
Sementara itu di bumi, semua makhluk-makhluk kotor itu masih berada di sana. Mereka sama sekali tak di pindahkan ke suatu tempat seperti yang lainnya. Sebenarnya siapa mereka? kenapa mereka tidak ikut di pindahkan, bahkan tak mendapat bilah layar yang menandakan acara God's Meeting akan tiba dalam dua jam terakhir.,
"Apa-apaan ini? apa mereka menggunakan teknik lainnya? ah! sial andai saja aku memiliki kekuatan super seperti itu" ucap makhluk itu.
"Blos... sepertinya ini bukan teknik mereka, sepertinya mereka sudah di panggil oleh si brengsek itu dengan kekuatannya yang luar biasa. Bagaimana ini bos? bisa-bisa tuan marah kepada kita?" ucap rekan lainnya kepada penunggang monster api yang adalah pemimpin dari mereka yang menyerang di lokasi ini.
"Pemikiran mu tepat sekali Gallen, saat ini mungkin saja mereka ada di suatu tempat yang tidak bisa kita jangkau. Karena dia bilang akan menghilang dari dunia ini, yang artinya sepertinya mereka dipindahkan di dimensi yang berbeda dengan kita" ucap si penunggang monster api yang bernama, Bordeaux.
"Lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya bos? apa kita akan berdiam diri saja disini, atau menghancurkan rumah-rumah mereka" ucap Blos.
"Hmm... bagaimana menurutmu... Vauntins?" ucap Bordeaux.
"Lebih baik kita beristirahat saja disini dari pada membuang-buang waktu untuk menghancurkan perumahan mereka, dan lagi monster-monster ini masih belum pulih sepenuhnya" ucap Vauntins yang adalah sosok yang dapat di andalkan bagi pemimpin grup penyerangan di area ini.
Sementara itu di suatu tempat, di dunia yang sangat indah di malam yang terang dengan rembulan, dan bintang-bintang yang indah. Ini adalah dunia yang di buat oleh dewa kami, dan ini adalah tempat kami bertemu dengan dewa, dan ini juga adalah tempat tinggal dewa. Lalu ada api unggun yang menghangatkan dunia yang dingin ini
Seperti dunia mimpi saja, dunia yang membuat kami takjub. Dengan tanah yang beralas tanah sejauh mata memandang, dan tak ada bukit ataupun lembah disini. Hanya adalah dataran luas dengan singgasana nya di malam hari yang indah. Rembulan menyinari dirinya dengan cahaya yang indah.
"Makhluk-makhluk baru, selamat datang di God's Meeting ke 342679. Sebanyak apapun aku bercerita mungkin tidak akan ada akhirnya, tapi aku terus bercerita mengenai hal yang baru yang belum kalian ketahui tentang dunia lama, tempat manusia lama" ucap dewa yang kali ini menyebut nama manusia lama dengan kata yang baru.
Yaitu, "Manusia Lama" yang padahal biasanya, atau sebelumnya dewa selalu berkata, "Manusia Rendahan" atau, "Manusia Hina". Tapi kenapa tiba-tiba dewa menyebutkan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Entah kenapa hanya karena hal itu aku terus memikirkan perkataannya yang berbeda dari biasanya.
Dua jam berlalu dewa terus menceritakan kisah manusia lama, "Pada zaman dahulu ada sebuah ramalan tentang suatu saat nanti akan ada satu manusia yang terpilih, manusia yang akan dilahirkan kembali dengan ingatannya yang buram. Manusia itu dilahirkan kembali karena memiliki suatu tujuan entah apa itu" ucap dewa itu yang membuat para makhluk-makhluk saling bertanya dengan apa yang dimaksud perkataan dewa.
__ADS_1
Namun kata-kata itu membuat kepalaku sakit, dan berteriak dengan keras. Semua pandangan tertuju kepadaku dengan tajam karena telah merusak acara yang diberkati oleh dewa kami. Aku tak tahu kenapa aku seperti ini, apa yang terjadi padaku!?. Sial! bisa-bisa aku mati karena tidak sopan di hadapan sang dewa.
"Gernath ada apa denganmu? hei, kau kenapa lagi!?" ucap Elysna yang khawatir padaku.
"Akh!? sakit!? argh!... kepalaku! sakit sekali" ucapku yang meronta-ronta kesakitan.
"Gernath tenang lah! ini bukan saatnya untuk..." ucap Tygruth yang terkejut kalau tiba-tiba saja dewa hadir di hadapan ku. Tygruth, dan yang lainnya langsung menundukkan kepalanya di tanah begitu melihat dewa berada di hadapannya.
Aku sedikit terkejut kalau dewa ada di hadapan ku sekarang yang sedang kesakitan. Aku berusaha keras untuk menundukkan kepalaku, dan menahan rasa sakit ini. Namun, "Aku akan menghilangkan rasa sakit itu..." ucap dewa dengan tatapan yang terlihat sedih.
Kemudian setelahnya dewa menghilang rasa sakit itu padaku, dan sekaligus dia telah membuat ingatan aneh itu terlihat dengan jelas. Tapi aku sampai terkejut melihat dewa kami yang terlihat khawatir, dan sedih padaku. Padahal kami hanyalah makhluk yang sangat rendah baginya. Aku tak pantas mendapatkan perlakuan spesial dari sosok yang jauh berada di atas ku.
