Artificial God

Artificial God
Goa Kecil


__ADS_3

Sejak hari menjahili Tygruth, Tygruth sangat kesal kepada kami, dan untuk sementara waktu dia bilang tidak akan berhubungan dengan kami. Entah kenapa kami jadi merasa bersalah, rasa senang yang sementara saat itu rasanya hanya kesenangan palsu. Tidak seharusnya kamu melakukan hal itu, karena rasanya setelah dipikir-pikir apa yang kami lakukan padanya juga keterlaluan.


Kalau begitu kami tak ada bedanya dengan apa yang dilakukan Tygruth pada Boa Boa. Kami sama-sama menyakitinya Boa Boa juga nampaknya tak merasa senang setelah melakukannya, dan dia menjadi merasa bersalah. Sial! andai saja waktu bisa di putar kembali maka aku akan menggunakan waktu itu untuk yang terbaik.


"Apa dia pergi lagi?" ucapku yang keluar kamar menghampiri Elysna, dan Boa Boa di ruang tamu yang sedang mengobrol.


"Iya, tadi pagi-pagi dia sudah pergi entah kemana" ucap Elysna.


"Hei... apa sebaiknya kita meminta maaf padanya, kita beluk minta maaf pada Tygruth kan?" ucap Boa Boa yang merasa sedih.


"Aku juga berpikir begitu, tapi rasanya tidak enak saja, dan lagi sepertinya dia butuh waktu." ucapku. Aneh sekali dengan sikap Tygruth, padahal dia selalu bersikap dingin, dan cuek, tak ku sangka dia akan ngambek seperti ini. Ini sama sekali bukan sikap Tygruth yang ku kenal, apa jangan-jangan dia!?.


"Hei Gernath kau mau kemana?" ucap Elysna yang melihat ku segera pergi.


"Ah benar juga, Elysna apa kau bisa melacak keberadaan Tygruth?" ucapku yang kembali menghampiri Elysna.


"Tunggu sebentar... dia ada di sana" ucap Elysna yang menunjuk arahnya.


"Baiklah terima kasih, kalau begitu aku pergi dulu" ucapku yang keluar rumah, dan berlari untuk menghampiri Tygruth. Aku terus berlari dengan kencang ke arah yang di tunjuk oleh Elysna.


Sementara itu Vloid, dan Mouri sedang sibuk membantu kepala desa membuatkan sesuatu yang dibutuhkan seperti biasanya. Karena semenjak kejadian aneh yang munculnya makhluk aneh, dan monster di dekat desa. Mouri menciptakan persenjataan untuk seluruh penduduk desa jika monster itu akan datang menyerang kembali desa.


"Apa jumlah ini sudah cukup?" ucap Mouri yang kelelahan karena menggunakan kekuatannya berlebihan.


"Ini sudah lebih dari cukup, dengan sisa yang lebih ini akan digunakan untuk senjata cadangan" ucap pak kepala desa.


"Syukurlah, setiap senjata yang sudah di buat sudah kuberikan kekuatan ku di dalamnya. Kekuatan yang cukup berbahaya untuk melawan makhluk lain. Pedang itu akan semakin kuat jika pengguna nya banyak membunuh" ucap Vloid.

__ADS_1


"Me-mengerikan... baiklah dengan begini mari kita berikan persenjataan ini kepada seluruh penduduk desa lainnya" ucap pak kepala desa.


Setelah itu Mouri, Vloid, kepala desa, dan beberapa penduduk desa yang ikut dalam membuat persenjataan itu pergi untuk membagikan senjata-senjata itu ke seluruh penduduk desa campuran. Dan tak lupa memberitahu kan informasi tentang kekuatan pedang itu yang sangat mengerikan.


Sementara itu aku terus berjalan keluar desa, dan melewati hutan. Aku tak tahu apa yang dilakukan Tygruth, tapi aku tahu kalau dia sedang menyembunyikan sesuatu. Entah kenapa tiba-tiba saja aku jadi teringat kata-kata Tygruth, dan seseorang yang ada di dalam mimpi. Tentang diriku yang lebih mengerti tentang perasaan.


Ada suara gemericik air di arah yang sedang ku tuju, sepertinya di sana ada Tygruth. Begitu aku sampai ke tempat asal suara itu, ternyata aku menemukan air terjun yang sangat indah, dan aku melihat Tygruth berdiri di atas air dengan mata tertutup. Dia terlihat dengan tenang sambil melakukan beberapa gerakan bela diri di atas air.


"Tygruth!" ucapku yang membuat Tygruth terkejut, dsn tercebur ke dalam air.


"Gyaaah! Gernath!? ke-kenapa kau bisa berada disini? ah... ini pasti ulah Elysna" ucapku.


"Hentikan berpura-pura kepada semua orang kalau kau marah kepada mereka" ucapku dengan tatapan serius.


"Hmm... sudah kuduga kau itu orang yang sangat mengerti" ucap Tygruth dengan tersenyum yang membuatku malu.


