Artificial God

Artificial God
Rasakan Neraka mu


__ADS_3

Hawa dingin itu begitu menusuk bagi Tygruth, ia semakin kesulitan untuk bernafas karena udara di dalam tubuhnya semakin dingin. Keadaan semakin saja membahayakan untuk mereka, semuanya menjadi seperti ini karena mereka lemah. Itulah yang ada di pikiran Gordials saat ini, namun dia memiliki pemikiran yang lain terhadap kami, dia melihat potensi kami yang besar di masa yang akan datang.


Sebuah harapan yang akan mewujudkan tekad mereka, karena itulah Gordials bersedia untuk membantu bocah-bocah yang terluka ini. Karena dia juga mengharapkan hal yang sama, sebuah kedamaian sejati, sesuatu yang sangat di impikan oleh orang-orang yang berpikir. Gordials sudah lelah dengan pertarungan, mungkin itu karena dia sudah sangat lama hidup, dan sudah mulai bosan dengan keegoisannya untuk saling menghancurkan.


"Jangan lari ke arah sini... teman-teman ku ada di sana. Kalau kau membawa Yugoslavia ke sana, keadaan akan semakin buruk" ucap Tygruth dengan suara letih.


"Tenang saja... aku akan meningkatkan kecepatan ku" ucap Gordials yang tengah menggendong Tygruth, dan melesat dengan cepat bagai komet yang mengitari orbitnya. Jalan yang dilaluinya menyebabkan bercak-bercak lahar panas, dan itu membuat Yugoslavia mengetahui kemana kami pergi.


Kemudian akhirnya mereka berdua sampai di sebuah tempat dimana Tygruth menyimpan teman-temannya di tempat yang aman. Teman-temannya berada di dalam tenda kecil, dan di tengah-tengah tenda itu terdapat api unggun. Tempat disini tidak sedingin tempat sebelumnya, karena tempat ini adalah perbatasan antara tanah bersalju, dan tanah yang hijau dengan rerumputan yang menenangkan.


Semua teman-temannya masih belum juga bangun dari pingsannya. Melihat kondisi mereka yang memprihatinkan membuat Tygruth sedih. Mukai mulai dari kondisi Elysna yang satu kakinya hilang di lahap zat kimia, dan Boa Boa yang dalam keadaan sekarat dengan luka yang sangat parah.


Kemudian diriku dengan tubuhku yang hampir gosong karena terkena lahar panas dari kekuatan Gordials. Mouri, yang mendadak tidak sadarkan diri juga, wajahnya semakin memucat seperti tubuh dari bangsa Vampir. Kemudian untuk Vloid, dia rela mati demi teman-temannya, hal itu membuat hati Tygruth hancur, sangat hancur.


Air mata mulai membasahi wajahnya dengan begitu deras, hati kecilnya tak kuat menahan penderitaan yang di rasakan teman-temannya. Inilah sosok Tygruth yang sebenarnya, meski di luar dia terlihat sangat dingin, dan tidak peduli. Tapi sebenarnya dia adalah orang yang sangat mempedulikan keadaan teman-temannya. Hati yang dingin bagaikan bongkahan es itu akhirnya meleleh karena penderitaan yang diberikan padanya, menangis, dan terus menangis seperti orang lemah.


"Huhu! huwaaaa! hiks! hiks!" tangis Tygruth dengan tersedu-sedu dalam keadaan lemah. Tubuhnya mulai melemah, dan hampir seluruh tubuhnya akan membeku sebentar lagi. Yang mereka inginkan hanyalah sebuah kedamaian, apa hal itu memang mustahil untuk didapatkan? apa itu mustahil selama kami hidup di dunia ini? pemikiran itu tiba-tiba saja muncul di benak Gordials, dan itu membuat hatinya panas, dan marah.

__ADS_1


Kemudian Gordials meletakkan Tygruth bersama dengan teman-temannya, dan pergi mengecek keadaan teman-teman yang lainnya. Deg!? deg!? deg!? suara jantung Gordials tiba-tiba meningkat, wajahnya terlihat sangat terkejut dengan tatapannya yang hampa.


"Ada apa... Gordials?" tanya Tygruth yang ikut merasakan hal aneh.


"Wa-wanita ini... di-dia... sudah mati!?" ucap Gordials yang mengepalkan tangannya, dan menutup matanya dengan kuat.


"A-apa katamu? kau... kau tidak bohong kan?" ucap Tygruth mulai menangis kembali setelah air matanya berhenti menangis, dan kini membasahi wajahnya lagi setelah mengetahui salah satu temannya meninggal.


Aku berteriak, dan merangkak sekuat tenaga menghampiri temanku yang sudah mati itu. Air mata penderitaan terus mengalir tanpa wadah, yang membuat penderitaan itu tak akan pernah berakhir. Karena dunia ini akan selalu menangis tanpa akhir, karena tak memiliki wadah untuk membatasi penderitaan itu.


"Mouri! huwaaaa! du-dunia ini! sejak awal! sampai akhir! selalu saja begini! hiks! brengsek! i-ini semua... karena dia!" teriak Tygruth yang menangis dihadapan Mouri yang tidak lagi bernafas. Dirinya terbaring dengan seluruh tubuhnya yang pucat, bahkan... detak jantungnya sudah benar-benar tidak berfungsi.


