
Saat ini keadaan di sekitar Shelter begitu menggentarkan. Jaring laba-laba memenuhi kota merambat kemana-mana, itulah yang dilihat oleh Mouberg begitu kembali ke desanya setelah menyelesaikan pertarungan dengan makhluk itu. Tentu saja Mouberg yang melihatnya begitu terkejut melihat kotanya menjadi seperti ini.
Mouberg segera masuk menerobos ke dalam menyayat jaring laba-laba yang menghalangi jalannya. Mouberg berlari dengan rasa takut, dan khawatir kepada seluruh penduduk desanya yang berada di dalam Shelter, dan dia juga sangat khawatir kepada kami anak-anak didiknya.
Srat! akhirnya Mouberg berhasil menemukan tempat Shelter itu berada. Namun situasi mengejutkan telah lebih dulu terjadi kepada kami, Mouberg sang terkejut, dan kesal melihat seluruh orang yang menjaga Shelter terjebak ke dalam jaring laba-laba makhluk itu. Keadaan kami tim Shan begitu buruk, kami sama sekali bukan tandingan untuk makhluk laba-laba itu.
"Datang satu lagi? oh kau yang tadi... kalau kau berada disini itu berarti mereka semua telah mati ya. Tapi mengapa kau tidak datang bersama temanmu... oh!? hahaha! aku tahu! temanmu pasti mati kan? hahaha!" tawa makhluk laba-laba itu dengan bahagia.
Gleger! Mouberg bergerak secepat kilat hingga mengeluarkan suara gemuruh petir. Semua jaring laba-laba yang ada disekelilingnya dengan cepat di tebas, dan di kumpulkan menjadi satu. Kemudian Mouberg melesat dengan cepat untuk kedua kalinya, untuk menghajar wajah makhluk busuk itu dengan tangannya yang sudah dikepal dengan keras hingga berdarah.
Duar! debu memenuhi area sekitar, membuat semuanya tak dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi, "Apakah guru berhasil mengalahkannya?" tanya Tygruth yang sedang terjebak di dalam jaring dengan lemah.
"Aku tidak tahu... semoga saja guru berhasil melakukannya" ucap Mouri yang kondisinya sama seperti Tygruth, dan teman-teman lainnya.
Namun begitu debu yang menghalangi pertarungan mereka berdua hilang. Semuanya terkejut melihat apa yang terjadi, serangan secepat kilat milik Mouberg itu berhasil di tahan dengan jaring laba-laba yang keluar dari wajahnya. Seluruh tubuh makhluk itu bisa mengeluarkan jaring laba-laba, sama sekali tak ada celah untuk menyerangnya.
Hal ini membuat tubuh Mouberg bergemetar ketakutan, kejadian yang sama terulang membuat dia mengingat kembali kenangan buruk yang baru saja terjadi pada Alzheimer's. Dia menyadari sesuatu yang sama dengan monster yang dia lawan sebelumnya, kalau makhluk ini sama-sama tak memiliki celah.
"Kenapa? tadi kau terlihat marah sekali? tapi kini kau terlihat ketakutan" ucap makhluk itu yang menyeringai dengan puas.
"Guru! hati-hati!" teriak Tygruth.
Namun terlambat, jaring laba-laba itu sudah menyelimuti seluruh tubuh Mouberg dengan merambat dengan cepat sekali. Hingga jaring laba-laba itu masuk ke dalam tubuhnya, dan membuat Mouberg menjerit kesakitan, rasa sakit yang luar biasa menyelimuti seluruh tubuhnya, membuat dia pasrah pada kematian.
"Sialan kau! matilah hari ini!" teriak Tygruth yang kemudian bangkit, dan melepas semua jaring laba-laba yang mengikat dalam dirinya dengan kekuatan yang dimilikinya. Yaitu kekuatan yang dapat menggerakkan, atau mengendalikan apapun di sekitarnya sesuai dengan keinginannya. Begitu juga jaring laba-laba yang ada di dalam tubuhnya pun terseret keluar.
Inilah kekuatan yang sangat hebat dari seorang Tygruth, senjata musuh pun bisa dia gunakan untuk kembali menyerangnya. Asalkan sesuatu itu bukan dari barang sihir, dengan begini Tygruth mengerahkan seluruh tenaganya untuk melepaskan semua jaring yang menyelimuti tubuh semua orang di sekitar Shelter itu.
