
Hari itu kami terus melanjutkan perjalanan kami untuk menjelajahi dunia. Biarpun melelahkan, tapi rasanya menyenangkan bisa melakukan perjalanan seperti ini bersama dengan orang-orang yang berharga bagiku. Yah, mereka adalah orang-orang yang sangat penting dalam hidup ku.
Karena itu aku akan menjaga mereka, dan tak akan membiarkan mereka mati. Kalau ada bahaya yang menghadang kami, aku tak akan ragu untuk menyelamatkan mereka. Meski aku harus mengorbankan nyawaku demi keselamatan mereka. Karena bagiku mereka juga lebih berharga dibanding hidupku, mereka harus terus bahagia selamanya.
"Hei! gawat!" ucap Mouri yang pergi menemui kami di luar rumah dengan tergesa-gesa, "Ada apa? berisik sekali kau ini, padahal pagi ini aku ingin memulai hari yang indah, dan tenang" ucapku sambil meminum teh. Untung saja aku membawa banyak persediaan bubuk teh untuk perjalanan ini. Kalau aku tidak membawanya bisa-bisa setiap paginya aku tidak bisa menyambut hari yang indah bersama teh.
"Dasar anak ini, kita kehabisan makanan dasar bodoh!" ucap Mouri yang membuat semua yang mendengarnya terkejut.
"Apa!?" ucap mereka yang keluar dari kamar mereka masing-masing. Lalu mereka semua segera berkumpul, dan membicarakan soal persediaan makanan. Tapi kenapa harus aku yang pertama di beritahu? apakah dia berniat untuk menyuruhku sendirian mencari persediaan makanan.
"Lalu bagaimana ini? apa yang harus kita lakukan?" ucap Tygruth.
"Tentu saja kalian para laki-laki pergi mencari makanan, huh begitu saja harus di tanyakan. Dasar bodoh" ucap Mouri yang menendang kami keluar dari rumah.
"Baiklah kalau begitu kami pergi, dasar wanita jaman sekarang tidak ada sopan santunnya kepada para pria" ucapku yang kesal.
"Apa!? kenapa kau bersikap seperti orang tua hah?" ucap Mouri yang tak mau kalah.
"Sudahlah, lagi pula disini tidak ada yang bisa kalian buru untuk persediaan makanan" ucap Elysna yang membuat semuanya sangat terkejut. Kalau yang dikatakan Elysna itu benar, lalu kami mau makan apa? tidak mungkin kami makan tanah, dan rumput.
"Lalu kemana kami harus mencari makanan? dan bagaimana kau bisa tahu?" ucapku yang sudah putus asa begitu mendengar tidak ada satupun binatang yang dapat kami buru.
"Aku menggunakan kekuatan ku untuk menerawang tempat ini. Namun aku tidak merasakan ada pergerakan di sekitar sini. Jadi karena kita membangun rumah ini dekat sungai, kalian bisa pergi menangkap ikan-ikan itu" ucap Elysna.
"Apa!?" ucapku dengan Tygruth yang terkejut, karena kami para Leonis takut dengan air yang menggenang dalam jumlah yang banyak. Melihat air yang menggenang saja sudah membuat kami ketakutan setengah mati. Bagi kami para bangsa Leonis, air adalah musuh utama kami.
Tapi bukan berarti kalau kami takut air, kami tidak akan minum air, dan mandi menggunakan air. Tentu saja mandi adalah sebuah keterpaksaan bagi kami bangsa Leonis. Tapi tentunya bangsa lain pun pasti memiliki ketakutan berlebih terhadap sesuatu kan.
__ADS_1
"Haha! kalian... payah sekali, padahal kalian sudah dewasa tapi takut air" ucap Vloid yang wajahnya pucat. Tapi sepertinya sejak pertama kali kami bertemu dengan Vloid, sepertinya wajah Vloid sudah pucat saat itu. Apa sebenarnya dia baik-baik saja? dan setiap pagi hari sampai sore hari wajahnya terlihat suram, dan tak bersemangat. Lalu pada malam harinya dia malah jadi aktif, dan mengerikan.
