
Tiba-tiba saja area disekitar berubah menjadi penuh lahar, dan bebatuan panas. Tempat yang benar-benar mengerikan, Yugoslavia telah masuk ke dalam neraka. Namun bagaimana bisa orang biasa yang tak memiliki energi kekuatan bisa masuk ke dalam dimensi miliknya?. Padahal hal itu seharusnya tidak bisa terjadi, karena Mouberg pun tak bisa melakukannya saat melawan makhluk laba-laba untuk memasukan lawannya ke dalam dimensi miliknya.
Namun Gordials bukan memasukan lawannya ke dalam dimensi miliknya. Namun... dia mengeluarkan dimensi miliknya ke dunia nyata, dan itulah yang membuat pemandangan neraka ini hadir di pertarungan mereka. Hal ini membuat Yugoslavia sangat terkejut melihat pemandangan yang mengerikan itu.
"Ini ada neraka yang sudah kau tunggu tunggu" ucap Gordials yang berdiri di atas tebing bebatuan yang ada di neraka. Dengan pakaiannya yang berubah menjadi warna hitam, bagaikan malaikat pencabut nyawa.
"A-apa!? ini?? seharusnya kau tidak bisa melakukan ini padaku bukan?" ucap Yugoslavia yang membuat Gordials lebih memahami makhluk seperti mereka.
"Oh... jadi kalian saling berbagi pengelihatan ya. Maaf saja, aku bukannya memasukkan mu ke dalam dimensi milikku. Akan tetapi aku mengeluarkan dimensi milikku ke dunia nyata" ucap Gordials yang kemudian duduk dengan santai di pinggir tebing itu.
"Sialan kau!" ucap Yugoslavia yang kemudian loncat dengan tinggi untuk menghampiri Gordials yang ada di atas tebing itu. Namun tiba-tiba saja keluar lahar panas yang sangat mengerikan, lahar yang benar-benar berbeda, lahar api yang bercampur dengan darah jutaan jiwa yang telah dia bunuh. Suasana di dalam neraka pun semakin mengerikan dengan jeritan penderitaan orang-orang yang tersiksa.
Yugoslavia tak bisa menghentikan langkahnya, dan akhirnya terkena lahar panas itu, dan membakar tubuhnya hingga menjerit-jerit. Gas dingin miliknya tidak bisa mengalahkan panasnya api neraka. Yugoslavia terus di bakar di dalam lahar panas itu, hingga akhirnya dia berhasil keluar meski tubuhnya hancur.
__ADS_1
"Jadi benar... cara untuk mengalahkan mu adalah menghilangkan jasad mu" ucap Gordials yang mengangkat tangannya, dan itu membuat lahar yang ada di bawahnya naik ke permukaan. Yugoslavia yang menyadarinya segera menghindar, dan terbang di udara dengan mengeluarkan sayap miliknya.
Kemudian begitu dia terbang di udara, dia membesarkan tangannya, dan melayangkannya ke arah Gordials yang berada di atas tebing. Namun lagi-lagi serangannya tak membuahkan hasil, lahat panas keluar menyambar tangannya yang akan menyerang Gordials. Yugoslavia merasa sedikit syok melihatnya, karena kini keadaan berbanding kebalik dengan sebelumnya.
BLARRRRR!!! BLARRRRR!!! lahar panas itu bergejolak menyambar Yugoslavia yang berada di atasnya sembari terus naik ke atas tanpa henti. Lahar panas itu terus naik ke atas hingga membuat tempat itu semakin panas, dan tubuhnya terasa terbakar, "Bermainlah sepuasnya selama kau berada di sini" ucap Gordials yang duduk tenang sambil memainkan kerikil-kerikil bebatuan.
Yugoslavia terus menghindari lahar yang meloncat menyerang dirinya dengan terbang, sembari melancarkan serangan ke arah Gordials. Namun semuanya memang benar-benar tidak berguna, tapi Yugoslavia tetap juga tidak menyerah. Lahar panas terus naik, dan naik ke atas hingga tinggi permukaannya setara dengan tebing yang di duduki oleh Gordials.
"Hah!? kenapa lahar panas itu tak melukai mu!?" ucap Yugoslavia yang terkejut melihatnya begitu lahar panasnya sudah mengenai kaki Gordials, namun tak terjadi apa-apa pada dirinya sendiri.
