
Kami mendengar suara kekacauan, seperti suara peperangan dengan gemuruh yang sangat kencang di arah timur. Kemudian kami segera bergerak bergegas menuju sumber suara kekacauan itu. Dan akhirnya kami menemukan Mouberg, dan Alzheimer's yang sedang bertarung mati-matian melawan makhluk-makhluk busuk itu.
Keadaan sangat buruk untuk kedua belah pihak, bisa dikatakan mereka bertarung dengan seimbang. Maka kami segera turun, dan menghampiri mereka yang sedang bertarung untuk membantu pertarungan itu. Makhluk yang disini terlihat berbeda dari yang pernah kami lihat sebelumnya, mungkin makhluk itu sudah menyerap maksud monster yang mereka tunggangi itu.
"Kalian!? kapan kalian datang?" ucap guru kami Mouberg yang terlihat kelelahan.
"Kami baru saja sampai, dan kami akan segera membantu kalian!" ucapku yang sudah siap untuk pertarungan berikutnya.
"Tidak! jangan membantu kami, kami bisa mengatasi makhluk-makhluk busuk ini. Kalian pergilah ke Shelter yang ada di bawah rumah besar itu. Di sana terdapat satu makhluk lagi yang sedang menyerang masuk ke Shelter tempat banyak orang!" ucap guru Mouberg.
"Benar... kalian pergilah... tolong selamatkan mereka semua, dan juga istriku di dalam sana... pahlawan ku" ucap Alzheimer's yang membuatku sedikit malu mendengarnya.
"Baiklah kalau begitu, ayo semuanya segera bergerak menuju rumah besar itu!" ucapku. Rumah besar itu dulu adalah tempat tinggal guru Mouberg, yang kini rumahnya semakin diperbesar setelah berdamai dengan bangsa Elf. Bangunan-bangunan yang ada disini juga terlihat nampak megah, dan keren.
Kedua selera yang berbeda kemudian dijadikan satu ini terlihat sangat menakjubkan. Tapi banyak sekali rumah-rumah yang sudah berhamburan dimana-mana. Kemudian akhirnya kami sampai di tempat yang dikatakan oleh guru kami. Tapi kami tak mengetahui dimana jalan menuju Shelter yang dimaksud.
"Makhluk itu masih belum masuk ke dalam Shelter nya. Makhluk itu sedang memaksa masuk ke dalam Shelter, kita harus membuat lubang di bawah tanah disini" ucap Elysna yang menggunakan kekuatan penerawangannya.
"Baguslah, kalau begitu biar aku yang membuat lubang yang besar disini!" ucap Tygruth yang mengangkat kedua tangannya, dan memindahkan semua tanah yang ada di bawahnya hingga terlihat sosok makhluk yang dimaksud itu.
__ADS_1
"Sial aku ketahuan..." gumam makhluk itu yang kemudian masuk lebih dalam ke dalam tanah.
"Ayo semuanya ikuti makhluk itu, dan jangan biarkan dia kabur!" ucap Tygruth yang turun masuk ke dalam lubang, dan membuat lubang yang lebih dalam lagi. Sementara itu Elysna menggunakan kekuatannya untuk mencari tahu kemana makhluk itu pergi, dan Tygruth terus melubangi tanahnya, bisa dibilang ini adalah kombo mereka berdua.
Sementara itu makhluk yang menyerang Mouberg, dan juga Alzheimer's melakukan sesuatu yang sangat aneh. Yang pastinya jika dibiarkan akan terjadi sesuatu yang buruk, namun makhluk itu tak membiarkan Alzheimer's, dan Mouberg menghalangi rencana mereka. Makhluk dengan cairan yang sangat lengket itu menciptakan bola pelindung di sekeliling mereka agar tidak ada yang masuk, dan mengganggu rencana mereka.
"Sialan... apa yang mereka lakukan? apa kau merasakan sesuatu Alzheimer's?" ucap Mouberg.
"Entahlah... keberadaannya semakin tidak jelas, aku tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan. Namun aku merasakan kejanggalan di balik bola lendir itu" ucap Alzheimer's.
"Semua serangan kita tidak ada yang bisa masuk menembus lendir lengket itu. Setiap serangan yang kita berikan akan menempel pada lendir lengket itu, sial" ucap Mouberg.
Sementara itu di dunia iblis, pertarungan raja iblis pertama Gordials sangat sengit sekali melawan makhluk tentakel itu. Semua serangan yang dikerahkan dapat di tangkis dengan mudah, bagaikan tanpa celah sedikitpun. Meskipun begitu petarung veteran tetaplah memiliki kemampuan yang luar biasa.
