
Tak! tak! tak! kereta kuda yang terbuat dari emas, dan berlian itu bergemericik mengeluarkan suara. Dengan dua kuda putih seputih susu, dan berbadan besar, kuda yang sangat sehat, dan suaranya terdengar merdu. Kereta kuda itu di kawal oleh banyak penjaga kerajaan di belakang, dan di depannya, dan para rakyat jelata langsung memberikan jalan, dan membuat barisan untuk sang raja lewat, dan melihat kerajaan nya dari kereta kudanya.
Semua rakyat menyambut sang raja dengan sorakan kebahagiaan mereka yang telah memberikan mereka para makhluk campuran hidup di kerajaannya. Para rakyat langsung membungkukkan badannya, dan memberi rasa hormat yang tinggi kepada raja yang sedang berlalu di jalanan.
Tidak hanya itu saja, para pengawal yang mengelilingi kereta kuda sang raja, di kawal oleh tujuh ksatria agung yang juga mereka hormati. Bagi mereka para rakyat jelata, menjadi seorang salah-satu ksatria agung adalah sebuah kebanggaan bagi mereka. Karena menjadi ksatria agung sendiri adalah pelayan terdekat untuk sang raja. Namun untuk pertama kalinya para rakyat merasa sedikit aneh dengan tampilan sang raja untuk saat ini.
Karena sebelumnya sang raja belum pernah menutup wajahnya dengan sebuah topeng, dan lagi topeng yang di pakai sang raja terlihat mengerikan, dan ganas. Itu membuat mereka berpikir kalau sedang terjadi pertanda buruk bagi kerjaan ini. Sementara itu kami, grup Shan yang masih termasuk orang baru dalam kerajaan ini terheran-heran melihat ada sekumpulan orang-orang di jalan yang kemudian orang-orang itu seperti terlihat sedang memberikan jalan untuk seseorang yang sangat penting.
"Apa yang terjadi di sini? kenapa orang-orang itu berada di tepi jalan?" ucapku kepada salah-satu orang yang berada di depan ku.
"Ah, kau pahlawan itu ya? tentu saja kau tidak mengetahuinya. Jika orang-orang tiba-tiba bergeser ke tepi jalan, itu artinya sang raja sedang berkeliling kerajaan untuk menatap rakyat kesayangannya" ucap seseorang yang tadi baru saja ku tanyai dengan wajahnya yang terlihat gembira. Aku sedikit merasa takjub dengan rakyat disini, yang sangat memuliakan raja mereka, yang artinya sang raja itu telah membuat sesuatu yang besar kepada rakyatnya hingga seperti ini
__ADS_1
Tapi tetap saja... para rakyat ini tidak mengetahui rencana busuk apa yang dilakukan kerajaan ini. Aku tak bisa menyalahkan rakyat kerajaan yang tak berdosa ini untuk misi yang sedang kami lakukan. Meskipun raja di kerajaan ini menjadi panutan bagi para rakyatnya, kami tetap harus melakukan sesuatu terhadap pemimpin mereka untuk menghentikan pembantaian yang tak berarti. Jika keadaan semakin memburuk, maka tak ada cara lain selain kami membunuh pemimpin nya. Dengan membunuh pemimpinnya, maka bawahnya pun akan tunduk kepada kami.
Tak! tak! tak! kereta kuda itu mulai berjalan ke arah kami. Deg! entah kenapa kami semua merasakan tekanan yang sangat besar dari mereka yang sedang berjalan ke arah kami. Tekanan yang menakutkan, yang membuat jantung terasa berat, dan paru-paru terasa keras untuk di pompa.
Kemudian sang raja lewat di hadapan ku, dan mata kami saling bertatapan. Aku merasakan aura yang mencengkram dari tatapan sang raja. Aura darah yang membuatku semakin merinding, seketika dunia yang ku lihat berubah menjadi berlumuran darah. Ini terasa sangat aneh sekali, kepala ku mendadak menjadi pusing hanya karena menatap matanya.
