Artificial God

Artificial God
Kekuatan Pamungkas


__ADS_3

Brak! blarrrrr! ctarrr! kami terus bertarung di lahan kosong itu tanpa khawatir dengan orang disekitar. Makhluk-makhluk busuk itu ternyata tangguh juga, padahal aku tak merasakan adanya kekuatan sihir pada diri mereka. Kalau mereka adalah orang biasa, seharusnya orang seperti mereka tidak setangguh ini jika berhadapan kami yang memiliki kekuatan sihir.


"Jangan meremehkan orang-orang seperti mereka, mereka adalah orang yang bangkit dari keputusasaan" ucap Tygruth yang tiba-tiba, dan lagi aku sama sekali tak mengerti apa yang dia katakan. Tapi benar apa yang dia katakan tentang aku meremehkan mereka hanya karena mereka tak memiliki kekuatan sihir.


"Lightning God Sword!" ucapku yang menebas tubuh Bordeaux dengan pedang yang sudah kuberikan kekuatan sihir milikku. Kekuatan petir yang dapat menghancurkan siapapun yang berada di jangkauannya hingga membelah ke belakang sejauh satu kilometer.


Kemudian Bordeaux menyeringai, "Serangan mu ini tidak ada apa-apanya bocah! perhatikan lah!" ucap Bordeaux. Aku cukup terkejut begitu melihat tubuh yang sudah terbelah itu meregenerasi kembali dengan sangat cepat, tidak seperti makhluk yang ku lawan sebelumnya.


"Giliran ku! rasakan panasnya api neraka! Hellfire Lava!" ucap Bordeaux yang kakinya menghantam tanah yang membuat seluruh area berubah menjadi lahar panas, dan bebatuan panas bagaikan sedang berada di neraka. Areanya mencapai berdiameter lika kilometer jauhnya. Aliran lava di sini muncrat secara acak, sepertinya lava yang keluar ini bukan dia yang mengendalikannya. Tapi karena panasnya lava itu yang membuatnya keluar, menyembur kemana-mana.


"Huh... akan ku buat tempat ini dingin, Frost Plains!" ucapku yang membuat area lahar ini berubah menjadi dataran es yang membeku, dan membuat udaranya menjadi dingin. Walau aku hanya bisa menggunakan kekuatan ini sebesar berdiameter dua kilometer saja. Tapi ini sudah cukup untuk menutupi dampak panas yang dia buat.


"Cih, sialan kau! kalau saja aku memiliki kekuatan seperti kalian! sudah pasti kekuatan ku akan lebih unggul. Jika kekuatan tuanku, dan si brengsek itu di gabungkan akan menciptakan sesuatu yang gila!" ucap Bordeaux yang kesal padaku.


Syut! aku bergerak secepat kilat di hadapannya, "Sudah ku bilang jangan banyak omong, matilah kau" ucapku yang menggunakan teknik pedang yang sama untuk menebas kepalanya. Namun tiba-tiba saja ada sebuah tulang besar yang menahan serangan ku, tulang yang sangat kokoh yang tak lain dari rekannya yang bernama Vauntins.


"Hei bukan kah lawan mu itu aku? jadi kau fokus saja kepadaku sialan!" ucap Tygruth yang berada di belakangnya dengan memanfaatkan suhu dingin yang ku ciptakan untuk menciptakan badai es yang menutupi dirinya. Sama seperti teknik yang sebelumnya, tapi dia mengumpulkan angin disekitar menjadi satu untuk menciptakan kabut yang menutupi dirinya.


Saat Tygruth ingin menebas kepalanya menggunakan pedang yang berasal dari angin, tiba-tiba saja lehernya menumbuhkan tulang yang membuat serangan Tygruth gagal, "Aku tak pernah berkata begitu, tapi kalian tak akan bisa mengalahkan kami!" ucap Vauntins yang di seluruh tubuhnya muncul tulang-tulang tajam hingga dirinya membentuk seperti bulu babi.

__ADS_1


Crat! Tygruth tertusuk oleh salah satu tulang yang tajam itu, "Tygruth!... ukh!" ucapku yang lengah, dan Bordeaux memanfaatkan kelengahan ku untuk menyerangnya. Dia melayangkan tinju lahar miliknya yang membuatku terpental, dan terbakar.


"Dasar bocah! ternyata kalian tidak ada apa-apanya" ucap Bordeaux.


"Hei! kalian menyerang siapa?" ucapku, dan Tygruth yang berada di atas langit dengan menyeringai kepada mereka. Lantas mereka berdua terkejut karena mengira sudah mengalahkan kami. Namun yang merupakan serang adalah wujud dari kekuatan kami.


Vauntins yang berhasil menusuk Tygruth sebenarnya adalah sebuah pasir, dan Bordeaux yang menghajar ku hingga terbakar itu adalah bentuk dari klon ku, "Sialan kalian! bagaimana bisa kalian melakukan hal itu! dasar gila!" ucap Bordeaux yang benar-benar marah.


