Artificial God

Artificial God
Pertarungan Fisik


__ADS_3

Kami masih belum dapat melupakan kejadian tadi pagi, kejadian yang membuat kami benar-benar sangat ketakutan. Benar-benar sesuatu yang sangat mengejutkan, apakah saat kejadian yang sama menimpa desa kami saat itu, reaksi penduduk desa yang merasakannya sama seperti kami. Namun kejadian yang sama saat di desa lebih buruk dari yang kami alami saat ini.


Karena sampai berguncang, dan membuat tanah retak. Sedangkan yang kami rasakan saat ini hanya bergemetar nya tanah di sekitar kami. Aku sangat penasaran makhluk macam apa itu yang lewat di bawah tanah, atau hanya kekuatan sihir dari suatu makhluk yang menyebabkan kekacauan ini?. Kalau tidak salah saat itu guru berkata kalau kejadian ini akan segera di alami di tempat lainnya.


"Oh ya Elysna, ngomong-ngomong soal kejadian tadi pagi. Apa desa mu pernah mengalami hal yang sama?" ucapku.


"Iya, aku dapat merasakannya dengan sangat jelas, kejadian itu terjadi saat aku sedang bermain di taman belakang rumahku. Saat aku sedang menanam bunga-bunga yang indah di taman, tiba-tiba saja desa kami berguncang dengan hebat. Ayahku segera mencari tahu tentang itu, dan pergi ke bawah tanah.


Namun begitu ayah kembali ke atas, wajah ayah terlihat sangat pucat. Hingga dia jatuh pingsan, aku tak tahu apa yang membuat ayahku sangat ketakutan begitu. Namun begitu ayah sadar, dia menceritakan apa yang dia lihat di bawah tanah itu. Kalau ada lubang yang sangat besar, dan panjang di bawah sana" ucap Elysna yang masih bergemetar ketakutan.


Aku yang melihatnya menjadi tidak tega membiarkannya berjalan. Kemudian aku langsung menggendongnya di belakang punggung ku, mungkin dengan begini dia dapat lebih tenang. Jujur saja rasa takutku masih terasa sampai saat ini.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Elysna.


"Aku khawatir padamu, wajahmu masih terlihat pucat. Jadi kumohon biarkan aku menggendong mu" ucapku sambil berjalan dengan menggendong Elysna di punggung ku. Kemudian Elysna memelukku dengan erat, sambil meneteskan air matanya yang berkilauan itu.


"Terima kasih... aku belum pernah sebahagia ini saat bersama dengan orang lain" ucap Elysna. Kemudian kami terus berjalan keluar hutan ini, menuruni lembah-lembah. Tak ku sangka kalau ternyata hutan ini, dan tempat kami bangsa Leonis, dan bangsa Elf hidup di pegunungan yang luas.


Udara terasa segar, dan terik matahari yang menghangatkan tubuh terasa sangat nikmat. Aku belum pernah merasakan kenikmatan ini, ternyata sangat menyenangkan bisa menjelajah seperti ini. Meski dunia ini masih sepi, dan belum tersebar secara merata makhluk-makhluk hidup seperti kami.


Sudah 3 jam berlalu kami terus berjalan entah kemana, demi mencari petunjuk. Awalnya kami pergi menjelajah berniat untuk pergi ke bangsa lain selain bangsa kami berdua. Namun entah kenapa aku ingin berjalan-jalan di dunia yang luas ini, sambil menemukan bangsa yang belum kami kenal.

__ADS_1


Mungkin saja masih ada banyak lagi ras yang berbeda dari kami di dunia ini. Ras yang sangat unik, dan beragam mungkin tersebar tidak merata di dunia ini, atau mungkin ada ras yang baru saja tercipta di dunia ini. Aku ingin segera melihatnya, karena yang baru ku tahu hanya bangsaku sendiri, Elf, iblis, dan malaikat saja. Selain itu aku tidak tahu ada bangsa apa lagi selain kami berempat.


Hari ini sudah masuk tengah hari, matahari semakin panas, dan membakar kulit. Kami memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu, kemudian dengan kekuatan yang hebat milik Mouri, dia menciptakan rumah yang besar, dan sejuk meski sinar matahari menyengat. Meski Mouri dapat menciptakan apapun, ada satu kelemahannya, yaitu dia tidak bisa menciptakan makhluk yang hidup.


Jadi kalau urusan persediaan makanan, kami harus mencari sendiri. Walaupun Mouri bisa menciptakan makanan dari kekuatannya, aku pasti akan menolaknya karena sangat menjijikan. Makanan yang terbuat dari tangannya, yang kemudian di potong dengan sendirinya, benar-benar sangat mengerikan untuk di makan meski bisa di konsumsi.


"Hei Gernath, apa benar dengan teori mu, kalau ada ras lain yang masih belum kita ketahui?" tanya Tygruth padaku yang baru saja keluar dari kamar setelah membaringkan Elysna tidur.


"Tentu saja! aku sangat yakin dengan apa yang ku ucapkan. Lagi pula bukankah kata dewa dunia ini masih dalam fase baru, yang kemungkinan besar akan muncul ras baru yang sangat beragam" ucapku yang saat itu mendengarkan perkataan dewa.