Zap! kemudian dalam sekejap dewa kembali ke singgasana nya, "Semuanya! tolong perlakuan dia dengan baik! dia sama sekali tak membuatku terganggu" ucap dewa yang membuat semua yang mendengarnya menuruti perintahnya. Setelah itu kami diberi waktu untuk bersantai dengan yang lainnya.
Mungkin ini adalah yang pertama kalinya juga. Lalu para Leonis, dan Elf terkejut melihat hubungan bangsa malaikat, dan bangsa iblis terlihat begitu dekat dari apa yang dibayangkan. Mereka terlihat sangat akrab sekali, ini mustahil! padahal kedua bangsa itu adalah musuh bebuyutan secara turun-temurun dari leluhur mereka.
Aku sangat senang kalau akhirnya aku bisa bertemu dengan dengan guruku, yaitu Mouberg. Kami menceritakan pengalaman kami selama kami pergi menjelajah dunia kepada guru Mouberg. Namun aku merasa tidak nyaman dengan keberadaan ayahnya Elysna yang terus melotot ke arahku.
Dan juga seluruh penduduk desa Leonis terdahulu juga menyambut ku dengan baik, begitu juga dengan para penduduk Elf. Mereka memandang ku dengan tinggi karena namaku tersebar cukup jauh di telinga mereka kalau aku adalah penyebab dari bersatunya dua bangsa yang berbeda ini.
"Oh ya Gernath, sepertinya Alzheimer's temanku ingin berbicara empat mata denganmu" ucap guru Mouberg yang mengedipkan matanya kepadaku yang mengartikan, "Semoga berhasil". Apa maksud dari itu!?.
Lalu mereka semua meninggalkan ku, berdua dengan ayahnya Elysna. Entah kenapa suasana disini agak mencengkeram, ayahnya terus menatap tajam padaku. Sebenarnya apa yang dia inginkan dariku? akh sial kenapa aku harus terjebak di suasana seperti ini.
__ADS_1
"Aku merestui hubungan kalian berdua" ucap ayahnya Elysna yang membuatku syok mendengarnya. Wajahnya yang dingin, dan matanya yang melotot itu kini berubah menjadi senyuman, dan mata yang bahagia.
"A-apa!? be-benarkah paman? apa paman berkata dengan sungguh-sungguh!?" ucapku yang tak percaya dengan perkataannya.
"Jadi kau tidak ingin!? apa sekarang kau ada wanita lain di hatimu! dasar Playboy!" ucap ayahnya Elysna yang kemudian istrinya datang yang membuat hati si suaminya luluh, "Jangan dengarkan suamiku! cepat kau pergi temui putriku" ucap ibunya Elysna.
"A-apa!? hei tunggu! jangan pergi!" ucap ayahnya Elysna yang berteriak-teriak kepadaku sementara itu dia di seret oleh istrinya.
Dan aku... kembali menemui Elysna di hari yang indah ini. Entah kenapa dia terlihat lebih cantik dari sebelumnya, mungkin karena saat ini suasana hatiku sedang senang karena pada akhirnya hubungan kami direstui. Aku sudah tidak sabar untuk menyelesaikan penjelajahan ini, dengan begitu kami bisa menikah.
Terkadang di setiap malam aku selalu memikirkan disaat-saat kami sudah menjadi suami-istri. Sebuah keluarga yang sangat bahagia, aku terus memikirkannya hingga sekarang, "Elysna... ayo kita jalan-jalan sebentar" ucapku yang menggenggam tangannya.
Sementara itu Vloid bertemu kembali dengan bangsanya yang kini hidup baik-baik saja di kota Leonelf. Para Vampir diperlakukan dengan baik sama seperti yang lainnya, dan itu membuat hati Vloid lega. Sementara itu Boa Boa, dia hanya duduk terdiam di dekat api unggun hanya seorang diri saja.
"Hei... ini adalah hari yang spesial, tidak seharusnya kau memasang wajah seperti itu" ucap Tygruth yang menghampirinya.
"Ah... maaf..." ucap Boa Boa yang merenung kembali.
"Cepatlah bertemu dengan para malaikat lainnya. Lebih baik kau mencobanya dari pada diam saja disini, aku akan membantumu dari belakang" ucap Tygruth yang mengetahui isi hati, dan pikiran Boa Boa.
"Dasar curang! kau selalu saja mengetahui isi hatiku... tapi kalau aku sendiri, aku takut" ucap Boa Boa yang manja kepada Tygruth.
"Aku pernah mendengar hal itu, baiklah aku akan menemanimu dasar manja" ucap Tygruth.
__ADS_1
Di hari itu semuanya dipertemukan kembali, dan membuat suasana menjadi lebih indah. Semuanya saling tertawa, dan bahagia, sang dewa memperhatikan semuanya dari singgasananya. Sebelum acara spesial ini berakhir, dewa akan memberikan kepada siapapun untuk berbicara dengannya.
Dan saat itu akhirnya tiba...