"Apa-apaan ini!? kau menyembunyikan kekuatan mu yang seperti ini? dan membiarkan semua temanmu merasakan kesakitan?" ucap makhluk laba-laba itu.
__ADS_1
"Tidak... kau salah, kami mengulur waktu untuk mempersiapkan segalanya. Mouri! cepat berikan kepada semuanya!" ucap Tygruth yang memberi sinyal kepada Mouri.
"Baiklah!" ucap Mouri yang kemudian menciptakan sesuatu yang luar biasa. Teknologi yang hebat yang berasal dari masa depan, makhluk laba-laba itu terkejut melihat kemampuan gadis yang bernama Mouri itu. Mouri berhasil menciptakan zirah besi yang memiliki teknologi canggih di dalamnya, walau tak sempurna karena imajinasi nya tidak sebagus Tygruth.
Kemudian semuanya segera menggunakan zirah besi itu, "Tidak mungkin... siapa yang memiliki ide untuk menciptakan hal seperti ini?" ucap makhluk itu.
"Jangan banyak tanya! serang semuanya!" ucap Tygruth yang melesat maju di hadapan makhluk itu. Kemudian memukul wajah makhluk itu dengan tinju besinya, hingga makhluk itu terpental meskipun menggunakan cara yang sama seperti menahan serangan Mouberg sebelumnya.
"Wow! pukulan yang bagus Tygruth! sekarang giliran ku!" ucap Vloid yang melompat terbang ke arah makhluk itu. Zirah besi ini menyimpan tegangan yang luar biasa, yang dapat dikeluarkan kapan saja. Oleh karena itu makhluk laba-laba itu bisa terpental hanya dengan satu pukulan karena Tygruth sudah memusatkan tegangan itu di tinju kanannya.
"Tidak akan ku biarkan! Crystal Cobwebs!" ucap makhluk itu yang kemudian mengeluarkan jaring laba-laba yang berkilauan bagaikan kristal. Kristal itu sangat kuat sampai dapat menahan serangan masif dari zirah itu.
"Sialan keras juga kau... eh!? apa yang terjadi dengan bapak itu!?" ucap Vloid yang mengalihkan pandangannya ke Mouberg.
"Guru!? apa yang terjadi dengan tubuhmu!?" ucap Tygruth yang terkejut melihat seluruh tubuh Mouberg dipenuhi cahaya biru. Kemudian di punggung nya terdapat lingkaran sihir yang terbuat dari es. Kekuatan es ini membuat Mouri, dan Tygruth teringat kekuatan yang pertama kali ditunjukkan olehnya saat itu. Inilah kekuatan sebenarnya dari guru kami, yaitu kekuatan kristal es.
"Kalau kau ingin bermain kristal! bermainlah dengan ku laba-laba sialan!" ucap Mouberg yang melesat maju ke arah makhluk laba-laba itu dengan suara gemericik kristal.
"Tidak perlu... kalian cari saja anak itu! ah sial aku lupa namanya! dari tadi aku tak melihat anak itu!" ucap Mouberg.
Karena Mouberg mengingatkan hak itu, semuanya terkejut, dan langsung mengingat kembali kalau diriku, Gernath tidak bersama mereka selama pertarungan. Ya benar... diriku saat ini sedang berada di dalam tanah, jauh di dalam sana.
"Ah!? benar juga! Elysna, kita harus mencari Gernath sekarang! gunakan kekuatan mu untuk melacaknya" ucap Tygruth yang masuk lebih dulu ke bawah tanah.
"Hei tunggu! ayo semuanya kita masuk. Aku merasakan sedikit kekuatan Gernath di dalam, yang artinya dia sudah sangat jauh dari permukaan" ucap Elysna yang ikut masuk ke dalam.
Saat ini keadaan di dalam sana begitu buruk, udara di dama tanah begitu buruk, dan sangat kotor. Aku menggunakan perisai sihir untuk melindungi bau busuk itu, tapi semakin aku masuk ke dalam, bau busuk itu semakin kuat hingga menembus perisai sihir ku.
"Argh sial! seharusnya aku membawa Boa Boa kesini untuk menetralisir keadaan disekitar" gumam ku yang merasa kesal dengan bau disini.
__ADS_1
"Halo... selamat datang di kerajaan ku, tamu tak di undang" ucap seseorang yang membuatku terkejut.
"Apa!? siapa kau!? jangan bersembunyi, dan tunjukkan dirimu!" ucapku yang berwaspada.