"Hahahaha! kau tak akan bisa menyentuhku dasar bodoh!" ucap makhluk tentakel itu.
"Apa kau sengaja ingin membuatku marah? padahal aku masih menahan diri... tapi kau memang benar-benar ingin cepat mati ya!" ucap Gordials yang kesal pada makhluk tentakel itu.
Makhluk itu memiliki kekuatan merubah tubuh yang sangat menakjubkan. Alasan semua serangan Gordials tidak mengenainya itu semua karena makhluk itu bisa membuat lubang pada tubuhnya, sehingga serangan Gordials masuk ke dalam lubang itu, dan taj mengenai dirinya.
__ADS_1
Tak hanya itu saja dia bisa mengeluarkan tentakel bergerigi dari tubuhnya sebanyak yang dia bisa, dan tentakelnya pun bisa menyemburkan berbagai elemen yang dia serap ke dalam tubuhnya. Tubuhnya elastis bagai sebuah angin yang tak dapat disentuh dengan pasti.
Kemudian Gordials mengeluarkan kekuatan hitamnya yang menciptakan sebuah pedang berharga miliknya. Pedang yang memiliki kekuatan yang sangat mengerikan, bahkan setelah kematian Gordials saat itu bangsa iblis menjadi sangat kacau. Pembunuh terjadi dimana-mana demi mendapatkan pedang milik sang raja pertama Gordials. Yang padahal pedang itu berasal dari inti kekuatannya sendiri.
"Bersiaplah untuk merasakan sayatan yang menyakitkan!" ucap Gordials yang kemudian melesat dengan cepat di hadapan makhluk tentakel itu. Syut... gordials mengayunkan pedangnya ke leher makhluk itu, namun dengan refleks yang luar biasa makhluk itu segera merubah bentuk lehernya sehingga tidak terkena serangan Gordials.
"Hahaha! semua serangan mu sangat sia-sia! seberapa banyak kau mencoba kau tidak akan bisa menyentuh ku walau hanya sedikit... eh!? apa ini?..." ucap makhluk itu yang terkejut begitu sadar bahwa lehernya telah terpenggal. Makhluk tentakel itu terkejut dengan bagaimana bisa lehernya terpotong, yang padahal pedang itu sama sekali tak menyayat sedikitpun tubuhnya.
"Padahal kau bisa hidup lebih lama lagi kalau tidak bersikap menyebalkan. Kalau kau ingin hidup lebih lama sebaiknya kau jangan menjadi orang yang menyebalkan" ucap Gordials yang segera meninggalkan pertarungan yang sudah selesai itu.
"Hahaha! lagi-lagi kau berlagak sok keren! aku masih belum mati dasar bodoh. Seharusnya kau memeriksa lebih lanjut dimana leherku yang sebenarnya" ucap makhluk itu yang membuat Gordials semakin kesal, dan terkejut kalau yang dia penggal itu adalah perwujudan dari tentakelnya itu sendiri.
Kepala yang sebenarnya, tidak... bahkan seluruh tubuhnya yang sebenarnya sedang disembuhkan di dalam tanah, dan tempatnya sangat disembunyikan olehnya. Dengan begitu Gordials akan kesulitan untuk membunuhnya, karena di dalam tanah sudah banyak tentakel yang berkeliaran dimana-mana yang menyembunyikan tubuh aslinya.
"Brengsek! sudah kubilang jangan membuatku kesal bangsat! padahal aku sudah memperingatkan mu untuk diam, dan jangan bersikap menyebalkan! High Level Chaos Black Flame!" ucap Gordials yang benar-benar sangat marah pada makhluk tentakel itu. Tangan kanannya berubah menjadi lahar panas berwarna hitam yang mengerikan.
Kemudian Gordials meletakkan tangannya ke tanah, dan menciptakan lingkaran sihir setan yang menakutkan. Lingkaran itu semakin besar, dan menyebar, dan kemudian meledak berhamburan membuat lubang yang sangat besar penuh dengan api hitam. Di dalam tanah itu terdapat ribuan tentakel yang menggeliat, dan terpotong-potong karena serangannya.
Serangan yang luar biasa itu menghancurkan tempat seluas dua puluh kilometer, dan sedalam lima puluh meter. Semua yang melihatnya dari jauh pertarungan yang sangat dahsyat itu terkejut, dan semakin merinding memikirkan diri mereka berhadapan dengan sang tirani leluhur iblis. Bahkan saat itu Gordials pernah mendapatkan julukan untuk dirinya, yaitu, "The destroyer". itu adalah julukan yang diberikan oleh rivalnya di masa lalu Sornea... sang malaikat dewa.
__ADS_1