalah pengikut ku yang pertama dan setia padaku. Melihat dirimu yang dulu terlihat begitu menyedihkan, membuatku ingin melindungi mu dan entah sejak kapan, aku mulai menganggap mu sebagai adikku sendiri..." ucap Toro yang mengulurkan tangannya sambil tersenyum lembut padanya.

__ADS_1


Itu adalah senyuman yang belum pernah di tunjukkan kepada orang lain. Karena Toro tidak pernah tersenyum, dia selalu memiliki wajah yang serius. Karena dia memiliki beban pikiran yang sangat berat untuk menciptakan dunia yang damai. Karena itu dia tidak pernah menunjukkan sesuatu yang tidak diperlukan untuk menciptakan dunia yang di impikannya sampai tercapai suatu saat nanti.


Tapi dia lebih dulu menunjukkan hal yang dia anggap sia-sia dahulu, kepada kami. Wajahnya yang tersenyum lepas itu, membuat hati Nizard bergetar dan meraih tangan Toro yang penuh dengan otot dan kasar.


"Kakak..." ucap Nizard tanpa sadar.


Seketika yang lainnya terkejut, "Umm... sepertinya kau terlalu cepat memanggilku begitu... tapi... yah, kau boleh memanggilku seperti itu sekarang" ucap Toro sambil menggaruk-garuk lehernya dan memalingkan wajahnya dari Nizard.


"Huh, dasar... kalau begitu mohon bantuannya, Toro" ucap Sheran yang akhirnya menerima perubahan sikap tuannya.


"Kau juga... Martis..." ucap Toro yang mengulurkan tangan satunya kepada Martis sambil tersenyum riang.


"Tch... aku mau ke toilet sebentar" ucap Martis yang membuat mereka melongo melihat sikap Martis yang tak kunjung berubah. Yah, dia memang pria misterius yang tidak banyak berbicara, entah apa yang ada di dalam pikiran dan hatinya. Namun kami yakin kalau dia adalah orang yang baik.


Kau bertanya kenapa kami bisa memiliki kepercayaan yang begitu kuat pada setiap anggota kami yaitu grup The Light?. Itu karena kami memiliki tujuan yang sama dan juga untuk apa dia selama ini bergabung dengan grup kami yang bertujuan untuk menciptakan perdamaian dunia kalau dia jahat. Lalu... ini adalah hari yang terbaik yang pernah ada yang di alami grup kami, semuanya terasa lebih menyenangkan.


"Gila! tempat ini benar-benar gila! siapa yang bisa membangun bangunan yang megah ini! mungkin saja ada seseorang yang memiliki kekuatan yang sama sepertimu Tygruth!" ucapku yang penuh dengan semangat.


Sementara itu grup The Light datang dan begitu menyadari kalau ada sekelompok orang dari grup Shan berdiri di depan gerbang Colosseum. Mereka segera mengumpat sembari memperhatikan kami dari jauh.


"Hah... dasar kau ini pembuat malu. Tapi... mungkin saja perkataan mu benar. Tapi bukankah sejak dulu sampai saat ini tidak pernah ditemukan kalau ada pengguna yang memiliki kekuatan yang sama" ucap Tygruth sambil menghela nafas.


"Kecuali..."

__ADS_1


"Benar... kecuali ada orang yang memiliki sihir murni seperti mu yang dapat membangun Colloseum ini dengan besar dan megah. Bahkan... mungkin saja kerajaan ini tercipta dalam satu malam saja. Kalian juga tahukan kalau kerajaan ini adalah kerajaan yang masih baru terbentuk" ucap Tygruth yang membuat keadaan ini menjadi tegang.


Sementara itu sekelompok grup The Light menguping pembicaraan mereka, "Sihir murni? apa maksudnya itu!?. Lalu di antara mereka ada yang memiliki sihir murni dan orang itu adalah Gernath?" gumam Toro yang berpikir serius memikirkan kata-kata yang diucapkan Tygruth.


"Tapikan kerajaan ini sudah tercipta selama 10 tahun. Bukankah itu sudah cukup lama?" ucap Boa Boa dengan polosnya.


"Dasar, mungkin bagi umur hewan, itu adalah waktu yang cukup lama. Tapi bagi sebuah kerajaan itu sama halnya dengan baru saja terciptanya kerajaan dan sistem pemerintahanya" ucap Tygruth sambil geleng-geleng kepala.


"Kalau begitu, kita sudah semakin dekat dengan tujuan kita bukan?" ucap Elysna yang terlihat geram, sepertinya dia terlihat bersemangat sekali.


"Kau benar... tak lama lagi... akan terjadi perang yang sangat besar dalam sejarah umat manusia" ucap Tygruth yang terlihat biasa saja setelah mengatakan kalau akan ada perang sebentar lagi.


Tapi... aku harus tersenyum dengan lega sekarang. Aku tak perlu lagi merasa khawatir dan sedih. Karena aku sudah membuang diriku yang payah dan menyedihkan itu dihadapkan sosok anak kecil yang tak ku kenal di dalam mimpi.


"Toro... apa yang kau lakukan?" ucap Milan yang tiba-tiba saja Toro keluar dari tempat persembunyiannya dan berjalan maju ke arah kami yang hendak masuk ke dalam Colosseum.


"Biarkan saja... ayo kita ikutin kak Toro" ucap Nizard yang mengikuti Toro.


"Hei tunggu... ah yasudah kalau begitu apa boleh buat" ucap Milan yang akhirnya mereka semua memunculkan diri setelah menguping pembicaraan kami.


Saat kami hendak memasuki gerbang Colosseum, tiba-tiba saja Toro memanggil namaku, "Hei Gernath..." ucap Toro yang terlihat wajahnya sangat serius.


"Eh... oh hai..." ucapku sambil melambaikan tanganku.

__ADS_1


"Ternyata aku salah paham mengira kalian adalah sekelompok orang yang baik. Kalian hanya orang yang haus darah dan menginginkan peperangan ya. Kami akan membunuh kalian semua. Aku tak akan segan lagi mengeluarkan segenap kekuatan ku kepadamu! tunggu saja!" ucap Toro yang benar-benar kelihatan sangat marah kepada kami. Tapi sepertinya ada kesalahan pahaman antara kami dengannya.


Menciptakan perang!? kenapa dia bisa berpikir begitu?. Ah mungkin saja ini disebabkan perkataan Tygruth sebelumnya kalau akan ada perang terbesar dalam sejarah. Mereka mengira kami adalah orang-orang jahat yang hendak menciptakan peperangan di kerajaan yang terlihat damai ini. Namun sebenarnya kerajaan ini, sama sekali tidak terlihat damai. Yah... pokoknya kami akan melakukan tujuan utama kami apapun caranya, karena itulah kami membentuk grup Shan!


__ADS_2