
Sementara itu, setelah peperangan yang dahsyat melawan manusia di masa lalu sepuluh tahun yang lalu. Kami mendatangi kota Glitch lima tahun setelahnya yang merupakan saat itu adalah sebuah kota yang baru saja didirikan dari kedua bangsa yang berbeda. Yaitu bangsa iblis, dan malaikat... saat itu kedatangan kami di sambut dengan baik oleh mereka.
Meski begitu tetap saja masih ada beberapa orang yang tak menyukai kami. Kami berempat saat itu langsung di persilahkan masuk ke kediaman raja iblis. Semenjak bangsa malaikat, dan bangsa iblis bergabung, kekuasaan di kota ini diberikan kepada raja iblis, yaitu Lugoth. Kemudian begitu kami masuk ke tempat yang paling agung di kediaman raja, kami di jamu dengan makanan, dan minuman yang lezat.
"Selamat datang di kediaman ku para pahlawan sekalian" ucap sang raja iblis, Lugoth yang menyambut kedatangan kami dengan meriah. Kemudian dia menyuruh semua penjaganya keluar untuk membicarakan hal yang rahasia dengan kami.
"Terima kasih... haha aku jadi malu..." ucapku yang tidak sopan di hadapan sang raja. Kemudian Elysna mencubit perutku dengan keras hingga aku berteriak kesakitan.
"Hei tundukkan kepalamu dasar bodoh, dan bersikap lah yang sopan" ucap Elysna yang menundukkan kepalanya, sambil berlutut di hadapan raja, begitu juga dengan teman-teman ku yang lainnya. Kemudian aku langsung mengikuti pose mereka.
"Maafkan salah satu rekan kami yang mulia, dia tidak tahu cara menjaga sikapnya di hadapan orang yang sangat agung seperti mu. Karena dia hanyalah sebatang kara semenjak dia lahir, kami mohon maaf atas perbuatannya yang tidak sopan kepada anda yang mulia" ucap Tygruth dengan nada yang berwibawa, sekaligus perkataannya yang sopan.
"Baiklah... angkat kepala kalian, sebenarnya... aku memang ingin kalian berbicara formal dengan ku. Anggap saja ini adalah hadiah khusus yang ku berikan kepada kalian karena telah menjadi penyelamat dunia ini" ucap sang raja dengan memberi hormat kepada kami.
"Ah!? tidak yang mulia! jangan menundukkan kepala anda di hadapan kami. Anda adalah seorang raja, dan kami hanyalah rakyat biasa yang tidak tahu malu. Mengapa anda menundukkan kepala anda kepada kami?" ucap Tygruth dengan sopan.
"Tidak apa... itu adalah bentuk rasa terima kasih kami kepada kalian" ucap sang raja.
__ADS_1
"Maaf mengganggu pembicaraan anda yang mulia, izinkan saya bertanya kepada anda..." ucap Elysna yang tiba-tiba mengusulkan diri.
"Ya, baiklah... silahkan berbicara, dan kalau bisa berbicara santai saja dengan ku" ucap sang raja yang terlihat ingin berbicara santai dengan kami.
"Maaf ya mulia, mungkin itu membutuhkan waktu. Pertanyaan saya adalah... bagaimana yang mulia tahu kalau kami lah sang pahlawan yang menyelamatkan dunia?" ucap Elysna dengan sopan, dan nada suara yang berwibawa sama seperti Tygruth.
"Hmm... soal itu, yang mulia raja iblis tirani pertama, sekaligus yang merupakan iblis dari segala iblis, dan dia adalah inti dari asal muasal kami para iblis. Dengan julukan yang terhormat diberikan oleh mendiang Sornea sang pemimpin pertama bangsa malaikat..." ucap sang raja yang sedang menceritakan nya kepada kami, namun tiba-tiba saja di tengah pembicaraan itu aku memotong pembicaraan raja dengan tak sopan.
"Maaf raja, bisakah kau langsung berbicara intinya saja?" ucapku yang membuat semua teman-teman ku menatapku dengan tajam. Mereka menatapku dengan ekspresi yang menyuruhku berbicara sopan dengan sang raja.
"Hahahaha! baiklah... maafkan perkataan ku yang panjang tadi. Aku senang kau bisa berbicara santai seperti itu padaku" ucap sang raja yang terlihat senang, dan membuat teman-teman ku syok.