"Aku hanya sedang berlatih, apa kau mau melihat sesuatu yang keren" ucap Tygruth yang kemudian dia beraksi dengan keren. Tygruth mengangkat kedua tangannya seketika genangan air yang ada di situ mengalir di udara, dan dikendalikan dengan hebat. Air itu seperti sedang menari bersama dengan Tygruth yang mengendalikannya.


Sungguh kekuatan yang sangat luar biasa yang membuatku terpukau saat melihat aksinya yang keren itu. Andai aku bisa melakukannya, sudah pasti aku akan menunjukkan kehebatan ku kepada semua orang terutama Elysna. Dengan begitu Elysna akan memandangku dengan tatapan yang berbinar-binar.


"Oh ya, ngomong-ngomong kemana air yang turun ini dibawa?" ucapku. Karena air terjun ini sangat aneh, hanya ada kolam kecil saja disekitarnya. Entah kenapa rasanya ada yang janggal dengan air terjun ini.


"Oh, cepat juga kau menyadarinya... ayo ikuti aku" ucap Tygruth yang masuk ke dalam kolam. Kemudian terpaksa aku ikut masuk ke dalam kolam, dan aku sangat terkejut begitu melihat kolam kecil ini ternyata memiliki kedalaman yang sangat dalam sekali. Tak ku sangka ternyata kolamnya sedalam ini, padahal dari luar kolamnya terlihat cetek.


Tapi pemandangan di dalam air terlihat lebih indah, dan semakin kami masuk ke dalam air, ukuran kolamnya semakin membesar seperti sebuah danau yang tertutup. Ada banyak ikan juga di dalam kolam ini, dan tumbuhan-tumbuhan laut yang menyala.


"Ini sangat indah sekali... sejak kapan kau menemukan tempat ini?" ucapku di dalam air yang menggunakan kekuatan gelembung udara untuk berenang, dan bernafas.

__ADS_1


"Sejak... saat aku tak sengaja menyakiti Boa Boa, aku pergi tanpa arah mengelilingi area luar hutan ini. Sambil merenungkan kesalahan ku" ucap Tygruth yang nampak sedih. Ternyata dia benar-benar tidak melakukannya dengan sengaja, dia melakukannya karena suatu alasan entah apa alasan itu.


"Eh!? lihat disana ada lubang!?" ucapku yang kemudian kami pergi ke arah lubang itu, dan menelusuri lubang itu. Lubang itu membawa kami ke sebuah goa kecil, dan di dalam goa itu nampak seperti sebuah kamar kecil yang nyaman. Sebenernya siapa yang membuat kamar disini?.


"Apa kau yang membuatnya?" ucapku.


"Iya, ini ada ruangan rahasia ku, tolong jangan beritahukan hal ini pada yang lain" ucap Tygruth.


"Baiklah, tapi kenapa kau memberitahukan rahasia mu padaku?" ucapku.


"Itu karena kau adalah... ah... sudahlah lupakan saja. Suatu saat nanti kau akan tahu... dengan sendirinya" ucap Tygruth yang memalingkan pandangannya kepadaku. Sikapnya tiba-tiba saja menjadi aneh, dan lagi-lagi dia membicarakan hal yang tak ku mengerti. Kenapa dia tak mengatakannya saja padaku, dengan begitu mungkin itu akan membantumu.


"Tapi melihat semua dari peralatan, dan benda-benda yang ada disini... sepertinya ini adalah buatan Mouri" ucapku.


"Kau benar, saat itu aku pernah memintanya membuatkan sesuatu untukku. Tapi awalnya dia menolak karena aku tak memberitahukan alasan meminta sesuatu kepadanya" ucap Tygruth.


"Lalu dengan cara apa agar dia menuruti kemauan mu?" ucapku yang bingung.


"Tentu saja aku mengancamnya" ucap Tygruth yang terlihat bangga karena mengancam seorang wanita.


"Dasar kejam, kau mengancam dia seperti apa sampai mau melakukan apa yang kau minta. Padahal dia orang yang cukup keras kepala" ucapku.


"Ah... soal itu, apa kau ingat kejadian yang sudah lama berlalu. Saat dia mengatakan kalau dia menyukaimu padaku..." ucap Tygruth yang kemudian aku memotong pembicaraannya.


"A-apa!? jangan-jangan kau mengancamnya dengan trik kotor itu! dasar kau iblis" ucapku.


"Hehe... kalau tidak aku tak akan mendapatkan apa yang kuinginkan, dan lagi ada yang ingin aku bicarakan denganmu empat mata disini" ucap Tygruth yang tiba-tiba mengubah tatapan, dan wajahnya menjadi lebih serius. Tentu saja itu membuatku kagum karena dia bisa merubah suasana secepat ini.

__ADS_1


Kemudian kami duduk disebuah kursi yang disediakan oleh Tygruth di dalam goa kecil itu. Setelah itu Tygruth mengatakan sesuatu yang mengejutkan padaku. Yang membuatku mendengar nya saja sudah membuat seluruh tubuhku bergemetar. Tidak, membicarakannya saja seharusnya itu adalah hal yang tabu, tapi bisa-bisanya Tygruth berbicara dengan santai begini tanpa takut. Dia membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan, dewa.


__ADS_2