
Tak kami sangka kalau makhluk itu dapat mengejar kami. Entah bagaimana caranya, namun Tygruth memberitahu tentang sedikit hal kenapa dia bisa bergerak dengan cepat seperti itu. Tygruth mengatakan kalau di dalam tubuh Xyyushara, dan Yugoslavia terdapat sebuah mesin. Awalnya aku taj mengerti dengan apa yang dia katakan, namun dia memperjelas sedikit lagi agar aku mengerti. Kalau mesin yang dia gunakan itu semacam seperti senjata yang diciptakan oleh Mouri. Yang artinya teknologi yang sangat canggih.
Karena makhluk itu dapat mengejar kami, akhirnya Elysna menggunakan kekuatan teleportasi miliknya untuk memindahkan kami semua ke tempat yang sangat jauh. Tempat yang bersalju, tidak berpenghuni, bahkan tidak terdapat tanda-tanda kehidupan di sekitar. Udaranya sangat dingin sekali disini, namun syukurlah Gordials menggunakan kekuatannya untuk menghangatkan tubuh kami.
"Baiklah, apa yang akan kita lakukan tuan" ucap Tygruth yang menghormati seorang anak kecil.
"Jangan berbicara formal, berbicaralah dengan santai dengan ku, ini juga berlaku dengan kalian. Pertama-tama aku akan memperkenalkan diriku sekali lagi. Namaku Gordials, aku adalah raja iblis yang pertama, mereka menyebutku sang tirani yang kejam, atau The Destroyer" ucap Gordials sambil mengupil.
"Gordials, apa kau bisa menyembuhkan teman kami yang terluka" ucapku yang memohon padanya.
"Maaf sekali, aku ini berasal dari bangsa iblis, sejak dulu sampai sekarang kekuatan heal tidak akan pernah ada untuk kami. Meskipun kami mempelajarinya mati-matian, kami hanya bisa menciptakan kekuatan yang sangat besar untuk menghancurkan. Sayangnya generasi setelah ku sangat lemah, itu membuatku jengkel" ucap Gordials.
"Jadi apa yang bisa kita lakukan untuk Boa Boa, padahal kekuatan miliknya sangat dibutuhkan. Dan lagi karena dia pingsan sepertinya dia belum menetralisir zat kimia yang mengenai tubuhnya" ucap Elysna yang sedih.
"Menetralisir? apa maksudmu dia adalah malaikat?" ucap Gordials yang terkejut.
"Dasar bodoh apa yang kau katakan Elysna, iblis, dan malaikat kan bermusuhan!" bisik Tygruth. Kemudian Gordials berdiri, dan menatap Boa Boa dengan tajam, dengan niat membunuhnya. Kami segera berdiri, dan bersiap-siap untuk menjaga Boa Boa.
"Apa yang akan kau lakukan? tak akan kubiarkan kau melukai teman kami" ucapku dengan tegas.
"Aku... hanya ingin memastikan sesuatu. Kenapa kalian semua bisa menerima satu sama lain?" ucap Gordials.
"Itu karena kami menginginkan perdamaian, kami adalah sebuah tim yang akan menciptakan perdamaian di dunia ini. Dengan begitu rasa benci, peperangan yang sia-sia, dan penderitaan tidak akan pernah terjadi lagi di dunia ini!" ucapku.
__ADS_1
"Begitu kah?... perdamaian ya? awalnya aku berpikir kalau hal itu hanya omong kosong. Tapi... setelah melihat bangsaku berhubungan akrab dengan musuh bebuyutan kami, dan juga melihat kalian yang saling melindungi satu sama lain. Aku tak bisa berbohong lagi pada hatiku, mungkin aku harus menghilangkan keegoisan ku, ternyata aku sangat naif sekali" ucap Gordials dengan murung, dan kembali duduk di gundukan es.
"Baiklah, jadi... apa rencana kita" ucapku.
"Mudah saja, aku telah menganalisis tentang mereka. Yang pertama jangan menggunakan kekuatan yang bersumber panas, karena musuh kita sangat kuat, sampai bisa menahan panas api neraka milikku. Jadi aku tak bisa menggunakan trik yang sama, dan aku ingin memberitahukan kelemahan mereka.
Kita hanya perlu membuat udara ini lebih sejuk lagi, karena regenerasi, dan kecepatan menyerang mereka akan semakin lambat. Lalu..." saat Gordials ingin menjelaskan lebih lanjut, tiba-tiba saja Vloid memotong pembicaraannya.
"Tunggu, apa maksudmu membuat tempat ini lebih sejuk, apa kita akan memancing makhluk itu kesini?" ucap Vloid.
"Dasar bocah bodoh, untuk apa kita memancingnya ke tempat yang sangat jauh ini. Kita kan punya mesin teleportasi disini" ucap Gordials sambil menunjukkan jarinya ke arah Elysna.
"Hei jangan seperti itu pada kekasihku" ucapku yang sebenarnya tak berani untuk menegurnya.
"Itu... karena ada makhluk mitologi yang memberikan kekuatannya padaku" ucap Elysna yang membuat Gordials terkejut.
"Apa!? makhluk mitologi? jadi mereka masih ada!? tak ku sangka mereka masih hidup. Padahal di kehidupan ku yang sebelumnya mereka sudah dimusnahkan oleh makhluk mitologi Yunani pertama kali diciptakan. Saat itu aku hanya bertemu dengan mereka sekali saja, dan dia makhluk mitologi berjenis Phoenix" ucap Gordials yang mengingat kenangan masa lalunya.