"Kau ini!... raja! maafkan..." ucap Elysna yang ingin meminta maaf untuk perbuatan ku yang benar-benar tidak sopan dengan raja. Tapi tiba-tiba saja sang raja memotong pembicaraan Elysna, "Kau tidak perlu khawatir, ku harap kalian semua bisa bersikap sepertinya" ucap sang raja dengan tatapan memohon, sepertinya dia sudah lelah karena yang lainnya terus menghormatinya.
Kemudian kami di ajak oleh sang raja di sebuah taman yang indah penuh dengan tanaman yang menakjubkan, dan indah di pandang mata. Ini adalah pemandangan yang indah yang dibuat oleh para malaikat untuk raja. Di tengah taman itu ada sebuah tempat duduk yang sangat bagus, dengan pemandangan yang luar biasa dengan air mancur, dan bunga yang bermekaran yang harum mengisi suasana di tempat itu.
"Tentang yang sebelumnya di tanyakan oleh rekan kalian. Sebelum Yugoslavia muncul, dan menghancurkan dunia dengan niatnya untuk menciptakan kiamat. Saat itu desa kami bangsa iblis, dan malaikat di desak oleh salah-satu monster yang mengerikan. Kami bertarung mati-matian melawan monster itu, yang padahal monster itu bukanlah apa-apa bagi yang mulia Gordials.
__ADS_1
Begitu yang mulia Gordials mengalahkan monster yang mendesak kedua desa kami. Sebelum dia meninggalkan kami untuk mencari monster monster itu demi memuaskan kegilaannya yang haus akan pertarungan. Dia meninggalkan sebuah layar sihir yang memperlihatkan pertarungannya dengan para monster yang dia temui sebelum dia menemui kalian yang sedang terdesak melawan Yugoslavia.
Hanya itu saja yang bisa ku beritahu pada kalian, itulah alasan mengapa kami bisa mengetahui tentang pertarungan kalian. Sampai layar sihir itu mati, yang menandakan yang mulia Gordials sudah wafat demi seorang malaikat. Yaitu anda Boa Boa" ucap sang raja yang menceritakan kejadiannya dengan panjang lebar.
"Aku tahu itu... aku tak menyangka kalau seorang iblis akan memberikan nyawanya padaku, terlebih lagi dia adalah yang mulia iblis pertama" ucap Boa Boa yang merasa terhormat karena telah si bangkit kan kembali.
"Ah... aku lupa mengatakan ini, besok kami akan mengadakan permintaan maaf kepada anda Boa Boa. Setelah apa yang dilakukan terhadap bangsa mu dengan perlakuan yang buruk kepada mu di masa lalu. Apa kau bisa menghadiri acara itu bersama ku nanti?" ucap sang raja kepada Boa Boa dengan berharap Boa Boa mau menerima permintaannya.
"Ba-baiklah... aku akan datang besok" ucap Boa Boa. Benar juga! kami baru ingat kalau Boa Boa pernah menceritakan sebagian kehidupannya di masa lalunya yang begitu membuatnya menderita. Dia menceritakan kejadian itu sambil menangis di hadapan kami, dan kami berusaha untuk menghiburnya setelah itu. Ini adalah waktu yang tepat untuk semua orang yang berlaku buruk kepada Boa Boa untuk menebus kesalahannya di masa lalu.
"Baiklah, terima kasih... oh ya, bukankah kedatangan kalian ada yang ingin kalian bicarakan dengan ku?" ucap sang raja.
"Benar yang mulia, kami..." ucap Tygruth yang tiba-tiba perkataannya di potong olehku.
"Hei nanti saja bicaranya... perutku sudah lapar nih" ucapku yang menunjukkan perutku di hadapan semuanya.
"Kau ini! benar-benar!..." ucap Elysna yang kesal dengan sikap ku yang tidak sopan.
__ADS_1
"Hahaha! tidak apa, aku senang mendengarnya. Baiklah kalau begitu, kami akan memberikan hidangan yang spesial untuk para pahlawan dunia" ucap sang raja yang tak tahan untuk tertawa setelah melihat sikapku. Setelah itu beberapa pelayan datang ke meja kami sambil membalas hidangan yang luar biasa.
Makanan berkelas, dan minuman yang paling menyegarkan membuat perut kami terasa nikmat. Namun melihat sifat sang raja setelah aku bertindak seperti itu di depannya, aku tahu apa yang dia pikirkan. Entah kenapa lagi-lagi aku mengingat perkataan Tygruth saat itu, kalau aku adalah orang yang paling mengerti. Aku tahu dari wajahnya yang gembira dari sang raja saat melihat sikapku padanya kalau dia hanya menginginkan suasana yang menyenangkan, bukan suasana yang canggung hanya karena sebuah kekuasaan.