Artificial God

Artificial God
Perjalanan Yang Panjang


__ADS_3

Kemudian setelah perut kami terisi, kami melanjutkan perbincangan yang ingin kami bicarakan dengan sang raja mengenai sesuatu. Yaitu mengenai sesuatu untuk menjalin hubungan dengan kota Leonelf. Untuk saling bekerja sama, dan bersatu untuk menciptakan perdamaian di antara perbedaan.


"Jadi... hanya itu saja yang ingin kalian katakan?" ucap sang raja.


"Benar! hanya itu saja, sebenarnya tujuan kami membentuk tim adalah untuk menciptakan perdamaian di seluruh dunia. Menciptakan perdamaian sejati, dan menghilangkan kebencian terhadap perbedaan" ucapku yang menunjukkan keyakinan ku.


"Kau benar... mendiang yang mulia Gordials juga sempat mengatakan hal itu pada kami. Baiklah kalau begitu, aku setuju... hari ini juga aku akan mengutus salah-satu pengawal ku untuk menyampaikan hal ini. Aku sudah merekamnya dengan kelereng sihir ini. Semua yang kita bicarakan ada disini, begitu juga dengan sebutan surat" ucap sang raja yang ternyata sudah menyiapkan semuanya sedari tadi.


"Baiklah kalau begitu, terima kasih! kami masih harus melanjutkan perjalanan kami" ucapku yang berdiri dari bangku, dan langsung pergi begitu saja. Teman-teman ku yang melihat sikapku yang tidak sopan di hadapan raja benar-benar sudah lelah dengan ku.


"Tunggu... tolong terima ini..." ucap sang raja yang berlari menghampiri kami untuk memberikan ku sesuatu. Sang raja memberikan sebuah cincin kepadaku dengan sikap hormat. Cincin yang terlihat indah yang terbuat dari emas murni yang berkilauan, dan ada sebuah batu permata berwarna hijau di atas cincin itu.


"Hah!? cincin apa ini?" ucapku yang memperhatikan cincin itu dengan seksama karena cincin itu menarik perhatian ku dengan kilauan yang indah.


"Ini adalah cincin yang dibuat dengan kepercayaan kami para malaikat, dan iblis kepadamu pahlawan. Cincin itu berisi kepercayaan kami kepada jalan yang kalian pilih" ucap sang raja dengan tersenyum.


"Tapi... kenapa hanya ada satu? dan diberikan kepada orang yang tak memiliki adab ini?" ucap Tygruth yang menyindir ku.


"Hei apa maksudmu!"

__ADS_1


"Entahlah... hanya saja kami sangat mempercayai pahlawan Gernath. Begitu juga dengan Gordials, yang sangat mempercayai Gernath menurut sudut pandangnya... dia adalah orang yang spesial. Maaf jika hal ini membuat kalian merasa tersinggung" ucap sang raja sambil menundukkan kepalanya. Kemudian Tygruth tersenyum padaku dengan aneh, lalu yang lainnya tidak mempedulikan cincin itu, karena mereka juga... sangat mempercayai ku.


"Wah wah... kau sudah seperti tokoh utama dalam sebuah cerita saja, Gernath!" ucap Tygruth yang tersenyum padaku, entah kenapa senyumannya itu sangat menenangkan sekali, seperti ada sesuatu yang luar biasa yang dia sembunyikan. Entah apa itu... tapi... aku yakin pada orang ini, kalau kau... adalah orang yang spesial bagiku melebihi apapun.


Kemudian setelahnya kami pergi meninggalkan kota Glitch, dan melanjutkan perjalanan kami. Untuk menemukan masa depan yang kami inginkan, dan juga teman kami yang sudah tidak ada. Kami akan mewujudkan hal itu hingga semua orang dapat membuka hati mereka kepada kenyataan, kalau... kita bisa mengubah takdir dunia ini!.


...****************...


Hari sudah siang, dan kami masih melayang di udara mencari suatu desa yang belum pernah kami temui, bersama dengan bandit. Acara untuk memamerkan kekuatan ku, dan Tygruth akhirnya usai setelah kami di marahi oleh Elysna yang galak. Karena ulah kami yang ingin menunjukkan siapa yang lebih hebat, akhirnya lahan yang kami lalui di bawahnya hancur lebur menjadi lahan kosong yang sebelumnya pepohonan yang rimbun.


