Artificial God

Artificial God
Awal Untuk Yuki


__ADS_3

"Adikku! kakak sudah pulang!" ucap seorang kakak yang memasuki kamar adiknya dengan wajah ceria. Namun saat itu adiknya selalu berwajah murung, namun setelah melihat wajah kakaknya dia langsung menunjukkan senyuman yang penuh haru kepadanya.


"Kakak!" teriak sang adik yang berlari ke arah kakaknya, dan langsung memeluknya dengan begitu erat, dan rasa rindu kepada kakaknya.


"Hahaha, apa segitu rindunya kamu pada kakak? padahal hanya beberapa jam saja kakak pergi kamu sudah kangen dengan kakak" ucap kakaknya dengan bersikap lemah lembut sambil mengusap-usap rambut adiknya.


"Karena yang ku punya hanya kakak..." ucap sang adik dengan nada sedih yang membuat kakaknya terkejut, dan terdiam. Kakaknya hanya bisa terdiam saat itu, dan tak tahu harus menghibur nya dengan cara apa. Hingga akhirnya mereka mulai berbicara, dan bermain bersama lagi.


Sementara itu... seseorang sedang terdiam dengan gejolak ingatannya yang mulai bermunculan. Yang membuat orang itu merasa syok berat, dan hatinya yang merasa begitu tertekan setelah mendapatkan gambaran gambaran yang membingungkan hatinya. Dia semakin jatuh lebih dalam memasuki ingatan yang muncul di benaknya.


Hingga akhirnya seseorang datang kepadanya, dan membuat dia kembali sadar, "Gernath! Gernath! apa kau baik-baik saja!?" ucap Elysna yang ternyata sudah berada di depanku dengan wajah yang penuh khawatir. Aku bisa melihatnya dengan jelas dari matanya yang berkaca-kaca itu, dan genggaman tangannya yang diberikan kepadaku. Kalau dia sangat menyayangi ku... sama seperti... ah... aku benar-benar tidak tahu.


Semua orang yang ada di taman itu melihat kami yang menjadi pusat perhatian karena tindakan Elysna yang berteriak dengan wajah sedih sambil berkata, "Ada apa dengan ku". Semua orang menatap kami dengan bingung, dan setelah itu mereka mulai kembali urusan yang harus mereka lakukan, dan berpura-pura tidak melihat kami.


"Elysna? kenapa kau ada disini? bagaimana dengan yang lainnya?" ucapku yang masih kebingungan karena gambaran ingatan yang muncul di benakku dengan tiba-tiba.


"Pikirkan saja dirimu dasar bodoh!... aku sangat mengkhawatirkan mu karena tiba-tiba kau bertindak dengan sangat aneh" ucap Elysna yang menundukkan kepalanya untuk menutupi wajahnya yang sedih di hadapan ku.

__ADS_1


"Ah... maafkan aku... lagi-lagi aku selalu membuatmu merasa khawatir. Tenanglah... aku sudah baik-baik saja sekarang..." ucapku sambil menyuruhnya untuk duduk di samping ku. Lalu aku mencoba untuk membuat hatinya tenang dengan menggenggam erat tangannya.


Sementara itu anggota Shan yang lainnya masih berada di dalam perpustakaan itu. Sepertinya mereka sangat tertarik dengan apa yang ada di dalam perpustakaan itu. Bahkan Tygruth pun sampai tidak mau pulang dari perpustakaan itu sampai malam hari. Karena dia sangat asik membaca buku tentang makhluk mitologi. Yang padahal makhluk mitologi itu sudah punah di dunia ini.


Tapi yang membuatku terkejut adalah Boa Boa yang sangat betah membaca buku dengan tiba-tiba. Entah apa yang membuat dia begitu termotivasi untuk membaca buku-buku itu. Padahal dia adalah wanita yang bodoh, dan sangat polos dengan berbagai hal. Sebenarnya aku bingung dengan diriku sendiri, apa yang menyenangkan dari membaca sebuah buku.