Tapi kalau tidak salah dia pernah menceritakan kekuatan alami bangsanya. Kalau di malam hari dia akan mendapatkan semacam buff yang membuat dirinya lebih kuat, dan melampaui batas. Tapi apa berarti saat di pagi hari hingga sore hari kekuatannya akan melemah.
"Lebih baik kau istirahat saja bocah, lihat wajahmu yang pucat itu" ucapku.
"A-apa katamu!? wajah, dan tubuh kami memang pucat seperti ini, bodoh!" ucap Vloid yang kesal.
"Eh!? benarkah? tapi kau tidak perlu berkata kasar juga!" ucapku yang tidak terima.
"Meski wajahmu memang pucat seperti itu, lebih baik kau istirahat saja. Karena sepertinya kau terlihat kelelahan" ucap Tygruth.
"Kau benar, kami bangsa Vampir akan menjadi sangat lemah jika beraktivitas di pagi hari sampai sore hari. Oleh karena itu biasanya kami melakukan aktivitas di malam hari, dan menggunakan waktu lainnya untuk beristirahat" ucap Vloid yang menjelaskan tentang bangsanya.
"Benarkah? tapi kenapa saat kami melawan mu, kau terlihat sangat bersemangat sekali?" ucapku.
"Baiklah kalau begitu, karena sepertinya kau ini sangat keras kepala sekali. Kau boleh ikut bersama kami untuk menangkap ikan" ucapku sambil mengedipkan matanya ke Tygruth. Kemudian kami tersenyum lega karena akhirnya kami mendapatkan bantuan dari bocah menyebalkan ini.
Dengan begini kami bisa memanfaatkan bocah ini untuk pergi menangkap ikan di sungai, dan kami tidak perlu ikut menangkap ikan. Kami hanya perlu melihatnya di pinggir sungai saja, dan memanfaatkan tekadnya itu. Dengan begitu pasti dia tidak akan membantah kami, sungguh rencana yang bagus.
"Ini... gunakan pancingan yang ku buat untuk memancing ikan" ucap Mouri yang membuat kami syok karena akhirnya rencana kami di gagalkan oleh Mouri karena memberikan kami pancingan untuk menangkap ikan. Jadi sia-sia rencana hebat yang sudah kami bangun untuk memanfaatkan Vloid.
Lalu setelah kami menerima pancingan itu kami pergi ke sungai yang jaraknya cukup dekat dari rumah yang dibangun Mouri. Kami berjalan dengan lesu, dan muram karena harus pergi melihat air yang menggenang. Sementara itu yang membuat wajah Vloid suram karena saat ini sedang siang hari.
Kemudian begitu kami tiba, seluruh tubuh kami merinding ketakutan melihat air yang mengalir, dan sungai ini cukup luas. Tapi dari pada kami makan tanah, dan rumput akan lebih baik jika kami memancing ikan yang merupakan makanan favorit kami ketimbang berburu binatang. Karena desa kami jauh dari hutan, maka lebih baik memburu binatang di hutan Agnuth yang jaraknya dekat.
"Baiklah semuanya! ayo kita mancing di neraka!" ucapku yang memberikan rasa semangat meski aku sangat takut. Kemudian setelah itu kami melemparkan pancingan kami ke sungai, peralatan yang di buat Mouri sangat sempurna. Pancingan ini memiliki kail, senar, reel pancing, pelampung. Tapi entah kenapa rasanya ada yang kurang, dan sepertinya ada yang tak bisa diciptakan oleh Mouri.
__ADS_1
Dua jam berlalu, dan kami masih belum juga mendapatkan ikan. Saat ini wajah kami terlihat sangat suram sekali, karena sudah menunggu selama dua jam, dan tak mendapatkan apapun. Sepertinya di sungai ini tidak ada ikan, apa lebih baik kami kembali saja, dan memberitahu kalau di sungai ini tak ada ikan. Tapi bagaimana dengan makanannya? akh sialan! meski menunggu selama 10 jam pun kami akan tetap sini sampai mendapatkan ikan.