Cklek! tiba-tiba saja ada lampu yang menyala dengan terang di sekeliling ku. Aku terkejut begitu melihat tempat seperti apa yang sedang ku pijak. Ini adalah tempat seperti semacam ruangan laboratorium. Semacam tempat laboratorium biologis, untuk menciptakan sesuatu yang diluar batas.
Tempat yang kejam, dan tidak manusiawi, demi menciptakan sesuatu yang gila, yang diluar batas kemampuan makhluk tersebut. Dengan percampuran, penggandaan, makhluk-makhluk yang mengerikan itulah tumbuh, dan muncul dari sini. Namun sekarang tempat ini begitu buruk, seperti tempat pembuangan.
"Siapa kau!? tempat macam apa ini?" ucapku yang merasa kesal padanya.
"Aku adalah pemimpin dari semua monster yang menyerang dunia kalian. Dan inilah tempat semua monster monster itu diciptakan" ucap orang itu yang duduk di singgasananya yang kotor.
"Apa kau yakin menciptakan makhluk, dan monster itu? sebenarnya mereka makhluk seperti apa?" ucapku yang penasaran padanya.
"Mereka? kami adalah makhluk-makhluk yang berasal dari masa lalu. Sebelum munculnya kalian di fase kehidupan kedua kami sudah muncul lebih dulu. Jadi anggap saja kami adalah fase kehidupan pertama" ucap orang itu.
"Kenapa kau berbeda dengan yang lainnya? tubuhmu terlihat sempurna?" ucapku yang penasaran, dan lagi rasanya aku seperti pernah melihat wujud makhluk yang sama sepertinya.
"Sempurna? aku sudah tidak sempurna lagi, dan jauh dari kata sempurna. Lihat ini... aku bisa merubah wujud diriku menjadi sesuka ku" ucap orang itu yang menunjukkan perubahan wujud pada tubuhnya menjadi mengerikan.
"Lalu... apa tujuan mu melakukan ini semua! lalu bagaimana bisa kalian bisa hidup selama ini, bukankah dunia kalian sudah dilenyapkan jutaan tahun yang lalu!?" ucapku dengan kesal.
"Benar... dunia kami sudah lenyap jutaan yang lalu karena orang brengsek yang kalian anggap dewa... tenanglah, jangan menggeram di depanku, masih banyak hal yang ingin ku katakan padamu" ucap orang itu yang benar-benar membuatku kesal sampai menggeram karena telah menghina dewa kami.
"Kalian adalah orang-orang hina yang tidak pantas untuk hidup! seharusnya dewa benar-benar memperhatikan kematian kalian!" ucapku yang tanpa sengaja membuat orang itu sangat kesal, dan marah. Sebuah tentakel aneh yang terbuat dari limbah, dan potongan besi keluar dari tanah yang ku pijak.
Aku benar-benar lengah hingga tentakel itu menusuk perutku hingga tembus, "Kami tidak pantas hidup? seharusnya dia yang tidak pantas untuk hidup brengsek! manusia brengsek itu telah merenggut milyaran jiwa tak bersalah! kau tahu apa tentang kami! kau sama sekali tidak tahu tentang kami, dan berbicara seenaknya!" ucap orang itu.
"Itu karena... kalian adalah orang yang serakah, dan tidak memiliki perasaan... itulah yang dewa katakan pada kami tentang kalian" ucapku yang membuat orang itu semakin kesal, dan beberapa tentakel lainnya bermunculan di permukaan, dan menusuk tubuhku. Aneh sekali, begitu aku tertusuk oleh benda ini aku sama sekali tak bisa menggerakkan tubuhku, rasanya tubuhku mati rasa.
__ADS_1
"Apa dia benar bilang begitu? hahaha! dasar bodoh! dia sedang membicarakan dirinya sendiri! apa kau tidak menyadari hal itu! tapi entah kenapa aku masih muak dengannya!" ucap orang itu yang membuatku terkejut dengan perkataan orang itu.
Apa maksudnya? apa yang dia katakan? apa benar yang dimaksud perkataan dewa adalah sedang membicarakan dirinya sendiri. Itu tidak mungkin kan? dewa kami bukan orang yang seperti itu. Entah kenapa setelah mendengar perkataan orang itu, aku merasa kalau perkataannya itu adalah benar. Ini aneh sekali padahal pikiran ku tidak membenarkan tentang ini, tapi hatiku... berkata lain.