"Hei Boa Boa dari tadi kau asik sekali membaca buku disini. Memangnya kau mengerti apa yang sedang kau baca itu? huh" ucapku sambil menatapnya dengan remeh.


"Hmm? tentu saja tidak, hahahaha!" tawa Boa Boa dengan bangganya dia langsung berdiri, dan tertawa dengan keras karena tidak mengerti dengan apa isi, dan makna dari semua buku bertumpuk yang sudah dia baca itu. Tapi sebenarnya ada satu lagi yang membuatku lebih mengejutkan.


Yaitu Yuki yang sedang fokus membaca buku, dan juga ternyata dia sudah membaca buku dengan sangat banyak sekali sampai bertumpuk tumpuk juga. Wajah mungil nya yang terlihat sedang serius itu ingin sekali ku jahili, dan membuatnya marah.


"Hei ayo kita pulang" ucap Tygruth yang baru saja tiba.


"Apa kau sudah puas membacanya? mungkin dari buku-buku itu kau hanya membaca seperempat nya saja kan" ucapku yang meremehkan Tygruth.


"Tentu saja aku masih belum puas. Karena masih harus setengah lagi dari semua serial buku-buku itu untuk ku selesai kan besok" ucap Tygruth dengan santainya, dan perkataannya itu membuat kami terkejut.

__ADS_1


"Apa!? bagaimana bisa kau sudah membaca setengah dari buku-buku sebanyak, dan setebal itu!? kau pasti berbohong kan!" teriakku yang sama sekali tak menyangka kalau Tygruth menghabiskan waktunya untuk membaca buku-buku itu dengan cepat, dan tepat.


"Jangan berisik dasar bodoh. Yah... kalau soal membaca buku aku tak akan segan, tak seperti mu yang baru melihat buku-buku saja sudah lari" ucap Tygruth sambil tertawa kecil, dan wajahnya juga seperti iblis yang menyebalkan.


"Yuki kau sedang membaca buku tentang apa?" ucap Elysna yang menghampirinya ke sebelah tempat duduknya sambil memberikan senyuman yang hangat padanya.


"Ah... aku... aku sedang membaca buku-buku ini..." ucap Yuki yang sepertinya tidak suka di ganggu saat sedang serius membaca buku. Ternyata Yuki sangat mirip sekali dengan Tygruth yang tidak suka di ganggu saat sedang membaca buku dengan serius ataupun tidak.


"Hmm? Dasar-dasar sihir... sihir serangan jarak jauh... sihir pertahanan... asal muasal sihir... reinkarnasi sihir... sihir keabadian... sihir penghancur... sihir api... apa kau sangat ingin sekali jadi pahlawan yang kuat untuk membela kebenaran Yuki?" ucap Elysna yang menyimpulkan pemikiran Yuki dengan melihat satu-persatu seluruh buku yang ada di mejanya, dan telah di baca oleh nya.


"Te-tentu saja... grup Shan berisi pahlawan pahlawan yang kuat. Karena itu aku juga harus menjadi kuat seperti kalian" ucap Yuki yang membuat kami merasa gemas setelah mendengar nya berbicara seperti itu. Padahal dia adalah anak polos yang imut, tapi mendengar nya berbicara begitu membuat kami tak tahan dengan keimutan nya.


"Kalau Yuki ingin menjadi pahlawan yang kuat, kak Boa Boa akan mengajarkan Yuki pelatihan sihir dasar" ucap Boa Boa yang terlihat bersemangat untuk mengajari Yuki.


"Tidak perlu" ucap singkat dari Yuki yang membuat kami terdiam.


"E-eh!? ke-kenapa tidak mau?" ucap Boa Boa yang merasa terkejut karena mengira Yuki akan mau di ajarkan olehnya.

__ADS_1


"Karena Yuki ingin menjadi kuat dengan sendirinya, tanpa bantuan orang lain" ucap Yuki dengan tatapan serius. Semua yang ada dipikiran kami setelah melihat wajahnya yang serius itu adalah wajah imutnya. Tapi jika itu yang di inginkan Yuki, maka apa boleh buat, dia harus menemukan jati dirinya.


__ADS_2