"Benar juga sih katamu, tapi dunia ini sangatlah luas. Jika kita salah melangkah saja, kita tidak mungkin menemukan mereka!" ucap Tygruth yang perkataannya ada benarnya.


"Kau ini sangat keras kepala sekali! yang kau katakan juga sebuah kemungkinan tahu!" ucap Tygruth yang merasa jengkel.


"Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau saat ini kita latihan fisik? kita akan bertarung dengan tangan kosong, kau boleh memperkuat serangan mu dengan energi mu, dan juga memperkuat pertahanan tubuh" ucapku yang segera pergi keluar.


"Huh dasar! segitunya kau ingin menjadi yang terkuat. Baiklah aku terima tantangan mu, jangan sampai kau bonyok olehku ya!" ucap Tygruth dengan percaya diri kalau dia yang akan memenangkan pertarungan ini. Asal kau tahu saja Tygruth, aku ini adalah ahli beladiri berbakat, dan tak ada yang bisa mengalahkan ku. Bahkan aku pernah menantang guru saat itu, dan hasilnya seri.


Beberapa menit kemudian pertandingan masih berlangsung, aku mengerahkan semua kemampuan yang selama ini sudah ku asah dengan sempurna. Aku melayangkan tinjuku ke ulu hati Tygruth yang diperkuat dengan energi dalam ku, sehingga Tygruth terpental menabrak batu besar hingga jebol.


Namun karena Tygruth dapat menggunakan energi dalamnya dengan baik, sebelum dia menerima serangan ku, hingga menabrak batu besar itu. Luka yang diperolehnya pun menjadi kecil, dengan begitu kami bisa bertarung sepuasnya tanpa luka yang berat.

__ADS_1


"Kau boleh juga kucing kecil, tapi... rasakan...eh!?" ucap Tygruth yang terkejut begitu aku berlari dengan cepat hingga berada di sampingnya. Tygruth yang melihatku secara tiba-tiba di sampingnya sangat terkejut, dan aku segera mengangkat kakiku, dan menghantam kepalanya hingga terbentur dengan keras ke tanah.


Kemudian aku tak akan melepaskan kesempatan ini, aku akan menggunakan kesempatan ini dengan baik. Aku terus menghajar Tygruth tanpa henti, hingga dia terpental kesana-kemari. Tygruth sama sekali tak dapat bergerak karena terus menerima serangan ku yang tanpa henti menghantam tubuhnya dengan sangat kuat.


"Hoam! hari yang indah... ah... sepertinya tidak juga" gumam Mouri yang baru saja terbangun dari tidurnya yang nyenyak, dan pergi keluar untuk mencari udara segar. Namun malah melihat kami yang sedang bertarung dengan barbar.


"Cu-cukup!" ucap Tygruth yang terlihat kelelahan, dan tubuhnya penuh dengan luka. Kepalanya sampai bocor karena aku terus menghajarnya, dan membuat kepalanya terbentur. Dia terlihat buruk dengan penuh luka, sesuai dengan perkiraan ku kalau akulah yang akan memenangkan pertarungan ini.


Karena perbedaan kekuatan fisik kami cukup jauh, dan aku dapat menggunakan energi dalam ku dengan baik untuk serangan, dan pertahanan. Tak hanya itu saja, dengan teknik bela diri yang diajarkan guru sudah sangat ku kuasai dengan sempurna. Aku sangat senang karena akhirnya aku dapat mengalahkannya, meski adu kekuatan fisik.


Mungkin aku kalah dalam bertarung menggunakan sihir, tapi aku akan menjadi tak terkalahkan jika bertarung dengan fisik saja. Aku juga pernah bertarung dengan Mouri saat itu, begitu aku membandingkan kekuatan fisik Tygruth, dan Mouri. Sepertinya kekuatan fisik Mouri juga jauh lebih hebat dari Tygruth, tapi tidak sehebat ku, haha.


"Apa kau gila... kau ingin membunuhku?" ucap Tygruth yang terlentang, yang nafasnya sesak.


"Ah... maaf, aku terlalu bersemangat jadi lupa memberi jeda. Tapi syukurlah kau tidak mati" ucapku.


"Dasar kau ini... setidaknya biarkan aku bernafas, nafasku jadi sesak nih" ucap Tygruth.


Kemudian setelah itu aku membawa Tygruth kembali ke rumah, dan meminta Mouri untuk mengobati lukanya. Mouri terlihat sangat kesal karena kekuatannya terus dimanfaatkan seperti ini. Tapi apa boleh buat karena hanya dia yang dapat menggunakan kekuatan seperti itu.


Kalau bisa aku juga menginginkan kekuatan yang dimiliki Mouri. Dengan begitu mungkin aku akan menciptakan rumah yang sangat besar, dan tinggi. Kemudian aku menciptakan kasur yang sangat nyaman, sampai-sampai begitu aku menyentuh kasur itu aku langsung tertidur dalam sekejap.

__ADS_1


__ADS_2