"Poisonous Bones!" ucap Vauntins yang menggunakan kekuatannya untuk memunculkan tulang-tulang besar yang runcing dari dalam tanah yang menyerang kami. Namun Tygruth segera mengumpulkan angin, dan membentuk seperti sebuah kepalan tangan, dan menghantam tulang-tulang itu hingga hancur berantakan.


"Tidak mungkin... Serangan ku tidak mempan padanya?" ucap Vauntins yang terkejut.


"Sialan kalian berdua! matilah dalam panasnya api neraka!" teriak Bordeaux yang menyemburkan lahar panas dari mulutnya. Namun dengan mudah aku mengubah lahar panas itu menjadi es hingga membeku, "Sudahlah, tidak ada kesempatan untuk kalian menang melawan kami" ucapku yang tersenyum licik pada mereka.


"Sialan! Tygruth kau bisa membuat lubang dari lahar ini kan?" ucapku karena kekuatan Tygruth dapat mengendalikan benda mati apa saja disekitarnya, "Tidak bisa..." ucap Tygruth dengan tatapannya yang terkejut.


"Kenapa tidak bisa!? bukankah lahar ini, dan tulang ini adalah benda mati?" ucapku.


"Mereka bukan benda mati! mereka adalah bentuk dari perwujudan monster itu. Kekuatan yang mereka gunakan bukanlah benda mati, akan tetapi bagian dari monster yang sudah bergabung bersama dengan mereka!" ucap Tygruth yang membuatku terkejut.

__ADS_1


Kemudian tiba-tiba saja ada yang keluar dari permukaan tanah. Mereka adalah para Undead dengan tubuh yang berapi-api, mungkin ini adalah kekuatan gabungan milik mereka. Undead itu menyerang kami, dan mereka terus bermunculan sangat banyak sekali tanpa jeda waktu.


Kami terus menghindari serangannya, dan menyerang mereka, namun tetap saja yang kami lakukan tidak berguna selain membuang tenaga untuk melawan mereka. Kalau kami ingin mengehentikan para Undead ini kami harus menyerang langsung kepada pengguna nya yang berada di balik dinding lahar itu.


Namun bagaimana cara kami masuk, aku tidak tahu sedalam apa mereka membuat dinding itu. Kalau aku menerobos masuk menggunakan perisai sihir yang melindungi tubuhku sekalipun sepertinya aku hanya akan mati terbakar. Sementara itu kami terus menyerang para Undead itu meskipun yang kami lakukan sama sekali tak berguna.


Kami tak bisa melarikan diri dari sini untuk mendapatkan ide untuk menyerang mereka. karena kemungkinan yang terburuknya para Undead itu yang ada malah menyebar kemana-mana, dan membahayakan orang-orang yang sekiranya berada tak jauh dari sini.


"Bagaimana ini Tygruth, apa yang harus kita lakukan?" ucapku yang sudah kelelahan menyerang para Undead tanpa henti.


"Aku juga tidak tahu... awas Gernath!" ucap Tygruth yang mendorong ku karena ada semburan lahar dari para Undead. Semburan lahar yang seharusnya mengenai ku itu akhirnya malah mengenai Tygruth.


"Tygruth! apa kau baik-baik saja!?" ucapku yang khawatir padanya melihat punggungnya terbakar tanpa henti sama seperti serangan milik Vloid.


"Dasar bodoh jangan mempedulikan aku, lebih baik kau cari cara mengalahkan mereka, ukh!" ucap Tygruth yang menahan sakitnya.


Sementara itu aku membuat pelindung sihir yang melindungi kami dari serangan para Undead itu. Meskipun pelindung ini akan segera hancur karena panas, dan zat kimia dari para Undead itu. Tapi bagaimana bisa mereka menciptakan makhluk-makhluk seperti itu? padahal mereka kan tidak memiliki kekuatan sihir yang dapat melakukan teknik summon.


"Mereka diciptakan bukan karena kekuatan sihir, seperti yang ku bilang kalau dinding lahar, dan tulang-tulang itu adalah bagian dari monster itu. Jadi mereka tidak ada bedanya dari dinding lahar itu, mereka adalah wujud dari monster yang sedang mengamuk" ucap Tygruth yang mengetahui banyak hal dari mereka.

__ADS_1


Aku tidak tahu bagaimana Tygruth bisa mengetahui tentang mereka, tapi informasi yang dia berikan sangat berguna, dan akurat. Aku tak tahu kalau mereka masih menyembunyikan kekuatan pamungkas mereka, ternyata lawan kami cukup tangguh dari yang kami kira. Aku tak bisa membekukan dinding lahar ini, karena laharnya terlalu besar, dan semakin panas.


Yang bisa kami lakukan saat ini hanyalah diam sambil menunggu perisai sihir ku hancur oleh para Undead. Sementara itu aku sambil berusaha keras untuk memikirkan cara untuk tepat untuk mengalahkan mereka. Tapi aku sama sekali tak menemukan petunjuk, karena satu-satunya cara aku harus menyerang masuk ke dalam dinding itu, dan hal itu mustahil untuk kulakukan.


__ADS_2