
Malam itu kami terus bercerita, dan mengobrol dengan asik di tengah api unggun, dan bulan purnama yang menyinari malamnya dunia. Dengan aliran air sungai yang menenangkan, dan pepohonan yang rimbun. Tempat peristirahatan ini juga sepertinya aman dari para bandit yg menyebalkan itu.
"Hei... apa kalian pernah mendengar hantu yang suka memotong leher orang lain?" ucap Tygruth yang saat ini giliran dia bercerita, dia selalu bercerita tentang sesuatu yang menyeramkan, dan membuat kami takut.
"Ti-tidak" ucap kami bertiga serentak, yang mendengarkan cerita Tygruth dengan tatapan serius, dan jantung yang berdegup kencang.
"Jika suatu malam kalian mendengar suara besi yang sedang di asah, maka kalian harus berlari secepat mungkin... atau kalian, akan di jagal olehnya" ucap Tygruth yang menakut-nakuti kami dengan cerita seramnya.
"Hahaha! omong kosong, untuk apa hantu itu mengasah besi di dekat targetnya. Kalau dia ingin memotong leher targetnya seharusnya dia lakukan dengan diam-diam" ucapku yang mencoba untuk tampil berani, dan keren di depan semua orang.
"Hei... apa kau..." ucap Tygruth yang tiba-tiba pembicaraannya di hentikan setelah mendengar sesuatu dari arah belakang kami bertiga yang sedang mendengarkan cerita Tygruth. Sring! sring! suara itu... terdengar seperti sebuah besi yang sedang di asah.
Kemudian kami semua merasa merinding karena cerita Tygruth yang omong kosong itu menjadi nyata. Kami berkumpul, dan bersembunyi di belakang tubuh Tygruth dengan tubuh yang bergemetar ketakutan. Suara besi itu semakin dekat, dan kami bisa melihat ada sosok bayangan yang mendekati kami.
"Si-siapa itu!?" ucapku yang menutup mataku karena ketakutan.
"Kyaaaaaaa! aku tidak ingin mati!" teriak Elysna sambil memelukku.
"Huhu! ibu! aku takut!" ucap Boa Boa yang menangis, dan sampai kencing karena saking takutnya.
"Groooooo!" ucap bayangan hitam itu yang muncul di depan kami, dan membuat kami berteriak-teriak ketakutan. Namun ternyata itu hanyalah sebuah gundukan tanah yang di bentuk merupai manusia, sambil menggenggam sebuah pedang, dan batu kasar, dan itu adalah pedang milikku. Namun akhirnya kami tahu siapa dalang di balik ini semua.
"Aku... pergi dulu?" ucap Tygruth yang langsung masuk ke dalam tanah karena tak ingin di hajar oleh kami.
"Brengsek kau Tygruth! Fire Ball!" ucapku yang meledakan tanah dengan bola api yang bertubi-tubi.
__ADS_1
"Moonlight!" ucap Elysna yang dalam mode transformasi bulan, dan memegang sebuah tombak tajam. Kemudian Elysna yang sangat marah itu menggali tanah di bawahnya untuk mengejar Tygruth dengan tombaknya. Sementara itu Boa Boa yang tak menyadari kalau ini adalah perbuatan Tygruth, dia masih menutup matanya, dan bergumam ketakutan.
"Di-dia... pipis!?" ucapku yang syok melihat celana Boa Boa yang basah dengan air maninya.
"Brengsek kau Tygruth! akan ku hajar kau!" ucap Elysna yang mendengar dariku kalau Boa Boa sampai pipis di celana karena mendengar, dan dikerjai oleh Tygruth.
"Ti-tidak! wanita menyeramkan itu mulai mengejar ku dengan cepat... kyaaaaaaa!" ucap Tygruth yang ketakutan begitu Elysna berhasil menyusulnya yang sedang melarikan diri dengan sangat cepat.
"Hahaha! kau akan mati di tanganku, Tygruth!" ucap Elysna yang membuat Tygruth ketakutan, dia melihat Elysna seperti monster yang menyeramkan hingga membuat wajahnya pucat karena ketakutan.
Setelahnya Tygruth di hajar habis-habisan olehku, dan Boa Boa. Lagi-lagi Boa Boa tak mau menghukum kekasihnya setelah apa yang kekasihnya lakukan padanya. Benar-benar sesuai dengan jenis bangsanya, dia memang benar-benar berhati malaikat. Dia mengasihani Tygruth, dan memaafkannya begitu saja, dan malah menganggap semua yang terjadi tidak pernah terjadi.
Aku, dan Elysna benar-benar jengkel menyaksikan kebaikan Boa Boa yang tidak ikut serta untuk menghajar Tygruth. Wajahnya yang tersenyum sinis di belakang Boa Boa kepada kami membuat kami sangat kesal di buatnya.
Kemudian akhirnya pagi hari yang kami tunggu-tunggu tiba begitu saja. Pagi yang cerah, dengan udara yang sejuk membuat suasana perjalanan kami menjadi menyenangkan. Namun saat kami ingin bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan kami yang entah kemana menelusuri dunia, tiba-tiba saja bandit yang sudah di hajar oleh Boa Boa, dan Elysna datang ke tempat peristirahatan kami di pagi hari.