Tapi syukurlah kalau lahan yang kami hancurkan tidak terdapat suatu desa di bawahnya. Karena kami terlalu asik untuk menunjukkan siapa yang terhebat kami jadi lupa dengan apa yang ditimbulkan dari menunjukkan kekuatan kami secara serampangan.


"Kau ingin minum, lihat ini... sekarang buka lah mulut kalian. Aku akan menggunakan kekuatan elemen air ku untuk menyegarkan mulut kalian, langsung dari sumbernya" ucapku yang menyeringai.


"Wah! baiklah cepat berikan!" ucap bos bandit itu yang kegirangan kemudian membuka mulutnya lebar-lebar, begitu pula dengan amak buahnya yang ikut membuka mulut. Tygruth yang melihat ku yang menunjukkan kekuatannya, telah menarik perhatiannya untuk melakukan tanding ulang.


Namun... grep, "Jangan lagi!" ucap Elysna dengan tatapan yang menyeramkan sambil meremas bahu Tygruth dengan keras.


"Ba-baiklah... ta-tapi apa kau bisa lepaskan tanganmu?" ucap Tygruth yang menahan sakit yang luar biasa dari genggaman tangan Elysna. Kemudian Elysna melepaskannya, dan itu membuat Tygruth murung karena tak bisa bersaing dengan ku untuk menunjukkan siapa yang lebih hebat di hadapan banyak orang.

__ADS_1


"Oh ya, apa ada lagi yang kalian inginkan? kalau ada katakan saja padaku yang hebat ini! dan jangan bertanya kepada yang lain selain ku jika kalian menginginkan sesuatu" ucapku yang menyindir Tygruth untuk membuatnya kesal.


"Benarkah!? ba-baiklah kalau begitu kami ingin makam burung bakar. Apa kau bisa melakukannya?" ucap bos bandit dengan mata yang berbinar-binar yang terlihat sangat menginginkan burung bakar.


"Baiklah, pertama-tama kita harus mencari burungnya terlebih dahulu... hmm... ah itu dia! Electric Shock!" ucapku yang seketika aku menyambar nya dengan mengeluarkan listrik dari tanganku, ke burung yang terbang lewat di atas kami. Bzzzt! burung itu tersambar dengan ketegangan 5000 volt lebih, hingga matang dengan sempurna.


"Cih... anak itu... benar-benar membuatku kesal, aku sudah tidak tahan lagi!... ah!?" ucap Tygruth pada batinnya yang ingin membalas ku. Namun tiba-tiba tindakannya terhenti setelah melihat tatapan Elysna yang menusuk matanya. Akhirnya Tygruth duduk kembali, dan terdiam dengan kesal sambil memperhatikan ku yang sedang menunjukkan kekuatan ku.


"Sepertinya kita mendapatkan mangsa yang cukup besar. Silahkan di makan sebelum makanannya dingin" ucapku yang memberikan burung bakar itu kepada mereka yang kemudian di potong di bagi rata kepada para bandit itu. Para bandit itu terlihat senang, dan kelaparan, sampai-sampai mereka makan daging burung itu dengan brutal hingga tulangnya pun di makan tanpa sisa.


"Lihat itu... ada asap besar disana!" ucap salah satu anggota bandit yg melihat ada sebuah asap hitam dari kejauhan.


"Elysna cepat periksa tempat itu" ucapku.


"Baik!" ucap Elysna yang kemudian melompat turun ke bawah dari ketinggian, para bandit itu terkejut melihat seorang wanita melompat terjun bebas ke bawah. Bam! tanah bergetar begitu Elysna mendarat di tanah, kemudian Elysna menggunakan kekuatannya untuk memeriksa tempat yang mengeluarkan asap hitam itu untuk berjaga-jaga sebelum kami mampir ke sana.


Wush! kemudian Elysna kembali melompat, dan mendarat si tanah terbang miliknya, "Di sana terdapat sebuah desa" ucap Elysna.


"Baiklah kalau begitu, tunggu apa lagi! ayo kita ke sana Tygruth!" ucapku yang memerintah Tygruth yang berlagak seperti pemimpin.

__ADS_1


"Baik bos!" ucap Tygruth dengan raut wajahnya yang kesal. Kemudian akhirnya Tygruth mengerahkan tanah terbang yang di kendalikan nya dengan kecepatan penuh menuju asal asap itu yang merupakan sebuah desa. Dan sepertinya kami harus menginap di desa itu untuk beberapa waktu, untuk menjalin hubungan yang baik dengan warga desa disana seperti desa-desa sebelumnya yang kami temui.


__ADS_2