"K-kau...!?"


"Aku... akan pergi..." ucap Gordials yang meninggalkan mereka semua, dan berjalan dengan berat ke arah sebaliknya. Amarahnya benar-benar meledak, dia terus mengepalkan tangannya sampai telapak tangannya robek karena terlalu kuat mengepal. Saat ini... Gordials, benar-benar sangat marah, amarah sang raja iblis pertama, dan... bangsa iblis yang pertama di ciptakan!.


"Akan ku bunuh! akan ku bunuh! akan ku bunuh! akan ku bunuh! akan ku bunuh! akan ku bunuh bajingan itu!" itulah yang saat ini ada di pikiran sang iblis. iblis yang bersiap akan menghancurkan segalanya demi seseorang, sebenarnya karena itulah dirinya diberikan julukan The Destroyer.

__ADS_1


"Gordials! jangan pergi... lebih baik kau tetap disini, dan kita harus terus kabur darinya!" teriak Tygruth yang mencoba untuk menghentikan Gordials. Karena Tygruth tahu kalau semua serangan yang kami berikan kepada Yugoslavia hanya sia-sia. Semua serangan itu tak mengubah apapun melainkan merubahnya menjadi penderitaan.


"Terus melarikan diri darinya? aku bukanlah pengecut yang terus melarikan diri dari masalah. Aku akan berusaha semampu ku, tidak! aku akan berusaha sampai mati untuk menyelesaikan masalah itu. Seperti itulah diriku, maaf... aku harus pergi" duarrrrr! Gordials melompat, dan meledakan segalanya. Lompatannya bagaikan sebuah roket yang baru saja lepas landas.


Bergerak dengan sangat cepat menuju Yugoslavia yang datang ke arahnya. Amarah benar-benar tak terkendali kan, "Bloody Hell Incision!" ucap Gordials yang kemudian menciptakan sayatan berapi yang berdarah di udara dengan tangannya yang mencakar udara. Serangannya itu bukan hanya menghasilkan serangan yang lebih kuat.


Akan tetapi sangat mengerikan, sayatan api yang bergerak lurus ke udara mengarah Yugoslavia itu terdengar suara jeritan orang-orang yang ada di neraka. Benar-benar mengerikan membuat perasaan seseorang menjadi tidak enak begitu mendengarnya. Namun untuk orang yang tak memiliki perasaan seperti Yugoslavia itu bukanlah apa-apa baginya.


Crat! splash! beberapa dari sayatan api yang melayang si udara itu membelah tubuh Yugoslavia, dan beberapa laginya berhasil di hindarkan, "Kekuatan apinya? semakin kuat, bahkan gas milikku tak mampu menahan panasnya" ucap Gordials dalam batinnya yang merasa sedikit terkejut.


Namun dalam waktu yang sedikit lama, tubuhnya yang putus itu mulai meregenerasi kembali. Gordials, dan Yugoslavia terkejut menyadarinya, bahkan pemilik tubuhnya sangat terkejut menyadari kekuatan regenerasi nya melemah. Kemudian Gordials teringat sesuatu akan kelemahan makhluk seperti mereka, semakin dingin suhu di sekitar mereka, maka akan semakin melemahkan kecepatan regenerasi mereka.


Dan lagi, bukan lingkungan yang dingin yang membuat memperlambat kecepatan regenerasi Yugoslavia, akan tetapi tubuhnya sendiri yang terus mengeluarkan gas dingin. Keadaan ini sangat merugikan bagi Yugoslavia, sekaligus menguntungkan untuknya karena dapat menahan serangan api neraka milik Gordials.


Kemudian Gordials tersenyum seringai kepadanya, "Sepertinya tubuh mu mulai melemah, dan akan semakin lemah" ucap Gordials dengan menyeringai.


"Kau... cih... kalau begitu aku hanya perlu membunuhmu! dan setelah itu aku akan membunuh semua makhluk hidup disini, dan aku akan menciptakan kiamat yang sebenarnya!" ucap Yugoslavia yang sudah benar-benar gila akan pemikirannya yang tidak masuk akal.

__ADS_1


Setelahnya dalam sesaat Yugoslavia mengeluarkan tentakel yang sangat besar dari dalam tanah. Tentakel tentakel raksasa itu menyerang Gordials sembari mengeluarkan gas dingin dari lubang-lubang yang berbentuk seperti mulut manusia. Benar-benar wujud yang mengerikan, di setiap tentakel itu memiliki ribuan mulut, dan mulut itu menganga sembari mengeluarkan gas.


Gordials melompat lompat untuk menghindari serangannya yang brutal itu, dia terbang ke arah sana, dan sini menghindari serangannya. Namun begitu ada celah, dia langsung turun ke bawah, dan menghantam tanah kosong. Wajahnya yang mencurigakan yang tersenyum itu membuat Yugoslavia sedikit resah. Cling! tiba-tiba saja ada lingkaran sihir yang keluar dari telapak tangannya yang menyentuh tanah, lingkaran sihir itu semakin melebar dengan cepat, hingga... membentuk neraka.


__ADS_2