"Ka-kami datang bukan ingin mencari ribut lagi. Ka-kami hanya ingin ikut dengan perjalanan kalian saja sampai menemukan suatu desa. Kami dengar dari para bandit yg sudah bertobat karena kalian kalahkan, kalian akan mengantarkan para bandit itu sampai di suatu desa, dan menjalani kehidupan yang baik" ucap bos bandit itu dengan sikapnya yang berubah drastis menjadi sangat sopan.
"Ah... maafkan kesalahpahaman ku, ku kira kalian akan mencari masalah lagi dengan kami. Tapi baiklah kalau begitu, kalian bisa ikut dengan kami" ucapku yang menyambut mereka dengan baik.
"Terima kasih... mulai sekarang kami berjanji tidak akan melakukan perbuatan kotor lagi, dan setelah kami sampai di desa tujuan, kami akan menjaga desa itu sebagai bentuk untuk menebus dosa dosa yang telah kami lakukan" ucap bos bandit itu sambil menundukkan kepalanya kepada kami, dan serentak anak buahnya mengikuti perlakuan bosnya.
"Baiklah tunggu apa lagi, kami akan segera berangkat. Ayo kita pergi!" ucap Tygruth yang menggunakan gundukan pasir untuk terbang di udara, dan membawa kami melanjutkannya perjalanan kami.
"Wah!? pantas saja kalian dapat mengalahkan para bandit yg dikirim untuk membunuh kalian. Ternyata kalian adalah monster" ucap bos bandit yg berniat memuji kami. Bos bandit itu merasa takjub dengan kekuatan yang di perlihatkan oleh Tygruth. Bos, dan para anak buahnya terlihat senang dapat melihat dunia dari atas, karena pemandangan dunia akan lebih indah jika di lihat dari tempat yang tinggi.
__ADS_1
Entah kenapa aku jadi merasa jengkel setelah melihat para bandit itu memuji kekuatan Tygruth. Hal itu membuatku ingin menunjukkan kehebatan ku kepada bandit itu, "Hanya seperti itu saja bukanlah apa-apa... apa kalian ingin melihat sesuatu yang spesial?" ucapku yang melirik ke arah Tygruth yang berniat untuk menantangnya.
"Huh!? anak ini sepertinya berniat untuk menantang ku. Baiklah kalau begitu!" ucap Tygruth dalam batinnya sambil tersenyum menyeringai.
"Benarkah! kami sangat terhormat jika anda menunjukkan kekuatan anda yang luar biasa" ucap bos bandit itu dengan tatapannya yang berbinar-binar. Semua anak buahnya pun berlaku sama, bos, dan anak buah ternyata tidak ada bedanya.
"hahaha! lihat ini!... Fire Ball... Electric shock!" ucapku yang mengeluarkan bola api di tangan kiri ku, dan mengeluarkan aliran listrik di tangan kananku secara bersamaan. Bandit itu merasa kagum dengan ku, tatapannya membuatku jadi merasa malu. Mereka menyoraki ku dengan meriah, dan memberikan tepuk tangan yang keras.
"Hei... apa kalian ingin melihat kekuatan milikku?" ucap Tygruth yang melirik ku dengan wajah yang angkuh.
"Ya! tunjukkan pada kami kehebatan kekuatan kalian!" ucap bos bandit itu yang tiba-tiba menjadi bersemangat.
"Baiklah! waktunya menyaksikan gempa bumi disertai angin topan, dan badai petir dengan hujan yang sangat deras!" teriak Tygruth yang seketika bumi berguncang dengan keras disertai angin topan yang besar menghancurkan tanah di bawahnya. Kemudian dilanjutkan dengan badai petir yang menyambar dengan gila beserta air hujan yang sangat deras.
Aku sangat syok melihatnya, dan sekaligus jengkel, "Hei aku juga bisa yang seperti itu! aku akan tunjukkan lagi kepada kalian kekuatan terhebat ku" ucapku yang kemudian menunjuk kekuatan ku kepada mereka.
"Aku juga bisa yang lebih gila dari ini! lihatlah, dan saksikanlah marabahaya yang sebenarnya!" teriak Tygruth di tengah badai petir.
"Dasar anak kecil" ucap Elysna yang menghela nafas melihat perilaku kami yang bersaing kekuatan seperti anak kecil.
"Benar! kapan mereka akan dewasa" sambungan Boa Boa.
"Kurasa mereka tidak ada bedanya dengan mu, aku lelah hidup dengan tiga orang bocah seperti ini" gumam Elysna.
Namun sebenarnya para bandit itu akan mengkhianati kami sampai menemukan momen yang tepat. Tapi setelah mereka melihat kengerian kekuatan yang kami tunjukkan, mereka sangat syok, dan kehilangan harga diri mereka sebagai seorang bandit. Alhasil mereka menyerah dengan apa yang mereka rencanakan, dan akan berlaku baik sesuai yang dikatakannya sebelumnya.
__ADS_1
"Bos! apa kau melihatnya? sepertinya kita harus bertobat saja dari pada mati di tangan mereka" ucap bos bandit dengan kekuatan khusus berkomunikasi jarak jauh, dan berbagi pengelihatan dengan bos besarnya yang merupakan pemimpin dari segala bandit yg tersebar di seluruh penjuru dunia.
"K-kau benar! mulai sekarang kita bubarkan organisasi kita" ucap bosnya yang merasa syok sampai ke tulang. Begitulah akhirnya nasib para bandit yang ada, akhirnya mereka semua tobat, dan membubarkan organisasi kotor itu untuk menjalani kehidupan yang bersih.