Ckit! tiba-tiba saja kereta kuda yang di naikan oleh raja berhenti. Dan anehnya semua orang di sekitar yang memberikan jalan kepada raja sedang menatapku dengan aneh. Entah apa yang terjadi, entah apa yang baru saja ku lakukan, aku benar-benar tak mengerti. Hatiku terus merasa resah semenjak merasakan aura aneh dari sang raja yang sedang berjalan kemari.
Kemudian salah-satu ksatria agung itu turun dari kudanya, dan segera membukakan pintu kereta kuda untuk sang raja. Tap! tap! tap! kemudian sang raja segera turun dari kereta kudanya, dan pergi menghampiri ku dengan berjalan penuh dengan karisma. Dia berjalan sambil di dampingi oleh salah satu ksatria agung yang sebelumnya membukakan pintu untuknya, ksatria agung yang memegang pedang di pinggangnya.
"Dasar bodoh, apa yang kau lakukan? kenapa kau taj menundukkan kepalamu!" bisik orang di sebelah ku yang sedang menundukkan kepalanya di hadapan sang raja.
__ADS_1
Sring! aku sangat terkejut sekali begitu melihat kecepatan yang luar biasa dari ksatria yang mengawal raja itu menodongkan pedang nya dalam sekejap mata. Mata pisau itu hampir saja menyentuh mataku, namun untung dia sepertinya hanya berniat untuk menggertak ku, kalau bukan dia sudah pasti memenggal kepala ku dengan kecepatan berpedangnya yang luar biasa.
"Menunduklah di hadapan sang raja" ucap ksatria agung itu dengan suara yang mengancam. Lalu mau tak mau aku harus menundukkan kepala ku, agar tak membuat masalah yang lebih besar dari ini. Karena kami masih belum siap untuk melakukan penyerangan terhadap raja.
Karena beberapa waktu yang lalu kami sempat bertanya tentang kerajaan ini, dan siapa saja yang mengatur kerajaan ini. Kami sempat mendengar kalau ada tujuh ksatria agung yang mengerikan dari mulut mereka. Mendengar hal itu aku jadi teringat tentang cerita tujuh ksatria yang ada di dalam cerita sejarah milik Tygruth yang selalu dia bawa.
"Silahkan masuk kembali, yang mulia..." ucap ksatria agung itu dengan rasa hormat, dengan terduduk di hadapan sang raja.
"Tunggu sebentar... angkat kepalamu..." ucap sang raja itu yang kemudian aku mengangkat kepalaku, dan menatap kembali matanya. Lagi-lagi aku merasakan tekanan yang luar biasa darinya. Blarrrrr! tiba-tiba saja seluruh kota yang ku lihat berubah menjadi darah merah kental yang terbakar. Semua yang ku lihat berubah menjadi lautan darah, bahkan aku sedang berdiri di atas genangan darah.
Dan semua orang yang berada disekitar ku menghilang, lalu saat ini hanya ada aku, dan sang raja di hadapan ku. Semuanya telah menghilang menjadi darah yang mengalir. Sekali lihat pun aku langsung tahu apa yang sedang terjadi pada diriku. Kalau saat ini aku sedang masuk ke dalam dimensi miliknya.
__ADS_1
Entah apa yang akan dia lakukan padaku, semuanya terasa menegangkan. Kemungkinan terburuk nya dia sudah tahu apa yang ku rencana kan terhadap nya. Karena disini benar-benar terasa menakutkan, "Siapa kau?..." ucap sang raja dengan singkat yang membuatku terkejut.
Ini sungguh pertanyaan yang aneh... dia bertanya tentang siapa aku. Nada suaranya lebih mengartikan seperti dia pernah berjumpa dengan ku, dan bukan sedang menantang ku. Kemudian setelahnya aku berdiri dengan tegap di hadapannya, dan menjawab pertanyaan sang raja itu, "Aku... adalah, Gernath" ucapku.