Sementara itu Yugoslavia berterbangan ke arah sini, dan sana. Dia mencari tempat untuk keluar dari sini, namun dia tak menemukan jalan untuk keluar dari neraka ini. Sementara itu lahar panas itu terus naik ke atas, dan di atasnya terdapat dinding yang menutupi neraka itu. Jika lahar panas ini sudah penuh, maka habislah Yugoslavia di dalam neraka ini.
Kemudian Yugoslavia tak memiliki cara lain selain menghancurkan dinding yang ada di atasnya, kemudian dia terbang ke atas, dan mencoba menghancurkan dinding itu. Namun dinding itu sangat keras sekali, bahkan setiap pukulannya hanya menghancurkan serpihan-serpihan kecil saja.
__ADS_1
Meski begitu Yugoslavia tetap mencoba menghancurkan dinding itu dengan pantang menyerah. Pukulan, dan setiap pukulannya menghancurkan serpihan-serpihan kecil, dan serpihan yang berjatuhan itu meledak begitu menyentuh lahar panas. Namun Gordials tak mau memberikan kesempatan pada lawannya, dia mengganggu lawannya yang mencoba keluar dengan lahar panas yang loncat ke arahnya.
"Sialan! sialan! sialan! sialan! sialan! sialan!" ucap Gordials pada batinnya yang benar-benar dalam keadaan panik di dalam neraka ini. Kemudian tiba-tiba saja ada lahar panas yang membentuk sebuah wajah, dan lahar itu berbicara padanya, "Percuma! percuma saja kau mencoba keluar dari sini! kau akan abadi selamanya di dalam penderitaan ini! HAHAHAHA!" ucap lahar itu padanya dengan suaranya yang nyaring.
"Brengsek! akan ku bunuh kalian! akan ku bunuh kalian semua termasuk orang yang kalian anggap dewa itu!" teriak Yugoslavia yang benar-benar marah, dia terus berterbangan menghindari lahar yang bergejolak. Sambil mencari celah-celah untuk keluar dari tempat ini, namun tempat ini benar-benar tertutup rapat, dan mustahil bagi dirinya untuk keluar dari sini hidup-hidup.
Kemudian sesuatu yang mengejutkan terjadi, Yugoslavia membentangkan tubuhnya, dan dirinya semakin melebar, tanpa menipiskan tubuh aslinya. Tubuhnya terus melebar menyelimuti langit-langit, Gordials terkejut melihatnya, dengan apa yang akan dia lakukan. Lalu lahar panas itu terus menyambar tubuhnya yang mencoba melebar. Tapi tubuhnya pulih kembali meski dalam keadaan lambat.
Kecepatan menghancurkan Gordials kalah cepat dibandingkan dengan Yugoslavia yang terus melebarkan tubuhnya, "Apa yang akan dia lakukan? dasar monster" ucap Gordials dalam batinnya yang merasa resah pada hatinya. Pssssssss! kemudian gas dingin itu menyembur dengan kecepatan tinggi ke arah lahar panas itu.
Jadi itu dia! rencana yang dilakukan Yugoslavia dengan melebarkan dirinya menyelimuti langit-langit neraka. Dia mencoba membekukan lahar panas ini menjadi bebatuan hitam. Keadaan yang mengejutkan terjadi begitu saja, lahar panas itu perlahan-lahan mulai menjadi bebatuan hitam karena semprotan gas dari Yugoslavia.
"Sialan kau! brengsek ini adalah tempat ku kau tak boleh merusaknya!" ucap Gordials dalam batinnya yang merasa kesal. Kemudian Gordials terus melancarkan gejolak laharnya untuk menghancurkan tubuh Yugoslavia. Namun tubuhnya terus melebar, dan pulih kembali, hingga akhirnya seperempat dari lahar ini berubah menjadi bebatuan hitam.
__ADS_1
Bagaimana bisa!? padahal sebelumnya gasnya tidak sedingin ini? itulah yang di pikirkan oleh Gordials. Kemudian dia teringat sesuatu yang sebelumnya terjadi pada tubuhnya. Kalau gas Yugoslavia akan semakin lebih dingin semakin lama, dan sementara itu kecepatan regenerasi nya akan memperlambat proses pemulihan diri.
Karena itulah neraka miliknya berhasil di bekukan, "Hei... bagaimana ini? sepertinya sebagian neraka milikmu berhasil ku bekukan" ucap Yugoslavia yang menyeringai. Tubuhnya yang dapat berubah-ubah bentuk bagaikan air dalam wadah yang terus berganti itu sangat menjengkelkan untuk Gordials. Benar-benar sesuatu yang tidak dapat di duga, dia memang benar-benar lebih kuat dari pada Phoenix.