Sepuluh jam berlalu, "Argh! sungai sialan! terkutuk lah kau, lihat saja! kami tidak akan menyerah!" ucapku yang sementara Tygruth, dan Vloid sudah terkapar dengan putus asa. Tak ku sangka yang harusnya malam ini Vloid selalu bersemangat, kini dia terlihat suram. Setelah itu aku mencoba menarik pancinganku, dan aku sangat terkejut.
"Hei... coba angkat pancingan kalian" ucap ku pada mereka. Kemudian mereka menuruti perkataan ku, dan mengangkat pancingannya. Setelah itu mereka terkejut, dan sangat syok... karena selama ini kami memancing tanpa umpan, oleh karena itu kami tak mendapatkan ikan sampai sekarang.
"Argh!" teriak kami sambil mematahkan pancingan yang dibuat Mouri, "Eh!?" ucap kami yang tak sengaja menghancurkan pancingannya karena terbawa suasana, dan sekarang kami tak berani untuk pulang, karena tak membawa apapun untuk di makan nanti. Kami bertekad, ini adalah tekad laki-laki, kami tidak akan pulang sebelum hari esok tiba.
"Hah... sepertinya ada yang harus kulakukan untuk menghilangkan amarah ini... Lightning Explosion! Lightning Explosion! Lightning Explosion!" ucapku yang kemudian petir menyambar berkali-kali ke sungai itu. Duar! duar! duar! suara itu, dan kilatan yang menyambar itu terdengar oleh Mouri, dan Elysna yang sudah kesal menunggu kedatangan kami yang tak kunjung kembali hingga malam hari datang.
"Kenapa disana tiba-tiba ada petir yang menyambar?" ucap Elysna pada Mouri.
"Sepertinya itu adalah kekuatan milik Gernath, aku tak tahu apa yang mereka lakukan disana. Tapi mau sampai kapan kita terus menunggu orang-orang gila itu" ucap Mouri.
Sementara itu begitu amarahku sudah di atasi dengan mengeluarkan kekuatan ku untuk membalas perbuatan sungai pada kami. Aku merasa lega sekali, dan pikiran ku jadi lebih tenang, dan setelah itu kami terkejut begitu melihat banyak ikan yang mati terapung di sungai dalam keadaan matang.
"Wow... bukankah ini luar biasa kawan?" ucap Tygruth yang tak menyangka.
"Aku juga berpikir begitu, hei Tygruth... bisakah kau menggunakan kekuatan mu untuk memindahkan semua ini ke rumah?" ucapku.
"Tentu saja aku bisa, sementara itu kau terus serang sungai sialan ini!" ucap Tygruth yang dengan semangat menggunakan kekuatannya untuk mengendalikan angin untuk membawa ikan-ikan yang sudah matang itu ke rumah. Kemudian ikan-ikan bakar itu melayang di udara secara berbaris pulang ke rumah mereka.
Elysna, dan Mouri sangat terkejut begitu melihat banyak ikan bakar yang berterbangan ke arahnya, dan masuk ke dalam rumah secara teratur. Kemudian ikan-ikan itu menaruh diri mereka di atas piring yang sudah di siapkan di atas meja, "Apa lagi ini? sepertinya hari ini aku banyak melihat hal aneh terjadi" ucap Elysna.
"Tenang saja ini adalah kekuatan si bodoh satunya lagi. Tak ku sangka mereka cukup pintar untuk ini" ucap Mouri. Sementara itu petir terus menyambar sungai itu, hingga akhirnya ikan-ikan di sana kena mental hingga tak berani ke arah sungai yang terus di sambar petir itu. Kemudian kami segera pulang begitu sekiranya cukup untuk persediaan makanan selama beberapa hari, atau minggu.
Setelah itu kami terkejut begitu sampai di rumah, dan wajah dua wanita itu terlihat ingin membunuh kami. Tapi bukan itu yang membuat kami terkejut, yang membuat kami terkejut adalah ikan-ikan yang sangat banyak yang memenuhi seluruh isi rumah itu. Sepertinya kami salah mengira kalau semua makanan itu akan habis dalam beberapa hari atau minggu, bisa-bisa makanan ini tak akan habis selama berbulan-bulan.
__ADS_1
Dan entah kenapa... kami merasa enek melihat semua makanan itu.