Artificial God

Artificial God
Acara Yang Di Tunggu-tunggu


__ADS_3

Setelah Milan dan Nizard menjelaskan tentang apa saja yang harus dilakukan, dan syarat menjadi anggota yang lolos untuk seleksi penerimaan. Aku, dan Tygruth semakin tertarik mengikuti acara yang diadakan oleh sang raja untuk menunjukkan kekuatan kami di hadapan semua orang.


Sebelum jadwal pertarungan diadakan saat di arena nanti. Para peserta yang mendaftarkan diri untuk ikut akan di tes latihan fisik, dan bertarung dengan fisik tanpa kekuatan sedikitpun. Jika pada tes latihan fisik ketahuan menggunakan kekuatan untuk memperkuat daya tahan tubuh, atau kekuatan serangan, peserta tersebut akan di diskualifikasi, dan di nyatakan keluar.


Setelah itu juri akan menentukan 32 orang yang memiliki fisik yang kuat. Karena ini akan di tunjukkan langsung kepada sang raja, oleh karena itu mereka memilih kandidat terkuat agar raja dapat terhibur. Tidak hanya itu saja, pemenang utama sampai ketiga akan diberikan hadiah yang luar biasa dari sang raja, yang pastinya tidak akan mengecewakan.


"Hanya itu saja? baiklah! aku akan mempersiapkan tubuhku untuk dua hari lagi!" ucapku yang tiba-tiba menjadi lebih bersemangat.


"Baiklah kalau begitu aku akan menunggu pertarungan kita" ucap Nizard yang kemudian pergi bersama dengan Milan. Setelah mereka pergi, Boa Boa, Elysna, dan juga Yuki datang, dan menemui kami. Aku, dan Tygruth pun segera memberitahukan tentang acara pertarungan itu kepada mereka. Tentu saja mereka akan menjawab, "Iya" tapi... ada yang lebih mengejutkan dari pada itu. Yuki juga mengajukan diri untuk ikut berpartisipasi dalam acara pertarungan itu.


"Aku juga ikut!" ucap Yuki yang terlihat bersemangat, terlihat dari senyumannya yang sudah tidak sabar untuk menghabiskan mereka semua.


"Eh!? haha! kau ini masih kecil, jadi kau hanya bisa menonton acaranya saja, dan lihatlah bagaimana para senior mu bertarung" ucapku sambil memamerkan otot lengan ku.


"Benar lagi pula sepertinya kau tidak akan bisa masuk ke pertarungan utamanya. Karena kita harus tes latihan fisik, dan bertarung hanya dengan fisik. Tubuhmu mungkin akan hancur lebur" sambung Tygruth yang tidak setuju dengan ajuan dari Yuki.


"Itu benar, lebih baik Yuki ikut menonton saja bersama kakak ya..." ucap Boa Boa sambil membujuk Yuki.


"Tidak boleh, kau harus ikut juga Boa Boa" ucap Elysna sambil menepuk pundaknya Boa Boa dengan kencang.


"E-eh!? a-apakah boleh aku tidak ikut saja, haha... lagi pula sepertinya acara itu sangat berbahaya" ucap Boa Boa yang mencoba melarikan diri.


"Bukankah kau sudah berjanji kepadanya... lalu, jadikan acara pertarungan ini sebagai latihan mu" ucap Elysna sambil tersenyum, dan ucapannya membuat Boa Boa tersadar, dan bersemangat untuk mengikuti acara pertarungan yang di adakan di arena kerajaan.


Setelah itu Yuki hanya bisa menerima kenyataan bahwa dirinya lemah. Dan setelahnya kami berlatih lagi sebentar sebelum pulang untuk beristirahat. Saat dalam perjalanan pulang, aku, dan Tygruth pergi untuk mendaftarkan diri untuk mengikuti acara tersebut, dan sekaligus mewakilkan Boa Boa, dan juga Elysna yang ingin mengikuti acara itu juga.

__ADS_1


Sesampainya kami di depan arena kerajaan, kami sangat kagum melihat bangunan Koloseum yang sangat besar di depan mata kami. Bangunan itu sangat megah, dan menakjubkan, melihatnya saja aku, dan Tygruth menjadi lebih tidak sabar lagi untuk melakukan pertarungan dengan orang-orang kuat disini.


Kemudian setelahnya kami pergi untuk mendaftarkan diri, lalu setelahnya kami kembali. Untuk tes latihan fisik, dan pertarungan fisik akan dilakukan pada siang hari. Aku, dan Tygruth segera kembali untuk beristirahat. Saking tegangnya aku tak bisa tidur dengan nyenyak karena terus menunggu kapan hari pertarungan itu akan tiba.


Lalu besoknya aku, dan Elysna bangun pagi, dan membantu Elysna memasak sarapan pagi untuk yang lainnya. Sebelumnya aku juga meminta izin kepada pemilik tavern ini kalau hari ini kami tidak bisa bekerja karena mendaftar diri untuk mengikuti acara kerajaan itu yang katanya diadakan setahun sekali.


Saat aku meminta izin kepada pemilik tavern ini, "Yoo! apa kabar anda bos!" ucapku sambil tersenyum ceria.


"Hmm? tentu saja aku baik-baik saja. Wajahmu terlihat mencurigakan nak, cepatlah katakan langsung apa yang ingin kau katakan" ucap pemilik tavern yang sedang merawat tanaman di depan tavern miliknya.