Kemudian mereka berbicara cukup lama, akhirnya Elysna ditugaskan untuk membawa pemimpinnya terlebih dahulu, yaitu Yugoslavia. Kemi berencana membunuh mereka satu-persatu. Dengan begitu pertarungan akan semakin mudah, setelah kami berhasil membunuh Yugoslavia, terget berikutnya Xyyushara miliknya akan kami bunuh juga.
Elysna sudah tiba di tempat semula sejak lima menit yang lalu. Namun Xyyushara itu, dan Yugoslavia belum datang menghampirinya. Elysna merasakan ada kejanggalan, kemudian Elysna menggunakan kekuatan menerawang miliknya untuk mengetahui keberadaan mereka. Begitu Elysna menyentuh tanah, dia sangat terkejut, dan segera menghindar dari tanah yang dia pijak.
Duar! kemudian Xyyushara itu muncul dari tanah membuat semuanya berantakan. Xyyushara itu mengamuk, dan menyerang Elysna dengan kemampuan yang dimilikinya, dan juga beberapa persenjataan yang ada di dalam tubuhnya. Ada senjata yang mirip seperti yang diciptakan Mouri, sebuah Machine Gun yang berukuran sangat besar keluar dari sisi kanan, dan kiri di tubuh makhluk itu.
__ADS_1
Rata! ta! ta! ta! ta! pelurunya sangat besar melaju dengan kencang. Elysna memasuki mode transformasi bulan untuk menghindari serangan itu dengan kecepatannya yang sudah ditingkatkan. Elysna sudah mengulur waktu yang cukup banyak, tapi dimana Yugoslavia? kenapa dia belum muncul juga, itulah yang dipikirkan oleh Elysna saat ini.
"Aku tak bisa menggunakan kekuatan menerawang milikku kalau terus di serang tanpa henti. Aku tak menggunakan kekuatan teleportasi untuk kabur dari sini untuk menerawang keberadaan Yugoslavia, karena energi ku tidak akan cukup untuk kembali, sekaligus membawa Yugoslavia ke dalam jebakan kami" ucap Elysna dalam batinnya.
Sepuluh menit berlalu, Elysna terus menghindari serangan makhluk itu tanpa menyerang balik. Karena Elysna tahu akan sia-sia jika dia menyerang makhluk itu, karena dia memiliki regenerasi yang cukup kuat. Klek! saat Elysna melompat, dan mendarat untuk mengindari serangan makhluk itu, tiba-tiba saja kakinya mendarat di sebuah tanah yang lapuk.
Tanah itu berisi jebakan yang dibuat oleh Yugoslavia, tanah yang berisi tentakel yang sangat banyak menggeliat di dalam tanah. Kaki kanannya yang menginjak tanah itu mulai diselimuti oleh tentakel tentakel itu. Kemudian barulah Yugoslavia datang menghampirinya, dengan wajah yang tersenyum menyeringai.
"Kau pikir aku bodoh? aku sudah memperhatikan semua kekuatan yang kalian keluarkan untukku. Jadi aku tahu apa tujuanmu datang kesini, aku tak akan termakan oleh jebakan mu. Lucu sekali, jebakan yang kau buat malah mengenai mu sendiri" ucap Yugoslavia kemudian tertawa terbahak-bahak dengan keras.
"Argh! kau! brengsek! ukh! aku tahu yang kau tunjukkan ini bukan tubuh asli mu, ukh!" ucap Elysna sambil meringis kesakitan. Karena kaki kanannya perlahan-lahan mulai menghilang karena digerogoti oleh tentakel tentakel itu.
"Aku tidak terkejut karena aku sudah mengetahuinya, saat kau menyadari keberadaan temanku Bols keluar dari tanah untuk menyelamatkan ku dari serangan malaikat itu" ucap Yugoslavia.
"Sial! dia sudah tahu banyak tentang kekuatan kami, tapi kami masih belum cukup untuk mengetahui kekuatan mereka yang belum di keluarkan" ucap Elysna dalam batinnya.
Kaki kanannya sudah hilang sampai paha, sebentar lagi tentakel tentakel itu akan memakan seluruh tubuh Elysna. Elysna sangat ketakutan sekali, dan kesakitan, rencana yang kami ciptakan semuanya gagal. Karena musuhnya terlalu pintar, BLARRRRR! tiba-tiba saja ada suara kebisingan yang mengarah kesini.
Hutan-hutan disana terbakar lenyap, mereka semua terkejut melihatnya siapa yang menyebabkan hutan-hutan hijau itu hancur terbakar, zap! "Maaf sepertinya aku datang terlambat!" ucap Gordials yang tiba-tiba saja ada dihadapan Elysna, dan sudah membakar seluruh tentakel yang menggerogoti kakinya.
Tapi aneh sekali, kenapa tanahnya bergetar, begitu Elysna menerawang keadaan dalam tanah, dia terkejut kalau semua tentakel yang sangat banyak sekitar jutaan tentakel yang menggeliat itu sudah hancur. Ini pasti ulah Gordials, dalam sekejap dia sudah membakar seluruh tentakel yang ada di bawah tanah, dengan lintasan api yang dia buat.
Sementara itu, "Gila! es disini seketika menghilang, dan... apa-apaan ini!? airnya terbelah menjadi dua karena tidak dapat menahan panasnya api neraka milik Gordials!" ucapku yang terkejut.
__ADS_1