"Hahaha! baiklah, anu... untuk hari, dan seterusnya ini kami sepertinya harus izin tidak bekerja" ucapku sambil menggaruk-garuk kepala, dan setelahnya aku melihat tatapan bapak pemilik tavern yang mengerikan, dia benar-benar ingin membunuh ku.


"Apa!?" ucap bapak pemilik tavern sambil berjalan ke arahku dengan clurit miliknya.


"Haha! tenang dulu paman! aku bisa jelaskan" ucapku sambil berjalan mundur dengan keringat dingin.


"Soal itu, kami tidak bisa bekerja karena mengikuti acara pertarungan yang diselenggarakan pada esok hari. Lalu untuk hari ini kami harus melalui tes masuknya terlebih dahulu sebelum benar-benar bertarung di Koloseum itu" ucapku yang membuat perasaan amarah bapak pemilik tavern itu reda.


"Jadi begitu! hahaha! bagus kalau begitu, menangkan pertarungan itu, dan hadiahnya akan menjadi milik kita berdua" ucap bapak pemilik tavern sambil mencengkram pundak ku dengan keras. Sepertinya dia sedang mengancam ku.


"E-eh!? ke-kenapa hadiahnya harus dibagi menjadi dua?" ucapku yang merasa tidak setuju dengan itu.


"Oh!? apa kau tidak setuju? anggap saja itu sebagai biaya kerusakan yang selama ini kalian lakukan pada tavern ku" ucap bapak pemilik tavern yang membuatku mengingat kembali kenangan kami yang selalu menghancurkan tavern ini. Lalu pada akhirnya, mau tidak mau aku harus menyetujui hal itu.


Lalu... di pagi hari ini... entah kenapa suasana menjadi tidak enak dengan kedatangan Toro, dan anggota grupnya yang duduk di sebelah meja makan kami. Padahal tidak biasanya mereka ikut makan disini saat pagi hari. Karena mereka biasanya selalu berkeliaran di luar, dan jarang kembali yang padahal mereka sudah menyewa kamar disini untuk tinggal.

__ADS_1


Lalu Tygruth mencoba untuk memancing amarah mereka saat kami sedang asik makan, "Hei Gernath! tentang acara pertarungan itu, sepertinya kita bisa memenangkan acara itu dengan mudah Haha!" tawa Tygruth dengan kejam, dan membuat suasana di sini menjadi semakin tidak beres.


"Haha... mu-mungkin kau benar!" ucapku dengan terbata-bata.


Brak! kemudian Sheran salah satu anggota wanita dari grup mereka membanting meja karena kesal dengan ucapan Tygruth. Tidak hanya Sheran saja, tetapi anggota yang lainnya juga ikut marah, dan semakin membenci kami, kecuali Toro sendiri, dan Martis. Dia masih duduk di meja makannya bersama dengan Martis, sementara anggotanya sudah berdiri mengitari meja makan kami.


"Apa maksudmu? tentu saja tuan Toro yang akan memenangkan acara itu!" ucap Sheran yang melanjutkan konflik ini.


"Itu benar, karena tuan Toro adalah yang terkuat disini. Tidak seperti kalian, yang sepertinya kalian ini hanya sekumpulan orang-orang yang mencari tempat tinggal" ucap Nizard.


"Hahaha! kau kejam sekali Nizard, lagi pula memangnya di antara sekumpulan orang lemah ini memiliki seorang pemimpin?" ucap Milan yang kemudian aku berdiri, dan menjawab ucapan mereka.


"Aku! dan berhenti menghina kami, apakah kami pernah menghina kalian!" ucapku yang saat itu marah besar.


"Ugh!? a-aura macam apa ini? aura sebesar ini keluar dari bocah berambut hitam itu!?" ucap Milan dalam hatinya yang terkejut, begitu juga yang lainnya.


"Itu benar, kami sama sekali tidak pernah menghina kalian. Kenapa kalian malah mencari keributan disini?" ucap Tygruth yang ikut berdiri, dan menatap mereka dengan tatapan dingin.


"Hei sialan! kau yang sengaja memulainya bukan! apa maksudmu dari perkataan mu tadi, hah!" ucap Nizard.


"Apa maksudku? itu karena kami menantang kalian!" ucap Tygruth yang tidak segan-segan melontarkan perkataan itu kepada mereka. Hal itu membuat Toro pergi dari meja makannya, dan menghampiri kami dengan tatapan, dan aura yang mengerikan. Ini adalah pertama kalinya bagi kami melihat Toro yang merupakan pemimpin mereka marah besar kepada kami.


"Lakukan hal itu saat pertarungan nya sedang berlangsung, brengsek!" ucap Toro yang kemudian pergi meninggalkan meja makan kami dengan perasaan kesal. Lalu anggota yang lainnya pun mengikuti pemimpin mereka, dan segera meninggalkan meja maka kami dengan perasaan kesal.


Setelah mereka pergi, "Argh! apa yang kau lakukan dasar bodoh!" ucapku sambil menggoyang-goyang kan tubuh Tygruth dengan kesal.

__ADS_1


"Aku hanya bosan saja" ucap Tygruth dengan singkat. Tentunya perkataannya itu hanya akan membuatku semakin kesal kepadanya. Tapi apa boleh buat, semuanya sudah terjadi, kami hanya perlu menunggu siang hari untuk mengikuti tes masuk. Tes masuk terbagi menjadi dua, yang pertama adalah latihan fisik, lalu yang kedua pertarungan fisik antar peserta yang mengikuti acara.


__ADS_2